Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Rindu


__ADS_3

Happy Reading.


***


Keesokan Hari.


El sedang merapikan barang-barang. Ia tidak terlalu banyak membawa barangnya. Karena dia akan tinggal di New York selama tiga bulan saja. Sebagian barangnya ia titipkan kepada Adele, karena ia sudah tidak pantas tinggal di apartemen mewah ini. Dan sudah tidak lagi menjadi calon istri seorang Edwan Natawijaya.


Ia melihat sekeliling apartemen. Ia berjalan menghampiri balkon untuk menghirup udara segar. Ia bakal kangen dengan suasana apartemen ini.


Tring... Tring...


Sebuah panggilan masuk, El segera mengangkatnya.


"Assalamualaikum Bunda?",sapa El dengan wajah sumringah.


"Walaikumsalam sayang. Bagaimana sudah berkemas?",tanya bunda.


"Udah bunda. Udah beres semua kok",jawab El.


"Syukur deh kalau begitu. Nanti siapa yang mengantar kebandara?",tanya bunda.


"Mungkin naik taksi aja Bun",jawab El menutupi kesedihannya.


"Kok naik taksi. Gak diantar aja sama Kak Edwan?",tanya bunda.


Deg. El bingung harus menjawab apa. Ia tidak mau bundanya tahu bahwa pertunangan telah usai dengan Kak Edwan. "Oh...gak bunda. Kak Edwan udah bilang kok sama El, kalau dia sedang sibuk",kata El bohong.


"Masak Kak Edwan biarin kamu malam-malam pergi kebandara?",tanya bunda mulai curiga. "Apa kalian sedang marahan?. Kayaknya beberapa hari ini dia gak bisa bunda hubungi lho?",ucap bunda yang sudah mulai curigaan.


"Apaan sih bunda. Kita baik-baik kok. Emang benar, beberapa hari ini Kak Edwan lagi sibuk banget. Jadi kita gak bisa jalan bareng-bareng",jawab El.


"Bunda khawatir sayang kalau akan terjadi sesuatu sama kalian. Bunda harap kalian bisa secepatnya menikah",sahut bunda.


"El belum bisa memikirkan sampai situ bunda. El mau fokus dulu dengan skripsi kedepannya. Tolong ngertiin El bunda!. El janji, El gak akan mengecewakan ayah dan bunda!",ucap El bimbang.


"Iya sayang. Bunda dan ayah akan selalu dukung kamu!",jawab bunda.


Tiba-tiba ponsel bunda diambil oleh Dino. Dan dilayar langsung di penuhi dengan wajah adiknya itu. "Hallo... Kakakku yang cantik!",sapa Dino dengan pujian yang begitu hangat.


El tersenyum manis. Ia tidak menyangka bahwa adiknya sudah beranjak remaja. "Hallo...adikku yang comel!",balas El.


"Kapan sih Kak, kakak pulangnya?. Dino udah kangen sama kakak?",tanya Dino.


"Kurang beberapa bulan lagi sayang. Oh...iya kakak akan nyiapin tiket buat kalian untuk pergi ke sini?",kata El dengan bersemangat.


Ponselnya semula dipegang oleh Dino,sekarang sudah berpindah tangan. "Maksud kamu apa sayang?",tanya bunda bingung. "Tiket. Tiket ke London?",tanya bunda lagi.


"Iya bunda. El akan nyiapin tiketnya untuk ayah, bunda, Abang dan adik!",jawab El.


"Kamu serius?. Darimana kamu mendapatkan uang?. Tiket satu orang aja mahal, apalagi satu keluarga nak?",tanya bunda.


"Bunda gak usah khawatir soal biaya. Insya Allah, El mempunyai tabungan bunda",jawab El.

__ADS_1


"Ya Allah nak....?",kata bunda meneteskan air mata. "Jadi kita bisa melihat kamu pada saat wisuda nanti?",kata bunda.


"Iya bunda",jawab El.


Ayah tidak mau kalah dengan bundanya. Ia langsung mengambil ponselnya. "Sayang, ayah masih sanggup untuk membeli tiket kesana?. Kenapa kamu menyiapkan segala sesuatunya sendiri?. Ayah masih mampu sayang?", seru ayah.


"Ayah, El tahu kalau ayah mampu membeli apapun didunia ini. Tapi, El mohon yah, terima sedikit pemberian El ini. Walaupun ayah sanggup untuk membelinya?",kata El.


Tiba-tiba mata ayah terasa panas. Ia tidak menyangka bahwa putrinya sudah tumbuh dengan pemikiran yang sangat dewasa. Ia memandang gadis kecilnya itu dengan seksama.


"Ayah, El sangat menyayangi ayah. El sangat rindu ya?",kata El meneteskan air mata. Ia tidak tahu lagi apa yang akan terjadi kedepannya, kalau seumpama ayahnya tahu bahwa putrinya telah dikhianati oleh orang yang beliau percayai, bagaimana nanti hatinya, pasti akan lebih hancur lagi.


Ayah meneteskan air matanya. Ia benar-benar sangat rindu dengan gadis kecilnya itu. "Semoga kita cepat-cepat bertemu ya sayang?",kata ayah.


El menganggukkan kepalanya tanda setuju. Ia memandang wajah ayahnya yang sudah mulai keriput. Hal ini yang membuat ia sadar bahwa semakin kita dewasa, semakin pula umur orangtua kita bertambah.


***


Sam sedang ada di Griya tawang. Ia menikmati pemandangan dari atas sana sehabis berenang. Ia meneguk segelas orange jus kesukkencang


Pak Ardi datang menghampiri Sam, sang bos kecil.


"Bagaimana dia sekarang?",tanya Sam yang masih memendang kedepan.


"Dia naik pesawat XXX, penerbangan pukul 23.00 nanti malam mas",jawab pak Ardi.


"Tolong atur semuanya. Saya tidak mau ada kesalahan sedikitpun!",perintah bosnya.


"Baik mas!",jawab pak Ardi tegas.


***


Kak Saga duduk di ranjangnya. Ia melihat seseorang mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan.


El menghampiri Kak Saga dengan senyuman yang indah. "Apa kabar Kak?",sapa El.


"Lumayan baik-baik aja. Tetapi masih ngilu sedikit",jawabnya. "Kamu bawa apa itu, banyak banget?",tanya Saga.


El sampai lupa memberikan paper bag kepada Kak Saga. "Ini buat kakak sebagai tanda perpisahan",ucap El meletakkan paperbag kepangkuan Saga.


"Harus segini banyaknya ya?",kata Kak Saga yang tidak sabar membuka satu persatu paperbagnya.


"Sebenarnya masih banyak lagi. Tapi, aku khususkan ini kepada kakak!",sahut El.


Saga membuka satu paperbag yang berisi jaket kulit. "Ini buat aku?",tanya El.


"Iya. Kakak gak suka ya?",tanya El memastikannya.


"Suka kok. Malah suka banget. Kamu belanja segini banyaknya sama siapa?",tanya Saga.


"Siapa lagi kalau bukan sama Sella. Si cewek shopping hollic . Kemarin habis dari sini, dia sempat menghilang, eh... tiba-tiba muncul di apartemen. Kan lucu Kak?",ungkap El.


Saga menanggapi dengan tertawa mendengar setiap perkataan El. Sebentar lagi ia tidak akan bisa melihat senyuman manisnya. Ia melihat setiap inci wajah cantiknya itu.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang masuk tanpa permisi. Ia tidak tahu bahwa dua orang yang ada diruangan itu sedang saling tatap menatap. "Oppssss....!",bisik Olivia.


El mendengar itu langsung mengalihkan perhatiannya. "Kak Oliv",sapa El sopan.


"Eh...ada tamu",jawab Kak Olivia malu.


"Kakak darimana?", tanya El mencairkan suasana.


"Cari makanan. Kamu udah dari tadi?",tanya Kak Olivia.


"Baru aja kok Kak",jawab El tidak enak.


"Ih... Ganggu aja deh Kak!",kesal Saga.


"Kalau kakak gak dateng pasti akan ada banyak lagi setannya!", seru Kak Olivia.


"Maaf ya Kak. Kak Saga senangnya bercanda terus!",kata El.


"Gak apa-apa kok El. Kakak ngerti sifat adik kakak yang resek ini. Apa lagi tadi lagi modus?",goda Kak Olivia.


"Apaan sih Kak!",kesal Saga.


"Katanya kamu mau ke New York, El?. Kapan?",tanya Kak Olivia antusias.


"Nanti malam Kak",jawab El.


Kak Olivia duduk disofa. "Aduh...Jadi hari ini hari perpisahan kalian dong!. Kakak jadi gak enak ganggu kalian?",kata Kak Olivia menggoda.


"Itu sadar. Kenapa gak dari tadi sih!",sahut Saga.


"Kak Saga!",bisik El. "Gak ganggu kok Kak, sama sekali gak. Aku kesini mau pamitan sama Kak Oliv dan Kak Saga?",kata El menjelaskan.


"Nanti kalau Kakak udah disana nanti Kakak kabari ya?",pesan Kak Olivia.


"Iya Kak. Nanti kita ketemuan disana ya Kak?",jawab El.


"Siap",sahut Kak Olivia.


"Kok aku gak diajak sih?",tanya Kak Saga kesal.


"Makanya cepat sembuh dan gak usah sok jadi jagoan!",omel Kak Olivia.


"Ini tuh musibah Kak!",sahut Saga tidak terima.


"Oh...begitu. Kirain mau jadi pahlawan kesiangan!",kata Kak Olivia.


El tersenyum manis. Ternyata sama aja, Kakak dan adik selalu berantem memperebutkan mana yang salah dan mana yang benar. Ia langsung mengingat abangnya dan adik bungsunya. Ia merasakan rindu yang amat besar didalam hatinya.


***


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


#Mana nih komen2nya?.


Aku tunggu ya?.


__ADS_2