Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Runtuh


__ADS_3

Happy Reading.


***


Dokter baru saja keluar dari ruang ICU. Violla dan Dirga langsung menghampiri dokter tersebut.


"Dokter, bagaimana kondisi putra kami?",tanya Dirga.


"Anda siapa ?",tanya dokter.


"Saya Dirga, Dok. Saya orangtuanya atas nama Samuel Nata Wijaya!",jawab Dirga.


"Saya sudah menjelaskan kepada nona Ellena",jawab dokter yang langsung melihat kedua mata El.


Violla dan Dirga langsung menengok kebelakang melihat El yang sudah menundukkan kepalanya.


"Maaf Ma, Pa, El gak sanggup untuk mengatakan semuanya!",jawab El sedih.


"Apa yang terjadi dengan anak saya dokter?. Anak saya baik-baik saja kan?",tanya Violla beruntun.


"Maaf Pak, Bu, anak bapak mengalami benturan cukup keras di kepalanya. Dan kemungkinan besar, anak bapak dan ibu mengalami amnesia!",jelas dokter.


Violla langsung menangis sekuat-kuatnya. Ia tidak menyangka bahwa nasib anaknya akan seperti ini.


Dirga merengkuh istrinya dengan kuat. "Sabar ya Ma, mungkin ini cobaan dari yang Kuasa!",kata Dirga tegar.


El tidak henti-hentinya meneteskan air matanya. Ia tidak sanggup lagi mendengar kondisi buruk orang yang ia cintai.


Dokter segera pamit dari kedua orang tua Sam. Karena masih ada pasien yang harus di tangani.


Sella dan Saga menenangkan El supaya jangan menangis terus menerus. Tapi, El tidak bisa.


El berjalan mendekati Violla dan Dirga. "Sabar ya Ma, Pa mungkin ini semua adalah cobaan dari Tuhan",lirih El terisak.


Violla langsung menghapus air mata di pipinya. Emosinya semakin tidak bisa di kendalikan. Ia langsung menampar pipi El.


Pyarrrrr...


"Auw.....!",teriak El kesakitan. Ia memegangi pipi kanannya karena terasa sangat panas.


Sella dan Saga tidak percaya dengan kejadian yang begitu cepat.


"Apa, cobaan kamu bilang!. Kalau Sam tidak pulang ke Indonesia gara-gara kamu, dia tidak akan mengalami kejadian naas seperti ini!",emosi Violla sambil menunjukkan jari di muka El.


"Tapi Ma?".


"Jangan panggil saya Mama!. Saya bukan Mama kamu!",sahut Violla tidak terima.


El menutup mulutnya tidak percaya. Air matanya terus menetes di pipi cantiknya itu. "Maafkan saya tante!. Maafkan saya!",mohon El memelas. "Tidak seharusnya saya memanggil Tante dengan sebutan Mama, maafkan saya?",kata El tidak enak.

__ADS_1


"Dari dulu saya sudah mencoba percaya kalau semua peristiwa dan kejadian yang keluarga saya alami adalah sebuah takdir. Tetapi, saya ragu akan keberadaan kamu, di keluarga saya. Semenjak kamu menjadi bagian dari keluarga kami, kita selalu mengalami kesialan yang tidak ada habisnya. Pertama soal pertunangan kamu dengan Edwan, kamu tahu betapa terpuruknya Sam waktu itu!. Kamu mungkin tidak tahu, bagaimana Sam melewati hari demi hari untuk bisa bertahan hidup tanpa kamu?",ungkap Violla.


El tidak mau mendengar semua itu. Semua penyesalannya di masa lalu yang ia lewati sangat sulit. "Maafin El, tante!. Maafin El!",mohon El.


"Kedua. Sam bertemu lagi dengan kamu, dan mereka berdua yang di sebut adik dan kakak berantem sampai-sampai Sam masuk rumah sakit karena babak belur. Dan untuk ketiga kalinya, Sam melamar kamu. Tetapi, dia mengalami peristiwa seperti ini. Apakah itu tidak bisa di katakan dengan kesialan yang beruntun!",jelas Violla.


"Tapi tante tidak bisa menyalahkan El seperti itu tante?",sahut Sella tidak terima.


"Diam kamu!",bentak Violla marah kepada Sella. "Kamu tidak usah ikut campur dalam urusan ini!".


"Tidak bisa tante. El adalah sahabat saya. Bila seorang sahabat sedang terluka, maka sahabatnya akan selalu ada di sisinya. Dan dengan itu, saya ada di samping El!",ungkap Sella.


"Sel, jangan seperti ini, kita tidak boleh melawan orang tua?", sahut El.


"Udahlah El, tante Violla akan selalu menginjak-injak kamu. Karena tante Violla akan selalu menyalahkan kamu atas kejadian ini. Ini tidak bisa di biarkan!",sahut Sella mencari keadilan.


"Diam kamu anak kecil!. Kamu tidak bisa merasakan bagaimana hancurnya seorang ibu yang melihat anak yang ia sayangi sekarat seperti ini!. Hati tante hancur!",bentak Violla sambil terisak memegang dadanya yang sakit.


"Ma udah ma, istighfar ma?",ucap Dirga menenangkan istrinya.


"Biar pa, biar semua orang tahu kalau wanita ini adalah pembawa sial!",teriak Violla.


El menangis, ia masih mendengar dengan sempurna bagaimana Mama Violla memperlakukan dirinya serendah itu. El gementar hebat. Bunda, Ayah maafkan anakmu ini?.


"Tante tidak bisa berbicara seperti itu?. El masih mempunyai harga diri!",kata Saga tiba-tiba.


"Saya teman dari El dan Sam,tante. Nama saya Sa-?",ucap Saga terputus.


El tidak mau kalau Saga berterus terang tentang siapa dirinya. Ia langsung memegang jaket Saga supaya Saga tidak menyebutkan namanya. Kalau sampai Saga memperkenalkan dirinya, sama saja mereka mencari masalah lagi.


Saga mengerti dan paham maksud dari El. Ia langsung melihat El.


Aku mohon jangan memberitahukan nama Kakak?. Aku gak mau terjadi sesuatu sama Kakak? batin El menatap kedua mata Saga.


"Siapa nama kamu?. Kenapa diam?",tanya Violla yang masih emosi.


"Nama saya Sandy. Saya salah satu teman dari Samuel dan mereka berdua. Ada yang perlu di tanyakan lagi tante?",kata Saga sarkas.


Dirga melihat tubuh Saga dari ujung kaki sampai ujung kepala. Wajahnya itu begitu tidak asing di kehidupannya. Siapakah dia?.


"Tante dan Om seharusnya tidak melakukan hal seperti ini. Seolah-olah El yang salah. Apakah kalian tahu apa saja yang akan terjadi setelah 5 menit nanti?. Tidak ada yang tahu tante, om. Kita sebagai manusia biasa tidak bisa berbuat apa-apa, selain berusaha dan berdoa",ucap Saga.


"Saya heran, kenapa kamu membela El?. Apakah kamu selingkuhannya?",tanya Violla.


"Tante!",bentak Sella tidak terima atas fitnah yang di berikan oleh Mama Violla. "Tante benar-benar ya?".


"Udah...udah Sel. Kita tidak perlu menjelaskan apapun itu. Orang yang menyukai kita tidak butuh itu dan yang membenci kita tidak percaya itu!",kata El memegang lengan Sella.


"Tapi El, tante Violla udah menginjak-injak harga diri kamu!. Aku tidak terima itu !",teriak Sella.

__ADS_1


"Udah Sel. Aku gak mau masalah ini menjadi besar. Aku yang akan minta maaf sama mereka. Aku mohon?",bisik El sedih.


"Tapi El?".


"Sel, kamu percayakan sama aku?. Kita udah bertahun-tahun sahabatan. Aku mohon kalian keluar sebentar?. Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kedua orang tua Sam?. Aku mohon?",kata El memohon.


"Oke. Aku dan kakak akan keluar!. Tapi, kalau ada apa-apa, kamu teriak ya?. Supaya aku mendengar!",pesan Sella. Ia lalu mengajak Saga keluar dari ruangan ICU.


"Tante?".


"Saya mohon untuk terakhir kalinya, kamu jangan pernah lagi temui Sam!",kata Violla sarkas.


Deg. El tidak bisa berkata-kata. Ia membuka mulutnya karena ketidak percayaan diri. Air mata terus menetes di pipi manisnya.


"Saya tidak mau melihat anak saya menderita lagi gara-gara kamu!",bentak Violla dengan emosi yang membara.


"Ma, tapi El adalah tunangan dari Sam. Mama tega memisahkan mereka berdua?",tanya Dirga marah.


"Dan Papa rela kalau wanita sialan ini adalah tunangan dari anak kita!",sahut Violla tidak terima dengan perkataan dari suami.


"Tapi Ma, kita bisa membicarakan ini baik-baik. Kasihan El selalu di pojokan seperti ini",bijak Dirga.


"Tapi Mama tidak mau mempunyai menantu seperti dia. Dia adalah sumber dari masalah keluarga kita Pa",kata Violla.


"Cukup tante, Om. Saya terima atas perlakuan tante kepada saya, Om. Saya akan terima dengan lapang dada. Tapi, saya mohon tante dan Om, saya mohon untuk bisa menemui Sam?. Saya mohon tante!",kata El memelas.


"Tidak bisa!. Kalau kamu sampai menemui Sam secara diam-diam, maka kamu akan saya keluarkan dari KKN di perusahaan Sam!. Dan kamu, tidak akan lulus tahun ini?. Kamu mau?",ancam Violla murka.


El memundurkan langkah kaki beberapa langkah. Ia sangat syok mendengar ancaman dari Violla. "Tante tega sama saya?",tanya El tidak percaya.


"Kenapa saya tidak tega dengan kamu!. Kamu aja tega membuat anak saya menderita dan celaka!",sahut Violla.


"Tapi yang membuat menderita dan celaka itu bukan saya, tante?".


"Memang bukan kamu!. Tapi semua ini gara-gara kamu!",sahut Violla.


"Maafkan saya tante, maaf telah membuat masalah ini!. Maafkan saya!",kata El memohon.


"Saya tidak butuh maaf kamu!. Sekarang kamu keluar dari sini!. Keluar!",bentak Violla mengusir El dengan suara yang sangat lantang.


"Baik tante kalau itu mau tante. Saya akan keluar dari sini?. Terimakasih, atas semua yang pernah tante berikan kepada saya, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan tante dan Om. Assalamualaikum!",pamit El yang langsung berlalu dari hadapan orangtua Samuel. Ia kemudian berjalan melewati ruang ICU. Ia melihat Sam yang masih terbaring di ranjang. Sam, cepat sembuh ya?. Maafkan aku yang telah membuat kamu seperti ini?. Maafkan aku yang tidak bisa ada di sisi kamu untuk saat ini karena aku tidak mampu untuk membantah kedua orangtua kamu. Maafkan aku, Sam?. Maaf? batin El yang berlalu dari hadapan Sam.


Hiks... Hiks...


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2