Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Sebuah Kerja Sama


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


Drrttt.... Drrtt...


Ponsel Sam berdering ia segera mengangkatnya. "Ada apa pak?",tanya Sam ada yang merasa janggal malam-malam Ardi menelepon dirinya. "APAAAA!!!!",teriak Sam kaget mendengar entah apa yang mereka berdua bicarakan. "Ok, saya segera ke kantor!".


Klik.


Sam mematikan ponselnya secara sepihak. Keringat dingin tiba-tiba muncul seketika.


"Ada apa Sam?",tanya El khawatir tentang masalah yang akan dihadapi oleh tunangannya itu.


Saga mendekat di samping Sam. "Butuh bantuan bro?",tanya Saga khawatir.


"Ada apa nak Sam?. Apa yang sedang terjadi?",tanya Bunda juga ikut khawatir.


Sam menghirup nafas dalam-dalam. "Sam belum bisa cerita saat ini. Tapi, nanti Sam akan bercerita sama bunda, ayah dan El",jelas Sam sesantai mungkin supaya keluarga El tidak khawatir tentangnya. "Sayang, aku pergi dulu ya!!!. Nanti kalau sudah selesai aku janji, aku bakal cerita sama kamu",ucap Sam memegang kedua tangan El.


"Tapi ada apa Sam?. Apakah ada masalah yang serius?",tanya El yang melihat wajah Sam pucat pasi.


"Aku baik-baik aja. Doakan saja, semoga masalah ini cepat selesai!",pesan Sam kepada El. "Ga, aku butuh bantuan kamu saat ini!",kata Sam menepuk bahu Saga.


"Ok!!".


"Sam pamit dulu ya Bun dan ayah!!. Assalamualaikum!",pamit Sam dan Saga yang berlari ke arah parkiran.


Saga mengambil alih menyetir karena ia melihat Sam yang sedang tidak baik-baik saja. Selama perjalanan Saga fokus menyetir sambil melirik ke arah Sam yang sampai saat ini belum bercerita sama sekali.


Sam membuka ponselnya sekilas membaca sebuah pesan entah itu dari siapa. "SHIIIITTTTT!!!!",umpatnya kesal.


"Ada apa Sam?". Saga melirik sebentar kearah Sam.


"Ada orang yang berani masuk keruanganku Ga. Mengambil yang tidak menjadi miliknya!!",jawab Sam kesal.


"Kamu tahu pelakunya?".


"Belum. Karena pak Ardi baru mengecek rekaman CCTV".


"Apa berkas-berkas penting?",tanya Saga menebak karena ia tahu sebentar lagi akan ada pengumuman pemegang saham yang tertinggi di perusahaan keluarga Dirga.


"Iya Ga",jawab Sam lemah. Ia menghela nafas berat. "Kalau sampai berkas-berkas itu tidak ditemukan. Maka, habislah semua rencanaku dan semua impianku selama ini membangun sebuah perusahaan Samnel. Karena semua bukti ada didalam berkas itu",sambung Sam yang sekarang sudah tidak mempunyai kekuatan lagi untuk menjalankan aktivitas seperti biasanya.

__ADS_1


Saga melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. waktu sudah menunjukkan tengah malam. Ia harus menelepon seseorang yang bisa dimintai bantuan pada tengah malam ini.


Beberapa menit dalam perjalanan, mereka berdua sampai di perusahaan Sam. Mereka berdua langsung menyusul Ardi yang sudah ada di salah satu ruangan perusahaan yang disana terdapat beberapa CCTV yang memantau setiap ruangan.


Mereka melihat seorang wanita sedang memakai baju jaket berwarna hitam, memakai masker masuk kedalam ruangan Sam pada saat Sam keluar beberapa detik kemudian. Seseorang itu dengan cepat mencari-cari sesuatu yang sangat penting di meja maupun di dalam laci-laci yang terdapat di meja kerja Sam. Seseorang itu dengan percaya dirinya langsung keluar ruangan setelah mencari sesuatu yang ingin dia miliki.


"Shitttttt!!!!!",umpat Sam yang membuang kursi yang terdapat di depannya. Ia mengusap wajahnya dengan keras.


"Tenang dulu Sam, aku yakin ini ada hubungannya dengan orang dalam. Tidak mudah bagi orang luar masuk kedalam ruangan kamu. Itu tidak mungkin!!!",kata Saga menenangkan Sam supaya Sam bisa berpikir jernih.


Sam menghela nafas kasar. Nafasnya memburu dengan emosi yang memuncak. Tangannya mengepal mengeluarkan otot-otot dalam tubuhnya. "Aku pastikan, malam ini kariernya akan hancur seketika!!!",ucap Sam penuh dengan amarah.


"Bagaimana mas, kita lapor polisi?",tanya Ardi mengkhawatirkan perasaan Sam.


"Tidak usah pak. Biar saya tangani sendiri siapa wanita yang berada didalam CCTV itu!!!. Saya tahu apa yang harus saya lakukan saat ini!!!",sahut Sam. "Ga, bantu aku untuk menemui wanita itu!!",sambung Sam yang langsung berjalan ke arah parkiran yang di ikuti Saga.


Saga memberikan sebuah isyarat supaya Ardi dan para tim keamanan mengikutinya secara sembunyi-sembunyi. Ia tidak mau apa yang ia dan Sam rencanakan akan ada sebuah kegagalan dalam menjalankan misi malam ini.


Sam yang mengambil alih mengemudi dengan kecepatan tinggi. Saga hanya mengelus dada membiarkan jantungnya berdetak lebih cepat tidak seperti biasanya karena Sam dengan ugal-ugalan mengemudi. Saga hanya berdiam duduk disamping pengemudi sambil senam jantung.


Sam membawa mobil ke arah perumahan elit yang terletak dipusat kota. Ia keluar dari mobil yang diikuti oleh Saga.


"Ini rumah siapa Sam?",tanya Saga yang melihat bangunan kokoh menjulang tinggi dengan cat warna krem.


Beberapa menit kemudian pintu terbuka yang hanya terlihat wanita setengah baya. "Ada yang bisa saya bantu tuan?",tanyanya.


"Dimana Jelita?",tanya Sam yang sudah cukup sabar menghadapi kenyataan ini.


Apa jelita?. Jadi pelakunya Jelita. Gila parah tuh perempuan!! batin Saga yang mengangga tidak percaya.


"Hmmm... hmmm....". Wanita setengah baya itu kebingungan harus menjawab apa.


"Saya tegaskan lagi, dimana Jelita berada?",tanya Sam mengulangi pertanyaan yang sama. Ia menatap dengan tajam wanita setengah baya itu.


"Sam, tenang dulu!",saran Saga. Sekarang mata Saga mengarah ke wanita setengah baya itu. "Kalau ibu tidak memberitahu kepada kami, kami akan menyeret ibu ke kantor polisi sekarang!!",ancam Saga dengan ancaman mematikan.


"Jangan tuan!!!. Jangan!!!. Saya tidak bersalah kepada tuan, kenapa tuan membawa saya ke kantor polisi?",kata wanita setengah baya.


"LALU DIMANA JELITA!!!",bentak Sam.


"Nona Jelita.... Nona Jelita... Nona Jelita sekarang tinggal di apartemen tuan",jawab wanita setengah baya dengan terbata-bata.


"Dimana alamatnya?".

__ADS_1


"Apartemen Mendes tuan. Nomer 146".


Sam dan Saga segera pergi kesana setelah mendapatkan alamat tempat Jelita tinggal. Setelan beberapa menit berlalu, Sam memarkirkan mobilnya di basement yang terdapat di apartemen tersebut. Mereka berdua segera menaiki lift yang ada.


"Kita harus membuat strategi Sam. Tidak akan Jelita dengan mudahnya membukakan pintu apartemennya. Ia pasti sudah berpikir bahwa kita akan pergi kesini",saran Saga supaya Sam tidak gegabah menjalankan misinya.


Sam menimang apa yang dikatakan oleh Saga ada benarnya juga. Ia lalu mempunyai ide yang sangat cemerlang.


Tok... Tok... Tok...


Seorang pria membukakan pintu apartemen. Ia sedang memandang sebuah set up troli housekeeping yang berada didepan pintu.


"Maaf pak, saya mau mengantar loundryan milik nona Jelita!",kata seorang pria yang bekerja sebagai service room.


Edwan membukakan pintu lebar-lebar. "Silahkan!!!",jawab Edwan.


Seorang pria room service masuk kedalam sambil mendorong sebuah troli.


"Siapa kak?",tanya Jelita yang duduk diruang tengah.


"Biasa antar barang loundryan kamu",jawab Edwan yang langsung duduk ke tempatnya. "Pak, kalau sudah selesai sekalian pintunya jangan lupa ditutup!".


"Baik pak!!",jawabnya. Pekerja pria itu meletakkan loundryan milik Jelita diatas meja dekat ruang tamu. Ia segera menghampiri Jelita untuk menjelaskan bahwa ada barang yang tertinggal dan Jelita menyetujui untuk pekerja pria room service itu untuk mengambilnya. Tetapi pekerja room service itu tidak membawa trolinya.


"Bagaimana kak, misi kita berhasil bukan?",ucap Jelita berbangga diri bahwa apa yang ia rencanakan sesuai dengan keinginannya.


Edwan duduk dengan gaya kaki bersilang. "Kerja bagus Jelita. Kita jadi mudah untuk menghancurkan Samuel dengan perlahan-lahan. Maka, kita akan merdeka dengan cara yang sederhana",jawab Edwan.


"Kakak yakin ini akan berhasil dengan mengambil berkas-berkas itu tanpa tanda tangan dari Sam?",tanya Jelita tidak yakin.


"Itu mudah Jelita. Serahkan semua kepada kakak. Kita akan menang dengan cara seperti ini",jawab Edwan tersenyum puas mendapatkan apa yang ia mau.


"Kakak masih ingat bukan janji kakak kepada Jelita?".


"Masih Jelita. Kakak akan mempersatukan kamu dengan Sam. Dan El akan menderita untuk itu!!!",jawab Edwan tertawa puas.


"COBA SAJA KALAU BERANIIII......!",tantang kedua orang yang sudah berdiri tegak ada disamping mereka berdua dengan sebuah kamera yang ada digenggaman tangan Saga.


Jelita dan Edwan tercengang melihat Sam dan Saga berada di dalam apartemen mereka berdua.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...

__ADS_1


...Terimakasih ...


__ADS_2