Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Pertemuan Yang Tak Diharapkan


__ADS_3

...Happy Reading...


...*****...


El menatap dengan sorotan mata yang tajam. "Kak Edwan".


Edwan berdiri tetap berhadapan dengan El saat ini. "Bolehkah kita bicara sebentar?"pinta Edwan.


El melihat situasi di sekeliling hotel. Tidak ada seorang pun disana. Kabur atau ?.


"Ada hal penting yang kakak ingin tanyakan sama kamu?" Edwan bertanya lagi sebelum El menjawabnya.


El mengangguk kepala. "Boleh. Silahkan!".


Edwan memberikan kode apakah ditempat ini atau pindah ke suatu tempat.


El mengerti maksud dari Edwan lalu ia menolaknya dengan suka rela. "Disini saja. Karena tidak ada hal penting lagi yang kita bahas".


"Ok!". Edwan mengalah. "Dari mana kamu kenal Aqila?",tanya Edwan to the point.


"Aqila". El menyebut nama Aqila sambil mengingat-ingat siapa perempuan itu. "Aqila yang mana ya kak?. Sepertinya aku gak kenal sama sekali yang namanya Aqila",jawab El yang masih mencoba menerka-nerka nama tersebut.


"Oh ya... Lalu mengapa Aqila mengobrol sama kamu dengan asyiknya dan Saga menemui kalian berdua",jelas Edwan kesal melihat El yang sengaja memancing emosinya.


"Bentar...bentar Kak!. Ini Aqila yang mana Kak?. Sumpah aku gak kenal yang namanya Aqila. Kakak bisa tanyakan langsung sama Kak Saga".


Edwan menunjukkan sebuah gambar yang terdapat didalam ponselnya. El langsung mengingatnya bahwa Aqila itu adalah juniornya di kampus.


El menepuk jidat karena baru mengingat seseorang itu. "Oh Aqila itu Kak. Kita gak sengaja kenal Kak. Dia ingin mewawancarai tentang kejuruannya. Makanya, aku lempar ke kak Saga karena lebih mengetahui kejuruan tersebut", jelas El panjang. "Kakak mengenalnya?",tanya El penuh tanda tanya karena ia berharap Aqila adalah jodoh Saga.


"Oh ya... sepertinya kalian akrab?".


"Serius Kak. Kita hanya saling kenal aja. Gak lebih. Kakak bisa langsung tanyakan ke Aqila, kalau kakak gak percaya sama aku?",jelas El panjang lebar.


"Tapi ingat ya El, kalau sampai Aqila mengenal kamu lebih dalam, kakak kagak akan segan-segan buat perhitungan sama kamu!",ancam Edwan. "Dan satu lagi, jangan pernah ganggu hubungan gue sama dia!. Karena gue mengenal Aqila terlebih dahulu dari pada Saga itu!".


"Apa?", El tidak percaya calon kakak iparnya berbicara seperti itu. "Loh, kenapa kakak jadinya marah sama aku?. Aku kagak ngapain-ngapain loh kak?. Aku juga baru tahu kalau mereka juga udah saling kenal. Itupun aku juga gak tahu".


"Gue kagak peduli El!. Loe belum puas buat gue seperti ini!!! Hah....!!!",bentak Edwan yang membuat El terlonjak mundur. "Loe udah buat hidup gue hancur El!. Loe udah buat gue seperti orang jahat yang selalu jahati wanita-wanita diluaran sana!. Loe kagak ingat El!",sambungnya marah.

__ADS_1


"Kenapa jadinya aku yang disalahin?. Bukankah itu semua adalah ulah kakak sendiri!. Aku yang disini yang jadi korbannya kak!. Kalau aku mau, aku bisa laporkan kakak ke polisi sekarang juga!. Tapi nyatanya aku tetap diam aja kak!. Ingat ya kak, aku masih punya daftar visum tentang obat yang kakak berikan ke aku!",kesal El yang membalik mengancam Edwan. Ia sebenarnya tidak mempunyai visum tentang obat itu, karena kak Saga tidak memberikan hasil itu. Tetapi ia mempunyai ide supaya hidupnya tidak dikekang oleh mantan tunangannya itu.


Edwan memegang lengan El kuat. "Loe balik ancam gue? Hah....!!".


El mencoba memberontak karena cengkeraman tangan Edwan lebih kuat. "Lepasin Kak!!! Sakit!!!",keluh El meringis kesakitan.


"Gue bilangin ya sama loe, kalau sampai Aqila pergi dari hidup gue dan berpindah ke Saga, gue kagak segan-segan menghancurkan hidup Aqila!!! LOE PAHAM!!!",ancam Edwan sambil membentak yang ia bisikan didekat telinga El.


"Aku kira Kakak bisa berubah dengan Sam mengalah dengan Kakak?. Nyatanya, kakak tidak berubah sedikitpun!",lirih El sedih.


Edwan menyeringai ke arah El. "Sam mudah dibohongi El. Apapun yang gue minta, pasti akan Sam kabulkan. Karena semua pengorbanannya hanya demi loe!".


El mendorong kuat dada bidang Edwan karena merasa kecewa dengan laki-laki yang ada dihadapannya sekarang ini, hingga Edwan jatuh tersungkur. "Aku akan bilang sama Sam Kak. Aku gak akan tinggal diam karena kakak udah mengkhianati dia seperti ini. Dia berjuang mati-matian demi kakak, tapi kakak apa, kakak hanya musuh dalam selimut yang ada didalam keluarga kakak sendiri. Aku gak habis pikir tentang pikiran kakak yang seperti anak kecil yang ingin segala sesuatu harus dituruti seperti ini",kata El menggebu-gebu.


"DIAM LOE EL!!!!",bentak Edwan berusaha berdiri.


"El.....!!!",panggil seseorang yang ada di depan hotel.


El menengok ke belakang mencari sumber suara yang membuat Edwan gelagapan. "Bang Satria!".


Edwan akhirnya berhasil berdiri. "Tunggu aja pembalasan gue, El!!!",ancam Edwan yang langsung lari terbirit-birit.


El menatap Satria mencari jawaban yang pas, karena ia juga harus menjaga perasaan sang kakak. "Oh... itu tadi ada yang salah panggil orang Bang!",jelas El mengalihkan pandangan ke arah bawah.


"Lalu mengapa dia sampai terjatuh?",tanya Satria tidak puas dengan jawaban sang adik.


El menggaruk belakang leher yang tidak gatal. "Itu tadi aku kaget kak, lalu aku banting ke depan!".


"Oh... ya udah, kita masuk yuk kedalam!",ajak Satria merangkul sang adik. Ia berjalan beriringan dengan sang adik, ia menengok kebelakang memastikan bahwa orang misterius itu sudah tidak berada disana lagi.


*


*


*


Sam sudah melakukan aktivitas seperti biasanya, walaupun rasa lelah terus membayangi dirinya tetapi tidak menghilangkan semangat muda. Ia memasuki ruangannya yang sudah lama tidak ia tempati. Ia berjalan ke arah balkon untuk menikmati pemandangan kota Jakarta yang sudah lama ia rindukan. Dan ketukan pintu membuyarkan lamunannya. "Iya, masuk!", ia menjawab karena ruangannya tidak ia tutup.


"Selamat pagi Pak!",sapa sekertaris yang bernama Chika.

__ADS_1


"Pagi Chika. Bagaimana keadaan perusahaan ini selama saya tinggal?. Apakah ada perubahan?",tanya Sam yang sudah duduk di posisi singgasananya. Chika adalah salah satu orang kepercayaan Sam selama Sam pergi ke luar negeri. Ia selalu mendapatkan info yang akurat.


"Baik Pak. Pak Benny juga bekerja dengan baik selama bapak tinggal. Dan tidak ada yang mencurigakan menurut saya". Chika memberikan map di atas meja.


"Ok. Ada yang ditanyakan lagi?",tanya Sam sambil membuka map untuk ia cermati.


"Kemarin pak Edwan datang ke sini Pak?",kata Chika.


Sam menghentikan aktivitasnya, menatap Chika dengan tanda tanya.


"Beliau masuk ke ruangan ini",tanpa Sam tanya, Chika menjelaskan secara detail.


Sam memainkan bolpoin ditangannya. Ia tidak mengerti sang kakak datang ke hotel ini lagi. Karena ia sudah memberikan hak sepenuhnya di perusahaan di negara London. "Ok. Ada lagi?".


"Tidak ada pak. Saya hanya perlu tanda tangan bapak untuk meeting besok pagi!".


Sam menanda tangani berkas-berkas penting. Setelah itu ia berikan ke sekertarisnya dan Chika meninggalkan ruangan sang boss. Sam memutar kursi ke arah dinding tembok kaca, memandang pemandangan tanpa tujuan yang jelas. Ponsel Sam berdering, ia segera mengangkatnya. "Hallo sayang!".


"Sam, nanti malam ada waktu gak?. Aku ada informasi penting soal Kak Edwan?",kata El lembut yang membuat Sam semakin merindu.


"Mengapa harus nunggu nanti malam sih sayang?. Ngomong aja sekarang?. Aku ingin mendengarnya sekarang?",pinta Sam manja.


"Kagak mau. Aku mau kita ketemu",tolak El cepat karena ia tidak mau ada salah paham lagi.


"Yaudah, nanti malam aku kerumah ya!. Aku udah kangen masakan Bunda!".


"Huuuu....kok malah kangen masakan Bunda sih!", El mencibirkan bibirnya.


"Jangan mencibirkan bibir kamu lagi ya disembarang tempat!".


"Apaan sih!".


"Awas aja kalau kamu seperti itu!",ancam Sam.


"Udah, kagak usah berpikir mesum gitu!. Kagak cocok dengan kamu!", El langsung mematikan ponselnya secara sepihak. Sedangkan Sam hanya tersenyum puas menggoda sang tunangan.


...*****...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...

__ADS_1


...Terimakasih ...


__ADS_2