
Happy Reading.
***
Pagi Hari.
El membuka matanya saat tangan seseorang tidak sengaja menyentuh tangannya. Ia tercengang tidak percaya bahwa dia sedang tidur pulas di kursi dekat ranjang dan meletakkan kepalanya di ranjang. "Sam",lirih El tidak percaya. Bagaimana bisa dia tidur di sini?. Bukankah tadi malam tidak ada seorangpun yang datang setelah kepergian Kak Saga, Kak Olivia dan Mbak Tamara. Lalu dia datangnya kapan kesini? pikir El keras.
El memandang wajah Sam yang sedang tertidur pulas. Wajahnya penuh dengan luka babak belur. Walaupun penuh luka, aura ketampanannya tidak luntur sama sekali. Kenapa kamu di sini Sam?. Kenapa kamu masih peduli sama aku, walaupun aku sudah menyakiti kamu berulang-ulang kali, tapi kamu masih setia di sampingku.
Tangan Sam bergerak. Ia merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Ia lalu membuka mata untuk memastikan. Dan dengan itu El segera menutup matanya kembali. Sam melihat El masih tertidur pulas. Wajah El yang masih begitu cantik dan manis. Ia tidak bosan memandang wajah sang pujaan hatinya itu. "Sebelum kamu terbangun dari mimpi indahmu, aku pamit dulu ya El?. Semoga kamu cepat sembuh seperti sediakala!",ucap Sam pelan. Tangannya masih di atas ranjang.
El yang mendengar itu langsung menarik tangan Sam dengan cepat sebelum Sam pergi dari hidupnya.
Sam tercengang melihat tangannya ada yang memegang. Ia lalu menengok ke belakang, ternyata El sudah membuka matanya.
"Terimakasih sudah menjagaku malam ini, Sam!",kata El lalu melepaskan tangannya yang memegang tangan Sam.
"Sama-sama".
"Terimakasih sudah mau menjengukku walaupun aku tidak tahu kamu ada disini!".
"Sama-sama",jawab Sam singkat. Lalu ia melangkahkan kaki beberapa langkah tetapi di cegah oleh El.
"Kamu mau kemana?",tanya El yang tidak mau Sam pergi dari sisinya.
Sam berhenti. Ia berdiam diri di tempatnya. "Aku harus pergi. Aku tidak mungkin selamanya ada disamping kamu!",sahut Sam.
"Bolehkah sejenak tinggal disini?",tanya El yang begitu takut Sam pergi dari sisinya.
"Buat apa?",tanya Sam yang begitu menusuk hatinya.
El menundukkan kepala. Ia tidak ada alasan memaksa Sam untuk tinggal disampingnya sebentar.
"Kamu selalu menarik ulur perasaan dan hatiku El. Aku manusia biasa, bukan manusia yang sempurna. Yang selalu kuat menghadapi masalah di hidupnya!",tegas Sam.
"Aku tahu".
"Sebentar lagi aku akan melakukan pertunangan dengan Laura. Ini pilihan kamu".
El merasakan sesak didadanya. Ini keputusannya untuk membuat Sam dan keluarga besar Sam bahagia.
"Mohon jangan ganggu aku lagi!",lanjut Sam yang langsung berjalan keluar dari ruangan El.
El hanya menangis melihat kepergian Sam. Ia tahu bahwa pertunangannya dengan Laura akan membuat hatinya hancur.
***
El mengemas barang-barangnya kedalam sebuah tas. Ia sudah diperbolehkan untuk pulang. Bella yang baru datang langsung memeluk El dengan sayang. Bella menenteng tas ransel El dan mengandeng El untuk kembali ke asrama.
__ADS_1
"Dia disini, tadi malam",ungkap El.
"Aku tahu itu",sahut Bella.
El tercengang mendengarnya. Ia melihat Bella tidak percaya. "Kamu tahu. Bagaimana bisa?".
"Tadi malam setelah aku pulang dari cafe, aku mampir ke ruangan kamu. Dia sudah ada di sana dan kamu sedang tertidur dengan lelap",jelas Bella berhenti berjalan mengikuti langkah El.
"Kenapa kamu tidak bilang Bel?. Seharusnya kamu membangunkan ku!",kata El sambil memegang tangan Bella.
***
Flashback On.
Sam melangkahkan kakinya kedalam ruang rawat yang ditempati oleh El. Ia membuka pintu dengan sangat pelan. Ia melihat El sudah tertidur dengan lelap. Ia berjalan menghampiri dan duduk dikursi yang telah disediakan diruangan tersebut. Ia menyilangkan kakinya sambil memandang wajah El yang sangat cantik. "Aku sangat susah untuk menggapai mu, El. Aku tidak tahu harus menggunakan cara apa supaya kamu bisa selalu ada disampingku. Aku ingin melupakan mu rasanya sangat berat. Entah mengapa, setiap aku melihatmu hidupku terasa tenang dan tentram. Apakah aku akan selalu begini, selalu menjadi orang yang kamu benci",lirih Sam sedih.
Bella yang berdiri di balik pintu mendengarkan semuanya. Ia tidak lupa merekam kejadian itu dengan ponselnya.
"Kenapa Mama sekarang sangat membencimu, El. Dulu dia sangat menginginkan kamu untuk menjadi menantunya, tapi sekarang rasanya tidak mungkin lagi. Mama mendengar nama kamu saja sudah marah, apa lagi kamu ada dihidupku lagi. Aku sudah mencoba untuk membencimu El, tapi tidak bisa. Semakin aku ingin mengubur dalam-dalam perasaan ini, semakin muncul perasaan cinta sama kamu!",kata Sam menundukkan kepalanya. Hatinya seperti terkena sayatan sebuah pisau yang sangat menyakitkan. "Maafkan aku El yang telah banyak menyakiti perasaan dan hati kamu",lirih Sam. Ia mencoba untuk mengelus pipi El tetapi selalu tertahan, seperti ada sebuah benteng yang menjadi pembatas diantara mereka.
Aku sangat yakin, bahwa Sam sangat mencintai El. Tetapi, ada sebuah rintangan yang sangat berat yang harus mereka hadapi. Tapi, mereka memilih untuk berpisah satu sama lainnya! batin Bella. Aku harus meninggalkan mereka berdua, siapa tahu besok pagi El membuka hatinya untuk Sam kembali! lanjut Bella yang meninggalkan ruang rawat.
Flashback Off.
***
El memegang sebuah ponsel yang dimiliki oleh Bella. Ia meneteskan air mata karena selama ini Sam juga sangat tersiksa dengan perasaannya sendiri. Ia memeluk ponsel itu setelah mendengar dan menonton video yang telah Bella rekam.
"Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa Bel. Dia sebentar lagi melakukan pertunangan dengan Laura. Dan aku, memilih untuk menyerah!",kata El lemas.
Disisi lain Saga mendengar kabar bahwa El sudah pulang langsung bergegas ke asrama El. Ia tidak mau membuat El menunggu terlalu lama, karena David sudah bercerita bahwa Sam tadi malam berkunjung menemui El pada saat tengah malam. "Sialan tuh orang, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti El lagi, termasuk kamu, Sam! batin Saga kesal melihat tingkah laku Sam yang semena-mena terhadap El. Ia mengetuk pintu asrama.
Bella yang ada di dalam kamar bergegas untuk membuka pintu. Kakak Saga.
"El ada?",tanya Saga yang membawa beberapa paper bag yang ada ditangannya.
Bella mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana menjelaskan keberadaan El.
"Bel, dia ada dimana?",tanya Saga sekali lagi.
"Dia baru keluar Kak",jawab Bella singkat.
"Kemana?".
Bella hanya memandang Saga bingung. Ia ingin sekali menjelaskan tetapi El berpesan bahwa tidak ada yang boleh mengetahui keberadaannya.
Saga sudah bisa menebak bahwa El ada disesuatu tempat. Ia segera berlari ke parkiran mengambil mobilnya. Ia tidak lupa memberikan paper bag kepada Bella.
"Kak... kakak... kak...!",panggil Bella supaya tidak menyusul El.
__ADS_1
Saga tetap mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi.
***
Disisi lain El sedang berdiri di depan gedung perusahaan XXX. Ia memandang ke arah atas nama perusahaan. Ketika aku harus kembali, maka aku sudah siap menerima konsekuensinya.
Ardi yang baru memasuki kawasan depan perusahaan melihat El sedang berdiri disana. Ia segera menghentikan mobilnya dan turun untuk menghampiri El. "Kenapa kamu kembali kesini?",tanya Ardi yang berdiri di belakang El.
El membalikkan badannya untuk sekedar berbincang dengan Ardi. "Syukurlah saya bertemu disini dengan Bapak, jadi saya tidak perlu untuk masuk kedalam",kata El menyambut Ardi.
"Sekarang lebih baik Mbak El segera meninggalkan kawasan ini. Karena saya tidak mau Mas Samuel melihat Mbak disini!",ucap Ardi tegas.
"Saya akan pergi dari kawasan ini. Saya juga tidak bisa berlama-lama untuk ada disini!",sahut El. Ia lalu memberikan sebuah paper bag kepada Ardi. "Tolong Pak, berikan ini kepada Pak Samuel. Saya nitip paper bag ini buat beliau. Sebelumnya terimakasih!",kata El yang langsung berjalan meninggalkan kawasan depan perusahaan.
Ardi dengan sangat terpaksa menerima tas paper bag itu, entah isinya apa. Ia membalikkan badan untuk melihat kepergian El.
El berjalan menuju jalan raya. Ia duduk di halte menunggu sebuah taksi yang lewat disana. Ia menundukkan kepalanya. Ini terlalu berat buat aku untuk memendam perasaan untuk kamu. Dulu aku selalu membayangkan hidup bersama sama kamu sebelum aku bertemu kembali sama kamu. Tapi, nyatanya kita tidak bisa bersatu. Andaikan waktu bisa aku putar, aku tidak mau membayangkannya.
Disisi lain Ardi sudah ada di ruangan CEO. Ia melihat Sam sedang duduk di singgasananya melihat kearah tembok kaca melihat langit yang begitu indah.
Ardi meletakkan paper bag diatas meja. "Ini ada titipan buat Mas Samuel dari Mbak El",kata Ardi.
Sam langsung memutar kursinya untuk melihat titipan dari El. Ia melihat paper bag ada di atas meja. "Dari El?",tanya Sam tidak percaya.
"Iya Mas".
Sam segera membuka tas paper bag itu. Dan betapa tercengang ia membuka kotak yang ada di dalam tas paper bag. Ia melihat sebuah rekening tabungan beserta kartu ATM yang di lapisi dengan sebuah kertas yang berisi kode rahasia ATM. Ia membuang semuanya kesembarang tempat. Ia tidak percaya bahwa El tidak mau menerima jasa upah selama tiga bulan magang di perusahaannya. "Dia ada dimana?",tanya Sam marah.
"Tadi dia ada di depan perusahaan Mas. Mungkin dia sudah pulang!",jawab Ardi.
Sam segera berlari ke arah lift untuk bisa segera turun ke bawah gedung untuk mencari keberadaan El. Sesampai di depan perusahaan ia melihat kesana kemari tidak ada sesosok yang bernama El. Ia berjalan menuju halte yang terletak di depan perusahaan.
El masih di halte duduk termenung menunggu taksi yang lewat. Sudah beberapa menit ia menunggu tapi satupun mobil taksi tak lewat di depannya.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan halte. El tidak fokus melihat mobil itu. Dan kaca mobil terbuka menampakkan seseorang yang ia kenali. Dialah Saga.
"El...!", panggil Saga beberapa kali.
"KakSaga".
Saga memberikan sebuah isyarat untuk El segera masuk kedalam mobil.
Sam yang berlari kearah jalan raya melihat El masih duduk di halte itu. Ia juga melihat mobil berhenti tepat di depan halte. "El...!".
El segera masuk kedalam mobil sebelum ia bertemu dengan seseorang yang mungkin ia kenali. Dan Saga segera melajukan mobilnya.
Sam melihat kepergian mobil Saga. Semakin aku kejar, semakin jauh langkah kamu melangkah!.
***
__ADS_1
Jangan lupa untuk komen, like dan vote.
Terimakasih.