
...Happy Reading...
...****...
"APAAAA!!!",kaget Sam sampai ia tidak percaya bahwa sang kakaklah pelaku yang mengancam keselamatan sang tunangan.
"Sam, kita tidak bermaksud membohongi kamu atau apapun itu. Tapi, aku akui, aku belum memaafkan kak Edwan sepenuhnya. Karena kak Edwan sudah melakukan hal seperti itu. Dia tidak pantas mendapatkan semua aset dan saham dari papa kamu, Sam!!!",ungkap Saga.
Sam langsung berdiri dari tempatnya. "Kenapa kamu tidak bilang dari kemarin-kemarin Ga!!!. Kak Edwan harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan selama ini sama El!!",jelas Sam.
"Kalau kak Edwan disuruh tanggung jawab lagi, dia akan berbuat seperti dulu lagi Sam. Kamu tahu sendiri bahwa kak Edwan ingin menguasai perusahaan papa kamu. Dan aku sadar, aku tidak akan memberitahu kamu tentang ini. Yang aku takuti, dia akan selalu mengincar El sebagai mangsanya!!",jelas Saga.
Sam mengusap wajahnya gusar. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa. "Lalu apa yang harus aku lakukan Ga?. Sudah terlalu banyak korban yang kak Edwan perbuat, apa lagi El. Mungkin El trauma bertemu lagi dengan kak Edwan?",tanya Sam.
"Aku tidak tahu lagi harus memberikan saran atau masukan kepada kamu seperti apa Sam. Karena kak Edwan bermodal nekat. Ya, semoga aja kakak kamu berubah setelah mendapatkan apa yang ia mau. Bukan begitu?".
"Tapi yang aku khawatirkan adalah... papa tidak bisa menerima keputusan aku, Ga. Keputusan saham dan aset-aset perusahaan aku serahkan kepada kak Edwan!",bimbang Sam. Ia berjalan mendekati pagar pembatas dan berdiri disana melihat bintang-bintang yang bersinar terang.
Saga menghela nafas kasar. Ia tahu bahwa kini sang sahabat sedang memikirkan bagaimana terlepas dari ini semua. Ia berjalan menghampiri Sam, menepuk bahunya pelan. "Aku yakin, kamu mampu melewati itu semua Sam. Kita lihat bagaimana keputusan Minggu depan tentang hasil keputusan papa kamu".
"Semoga semua berjalan dengan lancar seperti apa yang aku harapkan Ga. Kini saatnya aku fokus kepada pernikahan dan usahaku yang ku bangun dari nol!".
"Aamiin.... Aku akan doakan semoga apa yang kamu harapkan semua terwujud Sam!",pinta Saga tulus.
Sam sudah sampai di griya tawang. Ia melihat sekertaris Ardi sedang berdiri di depan pintu lift. "Ada apa pak?",tanya Sam penasaran.
Ardi hanya terdiam. Ia melihat ke arah pintu masuk. Sam yang begitu penasaran langsung bergegas masuk kedalam. Ia melihat mama dan papa sedang berbicara dengan El. "El..."
Semua yang ada di ruang tamu melihat ke sumber suara. "Sam...!!!. Kamu dari mana aja?",tanya Dirga.
Sam menghampiri mereka bertiga dan duduk ikut bergabung. "Maaf Ma, Pa, Sam pulang terlambat!".
El yang merasa ada yang aneh dengan sang kekasih.
"Maaf sudah membuat kalian khawatir!",sambung Sam.
"Ya sudah, mama dan papa khawatir sama kamu Sam. El tiba-tiba datang kesini pada tengah malam. Mama dan papa sangat terkejut!",jelas Violla.
"Maafkan Sam sekali lagi ma!",ucap Sam kepada kedua orang tuanya. Ia lalu melihat El yang sedang mengkhawatirkan dirinya.
"Ya sudah, sudah malam. Sayang, nanti cepat istirahat ya?. Mama takut nanti kalian sakit karena kurang istirahat!",pesan sang Mama.
"Iya ma".
__ADS_1
Dirga dan Violla pergi ke kamar mereka untuk istirahat.
Sam bingung kenapa El masih berdiam di sofa yang sama. Lalu kenapa sang mama tidak menyuruhnya untuk mengantar El pulang.
El menyilangkan kedua tangannya didepan dada. "Ada apa???. Ada yang perlu dipertanyakan??",tanya El kesal kepada sang kekasih.
"Kamu tidak pulang??. Aku antar kamu pulang ya sayang?",ucap Sam canggung.
"Ohhhh... kamu ngusir aku dengan secara halus?",tanya El lagi.
"Bukan... bukan begitu sayang. Aku hanya takut nanti kamu dimarahi sama ayah dan bunda. Anak gadisnya tengah malam belum pulang kerumahnya!",takut Sam.
"Banyak hal yang perlu aku tanyakan kepada kamu, Samuel!!!",kata El dengan sorot mata yang tajam lalu ia beralih melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. "Berhubungan ini sudah malam, aku lelah dan mengantuk. Maka, akan aku tunda sampai besok!!",tegas El yang langsung berjalan ke arah kamar tamu.
"Sayang, kamu mau kemana??. Bukankah pintu keluarnya disana??",kata Sam sambil menunjuk ke pintu keluar.
El berhenti sejenak karena ia begitu heran dan kesal kepada Sam. Ia lalu menengok ke belakang. "Dasar cowok tidak peka!!!". El menghentak kakinya kesal dan berlalu dari hadapan Sam.
Ardi yang sudah di samping Sam hanya tersenyum malu dengan tingkah laku sang majikan. "Aduh tuan, nona El malam ini menginap di rumah ini tuan!!",ucap Ardi polos dan menggoda.
Mata Sam terbelalak tidak percaya bahwa rumah ini bertambah penghuninya wanita cantik yang tak lain tak bukan adalah tunangan sendiri. "Aduh pak Ardi, kenapa kamu tidak bilang dari tadi!!!",oceh Sam yang langsung berlari ke ruang tamu. Ia mengetuk pintu dengan sangat tidak sopan.
"Buat apa juga tuan Sam mengetuk pintu kamar nona El!!. Mereka kan belum sah menjadi suami istri!!",kata Ardi yang merasa pusing melihat sang majikannya.
Pagi Hari
"Selamat pagi mama dan papa!",sapa El yang sudah berpenampilan rapi.
"Selamat pagi sayang!!. Wah kamu sangat cantik pagi ini!!",puji Violla.
"Pasti Sam akan semakin cinta sama kamu nak El!",sambung Dirga.
"Terimakasih ma pa!". El melihat tempat duduk yang masih kosong. "Lalu Sam dimana Ma?",tanya El yang tidak melihat batang hidung si Sam.
"Mungkin dia masih tidur sayang!. Coba kamu bangunkan ya?".
"Memangnya boleh Ma?",tanya El yang tidak percaya.
"Kenapa tidak boleh sayang?",tanya Violla balik. "Bukannya justru akan semangat bila yang membangun kamu?",godanya.
El tersenyum manis. "Iya Ma. El coba bangunkan ya". El berjalan mendekati kamar milik Sam. Ia mengetuk pintu dengan sangat lembut. "Sam, bangun udah siang!!!",kata El beberapa kali tetapi tidak ada tanggapan dari dalam kamar Sam.
Violla dan Dirga hanya tersenyum melihat kepolosan El. Violla lalu menghampiri sang calon mantu. "Mana mungkin dia akan mendengar sayang!".
__ADS_1
El hanya tersenyum manis. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Violla lalu membuka pintu kamar Sam dengan mudah. El hanya mengekori kemana Violla melangkah. "Astagaaa nih anak!!!!!",teriak Violla yang melihat Sam masih tertidur pulas.
El melihat keseluruhan ruangan. Ya benar, mana mungkin Sam akan mendengar teriakkannya dari luar. Ruangan pribadi Sam yang begitu luas dan tertata rapi dengan ornamen modern.
"Kamu lihat sendiri kan sayang bagaimana calon suamimu ini!!!",oceh Violla di pagi hari. Ia tidak henti-hentinya menggoyangkan tubuh sang anak.
El tersipu malu karena masuk kembali ke ruang pribadi Sam yang dulu pernah ia lakukan. "Biar El saja Ma yang coba bangunkan Sam!",saran El.
"JANGAN!!!!".
El menghentikan langkahnya karena dicegah oleh Violla. "Kenapa Ma?".
Violla menatap tajam ke arah El memberikan sebuah isyarat. "Bukan dianya yang akan bangun!!!... Tapi sesuatunya yang bangun!!!".
El mengenyitkan keningnya tidak mengerti. "Maksudnya Mama?".
"Udah suatu saat kamu pasti mengerti sayang!!!".
Sam kesal dengan sang Mama, karena mencegah El untuk membangunkannya. "Isshhhh... apaan sih ma!!!",kesal Sam yang bangun tiba-tiba. "Pikiran mama aja yang terlalu kotor!!!",oceh Sam tidak terima.
"Makanya kamu cepatan bangun!!!",sahut sang Mama.
"Bentar ma, masih ngantuk nih nanggung!!". Sam kembali memeluk guling dan menarik selimut kembali.
"Astagaaaa nih anakkkk!!!".
"Tidak apa-apa kok ma. Biar El urus soal Sam. Mama tidak usah khawatir, Kitakan pernah tinggal sa-..."
Belum sempat El menjelaskan semua langsung Sam bangun dengan sigap. "Udah puaskan Ma!!!",tegas Sam. "Sayang jangan didengarkan mama bicara apa!!",pesan Sam yang langsung berlalu ke kamar mandi.
"Sayang tadi kamu mau bicara apa?",tanya Violla.
El terdiam bingung mau melanjutkan atau tidak karena mungkin Sam ingin merahasiakan masalah ini.
"Tidak apa-apa kok Ma!",jawab El yang langsung mengajak Violla untuk kembali ke meja makan.
Sam mengintip di balik ruangannya yang tersimpan berbagai macam pakaian. Lega. Untung aja El tidak membocorkannya!!!! Ia pun segera masuk kedalam kamar mandi.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
__ADS_1
...Terimakasih...