Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Memahami


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


Keluarga Wibowo sedang menikmati makan malam bersama walau hanya di apartemen. Satria yang dari sore murung tidak karuan hanya tidak selera untuk makan malam tapi ia paksakan untuk menghargai sang bunda.


"Abang yakin besok mau pulang?",tanya El yang memandang sang kakak sedang tidak selera.


Satria yang malas menjawab akhirnya bersua juga. "Jadi. Buat apa Abang ada disini, hanya buat menambah sakit hati Abang aja".


"Kok gitu sih Bang jawabnya. Memang Kak Oliv tidak suka dengan jawaban yang Abang berikan?",pikir El karena hanya Olivia yang membuat suasana hati Satria berubah pada saat di negara ini.


Satria menghela nafas kasar. "Abang tidak menjawab berkas-berkas itu. Buat apa!".


Satu keluarga Wibowo langsung menoleh dan menatap Satria dengan tajam.


"Abang!!!",kesal Bunda karena baru saat ini sang putra mengatakan yang sebenarnya. "Pantas aja Olivia marah sama Abang!".


Ckckck... El hanya menggelengkan kepala tidak percaya dengan tindakan sang kakak.


"Buat apa Bunda?. Kalau memang dia ingin bertanya sesuatu sama Satria, tinggal tanya aja. Gampang kan!!",elak Satria mencari pembenaran.


"Tidak semua wanita seperti itu Abang. Kenapa Abang sangat teledor seperti ini sih!!",sahut Bunda yang tidak mau kalah dengan anak sulungnya itu. "Kamu tahu Bang, Bunda dan ayah susah payah mengenalkan kalian tapi apa yang kamu lakukan kepada kita Bang?".


"Bunda. Kalau memang Olivia ingin mengetahui kehidupan Satria yang sebenarnya, dia bisa menikah langsung dengan Satria. Tanpa ba-bi-bu".


Bunda pusing tujuh keliling dengan pemikiran Satria yang tidak masuk akal. "Eh... mana ada wanita yang percaya bahwa laki-laki itu pantas tidak dengan kita. Semua itu perlu ditanya Bang!!. Kamu tidak pernah lihat selebriti-selebriti yang masuk TV itu. Mereka dilayar tampil romantis dan harmonis, tapi nyatanya dalam kehidupan nyata tidak sesuai dengan apa yang kita lihat Bang. Semua itu perlu bukti Bang!!",oceh Bunda memukul-mukul sendok supaya Satria sadar akan perkataan dan perbuatannya.


"Apaan sih Bunda. Bunda korban sinetron deh, jadi bawa-bawa selebriti yang ada di TV. Ini tuh kehidupan nyata Bun".


"Makanya, bunda ingin kamu yang terbaik buat hidup kamu sayang".


"Sudahlah Bun, Satria sudah berdoa kepada Tuhan. Bila memang dia jodoh Satria maka dekatkanlah, dan jika memang dia bukan jodoh Satria maka jauhkanlah!",kata Satria menceritakan doa yang terbaik kepada dirinya sendiri.


El melihat kakaknya merasa sedih harus menghadapi situasi seperti ini. Karena selama Abang Satria bersama teh Raina selalu bahagia tanpa kendala, tetapi sekarang ceritanya beda. Ia harus menerima perjodohan dengan Kak Olivia yang notabenenya seorang wanita karier yang sangat sukses di mancanegara. "Bun, ini pilihan dari abang. Biarkan abang Satria dan Kak Oliv menjalaninya seperti air yang selalu mengalir Bun. Jangan paksa abang seperti ini terus. Sama aja bunda dan ayah memaksa Abang dan kak Oliv segera menikah!",saran El.

__ADS_1


"Iya Bunda dan ayah ini. Lihat, sekarang Abang Satria disini semakin kurus seperti tidak keurus sama sekali. Gara-gara mikirin tentang perjodohan ini",oceh Dino sambil menikmati makan malamnya.


"Ihhh... anak kecil, jangan ikut campur dan sok tahu yaaaa!!!",keluh Satria kepada adik bungsunya itu.


"Itu kenyataan Bang. Lihat aja di pantulan kaca sana, badan semakin kurus dan wajah semakin tua. Tidak melambangkan Abang Satria yang gagah dan perkasa seperti dulu!",ejek Dino.


Satria tidak terima atas ejekan dari sang adik. Ia segera berjalan pergi ke ruang tengah. Ia memantulkan tubuhnya ke kaca yang terdapat didekat televisi. Ia melihat dari atas sampai bawah. Benar apa yang dikatakan oleh Dino. Tubuh yang semakin ramping dan wajah yang muncul tanda-tanda cerawat lumayan banyak. Sialan umpat Satria dalam hati.


"Bagaimana Bang?",tanya Ayah.


"Iya Yah, apa yang dikatakan Dino benar!",sahut Satria dari kejauhan yang masih sibuk bercermin. Ia sangat kecewa atas perubahan tubuh yang secara gamblang dapat dilihat oleh siapa saja.


*


*


*


El sedang berada didalam balkon depan kamarnya setelah makan malam selesai. Ia berdiri didekat pagar pembatas untuk melihat pemandangan malam yang begitu indah dengan lampu-lampu yang menyala. Lalu tiba-tiba ponsel El berdering di atas meja, ia melihat sebuah nama yang tertera dilayar ponsel yang membuat El tersenyum manis. "Assalamualaikum!",sapa El setelah menggeser tombol hijau dan ia kembali berdiri ke tempat semula.


"Belum Kak".


"Maaf ya, tadi Kakak tidak bisa antar kamu pulang. Kakak tidak mau aja, kalau bunda dan ayah kamu tahu tentang kondisi putrinya".


"Tidak apa-apa kok Kak. Kak Saga dan Mbak Tamara sudah temani El aja, sudah bersyukur banget dirumah sakit tadi".


"Oh ya El....". Saga menarik nafas dalam-dalam ingin memberitahukan sesuatu.


"Ada apa Kak?".


"Ada hal yang harus kakak ingin bicarakan".


"Soal?",putus El yang sudah tidak sabar lagi ingin mengetahuinya.


"Besok, kakak terbang ke Indonesia".

__ADS_1


El tercengang mendengar kabar yang mendadak ini. Tidak terasa kedua matanya berkaca-kaca. "Lalu?",tanya El yang tidak mau Saga pergi dari sisinya.


Saga tidak kuasa mengatakan ini semua, tetapi ia harus berpamitan dengan El segera mungkin. "Kamu, kamu tidak usah khawatir. Kak Edwan tidak akan mengganggu kamu lagi, El. Dan disini Sam juga masih ada".


Air mata El tidak terasa sudah menetes di kedua pipi yang cantik itu. "Tapi Kak?".


"Kakak yakin, Sam akan melindungi kamu selama kamu disini El. Dan sebentar lagi, kamu juga akan pulang ke Indonesia kan?",tanya Saga meyakinkan El.


El hanya terdiam mendengarkan perkataan Saga.


"Kakak mohon, segeralah pulang ke Indonesia. Karena kakak tidak mau sesuatu terjadi sama kamu. Itu saran kakak!",pinta Saga.


"Aku tidak tahu kak, aku akan pulang kapan. Bunda dan Ayah masih ada urusan yang belum selesai Kak. Dan tidak mungkin aku pulang besok pagi bersama Abang. Itu tidak mungkin Kak!!",jelas El.


"Tidak apa-apa El. Kakak paham. Tapi, saran kakak, bila kamu pergi dari rumah, lebih baik kamu ditemani oleh Sam maupun ayah dan bunda kamu. Kakak mungkin sudah memberi pelajaran sama Edwan si laki-laki brengsek itu, tapi kakak tidak percaya sama janji dia bahwa dia akan menjauh dari hidup kamu. Kakak hanya takut, bila dia semakin liar dan ingin melukai kamu",pesan Saga panjang lebar.


"Iya Kak. Lalu, bolehkah El tanya sesuatu?",tanya El.


"Boleh. Ada apa?".


"Mengapa Kakak pulang secara tiba-tiba seperti ini?",tanya El penasaran.


"Hmmm... Mama yang memintaku untuk stay di Indonesia, El. Mama tidak bisa jauh-jauh dariku. Makanya, mama bersikukuh untuk aku pulang".


"Lalu perusahaan kamu disini bagaimana?".


"Semua perusahaan ku serahkan kepada Kak Oliv. Mama yang minta itu".


"Apakah ini semua penyebabnya kamu terluka pada saat itu?",pikir El.


Deg. Saga tahu bahwa semua yang Mama minta adalah karena kesalahannya yang tidak bisa berpikir jernih dan menyebabkan ia terluka sendiri. Maafkan aku El, maaf tidak bisa memberitahu semuanya kepadamu. Aku tidak mau menambah beban pikiran kamu. Dan aku tidak mau kamu sakit gara-gara memikirkan aku.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...

__ADS_1


...Terimakasih ...


__ADS_2