
...Happy Reading....
...***...
El tidak percaya apa yang dilakukan Sam dan William disana. Ia segera meminta izin sama Ayah buat mengangkat telepon dari seseorang. Ia lalu pergi berjalan keluar dan menelepon sang sahabat.
Tut... Tut... Tut...
"Ayo angkat Sel!",lirih El yang berjalan mondar-mandir tidak karuan. Kamu dimana Sel!.
"Assalamualaikum El!",jawab Sella dengan nada yang sedikit tinggi karena ia tidak jelas dengan suaranya.
"Walaikumsalam Sel. Kamu dimana?",tanya El yang mendengar suara yang sangat bising diseberang sana.
"Apa?. Aku tidak mendengar El!",kata Sella. "Disini sangat berisik. Lewat pesan aja ya!",perintah Sella yang langsung mematikan secara sepihak. Ia lalu mengirim pesan kepada El.
"Ada apa El?". Sella.
"Kamu dimana?". El.
"Aku sedang keluar bersama Kak Alan". Sella.
"Kamu dimana?". El.
"Aku sedang ada di bar. Kak Alan sedang menemui kliennya. Ada apa?". Sella.
Deg. El lemas tak bertulang. Ia tidak percaya bahwa William dan Sam ada di sana juga. Lalu buat apa mereka berdua ada disana? pikir El.
"Kamu tidak melihat sesuatu di video kamu?". El.
Sella yang membaca pesan dari El merasa bingung. "Maksudnya apa coba?",pikir Sella. Lalu kemudian ia memutar kembali video itu. Ia tidak menemukan apa-apa dan mencoba memutar video berkali-kali.
Ternyata dua orang sedang ada di meja bartender. "Sam!". Sella mencari meja bartender itu dan benar Sam dengan salah satu temannya sedang ada disana.
"Ada apa sayang?",tanya Alan merasa ada yang aneh dengan calon tunangannya itu. Ia mencoba menanyakan setelah kliennya sedang pergi ke toilet.
"Coba lihat siapa yang ada disana?",tanya Sella menunjuk kearah Sam dan William.
Alan sama kagetnya dengan Sella. "Ngapain dia di sini!".
"Mana aku tahu Kak!. Aku kesana dulu ya Kak, aku tidak mau sesuatu terjadi dengan Sam!",pamit Sella.
"Iya. Hati-hati ya?".
Sella mengangguk memberikan jawaban atas pertanyaan sang kekasih. Lalu ia menghampir Sam. "Sam!",panggil Sella dengan santai dan melihat William sudah berdansa di tempat dansa.
"Sella!",kaget Sam. "Ngapain kamu ada disini?".
"Seharusnya aku yang tanya, kamu ngapain ada disini?",tanya Sella balik sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Itu tidak penting. Lalu dari mana kamu tahu aku ada disini?".
"Aku juga tidak menyangka kalau kamu bisa masuk kesini. Dan apakah dia, yang mengajak kamu kesini?",tanya Sella sambil menunjuk jari kearah William.
"Itu tidak penting bagi kamu. Dan aku sedang bertanya sama kamu, dari mana kamu tahu kalau aku ada disini?",tanya Sam tegas.
Suara ponsel Sella berbunyi. Ia melihat sekilas ke layar ponsel. Dan dengan kebetulan El yang sedang meneleponnya. Sella lalu memperlihatkan layar ponsel yang sedang berdering kepada Sam.
__ADS_1
Sam melihat dengan jelas siapa nama yang tercantum di layar ponsel Sella.
"Ini yang memberitahukan bahwa kamu ada disini!",ungkap Sella tegas.
"El. Lalu El dari mana?. Tidak mungkin El mempunyai mata-mata disini",jawab Sam kesal.
"Mungkin aku yang kurang teliti atas video yang aku unggah di statusku. Atau mungkin El yang selalu teliti dalam situasi apapun",ucap Sella.
Sam menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Kamu jangan berpikir macam-macam tentang aku,Sel!. Aku kesini hanya menemani William. Bukan lebih",jelas Sam supaya tidak ada salah paham.
"Lalu, kamu minum wine itu lagi?",tanya Sella sarkas.
Sam menunjukkan sebuah gelas yang berisi minuman Ocean blue ice. "Aku memesan ini. Hanya ini yang aku pesan. Kalau kamu tidak percaya sama aku, kamu bisa tanya langsung sama pelayannya!",jelas Sam.
"Aku tidak butuh itu. Ternyata selama kamu ada disini, ada yang berubah dalam hidup kamu, Sam. Mungkin karena pergaulan kamu atau sudah menjadi kebiasaan kamu selama kamu berada di luar negeri!",kata Sella kecewa terhadap sang sahabat.
"Jaga ucapkan kamu, Sel!. Lalu kamu sendiri disini kenapa?".
"Aku bersama Kak Alan yang sedang menemui kliennya. Aku sudah menjaga ucapan ku, Sam. Tapi, aku sangat kecewa terhadap kamu. Benar El, yang memilih Kak Saga dari pada kamu!',jawab Sella yang langsung pergi dari hadapan Sam.
"Damn it!",umpat Sam yang hanya bisa melihat kepergian Sella. Sam langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan Willam.
Sella mencoba menengok ke belakang melihat bagaimana ekspresi Sam saat itu. Dan ternyata Sam pergi keluar dari Bar. "Serius dia keluar dari Bar ini!",cicit Sella kaget. Lalu ia kembali ke meja Alan berada.
***
El sudah kembali bergabung dengan keluarganya, walaupun pikirannya masih berpihak kepada Sam. Ia ikut tertawa bila ada hal yang lucu dan sebaliknya. Ia tidak fokus saat ini.
Adelle yang melihat situasi dan wajah El langsung mengajak El pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu dengan alasan seperti itu supaya keluarga El tidak mengetahui. Dan mereka saat ini sedang ada di dapur.
Adelle menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. "Kamu masih memikirkan dia?",tanya Adelle sarkas.
"Terus hubungannya sama kamu apa!. Kamu dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa El!. Kamu harus ingat itu!".
"Aku tahu kalau aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa. Tapi, bolehkan kalau aku khawatir hanya sebatas sahabat?",jelas El.
"Berarti kamu masih peduli sama dia. Kamu belum sepenuhnya melupakan dia. Dan kamu, tidak mau kehilangan dia".
"Stop Del!. Tolong... Tolong beri aku waktu sedikit saja untuk bisa hidup tanda dia. Jujur, aku sangat berat melupakan dia dalam lubuk hatiku. Karena, aku tidak mau mengecewakan semuanya makanya aku harus seperti ini!",ungkap El dalam hatinya.
"Maaf kalau aku mengungkit itu semua. Tapi, aku berpesan jangan bebankan hati kamu sendiri seperti ini. Kamu akan tersiksa olehnya",saran Adelle memegang kedua tangan El sebagai ungkapan peduli terhadap El.
"Kalau bukan aku membebani hatiku sendiri, lalu aku harus membebani sama siapa Del?. Aku tidak mau semua orang tahu tentang bagaimana aku berjuang melupakan dia. Dan sebentar lagi aku harus kebalik ke tanah kelahiran ku. Pasti aku akan lebih mudah melupakannya!".
"Aku yakin kamu pasti bisa!. Karena begitu banyak orang yang menyayangi kamu, termasuk Kak Saga. Dia sangat peduli sama kamu, bahkan keluarga kamu. Kamu tidak mau menengok sedikit saja dari Kak Saga?",tanya Adelle memberikan sedikit nasihat.
El lalu berjalan ke arah jendela yang ada di dapur. Hatinya sangat bergejolak. Ia memandang luas halaman yang terdapat di kafe itu. "Aku tidak bisa memaksa hatiku untuk mencintai Kak Saga, Del. Bagiku, Kak Saga sangat berarti bagiku. Aku tidak mau kehilangan dia. Bila nanti aku dan dia menjalin hubungan lalu kandas ditengah jalan, aku takut tidak akan ada sosok Kakak seperti Kak Saga. Aku pasti juga akan kehilangan dia. Hal itu yang tidak aku sukai, seperti aku kehilangan dia, Del!",ungkap El.
***
Sam pergi ke asrama El dengan tergesa-gesa. Ia mengetuk pintu dengan keras.
Salah satu kamar asrama merasa terganggu karena suara yang terlalu keras. Ia lalu keluar. "Adelle belum pulang Pak!",kata salah satu teman Adelle yang merasa kesal.
"Saya tidak mencari Adelle. Tapi El. Dimana El sekarang?",tanya Sam kesal karena hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"El sepertinya beberapa malam ini tidak pulang ke asrama. Mungkin ke tempat teman kali!",jawab salah satu teman Adelle.
__ADS_1
Astaga.... William kan sudah bilang, bila El untuk sementara waktu tinggal di apartemen Sella! batin Sam baru mengingat sesuatu. Ia lalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih kepada tetangga asrama Adelle.
"Dasar Om-om tidak punya etika!",seru tetangga Adelle. "Kenapa sih Adelle dan El bisa punya teman seperti itu!",lanjutnya.
Lalu salah satu temannya baru datang. Ia bertanya kepada tetangga Adelle. "Siapa tadi?".
"Temannya El dan Adelle mungkin".
"Ihhhh.... Kamu tidak ingat apa, dia itu yang memberikan sumbangan dana pada kampus kita!",jelasnya.
"Serius kamu!".
"Iya. Waooowww hebat juga El dan Adelle bisa berteman sama dia!".
***
Sam mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan sedang. Ia melakukan panggilan dari mobilnya itu. Dan di layar monitor tertulis Sella.
"Ada apa?",tanya Sella yang tidak mau basa-basi.
"Dimana El?",tanya Sam dengan nada tinggi.
"Kamu bertanya sama aku seperti itu!. Aku tidak akan menjawabnya!",jawab Sella yang langsung mematikan ponselnya.
Ha... Sam kesal dan menghubungi Sella kembali. "Dimana dia?".
"Kenapa?. Kamu frustasi?",tanya Sella yang menggoda Sam.
"Bukan waktunya untuk bercanda Sel. Dimana dia?",tanya Sam yang terus menerus dibuat kesal oleh sang sahabat.
"Aku tidak sedang bercanda Sam. Hanya saja, aku tidak mau memberitahu kamu El ada dimana!",jawab Sella mematikan ponselnya kembali.
Sam frustasi dan berteriak kencang di dalam mobil. "Haaaaaaaaaaa!". Ia lalu berinisiatif pergi ke kafe tempat Adelle bekerja.
Adelle dan El keluar dari dapur. Mereka bercakap-cakap dengan santai supaya keluarga El tidak ada yang curiga.
"Dari mana aja sih sayang?",tanya Bunda.
"Maaf ya Bunda, kita lama!",kata El mencari alasan.
Adelle membawa baki makanan yang spesial buatan Chef handal yang ada di kafe ini. "Adelle minta tolong sama El, Bunda. Buat bantuin Adelle buat makanan spesial ini!",jawab Adelle dan El membantu menyajikan di atas meja.
"Terimakasih banyak ya Nak Adelle!",ucap Bunda bahagia.
"Wah makan besar nih!",goda Satria yang dari tadi sibuk dengan laptopnya.
Adelle tersipu malu. Hatinya memanas dan tidak pernah merasakan hal ini kecuali bersama William.
El yang sedari tadi berdiri membantu Adelle tiba-tiba ia tidak sengaja melihat keluar kafe. Ia melihat sebuah mobil sport berhenti tepat dihadapan kafe. Dan seseorang keluar dari sana. Sam.
Sam keluar dan matanya langsung tertuju dengan satu orang yaitu El.
Mata mereka bertemu lagi dan lagi. Kenapa harus seperti ini lagi. Di saat aku ingin melupakannya, aku selalu bertemu dia lagi.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
__ADS_1
...Terimakasih....