
Happy Reading.
***
Mereka berdua asyik berbincang-bincang membahas semua yang mereka tahu. Olivia sangat senang bisa bertemu dengan seseorang yang bisa di ajak ngobrol dengan santai.
Dan apa lagi El, yang selalu bertanya tentang dunia kerja dan fashion. Karena ia tidak mau selalu di ejek oleh Sam, sang bosnya.
Mereka bertukar nomer ponsel. Olivia mengabadikan pertemuan ini dengan beberapa gambar foto. Ia tidak mau menghilangkan kesempatan untuk bisa berfoto dengan El. Sahabat dari adiknya itu. Ia mengantar El sampai depan kamar asramanya.
"Terimakasih banyak ya Kak, udah berbagi pengalaman sama aku",ucap El tulus.
"Sama-sama El. Kakak senang banget bisa mengenal kamu sampai sejauh ini. Pantas saja Saga sangat nyaman pada saat ada di dekat kamu. Karena, apa yang dirasakan oleh Saga, Kakak juga merasakan itu",ungkap Olivia dari hati.
"Apaan sih Kak!",sahut El mau. Ia tidak tahu bahwa pipinya sudah bersemu merah merona.
Olivia yang melihat pipinya El hanya tersenyum. Ia tahu kalau El saat ini sedang malu tentang pujiannya. "Nanti kalau ada waktu kita jalan-jalan ya?",ide Olivia.
"Iya Kak. Baik. El tunggu kabar dari Kakak!",jawab El lalu turun dari mobil.
"Bye El!",pamit Olivia.
"Bye Kak. Hati-hati!",sahut El sambil melambaikan tangan. Ia melihat mobil Olivia semakin lama semakin jauh. Ia kemudian melihat jam di tangan. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. El segera memasuki gedung asrama kampusnya.
Ia segera mandi melepaskan rasa capek di dalam tubuhnya.
***
El sudah tertidur pulas karena merasa capek. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia mendengar bunyi ponselnya dan melihat layar ponsel. Sam.
Pasti dia sudah sampai di rumah? pikir El yang langsung mengangkatnya. "Assalamualaikum?",sapa El yang sudah meletakkan di dekat telinga.
"Walaikumsalam sayang!",jawab Bunda.
Bunda. El kaget langsung duduk dan menjauhkan ponselnya dari telinga karena mendengar suara Bunda di ponselnya. Ia langsung melihat layar ponselnya. Tetapi yang tertulis disana adalah nama Sam. "Sam, tapi kok suaranya bunda!",pikir El keras.
"Sayang... Sayang?",panggil bunda beberapa kali.
Ia masih mendengar namanya disebut oleh bunda. Lalu ia langsung menempelkan ponselnya di dekat telinga lagi. "Iya bunda. Kok bunda telepon pakai nomernya Sam?",tanya El penasaran.
"Nak Sam ada di sini sayang. Bunda dan Ayah mau bicara sesuatu sama kamu?",kata bunda.
Apa? bisik El takut. "Bunda, maafin El ya?. El tidak bermaksud untuk menutupi masalah dari ayah dan bunda. El tidak mau kalau ayah dan bunda ikut bersedih atas masalah El. Maafin El bunda?",ucap El takut dan sedih.
"Bunda dan ayah yang merasa bersalah sama kamu sayang. Maafin bunda ya?. Maaf karena kita tidak terlalu peka dengan masalah ini. Maafin bunda sayang?",ucap bunda ikut merasakan kesedihan seperti El.
El meneteskan air matanya. Gara-gara masalah pertunangan dengan Kak Edwan kedua orangtuanya ikut merasakan sedih dan menangis. Ia gagal menjadi anak baik dan jujur karena membuat kedua orangtuanya menangis. "Bunda tidak salah. Yang salah El bunda?. Karena perbuatan El sendiri yang masuk dalam pertunangan ini. Maafin El ya bunda?",mohon El dengan air mata yang terus menetes.
"Bunda maafin sayang. Kamu jangan menangis dan bersedih lagi ya, disana. Bunda tidak mau kalau kamu bersedih sampai berlarut-larut?",pesan bunda.
"Tidak bunda. El merasa lega karena Sam sudah memberitahu bunda dan ayah. Maafin El, karena belum bisa menjadi anak yang baik buat ayah dan bunda!",lanjut El menyesal.
"Tidak sayang, kamu tetap menjadi anak baik ayah dan bunda!",jawab Bunda. "Dan kamu tahu Mama Violla dan Papa Dirga juga ada disini?",kata Bunda.
"Mama Violla dan Papa Dirga ikut bunda?. Ngapain beliau ikut?",tanya El balik, karena ia tidak mau kalau masalahnya semakin runyam.
"Iya sayang, Mama Violla dan Papa Dirga ikut. Mereka membicarakan tentang kamu",jawab Bunda.
"Tentang El. Emang El kenapa bunda, El disini baik-baik aja",sahut El.
"Mereka membicarakan tentang kamu. Karena Mama Violla dan Papa Violla datang kesini buat melamar kamu!",kata Bunda.
Deg. El menganga tidak percaya. Melamar. Ada apa dengan kata melamar?. Kenapa perkataan itu selalu muncul di antara keluargaku. "Maksud bunda apa sih?. Beliau melamar siapa bun dan untuk siapa?",tanya El yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari bundanya. Karena ia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama.
"Sayang?",panggil ayah.
Loh kok suaranya ayah yang menjawab! pikir El bingung. "Iya yah".
"Begini sayang, beliau datang melamar kamu untuk putranya yaitu Samuel Nata Wijaya",cicit ayah.
Deg. Ponsel yang ada di telinga El jatuh seketika di kasur. Tubuhnya lemas tidak bertulang. Apa maksud dari perkataan Ayah, kenapa beliau mengatakan seperti itu. Kenapa mama Violla dan papa Dirga datang buat melamar aku, buat Sam?. Ada apa ini? batin El bertanya-tanya tentang lamaran.
__ADS_1
"Sayang... Sayang!",panggil mama Violla beberapa kali.
El masih tidak percaya dengan semua ini. Sam dan keluarganya pergi kerumah untuk menemui kedua orangtuanya dan dia melamarnya tanpa ada dirinya disamping kedua orangtuanya.
El mengambil ponselnya yang jatuh. Ia langsung meletakkan ponselnya lagi di telinganya.
"Sayang, kamu ada disitu kan?",tanya mama Violla.
"Iya ma. El masih ada disini",jawab El bingung.
"Kamu maukan sayang menerima lamaran dari Sam?. Dan masih maukan jadi mantu mama?",tanya mama Violla.
"Tapi El belum lulus ma. El masih kkn disini. Kalaupun El mau menikah sama Sam, apakah Sam akan sabar menunggu El sampai El lulus kuliah?",kata El.
"Aku siap El menunggu kamu, El. Aku akan sabar menunggu kamu berapa bulan ataupun tahun aku siap. Asal kamu mau menerimaku sebagai calon tunangan kamu?",sahut Sam.
El terdiam mendengar perkataan dari Sam. Ia tidak tahu sudah berapa lama Sam mendengarkan jawabannya, karena suara yang muncul di telepon selalu suara yang berbeda-beda.
"Bagaimana sayang, kamu menerimanya atau tidak?",tanya ayah.
Deg. Jantung El berdetak tidak karuan. Ia sadar kalau selama beberapa tahun terakhir ia selalu mengharapkan Sam kembali kepadanya. "Iya.... El terima pertunangan ini ayah!",ucap El tegas.
"Alhamdulillah!",teriak dari suara ponsel. Semua orang mengucapkan syukur. Mereka saling berpelukan memberikan semangat kepada orang-orang terdekat.
Sam yang ada disana berjingkrak bahagia. Karena selama ini penantiannya tidak sia-sia. "Terimakasih El...!",ucap Sam yang mengambil ponselnya di atas meja.
El tersenyum senang. Ia tidak menyangka bahwa Sam akan mengatakan hal ini di keluarga dan orangtuanya.
Tring... Tring... Tring...
Ponsel berbunyi pertanda ada pesan masuk. Ia segera membuka pesan itu.
"Aku sudah tidak sabar untuk sampai kesana. Tungguin aku ya sayang, aku akan menyematkan cincin ini ke kamu!".
"I Love U, Ellena Putri Wibowo😍😍😍😘😘😘".
Sam.
***
Pagi Hari.
El beraktivitas seperti biasanya. Ia sedang menerima telepon dari sahabatnya yaitu Sella. Tadi malam ia langsung memberi pesan kepada Sella bahwa Sam telah melamarnya. Sella adalah satu-satunya sahabat yang di beri tahu.
"Cie...cie...hati ku berbunga-bunga, El!",teriak histeris Sella.
"Apaan sih kamu, Sel. Aku tidak menyangka kalau Sam dan kedua orangtuanya akan datang buat melamar aku!",jawab El.
"Aku ikut bahagia El. Akhirnya kamu dan Sam akan bersatu. Semoga kamu cepat di halalin ya?", goda Sella.
"Masih lama Sel. Pasti nanti kamu yang nikah dulu!",kata El.
"Ya gak akulah. Kan Dony yang nikah dulu!",sahut Sella.
"Iya. Aku gak nyangka kalau takdirku akan seperti ini. Apa lagi kamu tahu sendiri kalau aku dulu sempat jatuh cinta sama Dony!",jelas El.
"Udah. Itu udah masa lalu. Sekarang kamu harus fokus sama masa depan kamu bersama Sam. Aku tahu Sam masih sangat menyayangi dan mencintai kamu. Sampai-sampai ia berani melamar kamu di depan kedua orangtua kamu. Aku salut sama Sam!. Pingin!",kata Sella.
"Kamu di undangkan sama Dony?. Jangan seperti aku, yang tidak di undang sama dia!",cicit El.
"Di undang kok. Kemarin dia telepon aku. Katanya undangan dan paket bridesmaid di kirim ke rumah",jelas Sella.
"Alhamdulillah kalau kamu di undang, Sel. Maafin aku ya, gara-gara aku kita seperti ini!",,jawab El sedih.
"Apaan sih El. Udah deh, kita harus berpikir positif aja. Mungkin dia tahu kalau kamu jauh di sana",pesan Sella.
"Semoga seperti itu. Aku tidak mau kalau pertemanan kita sampai harus hancur gara-gara masalah ini",kata El.
"Iya sayangku. Ya udah, aku mau tidur dulu ya?. Ngantuk".
"Iya. Assalamualaikum!",pamit El.
__ADS_1
"Walaikumsalam!",jawab Sella yang langsung mematikan ponselnya.
El mengambil kotak cincin di dalam tasnya. Ia sekarang sudah duduk manis di tempat kerjanya. Ia melihat cincin itu sungguh indah. "Terimakasih Sam, terimakasih sudah mau menungguku menyelesaikan kuliahku. Aku sangat bahagia karena kamu menjadi bagian cerita dalam kisah hidupku. Aku sangat beruntung mempunyai sahabat plus seseorang yang sangat aku cintai!",kata El sambil mengelus cincin permata.
Tamara duduk di tempatnya. Ia baru saja datang ke kantor. Ia langsung menyalakan laptop dan menyiapkan berkas-berkas yang akan di kerjakan.
El memutar berita di laptop hari ini. Ia menyimak dengan seksama.
"Selamat pagi pemirsa. Hari ini di laporkan jet pribadi milik CEO Samuel Nata Wijaya telah terjadi lost contacts. Di perkirakan penumpang sebanyak 6 orang di kabarkan hilang".
Deg. El menganga tidak percaya. "Tidak mungkin...tidak mungkin Sam ada di dalam sana!",teriak El karena merasa takut kalau salah satu penumpang adalah Sam. Ia menangis.
"Ada apa El?",tanya Tamara yang langsung mendekatinya.
"Sam mbak!. Jet pribadi Sam lost contacts mbak!",ucap El sambil menangis sesenggukan.
"Astaga!",jawab Tamara karena merasa terkejut. Ia langsung mencari berita yang benar.
El tidak mau tinggal diam. Ia mencoba menelepon Sam beberapa kali. Tetapi, hasilnya nihil. Nomer Sam tidak aktif. "Sam, kamu kemana Sam!",kata El terus menerus.
"El kamu tenang dong!. Kita harus mencari kebenaran dari berita tersebut",ucap Tamara.
"Bukankah kalau sudah masuk berita media elektronik sudah ada kebenarannya ya mbak?. Tidak mungkin kalau tidak benar. Mereka juga tidak akan meliputnya. Yang aku ingin tahu, siapa aja penumpang 6 orang tersebut?",jelas El sambil terus menerus menangis.
"Benar juga ya!. Ya udah, aku coba telepon salah satu petugas bandara",ide Tamara. Lalu ia menekan tombol. Tut.......
"Nomernya sibuk lagi!".
El langsung menelepon keluarganya yang berada di Indonesia. "Assalamualaikum bunda?".
"Walaikumsalam sayang. Ada apa sayang, tumben malam-malam kamu telepon?",tanya bunda curiga.
"Sam udah pulang bunda dari sana?",tanya El yang sudah tidak sabar.
"Sudah sayang. Tadi siang setelah lamaran keluarga Sam langsung pamitan untuk terbang ke New York",jawab bunda. "Kenapa kamu tanya itu, pasti kamu sudah tidak sabar ya untuk bertemu dengan Sam?",goda bunda.
El meneteskan air matanya. Ia tidak sanggup untuk mengabari bunda bahwa jet pribadi Sam lost contacts. "Tidak bunda. El cuma mau tanya aja. Soalnya hari ini ada meeting dengan kliennya!",ucap El berbohong. Maafin El bunda, El selalu membuat bunda dan ayah khawatir! batin El sedih.
"Oh...gitu".
"Ya udah ya Bunda. Bunda sekarang istirahat, maaf bunda sudah membangunkan bunda tidur?",kata El bersalah.
"Tidak apa-apa sayang. Ya sudah, kamu semangat bekerjanya ya!. Assalamualaikum!",cicit bunda.
"Walaikumsalam bunda".
Bunda langsung mematikan ponselnya.
El meletakkan ponselnya dengan sedikit keras. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dan tangisannya pecah seketika.
Hiks....hiks...hiks....
Kenapa Tuhan, kenapa seperti ini?.
Tadi malam aku sangat bahagia mendapat kabar dari orang-orang yang aku sayangi.
Tetapi, kenyataan di pagi hari, aku harus mendapat kabar seperti ini.
Ini seperti mimpi. Aku kira mimpi indah, tapi kenyataannya adalah mimpi buruk!.
Hiks.... hiks...hiks....
***
Jangan lupa komen, like dan vote.
Terimakasih.
Maaf ya baru update, soalnya mau revisi dulu yang Ellena Season Pertama.
☺️☺️☺️
__ADS_1