Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Tanpa Status


__ADS_3

Happy Reading.


***


El terdiam sambil melihat kearah Sam. Ia butuh bantuan saat ini.


"Emang yang punya cincin permata cuma cincin dari kakak apa Ma?. Please deh ma, didunia ini banyak lho yang kembaran!",kata Sam mencari alasan yang masuk akal.


"Masak sih?. Kayaknya itu di pesan khusus deh buat El?",jawab Mama Violla curiga. "Kalau itu bukan cincin permata dari Kak Edwan, lalu itu dari mana sayang?",tanya Violla penuh dengan curiga.


"Ini dari seseorang kok Ma",jawab El takut.


"Dia dan Kak Edwan sudah memutuskan untuk membatalkan pertunangannya ma!",lanjut Sam.


"Apa?",teriak Violla kaget. "Kok bisa?",tanya Violla.


El langsung menginjak kaki Sam dengan keras.


"Auwwwww.....sakit El!",teriak Sam mengangkat kakinya.


"Maaf ma, Sam benar-benar lancang",sahut El. Ia tidak mau terjadi sesuatu pada calon Mama mertuanya.


Sam kesakitan ia meringis melotot kepada El.


"Apa benar itu sayang?",tanya Violla kepada El.


"Maaf ma, El tidak bisa menjelaskan secara pasti. Tapi, El akan mencoba untuk menghubungi Kak Edwan!",jelas El.


"Menghubungi apa lagi coba!. Jelas-jelas kamu dipermainkan oleh dia El?. Dia itu sudah menganggap kamu tanpa status!",kesal Sam.


"Sam!",bisik El pelan. Ia mencoba memberi isyarat kepada Sam supaya tidak lagi bicara soal hubungannya.


"Apa lagi yang harus ditutup-tutupi El?. Kamu mau nikah sama orang yang sudah tidak perjaka!",tanya Sam dengan gamblang.


El langsung membekap mulut Sam dengan tangan kanannya. "Bisa diam gak sih kamu sam!",pelan El.


Mama Violla semakin pusing memikirkan El dan Sam sedang berdebat. "Kalian tuh ngomong apa sih?. Siapa yang sudah tidak perjaka?", tanya Mama Violla marah.


"Maaf ma. Sam ini kadang-kadang ngawur ma, kalau ngomong",jelas El melepas bekapannya dari mulut Sam.


"Sam, siapa yang sudah tidak perjaka?",tanya Violla dengan tegas.


"Anak mamalah. Siapa lagi yang sekarang kita bahas ini!. Masak anak tetangga!",kata Sam santai. Ia lalu melanjutkan menikmati makan malam yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.


"Apa benar itu El?. Siapa yang menjadi korban dari Edwan?",tanya Violla.


"Korbannya El lah Ma. Dia yang paling dirugikan dalam hal ini, sampai-sampai menggunakan acara tunangan segala!",sahut Sam yang mencoba santai.


El semakin lama semakin kesal melihat ocehan dari Sam. Tidak seharusnya Sam ikut dalam acara makan malam ini. El lalu menginjak kaki Sam dengan keras.


"Auwwww.......!",teriak Sam yang kesakitan untuk kesekian kalinya. "Apaan sih kamu El, sakit tahu!",marah Sam.


"Biarin!",bisik El marah.


"Mama semakin pusing tahu gak sih!",kesal Violla.


"Kalau Mama pingin penjelasannya, lebih baik Mama langsung suruh kakak untuk datang kesini nemuin Mama",seru Sam.

__ADS_1


"Mama sudah menyuruh orang suruhan Mama untuk menyelidiki hal ini. Dan benar, Kakak kamu sama wanita murahan itu bersama kembali!",kata Violla tiba-tiba.


Sam dan El saling tatap menatap. Sam memberikan sebuah gerakan mulut, gak apa-apa, semua akan baik-baik aja! pelan Sam.


El mengatur nafasnya pelan-pelan. Ia tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.


"Maafin anak Mama sayang, mama gak tahu bahwa hubungan mereka sangat serius, bahkan sampai mereka berbuat nekat!. Mama benar-benar merasa bersalah atas semua ini?",kata Violla sambil memegang tangan El.


"Mama gak salah kok. Ini mungkin sudah menjadi takdir aku dan Kak Edwan seperti ini. Mama gak usah terlalu dipikirkan ya?. El takut kalau nanti Mama banyak pikiran malah sakit?",kata El memberi semangat untuk calon Mama mertuanya itu.


"Tapi Mama malu sayang sama kamu, bunda, ayah dan apa lagi sahabat dari Edwan yaitu Abang kamu. Mama sangat malu sayang, atas perlakuan anak Mama terhadap kamu. Maafin Edwan ya sayang?",ucap Violla memelas.


"Gak apa-apa Ma. Nanti kalau udah waktunya, El akan jelaskan semua baik-baik sama keluarga El. Pasti bunda dan ayah mengerti!",jawab El.


"Terimakasih ya sayang. Walaupun kamu tidak jadi mantu Mama, tapi Mama sudah menganggap kamu sebagai anak Mama sayang!",kata Violla.


"Iya Mama. El akan menganggap Mama sebagai Mama El juga!",jawab El.


"Kata siapa dia gak jadi mantunya Mama?",tanya Sam.


"Kan benar. Kakak kamu aja yang main serong sama wanita gak jelas itu!",seru Violla kesal.


"Kan sama kakak!",jawab Sam santai. "Mama tenang aja, El sudah Sam lamar kok!. Iyakan sayang?",goda Sam.


El mengangga tidak percaya, bisa-bisanya Sam berbohong terhadap Mamanya sendiri.


"Benar itu sayang?", tanya Violla sama El.


"Enggak kok Ma. Sam cuma bercanda. Iyakan Sam?",ucap El membela diri.


"Sam, siapa sih yang benar?. Kamu atau El?",tanya Mama mencari kepastian.


Apaaaaa?. Tanya sama aku, yang benar aja Sam? batin El kesal. "Ma, itu semua gak benar. Sam sama sekali gak pernah ngelamar El, ma!",kata El.


"Yaaaaa, Mama gak bisa dapat mantu kamu dong sayang. Padahal Mama berharap banget punya anak mantu kamu sayang",kata Violla sedih.


"Walaupun El bukan anak Mama ataupun mantu Mama, El udah anggap Mama seperti orangtua El Ma. Jangan sedih dong Ma?",ucap El.


"Iya sayang. Nanti Mama akan bicara baik-baik sama Edwan, untuk minta Maaf sama kedua orang tua kamu dan Abang kamu. Supaya kita tidak ada kesalahpahaman",kata Violla.


"Iya Ma. Ya udah, Mama sekarang makan ya, keburu dingin nanti?",kata El.


"Mama udah gak ***** makan sayang. Kalian aja ya, Mama mau istirahat dulu!",jawab Violla pergi meninggalkan Sam dan El sendiri.


"Semua ini gara-gara kamu tahu gak Sam!",kesal El menyilangkan kedua tangan di depan dada.


"Kok gara-gara aku sih. Mama kan udah gak ***** makan, apa lagi aku!",kata Sam menyandarkan punggungnya.


"Pasti Mama mikirin hal tadi. Nanti kalau mama sakit bagaimana?",kesal El.


"Ya kamulah yang ngerawat. Kamukan calon mantunya!", seru Sam beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan El sendiri.


"Sam... Sam... Sam... Aku masih bicara sama kamu!",teriak El marah.


***


Di balkon Sam menikmati secangkir kopi pahit sambil melihat pemandangan lampu yang begitu indah.

__ADS_1


El berjalan menghampiri Sam yang sedang duduk. Ia berdiri di dekat pagar pembatas dengan kaca yang sangat tebal. "Kamu kenapa sih Sam, tadi bilang kalau kamu sudah lamar aku?",tanya El. "Aku jadi gak enak sama mama",lanjutnya.


"Andai kamu tidak terlambat membaca surat yang aku berikan di saku jaket itu. Kamu mungkin sudah menjadi tunanganku El",jawab Sam tegas.


"Maafin aku Sam. Aku benar-benar gak tahu kalau disaku jaketku ada sebuah kotak cincin. Aku sadar, kesalahan terbesarku adalah menyia-nyiakanmu dalam hidupku",jawab El. "Aku mohon Sam, jangan ungkit-ungkit terus masalaluku, aku sadar kalau aku salah. Mungkin dengan cara ini Tuhan mempertemukan kita kembali",lanjutnya.


"Tapi semua sudah beda El. Kamu sudah menjadi mantan tunangan dari kakakku",kata Sam berdiri disamping El melihat lebih jelas lampu-lampu yang ada dibawah.


"Iya, aku tahu itu",jawab El. "Sampai-sampai seorang Sam tidak mau nemuin aku di depan kafe itu. Padahal aku sangat berharap bisa melihat kamu di depan mataku", ucap El tertunduk. Ia membayangkan betapa hancurnya ketika Sam tidak mau menemuinya di negara London dulu.


"El, andai kamu bisa jujur aja sama aku tentang kakakku, aku akan berusaha keras untuk membantumu. Tetapi, kamu sama sekali tidak menghiraukanku pada saat itu. Kamu tahu, siapa yang menolong kamu pada saat kamu pingsan di bandara?",tanya Sam.


"Aku tahu itu, kamu. Kamu yang menolongku dan membopongku di ruang kesehatan. Aku masih ingat jelas Sam, wajah kamu ada di depan mataku",jawab El.


Sam tersenyum, ternyata El merasakan apa yang ia rasakan saat itu. "Lalu, kenapa kamu mengejarku sampai dibandara?. Jelas-jelas kamu sudah menerima lamaran dari kakakku?",tanya Sam.


"Karena aku, membutuhkanmu Sam. Aku tahu kalau ternyata selama ini aku cuma mengagumi Dony. Dan aku sadar kalau selama ini aku mempunyai perasaan lebih sama kamu. Aku minta maaf Sam, maaf karena membuat kamu menderita gara-gara mencintaiku",kata El sambil menundukkan kepalanya.


"Lupakan perasaan kamu terhadapku El!",sahut Sam memandang kedepan.


"Iya, aku sadar kok. Ini semua karena keegoisanku, aku cuma ingin menyampaikan apa yang aku rasakan saat ini Sam. Maaf membuat kamu tidak nyaman!",ucap El langsung pergi meninggalkan Sam sendiri.


Sam masih tetap berdiri ditempat. Ia tidak mengejar El lagi. Ia sangat lelah dengan perasaannya sendiri. Ia juga butuh kepastian dari El, bahwa El juga mencintainya.


***


Disisi lain El berpamit kepada Mama Violla. Ia akan lebih sering datang ke griya tawang kalau ada waktu. Ia langsung berjalan menuju lift untuk pulang ke asramanya.


Violla menghampiri anak bungsunya yang masih berdiri di balkon. Violla memegang bahu anak kesayangannya itu. "Mama senang kamu sudah baikkan dengan El. Tapi, kenapa El pulang gak kamu antar sayang?", tanya Violla.


"Dia bisa pulang sendiri Ma. Sam, gak mau lagi terluka, karena hati Sam yang terlalu terbuka. Dia juga masih membela Kakak, berarti dia masih peduli dengan Kakak",kata Sam dilema.


"Dia masih membela kakak kamu karena dia tahu, bagaimana kelakuan kakak kamu dan menutupi semuanya. Dia berusaha untuk tegar Sam, tapi hatinya mungkin hancur. Kalau kamu masih mencintainya, kejar dong!. Dia butuh kepastian Sam",ucap Violla.


"Sam gak mau terluka lagi ma gara-gara El. Sam ingin berjalan seiring ma. Sam ingin kita berdua sama-sama berjuang",kata Sam.


"Iya sayang. Mama mengerti, tapi ini El sayang. Banyak yang suka sama dia. Mama takut nanti El direbut sama oranglain!",pesan Violla.


"Kalau emang El takdir Sam, Sam yakin dia akan selalu buat Sam. Karena, buktinya kakak melamar El aja tidak jadi menikah",kata Sam.


"Iya Mama tahu sayang. Tapi, kamu gak lihat berita selebritis di televisi-televisi. Mereka berpacaran sama siapa, nikahnya sama siapa!. Mama takut akan kehilangan mantu seperti El sayang?",cicit Violla.


"Ih... Mama, korban sinetron deh!",kesal Sam terhadap mamanya yang selalu melihat sinetron.


"Bukan sinetron sayang, tapi berita",seru Violla.


"Sama aja Mama. Udah ah, Sam mau pulang aja!",kata Sam berjalan meninggalkan Mamanya.


"Kok pulang. Gak tidur disini aja?",saran Violla.


"Besok pagi ada meeting Ma. Gak mungkin Sam harus pulang balik ke kantor dari sini. Jauh!",jawab Sam.


"Tapi besok Kakak kamu sudah sampai sini lho?",kata Violla.


Deg. Sam berhenti seketika. Lalu ia menengok ke belakang. "Mama serius?",tanya Sam yang tidak percaya pada perkataan mamanya barusan.


***

__ADS_1


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih.


__ADS_2