
...Happy Reading...
...***...
Sam dan Ardi menghadiri sebuah acara resmi peluncuran produk terbaru yang diadakan perusahaan koleganya. Ia menjadi salah satu tamu undangan di sana.
Para kolega semua yang berbisnis dengan perusahaan Sam menyambut hangat Sam dengan senang hati. Mereka berbicara mengenai saham yang akhir-akhir ini merosot dengan harga yang tidak masuk akal.
Salah satu kolega yang bernama Bapak Aden, beliau adalah pembisnis terkemuka di seluruh London. Ia menyapa Sam dengan senang hati. "Selamat malam Pak Samuel!",sapa Aden mengulurkan tangan kanan supaya bisa berjabat tangan dengan Sam.
"Malam pak Aden",balas Sam membalas menjabat tangan. "Senang bisa berjumpa dengan anda".
"Saya yang seharusnya senang bisa berjumpa dengan anda malam ini pak. Saya sangat salut dengan kepribadian dan pola pikir anda pak!",puji Aden dengan senang hati.
Sam hanya tersenyum mendapatkan pujian dari Aden. "Saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anda pak. Proyek dan usaha bapak maju berkembang dengan sangat pesat dikancah dunia. Boleh berbagi tips-tips yang anda lakukan pak?",kata Sam memuji.
Aden hanya tertawa kecil mendengar pujian dari Sam. "Itu terlalu berlebihan pak. Anda masih sangat muda dan sangat tampan. Sedangkan saya, saya sudah terlalu tua dibandingkan dengan anda pak Samuel. Mungkin usia pak Samuel sama dengan anak saya. Boleh anak saya berkenalan dengan bapak?",tanya Aden.
Sam hanya tersenyum kecil. "Bapak bisa aja. Dengan senang hati pak. Biar kita bisa menjaga silaturahmi yang baik".
"Terimakasih pak Samuel",ucap Aden. Ia melambaikan tangan kepada seorang gadis yang cantik. Gadis itu berjalan menghampiri Aden dan Sam. "Sayang, perkenalan ini dia bapak Samuel Nata Wijaya, CEO perusahaan Samnel dan beberapa hotel Nannel yang ada di London maupun New York",jelas Aden memperkenalkan sang putri dengan Samuel.
"Selamat malam tuan Samuel. Perkenalkan saya Erina!",kata Erina memperkenalkan dirinya kepada Sam dengan mengulurkan tangannya. Seorang gadis cantik dengan rambut yang terurai panjang dengan gaun yang sangat mewah.
Sam dengan tangan terbuka membalas jabatan tangan Erina. Ia memperkenalkan dirinya sendiri dan membalas sapaan dari Erina.
"Senang bisa berkenalan dengan tuan!".
"Sama-sama Erina".
"Ya sudah, saya tinggal dulu ke sana. Menyapa para tamu undangan yang lainnya",pamit Aden kepada Sam dan Sam membalas dengan anggukan.
"Maafkan papa saya tuan, papa saya memang begitu kalau melihat laki-laki yang sukses dan tampan seperti tuan",kata Erina meminta maaf kepada Sam karena sikap Aden yang terlalu memaksa.
"Tidak apa-apa Erina. Papa kamu seperti papa saya. Dia selalu mengenalkan dunia baru kepada anaknya. Dan sama seperti kamu, yang selalu minta maaf kepada orang yang bersangkutan",kata Sam bijak.
"Tuan kesini sendiri aja?",tanya Erina curiga karena dari tadi Sam tidak mengandeng seorang wanita maupun seseorang yang mendampingi pada malam hari ini.
"Saya.... Saya sama ajudan saya. Dia lagi berada dipinggir kolam itu!",kata Sam sambil menunjuk ke Ardi yang sedang sibuk berbincang-bincang dengan salah satu kolega dari perusahaannya.
"Owh... kirain sama pasangan tuan",tebak Erina merasa terpesona dengan ketampanan seorang Samuel.
"Oh... dia tidak bisa menemani saya malam ini".
Deg. Hati Erina seperti tersayat mendengar perkataan dari Sam. Ia tidak salah mendengar bukan?. "Maksud tuan?".
"Tunangan saya. Dia sedang sakit, makanya dia butuh istirahat yang cukup saat ini",jelas Sam bercerita tentang El.
Ya gagal deh menggait laki-laki ini. Padahal laki-laki ini begitu perfect, pasti banyak wanita yang mengejar-ngejar dia! Erina merasa kecewa pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan kamu, Erina?",tanya Sam antusias.
"Saya masih single tuan. Saya hanya membantu papa dalam urusan bisnisnya, bila beliau kuwalahan dalam menjalankan bisnis dan usahanya. Makanya sampai saat ini saya belum ada pendamping hidup",ungkap Erina malu.
"Tidak apa-apa Erina. Mungkin jodoh dan takdir belum menghampiri kamu. Suatu saat kamu pasti akan bertemu dengannya!".
"Semoga tuan. Lalu tunangan tuan dari perusahaan mana?",tanya Erina yang ingin mengetahui siapa wanita yang beruntung dicintai oleh seorang Samuel.
"Dia dari kalangan orang biasa Erina. Tapi, keluarganya memiliki perusahaan yang lumayan besar. Tapi belum sampai keluar negara. Kamu pasti belum mengenalnya",ungkap Sam menceritakan keluarga dari El.
"Sayang sekali ya, tunangan tuan tidak ikut. Saya ingin sekali berkenalan dan bertemunya".
"Oh... kamu ingin berkenalan dengannya?".
"Iya tuan. Biar pertemanan saya bertambah banyak. Diluar negara maupun didalam negara".
"Pasti dia sangat senang mendengarnya. Kalau ada waktu bisa kita membuat jadwal".
"Dengan senang hati tuan. Saya akan menunggu kabar baiknya",jawab Erina dengan cepat. Ia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan tunangan Samuel.
*
*
*
Esok Hari.
"Dino sayang, sarapannya dihabiskan ya!",perintah Bunda.
"Iya bunda. Bun, kita pulang kapan?. Dino sudah kangen sama teman-teman dirumah?",rengek Dino.
"Sebentar lagi ya sayang. Bunda dan ayah masih punya urusan disini yang belum selesai. Kalau kamu nanti malam ikut terbang sama Abang, tidak mungkin kan sayang?",kata Bunda yang sedang menikmati sandwich.
"Udah Dino, tidak usah sedih. Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan keluar. Kita ajak kak Sam bagaimana?",saran El.
"Itu sih enakan kakak daripada Dino. Kakak pacaran, lah Dino, apa kabar kak!",oceh Dino kesal tidak mau menjadi obat nyamuk di antara mereka berdua.
"Lalu Dino mau apa?",tanya El lagi.
"Kita jalan berdua aja Kak. Tanpa kak Sam. Atau sama Kak Saga, bagaimana?",saran Dino.
El yang duduk di samping Dino langsung mengacak rambut Dino gemas. "Itu tidak mungkin sayang. Tunangan kakak itu Kak Sam, bukan kak Saga. Kakak tidak mau merepotkan kak Saga. Karena kakak sudah banyak merepotkan kak Saga. Itu tidak mungkin sayang",jelas El.
"Bun, bagaimana ini?. Dino bosen di apartemen terus. Tidak bisa bebas seperti dirumah!",keluh Dino terus menerus.
Bagaimana ini, kalau aku dan Dino keluar sendiri, pasti Kak Edwan akan menemui aku lagi. Tapi, aku tidak mungkin merepotkan kak Saga terus menerus! batin El bimbang.
"Sayang, kamu dan Dino aja yang keluar cari udara segar. Tidak usah mengajak Sam maupun Kak Saga. Bisa?",tanya Bunda melihat kearah El.
__ADS_1
Itu tidak mungkin Bun. Kak Edwan masih berkeliaran diluaran sana. Dia masih mengganggu hidup El sampai saat ini jawab El dalam hati.
Satria yang melihat adiknya melamun malah curiga atas sikap sang adik yang tiba-tiba berubah dratis. "Dik...!".
"Iya Bang!",jawab El kaget karena sang Abang memanggilnya.
"Kamu tidak apa-apa kan?",tanya Satria khawatir.
Bunda dan ayah langsung mengamati sang putri yang sedang bingung.
"Ada apa sayang?",tanya ayah.
El menghela nafas pelan. "Tidak ada apa-apa yah. El baik-baik aja kok. El hanya bingung harus mengajak Dino kemana",jawab El mencari alasan yang masuk akal. "Karena kalau El pergi selalu rame-rame yah sama teman-teman El. Mungkin itu akan mengasyikkan daripada kita pergi hanya berdua aja",sambung El.
"Boleh juga. Tapi kalian mau mengajak siapa?. Ayah, bunda dan Abang tidak bisa ikut karena akan pergi menemui seseorang",kata Bunda.
"Bentar El telepon Sella atau teman yang lainnya ya Bun",kata El yang meninggalkan ruang meja makan. Ia berjalan ke balkon untuk menelepon seseorang. "Hallo Sel, hari ini kamu sibuk tidak?",tanya El kepada Sella.
"Hari ini ada meeting sama klien El. Ada apa?",tanya Sella balik.
"Oh begitu, ya sudah. Lain kali aja ya!".
"Ada apa El?".
"Dino ingin jalan-jalan keluar mencari udara segar. Dan aku tidak mungkin keluar berdua dengan Dino".
"Ajak Sam, bagaimana El?".
"Dino tidak mau Sel. Dia ingin mengajak kak Saga, tapi aku tidak mau merepotkan kak Saga terus menerus. Bagaimana ini Sel?",ucap El mencari solusi yang tepat supaya tidak ada yang salah paham.
"Ya sudah, ngajak Kak Alan bagaimana?",ide Sella.
Kak Alan, aku tidak mau ada kesalahpahaman antara kita Sel. Itu tidak mungkin.
"Aku percaya sama kamu, El!",kata Sella mencoba menebak pikiran dari El. "Mumpung Kak Alan tidak ada kegiatan hari ini. Bagaimana?".
"Aku tidak mau merepotkan Kak Alan, Sel. Tidak usah Sel. Aku akan mencoba menghubungi Sam dan kak Saga. Semoga mereka bisa. Assalamualaikum!".
"Walaikumsalam El".
El hanya memandang langit yang cerah di atas awan. Ia bingung bagaimana ia harus menghadapi semua ini. Ia mencoba menghubungi Sam tetapi Sam sedang sibuk meeting di pagi hari dengan kolega-koleganya. "Ayo angkat Sam, aku mohon!",pinta El cemas.
"Sayang, bagaimana?",tanya Bunda dari kejauhan.
Bagaimana ini Tuhan, Mengapa harus seperti ini?. Mengapa aku sangat trauma dengan kejadian di hidupku ini?. Aku tidak bisa seperti ini terus menerus, aku harus melawannya, apapun yang terjadi. Aku tidak boleh takut dengannya. Toh, aku bukan siapa-siapanya lagi. Dan aku, pasti bisa! tekad El pada dirinya sendiri. "Iya Bun, bisa kok Bun",jawab El dengan lantang.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
__ADS_1
...Terimakasih ...