
...Happy Reading....
...***...
Sella yang sedang minum tersedak seketika.
Uhukkkk....
Dengan sigap Alan memberikan minum air putih.
Ayah dan Bunda memandang mereka berdua dengan intens. El yang merasa bersalah menundukkan kepala. "Maafkan El Bunda, Ayah. Sam hanya bercanda",lirih El pelan sambil mengibaskan lengannya.
"Apa?. Aku serius El!",sahut Sam cepat. Ia maju satu langkah di hadapan El. "Tante, Om, saya serius ingin menikahi Ellena Putri Wibowo. Saya tidak main-main tentang keseriusan ini Om",kata Sam memohon.
"Sam!". El memberikan sebuah isyarat supaya berhenti mengatakan pernikahan. Karena kedua orangtuanya tidak akan mengizinkannya.
"Apa?. Aku serius!",bisik Sam keukeh.
Ayah meletakkan sendok dan garpu ke tempat semula. Ia memandang Sam dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Suasana semakin menegang tak kala semua hanya terdiam memandang dua insan yang sedang di mabuk asmara itu.
"Nak Sam, bisa kita bicara empat mata?",kata Ayah dengan tegas yang meninggalkan kursi yang ia duduki.
"Kamu lihatkan apa yang terjadi!. Kamu terlalu egois Sam!",bisik El terhadap Sam.
"Aku akan menghadapi badai, hujan maupun banjir El ",jawab Sam yang pergi mengikuti Wibowo di sesuatu tempat.
El menghampiri sang Bunda. "Bunda, bagaimana ini?". El khawatir tentang keadaan ayahnya, karena ia takut bila sang Ayah marah terhadap Sam.
"Udah, kamu duduk sini!",kata Bunda mempersilahkan anak gadisnya duduk di sampingnya. El berjalan menunduk menuruti semua perkataan sang Bunda. "Ya udah, kita lanjutkan makannya!. Nak Saga, mari sini!",ajak Saga untuk kembali ke tempatnya.
"Iya tante",jawab Saga yang duduk di dekat kak Olivia.
*
*
*
Di sebuah taman yang luas di samping hotel, mereka berdua berhenti. Ayah memandang Sam dengan sangat jeli dan teliti. Sedangkan Sam dengan sikap santai tetapi sopan berdiri tepat di depan Wibowo. "Apakah kamu masih mencintai putri saya?",tanya Ayah tegas.
"Iya Om, saya mencintai putri Om dari dulu sampai sekarang!",jawab Sam tegas. Ia tidak boleh gegabah dalam menjawab setiap pertanyaan dan perkataan yang keluar dari mulut sang calon ayah mertua.
Cieee.... Calon ayah mertua.
"Mengapa kamu masih mencintai putri saya?. Jelaskan?".
"Saya tidak bisa menjelaskan apapun soal bagaimana saya mencintai putri Om. Dengan Bismillah, in sya Allah saya bisa menyayangi dan mencintai El sepenuh hati saya".
"Bila tidak?",tanya Ayah sarkas.
"In sya Allah Om. Saya tidak bisa berjanji dan tidak mau bersumpah untuk tetap mencintai El. Tapi, saya akan membuktikan bahwa saya bisa dan mampu untuk hidup El selanjutnya!",kata Sam serius dengan perkataannya.
"Apa Papa kamu tahu, kalau kamu masih mencintai putri saya?".
"Kedua orang tua saya sudah mengetahui semuanya",jawab Sam.
"Apa mereka memberikan kamu restu bila mana mau menikah dengan putri saya?".
__ADS_1
"Belum Om. Tapi saya janji, saya akan mendapatkan restu dari mereka bila Om terlebih dahulu memberikan kami restu!",jawab Sam cemas.
"Nak Sam, saya tahu Nak Sam begitu sayang dan cinta terhadap anak saya. Tapi alangkah baiknya Nak Sam meminta restu kepada orang tua Nak Sam terlebih dahulu. Karena menurut saya, restu dari orang tualah yang terpenting dalam membina rumah tangga yang utuh!",jelas Ayah.
"Saya paham Om. Tapi, saya akan berusaha lebih keras lagi. Saya yakin 100%, Mama dan Papa akan merestui kami!",sahut Sam.
"Nunggu apa lagi Samuel!",sahut suara yang datang dari arah belakang.
Sam menengok ke belakang. "Papa!".
"Dirga!".
Dirga tersenyum menghampiri mereka berdua. Ia menepuk bahu sang anak. "Papa yakin bahwa El adalah jawaban dari doa-doa kamu!",pinta sang Papa.
Sam memeluk sang Papa sekilas. Ia bahagia papanya ada di antara mereka berdua. "Terimakasih Pa".
Dirga mengulurkan tangan untuk bisa berjabat tangan dengan sang sahabat. "Apa kabar Wibowo?",tanya Dirga.
Wibowo dengan senang hati membalas uluran tangan dan berjabat tangan dengan Dirga. "Alhamdulillah baik. Kamu sendiri?",tanya Wibowo balik.
"Seperti apa yang kamu lihat sekarang. Aku baik-baik saja",jawab Dirga. "Sam, tolong tinggalkan kami berdua. Papa ingin bicara empat mata sama Om Wibowo!",perintah Dirga.
"Baik Pa. Om, saya masuk ke dalam dulu!",pamit Sam sopan diiringi dengan anggukan setuju oleh Wibowo. Ia segera masuk ke dalam restoran dan menekan tombol ponselnya. "Dimana?",tanya Sam kepada seseorang.
"Di parkiran Mas. Bagaimana perkembangannya?".
"Kamu emang bisa di andalkan Pak Ardi!. Terimakasih!",ucap Sam menunggu di depan pintu lift. Ia mematikan ponselnya setelah melihat Saga ada di dalam lift tersebut. Ia masuk lift melihat Saga dengan acuh dan menekan tombol angka.
"Bisakah kita bicara sebentar?",tanya Saga menghilangkan suasana hening.
"Tidak ada bahan untuk kita bicarakan lagi",jawab Sam yang acuhnya minta ampun dengan tatapan datarnya.
"Tidak perlu. Aku tidak butuh itu!",jawab Sam yang langsung keluar dari dalam lift setelah pintu lift terbuka lebar.
*
*
*
Dirga dan Wibowo berada di taman yang di temani segelas kopi yang mereka berdua pesan.
"Aku sungguh malu terhadap kamu Wib, anakku yang tidak henti-hentinya mengejar anak kamu. Entah apa yang anak-anakku rasakan terhadap anak kamu. Tidak hanya Edwan yang tergila-gila dengan El, tapi anakku Samuel juga begitu. Maafkan anak-anakku yang selalu membuat masalah di kehidupan kamu, Wib!",kata Dirga yang mungkin sudah malu tujuh turunan terhadap keluarga Wibowo.
Wibowo tertegun dengan perkataan dan permintaan maaf sang sahabat. "Aku maklumi itu semuanya Dir. Kita pernah muda pada saat dulu. Kita mengejar cinta sampai terjatuh dan bangkit lagi. Semangat yang begitu membara tidak ada habisnya",ungkap Wibowo mengingatkan masa lalunya.
"Aku bangga terhadap kamu Wib. Kamu begitu sukses mendidik anak-anak kamu dengan akhlak yang mulia. Hati yang besar dan jiwa yang menjadi panutan kepribadian yang bijaksana. Apakah aku bisa mencontoh resepnya!",goda Dirga sambil tertawa.
Hahaha... "Tidak ada resep yang spesial Dir. Aku mengajar anak-anakku menjadi kepribadian mereka masing-masing. Aku tidak pernah mengubah sedikitpun atas apa yang mereka cintai dan sukai".
"Aku salut sama kamu Wib!",puji Dirga yang tidak ada henti-hentinya.
Wibowo hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Ia tahu bahwa Dirga begitu memujinya hingga ke langit ke tujuh tapi tidak akan menjadikan hati Wibowo melambung tinggi ke kayangan dan kesombongan tidak akan pernah menyelimuti hatinya. "Lalu mana istri kamu, Dir?",tanya Wibowo karena dari tadi ia tidak melihat sesosok wanita dari Dirga.
Dirga yang pertama tertawa langsung terdiam seketika. Ia seperti mendapat tamparan yang begitu keras. "Istriku masih syok mendengar kejadian yang Samuel lalui Wib".
"Maksudnya?",tanya Wibowo yang tidak mengerti maksud sang sahabat.
"Ceritanya panjang. Istriku mencoba menjodohkan anak sahabatnya dengan Sam. Sam tidak menyetujui tetapi istriku bersikukuh menjodohkan mereka berdua. Dan akhirnya, istriku baru sadar, ternyata Laura yang menjadi calon tunangan Sam adalah musuh dalam perusahaan Sam jalankan",jelas Dirga panjang lebar.
__ADS_1
"Lalu, siapa yang membongkar kelakuan calon tunangan Sam itu?",tanya Wibowo yang begitu penasaran dengan cerita Dirga.
"Sekertaris Ardi. Dia adalah sekertaris sekaligus ajudan dari Samuel. Dan El juga ikut membantu membongkar kejadian itu".
"Syukurlah, akhirnya pelaku bisa segera ke tangkap. Pantas saja istri kamu begitu syok mendapati mantan calon tunangan anaknya begitu kejam terhadap Samuel".
"Aku juga bersyukur, terhadap semua peristiwa yang aku lalui bersama istriku. Jadi istriku sadar bahwa yang baik belum tentu baik, dan yang jahat belum tentu jahat. Maka dari itu, kita harus bisa memahami dan melihat kondisi dari seseorang tersebut",ungkap Dirga.
"Alhamdulillah Dirga, kamu di kelilingi oleh orang-orang yang sangat peduli pada kamu. Dan semoga kita selalu dikelilingi oleh orang-orang yang beriman",doa Wibowo.
"Aamiin... Aamiin... Aamiin...".
*
*
*
El melihat Sam masuk kedalam ruangannya. Ia lalu menghampirinya. "Mana Ayah?",tanya El melihat Ayah sudah tidak ada di sisinya Sam.
Sam tersenyum mendengar pertanyaan dari El. Pertanyaan macam apa itu?. Memang ayahnya aku makan apa?.
"Kok malah senyum sih!",kesal El melihat kelakuan Sam yang kekanak-kanakan.
"Kamu mau lihat pertunjukan tidak?",tanya Sam menggoda sang pujaan hati.
"Maksud kamu, pertunjukan apa?",tanya El balik.
"Ayo ikut aku!",ajak Sam yang langsung memegang lengan El. Mereka berjalan melewati meja makan keluarga dan membuka pintu balkon.
"Kemana?".
"Udah, ayo ikut!",paksa Sam yang terus menarik El dalam genggamannya.
Mereka sudah keluar ke balkon. "Mau ngapain di sini?",tanya El yang tidak henti-hentinya berisik.
"Lihat kebawah!",perintah Sam yang berdiri menyandarkan punggungnya ke pembatas.
El melihat ke bawah. Ia tercengang melihat pemandangan yang begitu indah dan damai. "Serius itu Ayah dan Om Dirga!",kata El tidak percaya.
"Menurut kamu!".
"Ada apa sih Dik?",tanya Satria yang begitu penasaran tentang apa yang mereka berdua lakukan.
"Coba sini Deh Bang!. Bun!",ajak El yang kegirangan ingin loncat-loncat.
"Ada apa sih!",tanya Bunda kepada Satria.
"Mana aku tahu Bun!",jawab Satria.
Lalu Bunda, Satria, Dino, Sella, Alan, Olivia dan Saga menghampiri mereka berdua. Mereka tercengang melihat keakraban Dirga dan Wibowo.
"Cie.... Cie.... Cie... Ayah dan Calon mertuanya sedang berdiskusi!",goda Sella menyenggol lengan El yang ada di sampingnya.
"Apaan sih Sel!",seru El yang kedua pipinya sudah bersemu merah.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
__ADS_1
...Terimakasih....