Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Keromantisan Dua Sejoli


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


Sam datang ke apartemen yang ditempati oleh El. Keluarga El sangat bahagia calon mantunya begitu pengertian terhadap saudaranya yang akan pulang ke Indonesia. Bunda memberitahukan bahwa El dan Dino sedang ada di balkon bermain bersama.


"Yeeee.... kak El kalah!!!",seru Dino yang menang.


"Kita coret-coret yuk Dino!!",ajak Saga yang senang melihat El kalah dalam permainan monopolinya.


Dino mengambil lipstik lalu mencoretkan ke muka El yang langsung dapat seruan dari Saga. "Sekarang giliran Kak Saga!".


Saga menerimanya dengan senang karena mau mengerjai El. "Kamu pilih dicoret dimana El?",tanya Saga yang menahan tangannya tepat di wajah El.


"Terserah kak Saga, yang penting jangan dibibir!",jawab El yang sudah menutup kedua mata.


Hati Saga berdesir tidak karuan. Ini baru pertama kalinya Saga sedekat ini dengan El. Ia tidak tega mencoret wajah yang cantik itu dan menatap lekat wajah yang saat ini sedang menutup matanya.


Sam yang tiba-tiba datang menyenggol Saga dari belakang dan memberikan isyarat supaya Saga tidak bicara. Saga mengerti maksud dari Sam dan mundur secara pelan-pelan supaya tidak terdengar oleh El. Sam duduk tepat di wajah El. Ia meletakkan wajahnya tepat didepan wajah El.


"Udah belum sih kak, lama banget!!!",keluh El yang belum merasakan sebuah coretan diwajahnya.


Saga langsung berseru agar El tidak curiga. "Iya, bentar!!!".


Hidung Sam dan El bertemu. El merasakan aliran darah yang tidak biasa. Ia membuka mata secara perlahan.


Deg.


Sam!!! Mata El terbelalak kaget karena kedatangan Sam yang ia tidak ketahui. "Kamu sudah lama ada disini?",tanya El yang kesal melihat Sam ada didepan matanya sekarang.


"Coba tebak, aku datang dari mana!!",goda Sam yang langsung mendapat pukulan dari El yang bertubi-tubi.


Hati Saga terasa sesak saat ini melihat keromantisan mereka berdua. Ia sadar saat ini tidak mungkin merebut El dari genggaman tangan Sam. Karena mereka saling menyatu satu sama lainnya.


Dino melihat rasa kecewa yang terpancar di mata Saga. Ia menggenggam tangan Saga memberikan sedikit kekuatan.


Saga menengok ke samping sudah ada anak kecil yang menggenggam tangannya. Ia mencoba tersenyum walaupun senyumnya itu sangat menyakitkan hati.


*


*

__ADS_1


*


Satria dan Olivia masuk kedalam apartemen sambil bergandengan tangan. Perasaan mereka berdua saat ini sedang berbunga-bunga.


Saga menoleh ke arah mereka berdua. "Cie... Cie... sudah ada tanda-tanda orang mau kawinan nih!!!",goda Saga yang bahagia melihat sang kakak bergandengan tangan.


Kedua orang tua Satria dan Olivia langsung menoleh memusatkan kearah mereka berdua. Para orang tua menghampiri pasangan yang sedang dimabuk asmara itu.


"Jadi benar yang kita lihat ini sayang?",tanya Amira yang sudah tidak sabar menunggu kabar bahagia.


"Menurut mami, bagaimana?",tanya Olivia balik.


Amira langsung memeluk sang putri memberikan selamat karena telah berhasil menaklukkan hati sang Satria. Sedangkan Bunda dan ayah menepuk bahu Satria memberikan dukungan penuh.


"Tapi Abang jadi pulangkan malam ini?",goda Saga.


"Jadi dong Ga. Abang akan menyelesaikan masalah kantor yang tertunda dulu, setelah itu Abang segera menikahi kakak kamu!!",jawab Satria tegas.


"Ok Bang. Semoga disegerakan!!".


El dan Sam datang mendengar tawa yang ada diruang tengah.


"El, kita akan menjadi saudara ipar!!!",seru Saga.


Olivia hanya memberikan sebuah isyarat bahwa hubungan mereka akan dibawa kejenjang pernikahan.


El langsung memeluk Satria dan Olivia secara bersamaan. "Selamat buat kalian Abang dan kak Oliv!!. El sangat bahagia mendengarnya!".


*


*


*


Dua keluarga yang sedang bahagia mengantar Satria ke bandara yang terdekat. Satria dan Olivia tidak melepaskan genggaman tangannya sedikitpun.


"Dino, kita pegangan tangan yuk!!!. Kakak tidak ada pasangannya nih!",ajak Saga yang langsung memegang tangan Dino seromantis mungkin.


Sam dan El hanya melihat tingkah Saga yang menggemaskan. "Kasihan ya sayang, Saga belum ada pasangannya",kata Sam.


"Bentar lagi juga punya kok Sam. Tunggu aja waktunya!. Hari ini mungkin bukan harinya, tapi entah kapan jadi hari keberuntungan kak Saga",sahut El.

__ADS_1


"Siapa sayang?. Dia sudah punya calon?".


"Aku disini mendengarnya lohhh.... baru target belum jadi calon!!!",seru Saga merevisi perkataan El.


"Calon juga tidak apa-apa kok Kak. Tidak ada salahnya kan kak Saga mencoba".


Sam merangkul Saga dari belakang. "Aku pastikan dia akan luluh sama ketampanan kamu. Apa lagi kamu CEO perusahaan kamu sendiri".


"Aku mungkin tampan bagi sebagian wanita, tapi sepertinya ini akan susah dan memakan banyak waktu".


"Masa belum perang sudah nyerah dulu sih bro!!!. Kamu tidak ingat pepatah mengatakan, sebelum janur kuning melengkung, maka dia milik semua orang",oceh Sam.


"Bukannya aku nyerah sebelum perang bro, tapi ini keadaan yang tidak memungkinkan. Ya, semoga sama yang ini aku cocok. Semoga yaaaa!!!",ucap Saga menjelaskan. Tidak mungkin Sam, aku menikung kamu lagi. Memang pepatah mengatakan, sebelum janur kuning melengkung, maka wanita itu milik semua orang. Tapi, apakah mungkin kamu merelakan El buat aku. Itu tidak akan mungkin Sam.


Satria berpamitan satu persatu yang mengantarkan dia ke bandara. Ia memeluk sebagai tanda perpisahan untuk sementara waktu.


"Ayah akan menyusul untuk pulang Bang. Setelah urusan di sini selesai, ayah akan cepat pulang!",ucap ayah.


"Hati-hati ya Bang!!!. Nanti kalau ada apa-apa, kabari kita!",pesan bunda.


Satria hanya menganggukkan kepala tanda mengerti. Lalu terakhir ia berpamitan kepada Olivia. Ini terasa sangat berat, karena baru saja tadi jadian sudah berpisah untuk sementara waktu lagi.


Olivia memeluk erat sang pujaan hati. Ia sebenarnya tidak mau berpisah walaupun hanya untuk sementara. "Jangan nakal ya!!!",pesan Olivia terisak-isak dipelukan Satria.


Satria mengelus lembut rambut Olivia. "Iya sayang. Aku tidak akan nakal. Kamu tenang aja!",jawab Satria mencium kening Olivia lama.


"Sudah kak, besok kalau aku pulang ke Indonesia. Biar Saga pantau dari jauh. Kalau nakal tinggal jewer aja kupingnya!",goda Saga yang langsung dapat tonyor dari Amira.


"Baru tadi kita baikkan. Lalu kamu akan tinggalkan aku lagi. Ini seperti mimpi Sat!",oceh Olivia.


Satria menenangkan Olivia dengan cara memegang kedua pipinya yang tirus. "Sayang, kalau urusanku sudah selesai, aku janji akan segera menikahimu. Ok!",janji Satria kepada Olivia.


"Ok. Aku pegang janji kamu!".


Selesai drama-dramaan akhirnya Satria masuk kedalam untuk melakukan check in. Pandangannya tidak lepas kepada Olivia yang sedang menangis dipelukan sang maminya. Maafkan aku Oliv, aku harus pergi dulu!. Lalu Satria berjalan ke depan untuk meyakinkan dirinya sendiri untuk maju ke depan.


El menenangkan Olivia dengan cara mengelus bahu Olivia yang sedang terisak di pelukan Amira. Ia tahu bagaimana rasanya ditinggal pergi oleh orang yang ia sayangi.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...

__ADS_1


...Terimakasih ...


__ADS_2