Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Tidak Satu Jalan


__ADS_3

Happy Reading.


***


Edwan kesal dengan ancaman dari El. Bisa-bisanya ia mengancam balik.


El merasa puas mengancam Edwan. Ia tertawa di dalam hati melihat wajah Edwan yang berubah masam.


Tiba-tiba dua orang datang menghampiri mereka.


Edwan merasa ada yang berdiri di sampingnya. Ia langsung menengok ke samping. Ia bingung ada seseorang wanita yang berparas cantik dan satu orang laki-laki. "Ada apa ya?",tanya Edwan bingung.


El yang masih fokus dengan ponselnya lalu mendongakkan wajahnya. "Bu Olivia?",sapa El dengan ramah dan langsung berdiri.


Olivia meminta penjelasan dari El dengan sebuah isyarat, siapakah laki-laki yang ada di sampingnya ini?.


"Ini Bu, Bapak Edwan Nata Wijaya!",kata El memperkenalkan CEO Sementara kepada Olivia.


Edwan langsung berdiri mengulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya sebagai CEO di perusahaan XXX dengan sopan dan ramah. Dan tentunya dengan senyuman penuh menggoda.


Dasar laki-laki buaya!. Lihat wanita lebih cantik dari pacarnya aja, matanya sudah jelalatan!. Untung aku sudah tidak menjadi tunangannya! batin El kesal.


"Silahkan duduk Bu Olivia?",kata Edwan mempersiapkan tempat duduk untuk Olivia.


"Terimakasih banyak Bapak Edwan!",jawab Olivia muak. Ia lalu duduk di depan Edwan.


Dan sekretaris Olivia duduk di samping Olivia.


Edwan dan El duduk. El memulai mettingnya dengan perasaan campur aduk. Ia takut kalau Olivia akan membatalkan perjanjian kerjasama karena perganti CEO baru di perusahaan XXX.


"Sangat bagus El kinerja kamu. Saya bangga sama kamu!",puji Olivia.


"Terimakasih banyak Bu Olivia!",jawab El dengaj tersenyum manis. Ia merasa senang bahwa menjelaskan produknya dengan lancar dan tepat.


"Sama-sama El!",sahut Olivia. "Dan saya juga ikut sedih karena Pak Samuel mengalami kecelakaan. Semoga beliau cepat sembuh?",lanjut Olivia sedih. "


"Terimakasih atas doanya Bu Olivia. Saya sebagai kakaknya cuma bisa membantunya dengan seperti ini!",jawab Edwan pura-pura sedih.


"Terimakasih Bu atas doanya. Semoga Pak Samuel cepat bisa bekerja seperti sediakalanya!", lanjut El tidak lupa mengucapkan.


"Aamiin",kata mereka berempat.


"Terus bagaimana Bu kerjasamanya dengan produk yang akan diluncurkan?",tanya El ragu.


"Saya tidak masalah El dengan produk yang akan diluncurkan. Tetapi, saya hanya takut dengan skandal Bapak Edwan yang akan mempengaruhi produk yang akan diluncurkan!",kata Olivia sopan.


"Skandal?. Skandal apa ya Bu?",tanya El tidak mengerti.


Edwan mulai gusar, ia bingung bagaimana cara menyikapi wanita cantik yang sedang duduk di depannya.


"Semua para pembisnis semua sudah tahu El. Skandal percintaannya dengan seorang wanita!",jawab Olivia.


El menengok ke samping Edwan. Ia tidak menyangka bahwa hubungannya dengan Chika akan mempengaruhi kinerjanya.


"Semua para pembisnis akan selalu mempunyai skandal yang luar biasa. Supaya, produk-produk kita akan melejit dipasaran!",kata Edwan dengan santai.


"Tapi bukan skandal antara satu wanita ke wanita lain. Tetapi, skandal perselingkuhan. Karena sebenarnya anda sudah bertunangan dengan seorang wanita, akan tetapi anda melakukan perselingkuhan!",kata Olivia tegas.


Edwan tersenyum miring. "Bukankah itu hal yang biasa ya?. Bukankah setiap kesuksesan seorang laki-laki ada perempuan dibelakangnya!",sahut Edwan mencari kebenaran.


"Pak Edwan, saya tahu bahwa kesuksesan seorang laki-laki selalu ada perempuan dibelakangnya!. Akan tetapi, tanda kutip di sini adalah perempuan itu sebagai apanya dulu?. Kalau sebagai istrinya, saya baru percaya. Tetapi, kalau selingkuhannya?. Apakah itu bisa disebut sebagai perempuan baik-baik dan akankah kesuksesan itu bisa diraih oleh laki-lakinya?",ucap Olivia sadis.


Edwan tersenyum bahagia. Karena penjabaran Olivia sangat cerdas. "Good...good...good... Saya senang mendapat klien seperti anda Bu Olivia. Cerdas, Pintar dan jujur apa adanya. Saya merasa kagum atas penjabaran yang anda katakan itu!",kata Edwan.

__ADS_1


El bisa menghela nafas pasrah. Ia tidak menyangka bahwa skandal yang Edwan buat akan semakin memanas seperti ini.


"Itu skandal saya Bu. Anda tidak perlu khawatir atas skandal itu!",lanjut Edwan.


"Saya tahu itu skandal anda. Tetapi, sekarang anda sebagai pemegang CEO walaupun sementara akan mempengaruhi para kolega-kolega lainnya. Saya takut anda tidak akan bisa membesarkan perusahaan Pak Samuel!",ucap Olivia.


"Terimakasih Bu Olivia sudah peduli dengan perusahaan kami. Laba ataupun rugi itu bukan urusan anda kan?",ucap Edwan menohok.


"Saya tidak peduli dengan anda, Pak Edwan. Saya cuma peduli sama Pak Samuel yang sedang kritis di rumah sakit!",sahut Olivia membenarkan.


Edwan merasa sangat kesal dengan metting ini. Kenapa harus membicarakan tentang Samuel yang sedang sakit?. Memangnya ia tidak bisa mengurusi perusahaannya apa? batin Edwan.


"Maafkan atas skandal Pak Edwan, Bu?",ucap El merasa malu dengan skandal Edwan.


"Kenapa kamu minta maaf El?. Ibu Violla aja yang terlalu membesar-besarkan masalah!",sahut Edwan tidak terima.


"Membesar-besarkan masalah?. Maksud Bapak apa?. Saya menceritakan kenyataannya?. Karena Pak Edwan tidak becus mengelola perusahaan sebesar ini. Buktinya perusahaan yang ada di London rugi besar. Iyakan Pak Edwan?",ucap Olivia membongkar kebusukan Edwan.


"Saya kira anda perempuan baik-baik, Bu Olivia. Ternyata saya salah!. Kata-kata anda tidak pantas untuk ada di sini!",sahut Edwan tidak terima.


"Kata-kata saya tidak pantas ada di sini?. Lalu apa kabar dengan tingkah laku anda Pak Edwan?",kata Olivia kesal.


"Bu Olivia!",kata Edwan marah. "Anda boleh mengatakan apapun itu terhadap saya. Saya tidak peduli. Saya sudah biasa dihina seperti ini. Tapi, saya akan membatalkan kerjasama ini!",lanjutnya.


El kaget setengah mati. Ia tidak menyangka Edwan mengatakan itu. "Tidak Pak Edwan. Anda tidak bisa memutuskan keputusan satu pihak!",sahut El.


"Tapi El?".


"Ini kemauan Pak Samuel, ini perintah dari beliau sebelum beliau mengalami kecelakaan itu. Bapak jangan semena-mena seperti ini!. Saya dan Mbak Tamara sudah bekerja keras membuat kerjasama ini di ACC oleh perusahaan Bu Olivia!",jawab El. Ia tidak mau Edwan mengutamakan keegoisannya.


"Kamu tidak memdengar bahwa beliau sudah menginjak- injak harga diri saya!",kata Edwan kesal.


"Saya tidak menginjak-injak harga diri anda, Pak Edwan. Saya di sini menyampaikan apa yang saya dengar dan apa yang saya lihat. Apa perlu saya memberikan bukti kepada anda?",tantang Olivia.


El mengangga tidak percaya. Ia melihat Olivia dan sekertarisnya pergi meninggalkan tempat duduk. El bergegas mengejar Olivia. Tetapi, lengan El di tarik oleh Edwan.


"Kalau kamu sampai mengejar dia?. Aku pastikan kamu akan hancur!",ancam Edwan.


El diam di tempat. Ia tidak percaya apa yang dikatakan oleh Edwan. Lalu ia menengok ke belakang. Mata menyoroti penuh kebencian. "Kalau kamu mau menghancurkan hidup saya, silahkan!. Tetapi, saya tidak akan membiarkan anda menghancurkan perusahaan Sam!",ucap El penuh dengan penekanan. Ia mengibaskan tangannya supaya bisa lepas dari cengkraman Edwan. Lalu mengejar Olivia.


Edwan diam di tempatnya. Ia lemas tidak percaya lalu duduk di kursi. "Kamu semakin hari semakin berani El!. Aku pastikan perusahaan Sam akan hancur di tanganku!",tekad Sam marah. Ia melihat punggung El yang semakin menghilang dari pandangannya.


El mengejar Olivia yang sudah sampai di loby. "Kak Oliv, tunggu!",teriak El yang menghampirinya.


Olivia dan sekretarisnya langsung berhenti.


"El, ada apa?",tanya Olivia khawatir.


"Saya mohon Kak, jangan batalkan kerjasamanya?. Saya tidak mau perusahaan Sam mengalami kebangkrutan!",kata El bingung.


"Kamu sudah mendengar semuanya kan El, kalau Edwan sudah membatalkan kontraknya?. Saya tidak bisa bekerjasama dengan Edwan. Karena skandalnya terlalu banyak. Saya akan mengalami kerugian yang besar!",jelas Olivia.


"Saya pastikan skandal Pak Edwan tidak akan ada lagi Kak. Saya tidak mau kalau bisnis ini gagal. Ini amanah dari Pak Sam. Saya tahu kak Olivia sangat membenci Pak Edwan, tetapi saya mohon ini semua bukan demi Pak Edwan, tapi buat Pak Samuel kak?. Saya mohon Kak?",kata El memelas.


"Maaf El, saya tidak bisa. Saya tidak mau menanggung semuanya!".


El memegang lengan Olivia. "Saya mohon Kak, saya mohon. Saya tidak mau perusahaan Sam hancur gara-gara keberadaan Pak Edwan!",mohon El.


Olivia memikirkan sejenak. Ia merasa dilema karena masalah ini. Karena disisi lain ada sahabat dari adiknya itu. "Ok, saya tidak akan membatalkan kerjasama ini tanpa persetujuan dari Pak Samuel!",kata Olivia.


El merasa senang dan lega. "Terimakasih Kak!. Terimakasih!",ucap El berkali-kali.


"Tapi ini bukan demi Sam maupun Edwan. Tapi, semua ini demi adik Kakak, yaitu Saga!",kata Olivia menjelaskan.

__ADS_1


"Iya kak. Terimakasih sebelumnya?",ucap El lagi.


"Iya El. Kakak tidak mau kalau kamu bersedih",jawab Olivia. "Oh ya, nanti malam kita makan malam ya, bertiga. Nanti lokasinya biar kak kasih tahu lewat pesan?".


"Iya Kak. El tunggu!",jawab El senang.


"Ya udah, kamu kembali ke sana. Sebelum singa hutan marah sama kamu!".


El tersenyum mendengar kata singa hutan. "Iya Kak. Sekali lagi terimakasih!".


"Iya. Ya udah, Kakak pamit dulu. Assalamualaikum?".


"Walaikumsalam!",jawab El.


Olivia dan sekretarisnya langsung meninggalkan restoran ini.


El memandang punggung Olivia menghilang. Terimakasih Kak. El senang bisa bertemu dengan kak Olivia, orang yang sangat baik. Lalu El berjalan masuk ke dalam restoran lagi. Ia melihat Edwan sedang menyantap makan siang dengan lahap. Ia mengambil tas dan pergi.


"Mau kemana?",tanya Edwan sebelum El pergi menjauh.


El berhenti malas. "Mau kembali ke kantor!",sahut El lalu berjalan lagi.


Edwan membanting sendok dan garpu pelan. Ia merasa kesal bila El selalu bersikap acuh terhadapnya.


El berjalan ke arah jalan raya.


Ardi yang melihat El berjalan kearah berbeda langsung memanggilnya. "Mbak El!".


El menengok ke sumber suara. Pak Ardi.


Ardi berjalan kearahnya. "Mbak El mau kemana?. Mobilnya kan di sana?",kata Ardi.


"Saya mau naik taksi aja Pak. Saya malas harus satu mobil sama Pak Edwan!",jawab El sopan.


"Mbak El dan Pak Edwan sedang bertengkar ya?".


"Tidak Pak. Kita sedang tidak satu jalan. Lebih baik saya naik taksi saja Pak. Daripada saya harus melihat mukanya yang menyebalkan itu!",jawab El dengan muka cemberut.


"Tapi mbak?. Saya tidak tega melihat Mbak El naik taksi. Lebih baik sama saya saja mbak?",ide Ardi.


"Saya tidak bisa Pak. Dia itu benar-benar menyebalkan. Bapak tahu apa yang dia lakukan di dalam restoran tadi?".


"Memang apa mbak, apa yang dilakukan oleh Pak Edwan?",tanya Ardi yang begitu penasaran.


"Dia semena-mena membatalkan kerjasama sama perusahaan milik Bu Olivia. Bapak bisa membayangkan bagaimana kerugian perusahaan kita nanti?. Saya benar-benar tidak mengerti dengan pikiran Edwan itu?. Kenapa Tante Violla mengutusnya menjadi CEO sementara sih!",jelas El dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Saya paham apa yang mbak El pikirkan. Memang Pak Edwan merencanakan perusahaan milik Pak Sam hancur seketika. Tapi, saya mohon mbak, supaya mbak El lebih hati-hati lagi. Ini bukan masalah uang, tetapi nyawa mbak El sendiri!",pesan Ardi.


"Kenapa Pak Ardi bisa berbicara seperti itu?".


"Karena saya yakin, bahwa pesawat yang membawa Pak Sam dan para kru ada sebuah sabotase!".


El mengangga tidak percaya. "Bapak yakin?",tanya El tidak percaya.


"Saya yakin mbak. Tapi, untuk saat ini, saya belum mempunyai sebuah bukti!".


El terdiam mendengarkan itu. Ia tidak menyangka bahwa dalam dunia bisnis akan sekejam itu. Bahkan nyawa menjadi taruhannya.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2