
Happy Reading.
***
El pergi ke atap gedung perusahaan XXX. Ia ingin mencari udara segar. Ia memandang langit yang begitu terang dan biru. Langit kau begitu indah dan cantik warnamu. Tetapi, kenapa kamu menghilangkan seseorang yang aku sayang?. Aku tahu kalau semua ini takdirku. Tapi, kenapa harus aku?.
Hiks... Hiks... Hiks...
El menangis dengan sangat kencang. Ia ingin meluapkan perasaan yang saat ini sedang kacau. Ia duduk lemas di lantai. "Sam, aku mohon kembalilah!",pinta El sambil terisak-isak.
Dret... Dret... Dret...
Ada sebuah panggilan masuk. Ia melihat nomer yang tercantum di layar. Nomer baru. Ia segera mengangkatnya. "Assalamualaikum!",sapa seseorang dari seberang sana.
"Walaikumsalam. Ini siapa?",tanya El terisak-isak.
"Ini saya mbak, pak Ardi",jawab pak Ardi.
"Pak Ardi",kata El ulang.
"Iya mbak. Drivernya pak Sam".
"Pak Ardi, dimana Sam sekarang pak?",tanya El.
"Mas Sam belum bisa di hubungi mbak. Saya menelepon mbak mau memberitahu bahwa jet pribada mas Sam yang di naiki lost contacts mbak",kata Pak Ardi.
El menangis tiada henti. "Sam. Tolong pak, tolong...tolong cariin Sam!. El mohon!",kata El terisak-isak.
"Iya mbak. Nanti kalau ada informasi lagi, saya akan memberi tahu mbak El. Saya mohon doanya ya mbak, semoga tidak terjadi apa-apa sama mas Sam ?",pinta pak Ardi.
"Semoga pak. Saya takut pak!",kata El gemetar.
"Mbak El tenang saja, saya berserta tim akan mencari sekuat tenaga kami mbak!",cicit pak Ardi.
"Iya pak. Terimakasih?".
"Itu sudah menjadi tanggung jawab kami mbak. Ya sudah, kami akan melanjutkannya lagi. Assalamualaikum?",pamit pak Ardi.
"Iya pak. Walaikumsalam pak",jawab El. Ia langsung mematikan ponselnya. Lalu, ada sebuah pesan masuk. Ia cepat-cepat membuka pesan itu.
"El, kamu dimana?. Aku di depan kantor kamu!".
Kak Saga.
"Kak Saga",ucap El. Ia segera turun dan membalas pesan ke Kak Saga.
"Tungguin aku Kak, aku segera turun ke bawah!".
El.
Saga membaca pesan dari El. Ia sedang berada di dalam mobil. Ia berhenti tepat di depan perusahaan XXX. Ia menunggu El keluar dari kantornya. Ia melihat El keluar dari perusahaan XXX dan langsung keluar dari mobil.
El melihat Saga yang berdiri di dekat mobil. Ia segera menghampirinya.
Saga melihat El berjalan menghampirinya. Ia senang sekali masih bisa melihat wanita yang ia sayangi dan cintai. Andai kamu tahu El, rasa ini semakin nyata adanya!.
"Kak Saga. Kakak sudah mendengar berita belum di televisi?",tanya El dengan nafas yang memburu.
"Ada apa memangnya?",tanya Saga kembali. Karena ia merasa sangat bingung dengan pertanyaan berita itu.
"Sam Kak",ucap El yang merasa takut.
"Sam kenapa El?",tanya Saga yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari El.
"Sam... Sam hilang contacts Kak!".
"Hilang contacts bagaimana maksudnya?. Sumpah aku gak ngerti maksud kamu?".
"Dia naik jet pribadi dari Indonesia. Dan sekarang kabarnya jet yang di tumpanginya lost contacts Kak!",tangis El pecah.
Hiks... Hiks...
Saga tidak tega melihat orang yang ia sayangi menangis. Ia memeluk El dengan kuat. "Kita tidak boleh berfikir macam-macam dulu. Semoga Sam dalam keadaan baik-baik!",kata Saga menenangkan.
"Tapi ponselnya tidak aktif Kak. Aku takut Kak, takut kalau Sam kenapa-kenapa!",ucap El sambil terisak-isak di dalam dekapan Saga.
__ADS_1
"Udah. Sekarang kita berdoa, semoga Sam dan para kru baik-baik!. Kita tidak boleh berprasangka buruk dulu El?",pesan Saga.
"Iya Kak. Semoga Sam baik-baik aja!",ucap El.
"Aamiin. Ya udah, kita coba cari jet itu hilang contacts dimana. Aku akan mencoba menghubungi salah satu teman Kakak!",kata Saga.
"Iya Kak",jawab El.
Saga langsung membukakan pintu mobil untuk El. Mereka akan mencoba mencari keberadaan jet milik Sam.
Saga mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia sambil menelepon sahabatnya yang bekerja di salah satu bandara internasional.
Terimakasih kak, terimakasih telah membantuku. Aku tahu kamu sangat peduli dengan Sam, tetapi Sam belum memaafkan kesalahan Kakak. Semoga setelah kejadian ini Sam mau membukakan pintu maaf buat Kakak. Dan aku akan membantu Kakak supaya Sam bisa memaafkan Kakak.
"El.... El....!",panggil Saga.
"Eh...iya Kak. Ada apa?",tanya El kaget.
"Kok malah ngelamun sih?. Mikirin apa?",tanya Saga balik.
"Tidak Kak. Maaf. Bagaimana Kak, ada kabar dari teman kakak?",tanya El tidak sabar.
"Sudah. Kemungkinan jet yang di tumpangi Sam jatuh di bukit. Karena, katanya ada kabut yang menghalang-halangi jet itu dan akhirnya jet itu menabrak salah satu bukit!",jelas Saga takut.
El menutup mulutnya tidak percaya. Air matanya terus menetes dari mata cantiknya itu.
"Tim sar sedang menuju ke lokasi. Dan kata temanku kemungkinan 30% mereka selamat!",kata Saga pelan.
Hiks... Hiks... Hati El hancur tidak karuan. Ia butuh sandaran untuk meluapkan emosionalnya. "Tidak, Sam pasti baik-baik aja. Dia janji akan pulang dan dia bilang akan menyematkan cincin pertunangan kita!",kata El sambil memohon untuk tidak mendengar kabar buruk dari mana pun.
"El, aku juga memohon seperti itu. Semoga Tuhan mengabulkan permohonan kita dan doa-doa kita. Semoga Sam bisa menyelamatkan diri dari bahaya!",kata Saga.
"Tapi tadi malam dia kirim pesan Kak sama aku. Aku tidak mau kalau Sam kenapa-kenapa. Aku udah kehilangan dia selama bertahun-tahun dan akhirnya dia memberanikan dirinya untuk bertemu langsung dengan kedua orangtuaku. Tapi, kenapa harus ada mimpi buruk?. Apakah adil buat aku?",kata El meluapkan emosinya.
Saga memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Ia harus menenangkan El. "El, kita tidak tahu apa yang akan terjadi sedetikpun nanti. Karena ini semua sudah takdir darinya. Aku mohon, kamu untuk tenang!",mohon Saga memegang kedua bahu El.
"Tapi aku gak tenang Kak!. Aku takut akan terjadi sesuatu sama Sam!. Kakak gak merasakan apa yang sekarang aku rasakan?. Dia tadi malam baru melamar aku Kakak, dan sekarang dia hilang entah dimana?. Aku takut kak, aku takut!",kata El sambil menangis lagi.
"Kamu tenang, kita akan menuju lokasi. Kalau kamu tidak tenang, aku tidak akan melanjutkannya!",kata Saga meminta.
"Ok. Aku akan tenang!",jawab El.
Dret... Dret... Dret...
Ponsel berdering. Ia segera mengangkatnya. "Assalamualaikum Ma?",sapa El.
"Bagaimana Sam sayang?. Apakah belum ada kabar?",tanya Violla sambil terisak.
"Belum Ma. Ini El dan teman El akan mencari Sam ma".
"Iya sayang. Mama mohon nanti kalau ada kabar, tolong kabari mama ya?. Semoga tidak terjadi sesuatu sama Sam",kata Violla.
"Semoga ma",jawab El cepat.
"Mama ini sudah ada di bandara, mama akan terbang hari ini!",ucap Violla.
"Iya Ma. Hati-hati ya ma?".
"Iya sayang. Kamu juga hati-hati ya!. Assalamualaikum?",pamit Violla.
"Walaikumsalam ma",jawab El yang langsung mematikan ponselnya. Ia kemudian menyandarkan punggungnya.
***
Beberapa jam kemudian akhirnya sampai di tempat tujuan. Sekarang mereka di tempat sebuah desa terpencil. Saga melihat El masih tertidur nyenyak. Ia tidak tega untuk membangunkannya. Kamu begitu cantik El, andai kamu bisa menjadi milikku sepenuhnya. Aku akan menjadi laki-laki yang bahagia di dunia ini. Tapi, mana mungkin aku tega mengkhianati Sam lagi?. Sam tidak akan terima kalau kamu menjadi milikku. Dan aku tidak akan bisa merebut hatimu dari Sam, orang yang kamu sayangi dan cintai. Apa lagi kamu sudah mau bertunangan darinya?. Hatiku hancur El kamu mengucapkan itu! batin Saga merana.
El menggeliatkan tubuhnya. Ia langsung membuka matanya. Tapi, ada sesosok yang sedang melihatnya dengan intens. "Ada apa Kak?",tanya El bingung.
Saga langsung mengalihkan pandangannya. "Maaf, tidak apa-apa!",jawab Saga salah tingkah.
"Tidak mungkin tidak apa-apa. Kakak ngelihatin aku kayak ada sesuatu, ada apa kak?",tanya El penasaran.
"Tidak ada apa-apa El. Nih sudah sampai, mau turun sekarang apa nanti?".
El melihat sekeliling mobil. Ia melihat beberapa rumah yang terlihat dari mobil. "Kita ada dimana Kak?",tanya El bingung.
__ADS_1
"Di sini titik koordinat terakhir yang terlihat. Para tim sar sudah turun, untuk mencarinya",jelas Saga.
"Ok Kak. Ayo kita segera turun juga!",ajak El membuka pintu.
"Tapi?",sahut Saga ragu dan ia melihat penampilan dari El.
"Tapi kenapa?",tanya El bingung. Lalu ia melihat ke arah mata Saga. Ia langsung mengamati dirinya sendiri. Ia sadar kalau penampilannya tidak sesuai. "Maaf Kak, aku lupa kalau aku berpakaian seperti ini!",ucap El menyesal.
"Tidak masalah",sahut Saga. Ia kemudian mengambil satu set baju di belakang dan sepasang sepatu. "Nih kamu pakai baju ini dulu!", perintah Saga.
El menerimanya dengan senang hati. "Terimakasih Kak",ucap El.
"Ya udah cepetan ganti baju!".
"What?",tanya El kaget.
"Apaan?",tanya Saga tidak mengerti.
"Kakak bisa keluar sebentar, aku mau ganti baju dulu!",kata El tidak enak.
"Astaga, iya sebentar!",jawab Saga baru sadar apa yang di maksud oleh El. Ia segera keluar dari mobil dan menutup pintu.
El langsung bergerak cepat. Ia menutup tirai kaca mobil. Ia segera berpindah tempat ke jok belakang.
Saga yang menunggu di luar sambil melihat jalan yang akan ia lewati dengan El. Jalan itu begitu curam dan dalam. Ia takut apa yang ia pikirkan akan terjadi sesuatu dengan Sam.
El turun dari mobil dengan penampilan casual. Ia segera menghampiri Saga yang ada di samping mobil. "Yuk Kak, keburu malam!",ajak El.
Saga yang melihat El terpesona dengan penampilannya. El begitu terpancar kecantikannya memakai kaos, celana jeans dan sepatu putih.
"Kok malah melamun sih Kak, ayo kita cari Sam sekarang!",ajak El yang sudah tidak sabar.
"Iya. Maaf. Yuk kita cari Sam sekarang!",sahut Saga. Ia baru sadar bahwa wanita cantik ini sudah ada yang punya.
Mereka berdua menyusuri jalan yang sangat curam. Jalan yang begitu licin dan begitu rimbun.
"Kakak yakin kalau tim sar tadi lewat sini?",tanya El.
"Iya. Nih bekas jejak kakinya masih ada. Kamu terus ikuti aku ya?. Jangan sampai salah jalan!",perintah Saga.
"Baik Kak!",jawab El.
Mereka berdua terus menyusuri jalanan yang licin. Dengan semangat yang membara dan pantang menyerah mereka terus berjalan.
"Terimakasih ya Kak, kakak udah bantu aku sampai sejauh ini!",ucap El tulus dari hati. Ia berharap tidak akan terpisah oleh Saga. Dan menjadi sahabat sejatinya.
"Iya El. Aku senang kok bisa membantu kamu disaat kamu mengalami kesulitan. Aku akan selalu ada buat kamu",kata Saga tulus.
Hati El menghangat mendengarkan perkataan Saga. "Terimakasih banyak Kak!",ucap El lagi.
Saga tersenyum menjawabnya. Ia tahu bahwa sekarang El membutuhkan sebuah kekuatan. Lalu Saga melihat tim sar membawa puing-puing besi. Ia tahu puing-puing itu adalah bagian dari jet milik Sam. Ia lalu berhenti seketika.
"Ada apa Kak, kok berhenti?",tanya El heran.
Gawat, apa yang harus aku katakan sama El kalau jet yang di tumpangi Sam terjatuh di bukit ini pikir Saga keras.
"Kak?",panggil El lagi.
Saga langsung membalikkan badannya menghadap El. "Lebih baik kita kembali lagi ke mobil. Nanti kita tunggu kabar dari tim sar!",saran saya tiba-tiba.
"Kok gitu sih Kak. Kita kan sudah janji kalau kita akan cari Sam!",sahut El tidak terima.
"Tapi Kakak takut kalau kamu terjatuh, karena jalanannya begitu curam El!",kata Saga berbohong.
"Aku gak mau tahu. Pokoknya aku mau cari Sam. Sekarang!",kata El nekat. Lalu ia berjalan mendahului Saga. Dan ia melihat....
Para tim Sar mengumpulkan puing-puing besi yang sudah tidak berbentuk dan berwarna hitam.
El meneteskan air matanya dan menutup mulut tidak percaya. "Sam........!",teriak El dengan keras. Tubuhnya gemetar hebat.
Saga yang ada di belakang El langsung memeluk erat El dengan kuat. "Kamu pasti kuat El!",lirih Saga yang sudah berkaca-kaca.
El menangis sejadi-jadinya di pelukan Saga. Ia butuh sandaran untuk meluapkan rasa sakit yang ada di dalam hatinya.
***
__ADS_1
Jangan lupa komen, like dan vote.
Terimakasih.