
...Happy Reading....
...***...
Satria yang sedang bersantai di balkon kaget mendengar suara yang bersumber dari dalam rumah. Ia segera mencari sumber suara dan ia menemukan El sedang memunguti bekas-bekas gelas pecah yang berceceran di lantai. "Dik".
El menoleh ke arah depan. Di sana Satria berdiri di depan dapur.
"Kamu tidak apa-apa?",tanya Satria berjongkok membantu memunguti serpihan gelas.
"Tidak apa-apa Bang. Hanya saja, perasaan El tidak enak!",jawab El yang masih fokus kepada gelas yang pecah.
"Mungkin kamu kelelahan Dik. Kamu istirahat ya, biar Abang yang bersihkan!",pinta Satria yang membersihkan.
"Iya Bang. Terimakasih". El segera berdiri dan mengambil gelas lagi untuk ia bawa ke kamar dan sebotol air putih. Ia berjalan kembali ke kamarnya.
*
*
*
Di rumah sakit Saga langsung masuk ke ruangan emergency. Olivia di larang untuk masuk ke dalam ruangan. Ia dengan sangat gelisah berjalan mondar-mandir dengan perasaan campur aduk. Kamu pasti kuat Dik!. Kamu pasti kuat! doa Olivia di setiap langkah kakinya.
Para tim dokter dan suster yang menangani Saga dengan hati-hati membersihkan luka darah yang terus mengalir dalam tangannya. Lampu operasi sudah di nyalakan oleh para tim medis. Dan lampu pertanda akan segera di lakukan tindakan oleh tim dokter sudah menyala.
Olivia melihat terus menerus lampu pertanda operasi dilakukan. Tuhan, berikalah kesembuhan kepada Saga, adik saya. Saya mohon Tuhan! pinta Olivia menetes air mata.
Ariel sang ajudan dari Olivia menyodorkan sebotol air mineral. "Minum dulu Non!",saran dari Ariel yang duduk di samping sang majikan.
Olivia menyandarkan punggungnya ke tembok dan menutup mata. "Mana mungkin aku bisa meneguk sesuatu ke dalam mulutku Riel. Adikku sedang berjuang di dalam ruangan sana",rengek Olivia.
"Kalau Non Oliv tidak minum, pasti akan terjadi dehidrasi. Malah Non Oliv jatuh sakit!. Dan tidak bisa merawat Tuan Saga".
"Aku takut kalau terjadi sesuatu dengan adikku Riel. Dia satu-satunya saudaraku".
"Non Oliv pasti kuat menghadapi musibah ini. Dan Tuan Saga lebih kuat lagi. Dia laki-laki yang kuat Non, dia pasti bisa bertahan!".
"Apakah sampai segitunya bila seseorang sedang patah hati frustasi?",tanya Olivia tanpa sadar bertanya kepada sang ajudan. Karena selama ini ia juga dekat dengannya.
__ADS_1
"Tiap manusia dilahirkan dengan versinya masing-masing Non. Ada yang kuat menghadapi sebuah percintaan dan ada yang tidak. Mungkin sekarang Tuan Saga sedang membutuhkan sebuah dukungan",ungkap Ariel.
"Tapi selama ini saya tidak sampai seperti itu Riel. Kamu ingat dulu, saya pernah di campakkan oleh seseorang laki-laki".
"Dan seseorang laki-laki meninggalkan Non Oliv begitu aja dengan cara menikahi sahabat dari Non Oliv",tebak langsung Ariel karena ia tahu kisah sang majikan.
"Iya. Dan akhirnya saya bisa keluar dari zona itu".
"Berarti Tuhan menunjukkan bahwa dia bukan laki-laki yang baik buat Non Oliv".
"Amira berjalan tergesa-gesa ingin melihat keadaan sang anak bungsunya. Ia khawatir terjadi sesuatu terhadapnya. "Oliv".
Olivia dan Ariel tercengang melihat sang Mami sudah sampai di rumah sakit.
"Mami". Olivia menghamburkan pelukan kepada ibunya. "Maafkan Oliv Mi!". Tangis Olivia pecah dipelukkan sang ibu. "Oliv tidak bisa menjaga adik dengan sempurna. Maafkan Oliv Mi!".
"Sayang sudah. Saga pasti kuat menjalani operasinya",jawab Amira kepada putri sulungnya.
Akhirnya sudah satu jam operasi berjalan dengan lancar. Sang dokter keluar dari ruangan tersebut. "Keluarga dari Tuan Saga?".
Amira dan Olivia berjalan ke arah sang dokter. "Bagaimana keadaan anak saya dok?",tanya Amira was-was.
"Tuan Saga keadaan sudah stabil Nyonya. Tadi Tuan Saga mengalami pendarahan karena di lengan bagian kanan terluka parah sehingga mengeluarkan banyak darah. Dan dia juga mengalami syok berat yang mengakibatkan darah mengalir terus menerus",jelas Dokter yang menangani Saga.
"Syok berat. Maksudnya Dok?",tanya Amira tidak mengerti penjelasan sang dokter.
"Begini Nyonya, sepertinya Tuan Saga sedang mengalami masa-masa yang kurang baik. Entah itu dari segi percintaan atau sebuah tekanan yang mengakibatkan sebuah paksaan. Karena yang saya lihat tadi Tuan Saga muntah-muntah mengeluarkan semua yang ada di perutnya. Apakah tadi dia habis minum-minuman?",tanya dokter melirik ke arah Olivia.
"Iya Dok. Dan dia tidak sengaja terjatuh mengenai pecahan botol dari minuman-minuman itu",jelas Olivia.
"Untung saja langsung dibawa ke sini. Kalau terlambat sedikit saja, dia kehilangan banyak darah. Dan mengakibatkan sesuatu yang tidak kita inginkan".
"Terimakasih banyak Dok, sudah menyelamatkan anak saya!",ungkap Amira berkaca-kaca.
"Sudah menjadi tugas saya Nyonya. Dan sebentar lagi Tuan Saga akan segera di pindahkan ke ruangan Hcu. Untuk perawatan selanjutnya",jelas sang dokter sebelum pamit pergi kembali ke ruangannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi Oliv?. Tidak biasanya Saga minum-minuman seperti ini sampai dia muntah-muntah?",selidik Amira.
Olivia dan Ariel saling lempar pandang. Mereka bingung harus menjelaskan seperti apa.
__ADS_1
"Apa ada Oliv?. Apakah dia stress karena perusahaan atau apa, kata dokter ada sebuah tekanan yang membuat Saga frustasi?",tanya Amira yang sudah tidak sabar menunggu penjelasan dari Olivia.
"Oliv juga tidak tahu Mi. Tadi, Saga meminta Oliv untuk mengatakan kepada pelayan rumah untuk menyiapkan semua minuman yang tersimpan di gudang rumah. Oliv juga tidak tahu apa yang sebenarnya Saga lalui saat itu",bohong Olivia untuk menutupi El dalam masalah keluarganya. Karena ia tidak mau melibatkan seseorang masuk dalam masalah besar ini.
"Mami kira kamu bisa menjaga adik kamu dengan benar Oliv. Tapi nyatanya tidak seperti Mami harapkan selama ini".
"Maafkan Oliv Mi. Oliv benar-benar menyesal soal ini!",kata Olivia penuh penyesalan sambil memegang lengan Maminya.
"Mami akan ajak Saga untuk pulang ke rumah, supaya Mami bisa memantaunya".
"Tapi Mi?. Siapa yang akan membantu Oliv mengelola perusahaan yang ada di sini?",sahut Olivia cepat karena ia tidak mungkin mengelola perusahaan yang begitu besar sendiri.
"Mami akan menjodohkan kamu dengan teman Mami".
"Apa?",teriak Olivia tidak percaya sang ibunya akan menjodohkannya. "Tidak bisa Mi. Oliv sudah besar Mi. Masa masalah seperti ini harus bawa-bawa Oliv sih!",keluh Oliv kepada sang ibu.
"Karena kamu belum mencobanya!".
"Tapi ini soal pasangan Mi. Belum ada cowok yang bisa mencuri hati Oliv".
"Kecuali laki-laki brengsek itu maksud kamu!",cicit Amira mengingat laki-laki yang pernah dekat dengan anak sulungnya.
"Itu masa lalu Oliv Mi".
"Iya, itu masa lalu kamu. Dan gara-gara dia, kamu trauma dalam masalah percintaan kamu sendiri!".
"Bukan trauma Mi, cuma Oliv mau cari yang terbaik!",bantah Olivia karena tidak mau mencari pasangan seperti dulu.
"Mami yakin, laki-laki ini mampu meluluhkan hati kamu!",yakin Amira. "Dan mampu mengelola perusahaan yang ada di sini!",lanjut Amira yang langsung pergi begitu saja.
Olivia menghela nafas kasar. Ia hanya memandang kepergian sang mami.
"Seharusnya Nona bilang yang sebenarnya!",saran Ariel.
"Itu sama aja aku bunuh diri Riel. Kasihan El bila harus disalahkan gara-gara kejadian ini!",jawab Olivia.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
__ADS_1
...Terimakasih....