
...Happy Reading...
...***...
Disebuah gedung kosong beberapa orang sedang berkumpul dengan mangsa yang sudah terikat di kursi dengan tali yang terikat kebelakang dan kaki.
"KALIAN SIAPA BAJINGAN!!!!!!!!",teriak Edwan yang minta tolong untuk dilepaskan.
"Kamu akan tahu siapa bos kami, tuan!!!",jawab semua anak buah.
Suara sentuhan benda tumpul mengenai lantai yang tidak beralaskan keramik. Seseorang berjalan menghampiri mereka yang sudah berkumpul di atas gedung. "Apa kabar tuan Edwan Nata Wijaya?",sapa Saga tepat di hadapan Edwan dengan jarak 70 meter. Ia memegang sebuah tongkat yang terbuat dari besi yang pas di genggamannya.
"BAJINGAN KAU!!!! TERNYATA KAU!!!!",pekik Edwan dengan emosi yang sudah membara di sekujur tubuhnya.
"Saya sudah memperingatkan anda tuan, untuk menjauh dari El. Tapi, nyatanya anda masih mengejar-ngejar tanpa saya tahu",ucap Saga yang menyunggingkan senyuman yang mematikan.
Edwan meludah tepat di depan Saga. Cuih... "APA URUSANNYA DENGAN KAU!!!!",tanya Edwan mengejek Saga penuh dalam. "Apa jangan-jangan kau menyukai El?. Padahal El sudah menjadi bekas ku!!!",sambung Edwan.
Saga menggelengkan kepalanya tidak percaya bahwa seorang Edwan mengatakan seperti itu. "JAGA UCAPAN ANDA, TUAN EDWAN!!!!".
Hahahaha.... tawa Edwan menggema di seluruh gedung itu. "Kau dari dulu tidak pernah bisa memilih wanita sendiri, Ga!!!. Dulu Jelita kau jadikan kambing hitam untuk menghancurkan hidupnya, Sam!!!. Sekarang kau mau mengulangi lagi, Ga!!!",oceh Edwan mengejek.
Anak buah Saga sudah menahan emosi ingin menghajar Edwan tetapi Saga memberikan kode supaya mereka tetap tenang. "Silahkan kau tertawa sepuasnya, tuan Edwan!!!. Kau sekarang bisa mengejekku sesuka hati kau. Tetapi, sebentar lagi kau akan hancur tuan Edwan!!!",ancam Saga tersenyum smirk.
"Aku tidak akan hancur dengan mudahnya, Saga Rahardian. Kau tahu, nyawaku sudah terkumpul banyak. Dan aku akan melaporkan kau ke kantor polisi",oceh Edwan.
"Silahkan tuan Edwan bila anda ingin melaporkan saya ke kantor polisi. Saya akan tunggu!!!",jawab Saga santai.
"Apa mau mu?",tanya Edwan yang sudah kesal terhadap Saga.
"Saya tidak meminta apapun dari kau, tuan Edwan. Karena saya tahu, kau pasti sudah tidak punya apa-apa lagi. Buat apa saya meminta sesuatu dari anda!".
"Tidak mungkin bila seorang musuh menyandera kita tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Itu mustahil!",sahut Edwan yang berusaha melepaskan ikatan tangannya.
Anak buah Saga tetap stay di samping Edwan yang sudah meronta-ronta minta untuk dilepaskan.
"Permintaanku tidak terlalu sulit buat kau, tuan Edwan. Saya hanya minta untuk kau, tidak menemui El lagi. Itu saja. Mudah dan gampang bukan",jelas Saga dengan suara ancaman.
Hahahaha...tawa Edwan pecah lagi untuk kedua kalinya. "Kau serius?",tanya Edwan tidak percaya meminta sesuatu yang mustahil baginya.
"Kenapa tidak. Apakah saya pernah bercanda dengan kau, tuan Edwan!!!".
__ADS_1
"Itu mustahil Ga. Karena El adalah sumber kekayaan ku saat ini".
"Saya tahu, anda ingin merebut kekuasaan atas apa yang Sam peroleh selama ini. Dan anda ingin menguasai apa yang Sam punya saat ini, dengan kelemahan Sam. Ialah Ellena. Bukan begitu tuan Edwan?",cicit Saga sambil berjalan mengelilingi Edwan.
"Ternyata otak kau, masih berfungsi dengan baik ya Ga!!!". Hahahaha.. Edwan terus menerus mengejek Saga dengan lantangnya.
Rahang Saga mengeras. Ia langsung menempatkan tongkat besi ke dada Edwan dengan cara menekannya perlahan-lahan.
"Aaaarggghhhhh....". Edwan kesakitan karena dadanya terasa sakit terkena tekanan dari tongkat besi itu.
"Ini tidak ada apa-apanya, dengan rasa sakit yang saya dan El rasakan saat ini!!!!",pekik Saga yang melonggarkan tekanannya.
Edwan bernafas lega karena tekanan itu Saga longgarkan. "KAU INGIN MEMBUNUHKU!!!!",teriak Edwan.
"Tidak. Saya tidak akan membunuh anda, tuan Edwan. Saya ingin menyiksa anda dikit demi sedikit, supaya anda tahu bagaimana rasanya disakiti oleh orang yang dipercaya melindungi seorang gadis yang tidak tahu apa-apa. Dan dengan mudahnya anda menyakiti hingga rasa trauma muncul kembali",kata Saga menjelaskan apa yang telah El rasakan selama ini. "Apa yang kau inginkan tuan Edwan?. Kalau saja di negara ini tidak ada aturan tentang hukum, saya tidak akan membiarkan anda tetap hidup!!!".
"Silahkan kalau kau ingin membunuhku!!!. Aku tidak akan pernah takut, Ga!!!. Karena semakin kau membuat aku menderita, semakin El akan menjauh dari kau, Saga Rahardian. Aku tahu, kamu tidak kan membiarkan El jatuh ke pelukan Sam. Dan aku tahu, kalau kamu begitu peduli tentang El dan menyayanginya lebih dari seorang teman. Aku tahu Saga Rahardian!!",oceh Edwan.
"Anda tahu apa soal saya, tuan Edwan. Seujung kuku pun, anda tidak tahu tentang saya. Jangan pernah membuat opini sendiri bila anda ingin hidup lebih lama lagi. Karena, saya tidak akan membiarkan hidup anda tenang tuan Edwan. Camkan itu!!!!",ancam Saga kesal. "Hajar dia sampai babak belur!!!!",perintah Saga sambil melangkahkan kaki menjauh dari Edwan.
"TUNGGU!!!!",teriak Edwan yang membuat Saga berhenti sejenak. "KAU TIDAK BISA SEPERTI INI, GA!!!", sambungnya.
Salah satu anak buahnya mengambil ponsel dalam saku dan memutarkan sebuah rekaman CCTV yang terjadi insiden di Mall tadi pagi.
Edwan tercengang melihat video itu. Dan dengan itu Saga tersenyum puas melihat Edwan ketakutan setengah mati itu lalu meninggalkan gedung tak berpenghuni itu.
Para anak buah langsung mengajar habis-habisan Edwan. Edwan berteriak meminta tolong dan mencoba untuk menyerang tetapi mereka lebih banyak daripada dirinya sendiri.
*
*
*
El sedang tertidur pulas yang ditemani oleh Sella. Sella memandang wajah cantik El yang begitu tenang dalam mimpi indahnya.
Saga yang memasuki ruang UGD mengintip dibalik tirai. Ia melihat El sudah tertidur pulas dengan senyuman yang begitu terlihat jelas di wajah cantiknya. "Sel, bagaimana keadaan El?",tanya Saga pelan yang membuat Sella kaget karena Saga tiba-tiba ada dibelakangnya.
Sella menengok kebelakang. "Alhamdulillah dia sudah membaik dan tenang. Kamu sendiri?",tanya Sella.
"Iya. Ada apa?".
__ADS_1
"Boleh minta sesuatu?".
"Apa?".
"Tadi klien ku minta schedule meeting diajukan. Sam sedang keluar untuk mencari sesuatu. Kakak bisa menjaga El tidak?",tanya Sella berharap Saga mengabulkannya.
"Boleh. Urusanku sudah selesai kok. Jadi aku langsung kesini tadi".
Sella berdiri dari tempat duduknya. "Terimakasih ya Kak, aku harus segera mengejar waktu untuk menuju ke lokasi meeting!".
"Iya Sel. Hati-hati!".
Sella menganggukkan kepala. Ia lalu pergi dari ruangan tersebut.
Saga menatap El penuh hati yang dalam. Perasaannya yang bersenandung melihat El ada di depan matanya saat ini. Andaikan waktu dulu aku bertemu kamu terlebih dulu El, mungkin aku dan kamu tidak akan sama-sama terluka seperti ini. Hatiku sakit El bila melihat kamu terbaring lemah seperti ini lagi. Aku jadi ingat waktu kejadian dulu kamu sangat rapuh. Waktu kamu ingin terlepas dengan sebuah hubungan yang kamu tidak inginkan. Tapi, sekarang kamu harus berhadapan dengan bajingan itu lagi.
El perlahan-lahan membuka matanya. Ia melihat sesosok orang yang ia cari-cari. "Kak Saga".
"Hai El",sapa Saga penuh bahagia melihat El membuka matanya.
"Kak sudah lama?",tanya El sambil mencari keberadaan Sella.
Saga mengerti maksud dari El. "Tidak juga. Kamu mencari Sella?",tanya Saga balik duduk di dekat ranjang.
"Iya Kak. Dia dimana?".
"Dia ada urusan mendadak dengan klien El. Jadi, dia meminta kakak untuk menjaga kamu. Kamu butuh sesuatu?".
"Owh... Tidak Kak",jawab El. "Kak, Sella sudah cerita banyak dengan El, soal kakak sudah menolong El di parkiran. Terimakasih banyak Kak. Aku tidak bisa membalas kebaikan kakak selama ini terhadapku. Aku tidak tahu, kenapa kakak selama menjadi malaikat dalam hidupku. Yang selalu ada disaat aku terluka dan terpuruk. Maafkan aku Kak, yang sudah secara tidak sengaja menyakiti hati kakak. Karena aku telah memilih Sam untuk menjadi pendamping hidupku nanti".
"El... Kakak akan bahagia, bila kamu juga bahagia bersama orang yang kamu sayang. Katanya kakak sudah kamu anggap sebagai kakak kamu, makanya kakak selalu ada buat kamu disaat kamu terjatuh dan terluka",jawab Saga supaya El tidak merasa bersalah atas perasaannya yang lebih terhadap dia.
El menyentuh tangan Saga yang dekat terhadapnya. "El berdoa, supaya kakak mendapatkan jodoh yang lebih baik daripada El".
Saga meletakkan tangan satunya di atas tangan El. "Terimakasih atas doanya. Semoga juga di segerakan ya!",jawab Saga. Ia melihat sebuah cincin berlian sudah terselip di jari manis El. Rasanya seperti tidak percaya El, kamu memilih Sam dalam hidup kamu batin Saga nanar memandang cincin yang begitu cantik di jari manis orang yang ia sayangi.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...
__ADS_1