Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Kesal


__ADS_3

Happy Reading.


***


El berjalan menuju ke lift dengan tergesa-gesa. Ia tidak mau Sam mengejarnya.


Ting.


Lift terbuka dengan sempurna , ia segera masuk kedalam.


Disisi lain Sam keluar dari ruangannya dan melihat El sudah ada di dalam lift, ia segera lari ke dalam lift mengejar El yang sedang menunggu pintu lift tertutup.


"Pintu ayo cepat menutuplah, aku gak mau satu lift dengan Sam pada waktu ini!",bisik El sambil meraih tombol lift dengan susah payah.


Huft.... Akhinya pintu lift sudah akan segera menutup dengan perlahan.


Sam berlari ke arah lift dengan pintu nyaris menutup. Tangannya ia masukkan sedikit ke lubang pintu lift sedikit.


Deg. El kaget, pintu lift terbuka dengan sempurna lagi. Sam....


Sam sudah masuk ke dalam lift. Ia berdiri di samping El dan segera menutup pintu lift. "Akukan udah bilang, tunggu aku di luar?",kata Sam menatap El.


"Sam, aku gak mau Mama Violla sampai curiga sama kita. Aku gak mau kalau kita di tuduh sama semua orang kalau kita punya sebuah hubungan",kata El.


"Hubungan apa sih, kitakan emang punya hubungan pertemanan dari dulu",jawab Sam.


"Iya Sam aku tahu. Tapi, aku gak mau sampai orang tua kita dan semua orang berfikir kalau kita mempunyai hubungan lebih. Aku gak mau kamu dalam masalah ini?",pikir El.


"Aku gak takut kok. Yang aku takutkan pada saat kamu akan jauh dariku",sahut Sam.


"Tapi Sam?",tolak El.


"Gak ada tapi-tapian El. Hidupku tenang dan damai pada saat kamu ada disampingku!",jawab Sam.


"Sam aku gak mau, kalau kamu dalam masalah ini!. Aku takut kalau semua orang malah memandang rendah kamu, apa lagi di hadapan karyawan kamu dan para kolega kamu yang bekerjasama dengan perusahaan ini. Aku gak mau reputasi kamu hancur, gara-gara aku?",kata El.


"El,aku gak perduli reputasi atau apapun itu, yang penting aku gak bisa jauh darimu?. Tolong El, cukup bertahun-tahun ini aku menyiksa hidupku tanpa kamu, aku berusaha keras agar aku kuat dan tidak lemah tanpa kamu?",jelas Sam.


"Sam, aku di mata semua orang masih status bertunangan dengan kakak kamu?. Tolong ingat itu?",jawab El.


"Aku akan berusaha supaya kakakku yang bejat itu untuk membuat konferensi pers untuk pengumuman pembatalan pertunangan kamu dan dia!",ide Sam.


"Jangan Sam, aku mohon. Aku gak mau kalau orangtuaku dan otangtua kamu kecewa dan sedih, apa lagi sampai semua teman kampus aku tahu, aku berusaha mati-matian untuk menutupi semua ini. Aku mohon Sam, biarkan Kak Edwan sendiri yang menjelaskan semua ini sama keluarga kamu dan keluargaku. Aku gak mau, kalau kamu dituduh sebagai pihak ketiga dihubungan kami. Aku mohon pengertiannya Sam?",mohon El.


Ting.


Pintu lift terbuka dengan sempurna. El segera bergegas keluar dari perusahaan Sam. Ia tidak mau kalau semua orang melihat kedekatan mereka berdua.


Sam masih mengikuti langkah El yang berjalan dengan cepat. Ia tidak mau kalau El pulang sendiri. Ia langsung menarik lengan El untuk mengikuti Sam jalan.


El dengan terpaksa mengikuti kemana Sam menariknya.


Sam membuka pintu mobil dan menyuruh El masuk ke dalam. Dan Sam juga masuk kedalam mobil. "Jalan Pak!", perintah Sam kepada Pak Ardi.


***


Disisi lain Mama Violla sedang duduk di kantornya. Ia sedang menunggu kabar dari seseorang. Ia menyuruh beberapa orang suruhannya untuk menyelidiki Edwan yang berada di London. "Apa yang terjadi sebenarnya?. Kenapa sekarang Sam sudah baikkan sama El?. Aku semakin penasaran apa yang mereka lakukan?",kata Mama Violla pada dirinya sendiri.


Dret ... Dret... Dret....


Ponsel Mama Violla berdering, beliau langsung mengangkatnya. "Bagaimana?",tanya Mama Violla serius.


"Sepertinya mas Edwan dan mbak Chika berhubungan kembali nyonya",lapor salah satu anak buah Mama Violla.


"Apa!",teriak Mama Violla berdiri dari tempat duduknya. "Pokoknya kalian selidiki terus, kalau bisa sampai akar-akarnya!", perintah Mama Violla yang mematikan ponselnya. "Sialan wanita murahan itu, bisa-bisanya aku kecolongan lagi sama dia!",kesal Mama Violla.


***


Flashback on.


Mama Violla dan para koleganya akan mengadakan metting disalah satu restoran terkenal di kota Jakarta.


Beliau sedang menunggu disalah satu lobby untuk menunggu koleganya. Beliau mengambil sebuah majalah dari meja yang dekat dengan tempat duduknya.

__ADS_1


Chika dan seseorang berjalan dengan begitu mesranya sambil ketawa dan ketiwi.


Mama Violla merasa terganggu mendengar ketawa dan ketiwi itu. Beliau langsung menurunkan sedikit majalah yang ia baca itu. Dan......


Mata Mama Violla melotot tidak percaya apa yang beliau lihat itu. "Chika, sama siapa itu?",bisik Mama Violla pada dirinya sendiri. Beliau masih melihat tingkah laku Chika yang bergandengan mesra dengan seseorang laki-laki, dan itu bukan anak laki-lakinya.


Chika dan seseorang itu masuk kedalam lift.


Mama Violla langsung berlari ke arah lift itu. Beliau melihat angka berapa yang akan membawa lift itu naik. Dan....


Ting...


Pintu lift satunya sudah terbuka. Mama Violla segera masuk dan menekam tombol 10 untuk menuju lift Chika berada.


Ting.


Pintu lift terbuka dan Mama Violla langsung keluar dari lift itu.


Chika dan seseorang laki-laki itu sudah berjalan ke arah tempat yang mereka sudah pesan sebelumnya. Mereka duduk saling berhadapan.


Mama Violla membuntuti Chika dengan seorang pria itu. Mama Violla sembunyi di balik hiasan bunga yang besar. "Dasar wanita murahan!. Aku gak rela kalau anakku sampai benar-benar menikah sama kau, wanita ******!",bisik Mama Violla.


Flashback off.


***


Dimobil Sam, El dan pak Ardi terdiam dengan pemikiran masing-masing.


El menyandarkan punggungnya. "Kita mau kemana pak?",tanya El kepada Pak Ardi.


"Kita mau ke restoran!",sahut Sam.


"Aku gak tanya sama kamu. Aku tanya sama Pak Ardi!",kesal El.


Pak Ardi tersenyum mendengar jawaban dari El.


"Emang yang disini bosnya pak Ardi apa!",sahut Sam kesal.


Tring... Tring... Tring...


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Sam dan El.


"Mama sudah tahu apa yang sedang kalian sembunyikan?.


Tolong nanti malam temuin Mama di Rumah!".


Mama Violla.


"Dari Mama?",tanya Sam langsung memasukkan ponsel kedalam sakunya.


"Iya",jawab El singkat.


"Mama pasti sudah menyelidiki Edwan dengan orang suruhannya. Mama gak akan tinggal diam dengan kebohongan Edwan selama ini!",kata Sam.


"Tapi aku gak mau Sam, kamu yang menjelaskan semua ini. Aku mau Kak Edwan yang akan menjelaskannya. Karena, orangtuaku sudah mempercayakan aku sama Kak Edwan. Dan aku gak mau kedua orangtuaku kecewa dengan keputusan kita. Aku mohon Sam?",mohon El.


"Nunggu Edwan datang ke negara ini. Sampai kapan El?. Dia gak akan mau pergi ke negara ini?. Karena dia tahu kalau Mama disini untuk sementara waktu?",kata Sam.


"Aku yang akan hubungi dia langsung",jawab El.


"Apa kamu rindu sama dia?",kata Sam tiba-tiba.


"Apa?",teriak El kaget. "Kamu sadar apa yang kamu ucapkan Sam?. Ngapain aku juga rindu sama dia?",marah El.


"Ya siapa tahu, kamu rindu. Kan aku juga gak tahu!",sahut Sam.


El menyungging bibirnya kesal. Bisa-bisanya Sam bicara seperti itu. Ia lebih baik diam tidak menanggapi perkataan Sam lagi.


"Pak Ardi?",panggil Sam.


"Iya mas. Ada apa ya mas?",tanya Pak Ardi.


"Kalau seumpamanya Bapak punya mantan tunangan, apa yang Bapak lakukan saat mantan tunangannya itu tiba-tiba menghubungi Bapak kembali?",tanya Sam.

__ADS_1


El menggelengkan kepalanya tidak percaya. Ia tidak menyangka kalau Sam akan menyingungnya terus-menerus.


Pak Ardi cuma tersenyum mendengar pertanyaan tuan besarnya itu. "Maaf mas sebelumnya, saya tidak punya mantan tunangan ataupun mantan istri!",jawab Pak Ardi lugu.


"Seumpamanya Pak?",sahut Sam.


"Tapi saya tidak mempunyai bayangan seperti itu mas",jawab Pak Ardi.


"Udah Pak. Gak perlu Bapak jawab kok!",kata El kepada Pak Ardi.


"Emang kenapa?. Gak boleh kalau aku bertanya kepada Pak Ardi?",tanya Sam.


"Sam,kamu bisa kok langsung tanya sama aku!. Ngapain harus tanya sama Pak Ardi, Pak Ardi gak ada hubungannya dengan semua ini!",kesal El.


"Kalau aku tanya sama kamu, pasti kamu gak akan jawab jujur!",sahut Sam.


"Terserah kamu!",jawab El malas. "Pak, tolong nanti berhenti di halte depan ya pak?", perintah El.


"Baik Mbak!",jawab Pak Ardi.


"Ngapain juga kita berhenti di halte depan?",tanya Sam.


"Aku mau turun aja di sana. Lama-lama aku malas berdebat sama kamu!",jawab El.


"Oh.... Jadi kamu gak mau kkn ditempatku?",goda Sam.


"Apa hubungannya dengan kkn?. Kknkan di kantor kamu, ngapain juga kita mau ke restoran?",tanya El kesal.


"Kan tugasnya ada di restoran!",jawab Sam.


"Terus?",tanya El lagi.


"Kamu cuci piring, ngepel, nyapu dan bersih-bersih disana!",kata Sam.


"Jadi tugasnya jadi pelayan restoran gitu?",tanya El tidak percaya.


"Kalau iya kenapa!",jawab Sam sadis.


Huft.... El semakin kesal lama-lama bersama Sam saat ini. Ia butuh udara segar untuk mengisi rongga paru-parunya.


"Lanjut aja pak!", perintah Sam.


"Baik mas!",jawab Pak Ardi.


***


Di restoran.


Pak Ardi membuka pintu mobil Sam dan El.


"Saya bisa sendiri kok pak?. Terimakasih sebelumnya?",ucap El setelah keluar dari mobil.


"Ini sudah menjadi tugas saya mbak!",jawab Pak Ardi.


"Yuk ...masuk?", perintah Sam.


El segera mengikuti langkah Sam dibelakang. Ia tidak mau kalau terlalu dekat dengan Sam.


Sam mengulurkan tangannya, supaya El menggenggam tangannya.


"Buat ?",tanya El curiga.


"Supaya kamu jalannya cepat!",kata Sam.


"Gak perlu, aku bisa sendiri!",jawab El kesal, dan terus berjalan masuk ke dalam.


Sam cuma melihat tangannya terabaikan. "Kasihan banget deh tanganku ini!",lirih Sam langsung berjalan mengikuti El.


***


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2