
Happy Reading.
***
El duduk di meja makan. Ia akhirnya memakai kaos milik Kak Saga dan rok milik Kakak Olive, walaupun ia harus di ejek dulu sama Kak Saga. Paling gak ia merasa lega karena ia bisa berada di Griya Tawang milik Kak Saga. Ia tidak lupa memperkenalkan diri kepada Bibi Elis.
Bibi Elis menyiapkan sarapan yang spesial pagi ini. Ia merasa senang karena baru pertama kali seorang gadis masuk ke Griya Tawang kecuali nona Olive.
"Terimakasih ya Bi?",ucap El bahagia.
"Sama-sama Non",jawab Bibi Elis penuh senyuman yang sangat bahagia.
"Kenapa bibi senyum-senyum?",tanya Saga.
"Bibi merasa senang Den, akhirnya selama beberapa tahun Bibi kerja disini, akhirnya Aden bawa wanita masuk ke sini",jawab Bibi Elis.
Saga mendengar jawaban Bibi Elis merasa bahagia. "Dia bukan pacar aku kok Bi. Dia sahabatku",jawab Kak Saga.
El merasa terharu karena perkataan Bibi Elis itu. Ia merasa senang, ternyata baru kali ini Kak Saga bawa seorang wanita masuk ke apartemennya. "Masak sih Bi?. Bukankah Kak Saga pacarnya banyak ya?",goda El.
"Banyak dari mana Non?. Non aja baru pertama cewek yang dibawa kesini?", kata Bibi Elis.
El melihat Bibi Elis dengan penuh kejujuran.
"Ya udah Non, silahkan menikmati masakan saya!",kata Bibi Elis dan langsung pergi meninggalkan El dan Saga.
"Bibi Elis emang sering kepo sama kehidupan ku",kata Saga sambil menyantap masakan Bibi Elis.
"Memang kamu perlu dikepoin!",sahut El merasa menang banyak. Ia menyantap masakan Bibi Elis.
Saga tersenyum manis. Ia bahagia karena ia di pertemukan lagi dengan seseorang yang dulu pernah ia sayangi. "Sebaiknya kamu jauhi Edwan mulai sekarang!",kata Kak Edwan sambil melihat kearah El.
El langsung berhenti menyantap sarapannya. Ia tidak menyangka bahwa Kak Saga akan bicara seperti itu.
"Tadi malam minuman kamu dikasih obat tidur dan obat perangsang sama si Edwan!",kata Kak Saga tiba-tiba. Ia meletakkan ponselnya di depan hadapan El. Disitu video sedang berputar sejak Kak Edwan memasukkan obat-obatan itu.
El menganga tidak percaya setelah menonton video itu. Ia menutup mulutnya dengan tangannya. Ia tidak menyangka Kak Edwan akan melakukan hal selicik dan serendah itu.
"Aku mengikuti kamu sejak kamu berada di aula kampus. Aku tidak sengaja melihat kamu ada disana. Disaat Sam menjadi mentor diacara seminar tadi malam",kata Kak Saga.
Deg. El langsung menatap mata Kak Saga.
"Apa yang sebenarnya terjadi El?. Kenapa kamu dan Sam seperti orang asing yang tidak saling kenal?. Bukankah kamu dan Sam seperti, lem dan prangko, yang sulit untuk dipisahkan?",tanya Kak Saga.
El mendengar itu meneteskan air mata. Ia tidak menyangka bahwa Kak Saga masih peduli terhadapnya.
"Lalu, kenapa kamu bisa bertunangan sama cowok brengsek itu?. Kamu tahu,dia adalah cowok penjahat kelamin. Bahkan semua orang yang ada di bar sudah tahu itu!",jelas Kak Saga.
Deg. Mata El melotot karena keterkejutannya. Ia tidak menyangka bahwa perkataan Jo ada benarnya, Kak Edwan adalah cowok penjahat kelamin! batin El. "Terimakasih sebelumnya Kak, Kakak udah menyelamatkan aku dari bahaya. Tapi aku juga tidak langsung bisa pergi dari Kak Edwan begitu saja?",kata El.
"Kenapa El?. Kalau tadi malam aku gak ngikutin kamu sampai ke club, aku gak tahu apa yang selanjutnya terjadi sama kamu?. Aku gak mau kamu dalam bahaya El?", sahut Kak Saga.
__ADS_1
"Tapi aku gak bisa lepas Kak dari Kak Edwan?",jawab El. "Karena dia masih mempunyai video aku sama Sam, Kak!. Kalau sampai video itu ditonton sama Bunda dan Ayah, aku pasti disuruh pulang, sekarang juga!. Dan Ayah dan Bunda pasti kecewa sama aku!", lanjutnya.
"Video?. Video apa El, sampai-sampai kamu bisa menerima tunangan dari cowok brengsek itu?",bentak Kak Saga. Ia tidak habis pikir kalau El dan Sam mempunyai sebuah video.
El terdiam tidak menjawab. Ia menangis dalam diamnya.
"Apa kamu dan Sam melakukan hubungan - ?",putus Kak Saga tidak melanjutkan perkataannya.
"Nggak Kak. Aku dan Sam tidak melakukan hubungan apa-apa. Video itu berisi ciuman yang sangat memalukan!",jawab El cepat.
"Ciuman?",tanya Kak Saga tidak mengerti.
"Ya ciuman Kak. Sam mencium aku pada saat, sekolah kita mengadakan perpisahan. Dan diparkiran Sam melakukan itu, ciuman yang begitu rakusnya",jawab El pasrah.
Deg. Saga menggelengkan kepalanya tidak percaya. Ini mimpi buruk baginya. "Apa Sam tahu kalau kakaknya yang brengsek itu memanfaatkan video itu?",tanya Kak Saga.
El menggelengkan kepalanya. Tidak. "Sam tidak tahu soal itu. Sekarang geng Resekku sudah bubar Kak. Gara-gara aku, yang begitu egois karena telah memendam rasa kagum sama Dony dari kecil, akhirnya terbongkar dengan permainan truth or dare?. kita saling bertengkar satu sama lain!. Dan akhirnya aku bertemu dengan Kak Edwan di kafenya, dia mengancam aku dan dia melamar aku dirumah?",kata El sambil menangis. "Aku tidak tahu harus pada siapa aku meminta bantuan, karena Dony pergi ke Bandung dan Sam sendiri sudah marah sama aku?. Dia marah, karena aku tidak mencintainya?. Apa lagi dia mendengar kalau aku menerima pertunangan dengan Kakaknya, Sam sangat-sangat marah sama aku?. Sampai akhirnya 3 tahun aku dan dia baru bertemu, di aula kampus itu. Dan sekarang aku sadar Kak, bahwa aku sangat mencintai Sam begitu dalam?. Dan itu semua terlambat, sekarang kita tidak saling mengenal, seperti orang asing, yang begitu asing bagiku!",lanjutnya sambil terisak-isak.
"Jadi, kalian putus hubungan?",tanya Kak Saga.
"Iya Kak. Dia sudah memblokir semua nomer aku dan sosial mediaku. Aku mencoba untuk bicara sama dia, tetapi dia selalu menolak untuk bertemu sama aku!. Aku sadar, hukum karma sedang ada dipihakku",kata El.
"Sekarang jauhin Edwan?, Karena dia sangat berbahaya buat kamu. Dan aku akan bantu kamu untuk menghapus video itu?. Aku janji sama kamu, El!",ucap Kak Saga sungguh-sungguh.
"Kakak yakin?",tanya El memastikan.
Kak Saga menganggukkan kepala, tanda yakin. "Dia akan melakukan hal yang lebih kejam lagi, daripada tadi malam. Kamu sementara boleh kok tinggal disini?",kata Kak Saga. "Kalau kamu mau?", lanjutnya.
"Oke...!",jawab Kak Saga sambil meneguk air putih. "Kalau kamu mau,nanti malam, kamu ikut aku ke club?. Kamu akan tahu, seberapa busuknya Edwan itu?",ide Kak Saga.
"Iya Kak. Nanti kalau aku udah punya video kelakuan Kak Edwan, aku akan segera pindah apartemen. Aku gak mau Kak Edwan ngancam aku terus",kata El.
"Oke...",jawab Kak Saga. "Mau pulang sekarang?",tanya Kak Saga.
"Aku pulang sendiri aja Kak!. Aku udah terlalu banyak ngerepotin Kakak. Aku malah gak enak?",kata El.
"Gak apa-apa kok. Aku gak merasa direpotin sama kamu. Malah aku senang bisa bantu kamu. Aku anterin ya, sekalian aku ke kantor?",ucap Kak Saga.
"Ya udah kalau gitu. Kalau itu mau Kakak!",jawab El.
El pergi ke kamar tamu mengambil tas dan barang-barang perlengkapan lainnya. Ia pamit kepada Bibi Elis dan mengucapkan banyak terimakasih, karena sudah banyak membantunya.
Mereka berdua sedang ada di dalam mobil sport milik Kak Saga. Kak Saga mengendarai kendaraannya dengan kecepatan sedang.
Tring... Tring...
Ponsel El berdering tanda panggilan masuk. El mengambil dari sakunya. Sella. "Hallo, Assalamualaikum Sel?",sapa El.
"Walaikumsalam. Aku telpon dari kemarin siang kok gak diangkat sih, kamu kemana aja?",omel Sella.
"Sorry... Sorry...Sel, emang ada apa?",tanya El balik.
__ADS_1
"Bunda kamu telepon aku terus, Bunda khawatir sama keadaan kamu?. Karena tadi siang bunda telpon katanya kamu gak angkat-angkat?",ucap Sella yang cerewetnya melebihi Bundanya.
"Maaf Sel, disini kan malam. Mungkin aku ketiduran",jawab El berbohong. "Ya udah, aku telepon Bunda sekarang ya?. Aku matiin dulu, Assalamualaikum?",pamit el yang langsung mematikan tombol merahnya. Ia langsung menekan nomer Bunda dan meneleponnya.
Tut... Tut...
"Assalamualaikum sayang?",sapa Bunda.
"Walaikumsalam Bunda. Maaf ya Bunda, El tadi malam ketiduran, karena banyak tugas?",jawab El berbohong.
"Jangan seperti ini lagi ya sayang, Bunda khawatir sama kamu?",kata Bunda.
"Iya Bunda. Bunda tenang aja, El baik-baik aja kok disini",kata El.
"Syukur deh kalau kamu disana baik-baik aja. Kamu udah makan sayang?",tanya Bunda.
"Udah kok Bunda. Ini mau kekampus. Ya udah, El mau turun dulu ya Bunda dari bus?. Ini udah sampai?",kata El berbohong, ia tidak mau kalau Bundanya tahu kalau ia sedang ada masalah.
"Bentar sayang?",sahut Bunda sebelum El mematikan ponselnya.
"Ada apa Bunda?",tanya El.
"Tadi Kak Edwan telepon Bunda, katanya kamu gak ada di apartemen?. Kamu dimana sayang?",tanya Bunda curiga.
"El ada kok di apartemen. Mungkin pas El lagi mandi, jadi El gak denger!",jawab El mencari alasan yang masuk akal.
"Kamu lagi bertengkar sama Kak Edwan?",tanya Bunda mulai curiga.
"Gak kok Bunda. El baik-baik aja sama Kak Edwan. Bunda tenang aja, Bunda gak usah mikirin yang aneh-aneh. El gak mau kalau Bunda nanti sakit?",kata El meyakinkan Bundanya.
"Ya udah, kamu hati-hati ya?. Assalamualaikum!",pamit Bunda.
"Iya Bunda. Walaikumsalam Bunda",jawab El langsung mematikan ponselnya.
"Naluri seorang ibu gak akan pernah keliru El?",kata Kak Saga tiba-tiba.
"Tapi aku gak mau kalau Bunda sampai kepikiran Kak",jawab El sambil menyandarkan punggungnya.
"Kakak tahu itu. Kamu mau ke kampus apa ke kafe?",tanya Kak Saga.
"Ke kampus Kak. Ada kuliah pagi",sahut El.
"Oke",jawab Kak Saga singkat. Kalau ceritanya begini, dulu aku gak ikhsan kamu sama cowok lain El, apalagi cowoknya seperti si Edwan?. Tapi, aku juga gak bisa memastikan bahwa takdir akan seperti ini. Membawamu kedalam masalah yang sangat berbahaya, menyangkut masa depan kamu. Aku harap, semoga kamu bisa menentukan mana yang pantas untuk kamu perjuangkan? batin Saga dalam hati.
***
Jangan lupa komen, like dan vote.
Terimakasih.
#Ayo pilih yang mana, Tim Samnel ?,
__ADS_1
atau Tim Elga ?.