
...Happy Reading...
...***...
Saga yang melihat adegan di bawah hatinya semakin sesak. Apa lagi ditambah pemandangan yang sangat menyayat hatinya. Kemesraan El dan Sam yang begitu sempurna. Ia merasa kecewa atas perasaan yang selama ini ia pendam kepada El.
Olivia tertegun melihat wajah sang adik yang merasa kecewa sangat. Ia tahu bahwa adiknya memendam hati kepada El, tetapi El hanya memandang Saga sebelah mata. Ia mengelus punggung sang adik memberikan sebuah kekuatan yang sangat luar biasa. "Kakak yakin, kamu pasti bisa!",bisik sang Kakak.
Saga hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil. Kalau bukan demi El, ia tidak sudi bila Sam bersanding dengan El.
Bunda merangkul sang putri dan berdoa dalam hati bahwa akan ada kabar baik yang ia dengarkan.
"Aku yakin El, pasti para ayah-ayah di sana sedang membahas rencana pernikahan kalian!",seru Sella yang kegirangan setengah mati.
Satria yang ada di samping Sella memukul kepala Sella pelan. "Huh....dasar bocah kecil!. Bisa diam tidak sih!",keluh Satria kepada Sella.
"Apaan sih Bang!. Bang ucapan itu adalah doa Bang. Dan Sella berdoa buat sahabat Sella!",kesal Sella kepada Satria yang seenaknya saja. "Ha... jangan-jangan Abang kesal yaaaa.... Karena bentar lagi adik Abang perempuan satu-satunya mau nikah!. Sedangkan Abang sendiri belum punya calon!",goda Sella yang sudah tidak bisa direm sama sekali.
"Apaan sih kamu, Sel!. Abang sudah punya calon ya, enak aja!",seru Satria tidak terima atas fitnah yang Sella lontarkan kepadanya.
Semua orang tercengang mendengar pengakuan dari Satria.
"Siapa Bang?",tanya mereka serentak.
Mampus aku! batin Satria dalam hatinya. Ia lalu mengalihkan perhatian kepada sang ayah.
"Abang!. Siapa?",tanya Bunda sekali lagi. "Sepertinya Abang tidak pernah cerita sama Bunda soal calon Abang!".
Skakmat. Itulah pertanyaan yang Bunda lontarkan kepada Satria. Satria tidak lagi bisa berkutik sedikitpun. "Hmmm.... nanti Abang kenalkan Bunda. Kalau dia sudah tidak sibuk",jawab Satria yang menjawabnya sembarangan. Calon istri dari mana. Pacar aja tidak punya! keluh Satria dalam hati. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ok. Bunda tunggu dia!".
*
*
*
Semua keluarga berkumpul di ruangan VVIP yang telah di pesan oleh Dirga. Dirga menyambut mereka penuh suka cita dan berjabat tangan dengan hangat. Suasana semakin kekeluargaan karena dua keluarga sudah tidak memiliki sebuah perselisihan kecuali sang istri dari Dirga, yaitu Violla. Dia tidak muncul dalam kehangatan ini.
"Apa kabar Om?",sapa El setelah memasuki ruangan tersebut.
__ADS_1
Dirga dengan senang hati menjawabnya. "Seperti yang kamu lihat, El. Om akan selalu sehat bila anak-anak Om bahagia".
"El sangat bahagia bisa menyapa Om lagi. Karena sudah lama, El tidak melihat Om Dirga",ungkap El.
"Om sangat-sangat bersyukur bisa bertemu kamu kembali El. Karena kamu, anak-anak Om tidak akan bisa seperti sekarang ini. Dan Om sangat bersyukur bahwa Sam mengajak kamu untuk secepatnya menikah. Om sangat bahagia, kabar ini membuat Om terenyuh mendengarkannya".
"Apaan sih Pa. Jangan lebay gitu kenapa di depan calon istriku!",keluh Sam kesal melihat papanya seperti drama queen.
"Anak-anak Om seperti sekarang ini, bukan karena El. Mungkin sudah menjadi takdirnya seperti ini",jawab El.
"Tapi setidaknya kamu juga berjasa dalam hidup anak saya El. Ya sudah, kita sekarang melupakan kejadian yang dulu. Yang baik kita ambil, yang buruk kita jadikan pengalaman bagi hidup kita. Bukankah begitu Wibowo?",kata Dirga merangkul sang sahabat.
"Iya Dirga. Aku setuju dengan pendapat kamu",ungkap Wibowo tersenyum bahagia.
Melati mengajak Satria untuk menikmati makanan malam yang sempat tertunda tadi. Mereka menikmati makan malam penuh canda dan tawa hanya kebahagiaan yang terpancar di wajah mereka.
Saga melihat jelas bagaimana wajah El dan Sam berseri-seri yang hanya terpancar senyuman yang menawan. Hati, ikhlaskanlah dia memilih pilihan hatinya. Hati, sekarang kamu bisa hancur tapi tidak untuk nanti. Aku yakin, kamu pasti akan menemukan seseorang yang lebih dari dia. Dan hati, semoga engkau lekas sembuh dengan luka yang tak berdarah ini.
Satria duduk di samping Saga. Ia memperhatikan Saga yang dari tadi memandang El dan Sam tiada henti. "Aku tahu kamu sedang terluka. Tapi, tidak seperti ini juga kamu menampakkannya!",bisik Satria di dekat Saga.
Saga yang langsung tersadar akan sindiran dari Satria menoleh ke samping.
"Percayalah, akan selalu ada pelangi setelah hujan turun". Satria membisikkan kata-kata mutiara yang romantis itu.
"Sejak aku mengenal Kakak kamu",jawab spontan dari Satria melirik ke arah depan yang mana Olivia sedang berbincang-bincang dengan hangat bersama Dirga.
"Kalau suka sama Kakak, langsung aja to the point. Wanita tidak suka bila main kode-kodean. Dia juga butuh kejelasan!". Saga menyenggol lengan Satria.
"Abang merasa tidak ada apa-apa dibandingkan jabatan Kakak kamu. Abang aja masih kerja di kantornya Ayah. Sedangkan Kakak kamu sudah berani mendirikan perusahaan sendiri seperti kamu". Satria merasa tidak sebanding dengan Olivia dengan gelar yang panjang di belakang namanya itu.
"Semua rezeki sudah ada yang mengaturnya Bang. Cukup kita ikhtiar dan berusaha pasti akan selalu dimudahkan urusan kita".
"Sok bijak kamu!",sahut Satria.
"Bukan sok bijak. Cuma itu prinsip dari aku".
Olivia sedang berbincang-bincang dengan Dirga seputar bisnis yang mereka jalankan saat ini. Dirga hanya ingin tahu perkembangan yang dilalui oleh Sam selama ia bekerjasama dengan Olivia. Ia selalu mencuri pandang ke arah Satria yang sedang asyik mengobrol dengan sang adik. Apa benar dia laki-laki yang baik buat hidupku. Tapi, kenapa aku ragu dengan masa lalunya. Dan apa benar dia selalu memainkan hati seorang wanita?. Aku tidak percaya bahwa dia bisa melakukan hal itu karena dia juga mempunyai adik perempuan.
"Olivia, kamu ingin mengenal anak saya yang bernama Edwan?",tanya Dirga yang membuyarkan lamunan Olivia.
"Iya Om. Ada apa?",tanya Olivia lagi karena tidak jelas dengan perkataan Dirga.
__ADS_1
"Hmmm... ya sudah, tidak jadi Nak Oliv".
"Maaf Om, saya benar-benar tadi sedang memikirkan sesuatu tentang pekerjaan saya untuk besok pagi. Saya benar-benar minta maaf Om!",ucap Olivia tidak enak hati. Karena pikirannya sedang berputar-putar dengan sesosok laki-laki yang sedang menikmati makanannya. Sialan kamu, Sat! umpat Olivia karena saat ini tidak bisa konsentrasi tentang apa yang ia hadapi.
"Tidak ada apa-apa Nak Oliv".
"Tidak apa-apa Om. Bolehkan di ulangi sekali lagi pertanyaannya?",kata Olivia karena begitu penasaran apa yang di katakan oleh Dirga.
"Ok kalau Nak Olivia mau. Apakah Nak Olivia mau mengenal anak saya, yang bernama Edwan?".
Skakmat. Olivia mati kutu dihadapkan pertanyaan seputar Edwan yang kurang aja terhadap wanita itu. Ia tahu betul bagaimana kelakuan anak Dirga yang sulung itu, tapi ia lebih memilih untuk pura-pura tidak mengenalnya. "Boleh Om. Mungkin bisa menambah pertemanan dalam dunia bisnis maupun dunia persahabatan antar rekan kerja",jawab Olivia bijak supaya Dirga tidak curiga terhadapnya.
"Baiklah Nak Olivia. Semoga Nak Olivia betah dengan pertemanan dengan Edwan. Karena saya tahu Nak Olivia begitu cerdas dalam menghadapi masalah yang ada",tutur Dirga.
Olivia hanya tersenyum kecut mengetahui Edwan yang Dirga kenalkan kepadanya. Kenapa bukan orang lain. Misalnya sang ajudannya mungkin!.
Sam dan El yang sedang ada di balkon sedang tersipu malu-malu saling memandang.
"Aku tidak tahu harus berkata apa saat ini. Aku sangat bahagia El",ucap Sam sambil membelai wajah cantik El penuh lembut.
El menutup matanya merasakan hangat sentuhan dari tangan Sam yang lembut itu. Ia sangat dan lebih bahagia dalam apapun.
"Jangan pernah pergi lagi dalam hidupku El!",pesan Sam penuh lembut.
"Aku boleh meminta satu permintaan?",tanya El membuka matanya.
"Apapun permintaan kamu. Aku akan mengabulkannya".
"Permintaanku sangat sederhana Sam. Aku hanya ingin kamu dan Kak Saga berbaikkan lagi seperti dulu. Bisa permintaan ku di kabulkan?". El sangat berharap lebih dengan Sam.
Sam tersenyum menyampirkan anak rambut El yang menutupi salah satu matanya. "Ok. Permintaan kamu, aku akan kabulkan".
El berbunga-bunga bahagia mendengar jawaban yang baik dari mulut Sam. Ia langsung memeluk Sam dengan erat. Sedangkan Sam mengacak kepala rambut El dengan gemas.
"Tuh lihat orang yang sedang bermesraan di tempat umum!",keluh Sella melihat El yang sangat dekat dengan Sam.
"Kamu mau dipeluk seperti itu sayang?",goda Alan.
Sella memukul pelan sang calon tunangannya itu. "Sakit sayang!",keluh Alan.
...***...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
...Terimakasih....