Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Badai Pasti Berlalu


__ADS_3

Happy Reading.


***


Sam masih terbaring di ranjang El. Ia samar-samar mendengar seseorang berbicara dengan nada tinggi. Ia mencoba membuka matanya. Kepalanya terasa sangat berat. Ia mencoba bangun tetapi tubuhnya sangat lemas dan kepalanya terasa menyakitkan. Ia memegang pelipis yang sedang di perban. Siapa yang berteriak -teriak itu ! tanya Sam dalam hati.


"Bukankah itu suara Mama?",lirih Sam yang masih samar-samar mendengar Mama Violla sedang memarahi seseorang. Ia dengan sekuat tenaga bangkit dari tempat tidur. Berjalan tertatih-tatih menuju pintu untuk melihat Mamanya yang sedang marah-marah. Dan...


Deg.


Sam tercengang melihat Mamanya menampar dengan kasar ke pipi kanan El. Ia mencoba membela El tetapi kakinya sangat susah untuk melangkah menolong sang pujaan hati. Kenapa Mama berbuat seperti itu?. Apa yang sedang terjadi saat ini?. Lalu kenapa aku bisa ada di apartemen milik El? pikir Sam mencoba mengingat-ingat apa yang sedang terjadi.


Disisi lain Violla tercengang tidak percaya. Mana mungkin seorang Ellena bisa membeli apartemen mewah ini apa lagi di luar negeri?. Dari mana uangnya?. Violla menyunggingkan senyumnya meremehkan El. "Saya tidak percaya kalau apartemen ini milik kamu!",kata Violla sadis.


"Tante tidak percaya?",tantang El. Maafkan aku Tante sudah berani melawan tante. Tapi, kalau El bersikap lemah, tante akan selalu menginjak-injak El terus menerus.


"Mana buktinya?".


Deg. El tidak lagi bisa berkutik. Ia harus membuktikan bahwa apartemen ini adalah miliknya walaupun ini pemberian dari Sam. "Ok. Saya akan ambil bukti itu!",jawab El lantang. Ia segera berjalan kekamar Sam yaitu ruang tamu.


Sella dan Dony mengendap -endap mengikuti El ke kamar tamu. Mereka berdua ingin membantu El mencari bukti yang kuat.


"Kamu yakin buktinya ada di kamar tamu?",tanya Sella memastikannya.


"Semoga. Aku juga tidak yakin kalau berkas-berkas pembeliannya ada di sini. Pak Ardi juga tidak bercerita ke hal seperti itu!",jawab El pasrah. Ia membuka pintu kamar tamu. Semua barang milik Sam masih tertata dengan rapi. Wangi kamar selalu identik dengan parfum yang Sam pakai.


Hiasan foto-foto yang menampilkan El di dinding sangat banyak. Dony tidak percaya bahwa Sam masih mencintai El begitu dalam.


El dan Sella membuka satu persatu almari untuk mencari sesuatu bukti yang cukup kuat.


"Aku tidak percaya sekarang Tante Violla sangat membenci kamu, El!",kata Sella di sela mencari bukti yang kuat.


"Pipiku sangat terasa panas hingga saat ini. Entah berapa kuat kekuatan Tante Violla",sahut El yang membolak-balik kertas.


Dony yang membuka laci nakas tercengang melihat sebuah bingkai foto yang terdapat foto dirinya dan Sam sedang saling merangkul satu sama lain sambil memegang sebuah bola. Mereka berdua sedang berpose di lapangan sekolah. Ia tersenyum melihat foto itu. Rasanya ingin sekali mengulangi masa-masa putih abu-abu.


Sella yang melihat Dony sedang memandang sebuah bingkai langsung mengambil sesuatu buat ia lemparkan ke arah Dony.


"Aduh!",teriak Dony yang langsung mencari tersangkanya. "Apaan sih Sel?",tanya Dony kesal.


"Kamu disini mau mandangi foto atau mau membantu El mencari bukti yang kuat?",tanya Sella balik.


"Ya bantu El lah!",jawab Dony yang meletakkan bingkai foto itu di atas nakas. Lalu mencoba membantu Sella dan El.


Disisi lain Violla memandang rendah Ardi. Ia menyunggingkan senyumnya. "Sekarang kemasi barang-barang kamu di rumah saya. Saya sudah tidak sudi memperkerjakan kamu lagi!".


"Baik Nyonya. Tapi, sebelumnya saya minta maaf atas perbuatan saya yang membuat Nyonya marah sama saya",kata Ardi menundukkan kepalanya.


Sam yang masih berdiri di samping tembok kamar El masih mendengarkan percakapan antara Mamanya dan Pak Ardi. Pak Ardi di pecat, kok bisa? pikir Sam yang masih bingung menghadapi situasi ini.


"Sampai kapanpun saya tidak akan maafkan kamu!. Kamu tidak ingat apa yang saya perintahkan sama kamu?",tanya Violla yang marah sampai puncak ubun-ubun. "Saya perintahkan untuk menjauhkan Sam dengan El!. Kamu tidak ingat, bahwa Sam saat ini hilang ingatnnya!. Tapi apa yang saya dapatkan?. Malah mereka berdua satu atap seperti ini!",kata Violla dengan nada tinggi.

__ADS_1


Apa?. Aku hilang ingatan. Tapi, kenapa sekarang aku sudah mengingatnya? pikir Sam di balik tembok.


"Maafkan saya Nyonya. Tapi saya melakukan ini semua demi Mas Sam!",jawab Ardi bijak. Semoga Mbak El menemukan berkas-berkas itu di ruang tamu! pikir Ardi.


Violla masih memandang Ardi dengan teliti karena Ardi pantas untuk di curigai. "Apa Sam yang membelikan apartemen ini untuk El?",tanya Violla.


Deg. Ardi langsung mendongakkan wajahnya untuk bisa melihat Nyonya besarnya itu. "Tidak Nyonya!",jawab Ardi yakin.


Violla masih tidak percaya dengan jawaban dari Ardi. Ia mengelilingi Ardi dengan penuh curiga.


Aku mohon jangan beritahu siapapun Pak Ardi. Aku tidak mau El mendapat masalah lagi. Jadi ini yang El dapat dari Mama, saat aku sedang sakit! pikir Sam semakin yakin.


Disisi lain Dony membuka laci paling bawah. Ia menemukan setumpuk berkas-berkas. Dony membaca satu persatu berkas-berkas itu. Lalu ia menemukan sesuatu yang El cari. "Bukankah ini yang kamu cari?",ucap Dony memberikan selembar pembelian sebuah apartemen.


Sella langsung dengan sigap mengambil dari tangan dony. Ia membaca sekilas. Ia benar, berkas ini yang kita cari.


"Bagaimana Sel?",tanya El yang menghampiri Sella. Ia membaca berkas itu. "Alhamdulillah... Aku akan buktikan semua ini kepada Tante Violla, supaya Tante Violla tidak marah-marah lagi soal ini!",ucap El.


"Kamu yakin?. Kamu tidak takut kalau beliau menanyakan dari mana uang sebegitu banyak buat membeli sebuah apartemen?",tanya Dony memastikan supaya El tidak salah bicara.


"Kan aku mempunyai kalian. Kenapa tidak bisa!",jawab El santai. Lalu ia berjalan keluar dari ruang tamu.


"Sudahlah Don, semoga Tante Violla tidak menanyakan uang itu!",ucap Sella.


"Semoga!".


El berjalan kearah depan. Ia ingin membuktikan bahwa ini adalah miliknya walaupun pemberian dari Sam. Tapi, ia bertekad untuk tidak di injak-injak lagi oleh mantan mertuanya.


"Tante tidak percaya!. Ini?",kata El yang memberikan selembar sebuah bukti yang sangat akurat.


Salah satu pengawal mengambil kertas dari tangan El dan langsung diberikan kepada Violla. Violla membaca sekilas dan tercengang melihat bahwa apartemen ini adalah milik El.


Disisi lain Sam tersenyum melihat Mamanya kaget. Ia tidak menyangka bahwa selama ia sakit banyak sekali kegaduhan yang ada, termasuk malam ini. Dan apa kabar perusahaanku itu? pikir Sam panjang lebar.


Violla kesal melihat bukti yang akurat. "Baiklah. Saya kalah. Dan kamu pemenangnya!",kata Violla.


"Saya tidak perlu mencari yang kalah maupun yang menang Tante. Yang jelas, saya hanya ingin membantu Sam dalam menjalani masa-masa sulitnya. Dan Tante selalu menghalangi saya mendekati anak Tante. Saya tahu Tante, saya sudah menjadi mantan tunangan dari anak Tante. Tapi, saya mohon dengan sangat untuk membantu Sam yang sedang kehilangan memorinya!",kata El bijak.


"Saya tidak butuh bantuan kamu!. Mulai sekarang, jauhi Sam!. Karena mulai sekarang Sam saya jodohkan dengan teman anak saya!",kata Violla sarkas.


Ha... Sam kaget mendengar pernyataan dari mamanya. Ia tidak menyangka bahwa mamanya telah merencanakan semuanya ini.


"Para pengawal, segera pindahkan Pak Sam ke rumah besar!",perintah Violla.


Sam bergegas untuk kembali tertidur lagi. Ia tidak mau kalau semua orang tahu bahwa ia sudah sadar dari pingsannya.


Para pengawal langsung mengecek seluruh ruangan untuk mencari keberadaan tuannya.


Maafkan aku, Sam!. Yang tidak bisa membantu banyak soal masalah ini. Aku hanya ingin kamu bahagia dengan pilihan kedua orang tua kamu batin El sedih.


Para pengawal mengangkat tuan mudanya keluar dari apartemen ini.

__ADS_1


El hanya melihat Sam dengan perasaan yang kacau balau. Kenapa, kenapa harus seperti ini?. Kenapa perpisahan selalu menyakitkan tanpa ada kabar terlebih dahulu!.


Dari mana Nyonya besar tahu keberadaan Mas Sam ada disini? batin Ardi yang melihat tuan kecilnya di bawa dengan paksa oleh para pengawal.


"Saya ingatkan sekali lagi, jauhi anak saya!",ancam Violla dengan satu jari yang diletakkan di depan wajah El. Lalu pergi.


Sella dan Dony segera keluar dari persembunyiannya. Ia tidak mau melihat El terpuruk lagi.


Sella langsung memeluk El dengan lembut. "Sabar ya?. Aku yakin, kalau kalian dijodohkan bersatu sama Tuhan, pasti suatu saat nanti akan bertemu lagi!",tutur Sella sayang.


Sedangkan Dony menenangkan Ardi supaya sabar menghadapi situasi seperti ini.


***


Akhirnya El menepati janjinya buat mengantar sang sahabat, Sella ke bandara. "Hati-hati ya, Sel!. Nanti kalau sudah sampai di London, kabari!",pesan El sambil melepaskan pelukan.


"Iya. Seharusnya aku yang bilang sama kamu. Jangan bersedih lagi, aku tahu pasti badai akan berlalu. Apapun badai, angin yang mengguncang hidup kamu, suatu saat akan pergi!. Dan kebahagiaan akan senantiasa datang menghampiri kamu!",kata Sella.


"Iya. Terimakasih doanya!",kata El tersenyum manis.


"Ya udah, nanti kamu hati-hati ya?. Cepat pulang ke Indonesia dan menghadiri pernikahanku?",pesan Dony.


"Iya. Semoga aku bisa mengejar deadlineku ini!",jawab Sella. "Ya sudah, aku segera check in. Takut telat?",pamit Sella.


"Iya. Aku pasti akan merindukanmu!",kata El yang sudah berkaca-kaca.


"Assalamualaikum!".


"Walaikumsalam!".


Sella berjalan sambil mendorong kopernya. Ia segera check in.


El dan Dony melambaikan tangan melepas kepergian sang sahabat.


"Yuk kita pulang!",ajak Dony yang melihat El masih fokus dengan kepergian Sella.


"Bolehkan aku mengajak calon suami orang untuk jalan-jalan malam ini?",tanya El yang mengalihkan perhatiannya kewajah Dony.


Dony memandang wajah yang cantik, wajah yang selalu ia rindukan dulu. Tapi, kini wajah itu semakin lama semakin menjauh dari pandangannya. "Boleh. Kemana?", tanya Dony yakin.


"Aku mau ke Times Square".


"Mau ngapain kita ke sana?",tanya Dony bingung.


"Mau mencari keramaian. Supaya tidak ada lagi kesepian yang melanda",jawab El yang berjalan mendahului Dony yang masih sibuk dengan pemikirannya.


Dony tersenyum melihat El yang sudah berjalan kearah mobil. Semoga kamu selalu bahagia di sini, El. Lalu ia berjalan ke mobil.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2