Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Bandung


__ADS_3

Happy Reading.


***


Bandung.


Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu oleh kedua mempelai pun tiba. Mempelai wanita dan laki-laki dengan kamar hotel yang terpisah sedang di rias oleh para tim make up artist. Dony sedang ada di sebuah kamar hotel bersama para sahabat-sahabatnya. Mereka bersendau gurau dengan yang lainnya.


"Kapan Sam kamu menyusul Dony?",tanya Danu.


Sam hanya tersenyum menanggapinya. "Tunggu aja undangan dariku!". Ia kemudian duduk disamping Dony yang sedang di rias.


"Aku senang kamu datang tepat waktu, Sam!",ungkap Dony sambil melirik.


Sam menyandarkan punggungnya. "Tapi, aku datang hanya seorang Don!",jawab Sam mengungkapkan rasa kekecewaannya pada dirinya sendiri.


Dony paham apa yang sedang dirasakan oleh Sam. Ia tidak ketinggalan berita internasional tentang hubungan asmara konglomerat itu. Tapi bagaimana pun, ia juga merasa kecewa dengan apa yang terjadi. "Dan kamu yakin akan bertunangan dengan Laura?. Wanita pilihan kedua orangtuamu itu?".


Sam menepuk-nepuk pahanya mencari jawaban yang pasti. "Sama sekali aku tidak yakin, Don. Menurut mu, aku harus bagaimana supaya hubungan ku dengan El lekas membaik?",tanya Sam ragu.


"Aku tahu bagaimana sifat El. Bila dia sudah mencintai seorang lelaki, maka itu akan menjadi pilihan hatinya. Dan rasa yang di miliki oleh El itu terlalu kuat. Buktinya dari dulu dia menyimpan rasa terhadapku, lalu mengungkapkan isi hatinya kepada kita. Kamu tahu itu. Padahal dia juga tahu, bahwa kamu juga sangat mencintainya. Tapi, pendiriannya tetapkan tidak berubah sama sekali. Dia hanya cinta dan suka sama aku!",jelas Dony panjang lebar.


Benar juga apa yang dikatakan oleh Dony. Buktinya dia juga tidak jatuh hati kepada Kakaknya yaitu Edwan. Tapi, kenyataannya sekarang berbeda, ada laki-laki yang selalu menemaninya setiap kaki El melangkah.


"Berarti selama ini kamu belum memahami apa yang menjadi keinginan El, Sam!",tebak Dony melihat Sam yang bimbang.


Sam hanya diam. Ia tidak tahu harus memulai dari mana. "Aku hanya ragu, Don. Sekarang dia mempunyai bodyguard yang selalu ada disampingnya. Bahkan, setiap aku melihat bodyguard itu, rahang aku selalu mengeras ingin memukulinya!",ungkap Sam mengingat kejadian di depan halte. El masuk kedalam mobil seseorang yang bernama Saga.


"Maksud kamu, Saga?".


"Huum. Dia selalu ada disamping El. Dimanapun El berada".


"Bila kamu hanya mementingkan rasa ego dan rasa ingin balas dendam terhadap Saga, kamu akan kehilangan El. Aku yakin, kamu akan kehilangan El bahkan dari hidupnya El sekalipun!",guman Dony.


"Lalu aku harus bagaimana Don?. Apakah aku harus bersaing sama laki-laki brengsek itu?. Sekarang El lebih memilih laki-laki brengsek itu!".


"Karena menurut El yang pantas untuk dia pertahanan adalah Saga. Karena secara materi maupun secara keluarga, keluarga Saga lah yang terbuka buat El. Sedangkan keluarga kamu, hanya mencaci maki El habis-habisan. Ayolah Sam, berfikirlah secara rasional!. Wanita itu butuh kepastian yang sepasti-pastinya. Kalau perlu kamu segera melamarnya langsung kepada kedua orangtuanya. Minta sama kedua orangtuanya baik-baik. Dan kalau kamu ingin serius memilikinya, segera halalkan dia. Secepatnya!",jelas Dony memberi nasihat kepada Sam.


"Lalu bagaimana dengan kedua orangtuaku Don?. Mereka belum memberikan restu pada hubunganku sama El. Dan El pernah mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menikah dengan laki-laki yang tanpa restu kedua orangtuanya. Dan aku mulai menyerah untuk hal itu!".


"Berarti El sudah memilihmu, tetapi kamu juga harus menyakinkan kedua orangtuamu untuk merestui hubungan kalian. Jadi, kamu harus berjuang merebut restu dari kedua orangtuamu itu!",saran Dony.


"Ok. Aku akan mencoba menghubungi mereka berdua. Apapun yang terjadi, aku akan memilih El sebagai pendamping hidupku".


***


Disisi lain Yasmine sedang duduk dimeja rias sambil bercermin pada kaca besar. Sedangkan Sella melakukan video call dengan El.


"Hallo pengantin yang cantik!",sapa El yang melihat Yasmine begitu cantik di hari bahagia sang sahabat.


"Kakak serius tidak bisa datang?",tanya Yasmine sedih.


"Maaf ya Yas, aku tidak bisa datang. Aku segera melanjutkan menulis skripsi!",ucap El meminta maaf.


"Semoga lancar ya Kak buat skripsinya. Dan segera sidang?".


"Aamiin. Makasih ya doanya!",sahut El. "Acaranya jam berapa Sel?",tanya El pada pada Sella.


"Jam 10".


"Oh...ya Kak Saga sudah sampai belum?. Dia kemarin antar aku dulu sampai ke apartemen",ucap El.


"Gak tahu ya. Soalnya aku belum datang ke kamar calon pengantin laki-laki",jawab Sella. "Kamu tidak tanya Sam datang apa tidak?",goda Sella tersenyum.

__ADS_1


El menarik nafasnya berat. "Mungkin dia datang dengan Laura!",jawab El asal.


"Kamu salah. Dia datang sendiri tanpa Laura".


El terdiam. Ia hanya memandang wajah sang sahabatnya yaitu Sella.


"Jadi Sam tidak mau memperkenalkan Laura dengan kita El. Karena dia tahu, kalau Laura tidak pantas untuknya",cicit Sella.


"Jangan begitu dong Sel. Bagaimanapun Laura, dia akan menjadi bagian dari sahabat kita. Kamu tidak mau itu?",guman El.


Sella memoyongkan bibirnya kesal dengan perkataan El. Ia tidak terima bila Laura akan menjadi bagian dari sahabat kita. "Tapi kecuali Laura ya!. Aku sudah tahu seluk beluk kisah hidupnya. Jadi, aku tidak semudah apa yang kedua orang tuanya Sam katakan!",jelas Sella panjang lebar.


Raina masuk kedalam kamar sang calon pengantin wanita. "Wah belum pada ganti baju ya?",tanya Raina yang melihat para keriuhan para wanita-wanita.


"Belum Teh. Kan acaranya masih lama!",kata salah satu sahabat dari Yasmine.


"Itu bukankah teh Raina, Sel?",tanya El dalam video call.


Raina yang mendengar suara El langsung mendekati Sella. "El bukan?",tanya Raina pada Sella.


"Iya teh".


Raina mengambil ponsel yang di pegang oleh Sella. Ia menyapa El dengan bahagia. "Kok adikku yang satu ini tidak pulang sih?",tanya Raina yang sudah melihat wajah El.


"Hai teh Raina!. Apa kabar?",tanya El sumringah.


"Baik sayang. Bagaimana kabar kamu?".


"Alhamdulillah baik teh. Teh Raina cantik banget!",puji El karena melihat kecantikan yang terpancar dari raut wajah Raina.


Raina tersenyum bahagia. "Kirain teteh, kamu pulang bersama Sam. Soalnya dia sudah ada di kamar calon pengantin laki-laki",jelas Raina.


"Tidak teh",jawab El ragu. " Oh ya, Bunda dan ayah sudah datang teh?",tanya El mengalihkan perhatian Raina supaya tidak membahas lagi masalah tentang Sam.


"Oh",jawab El membulatkan bibirnya.


"Kapan kamu menyusulnya El?. Hubungan kamu dan Sam baik-baik saja kan?",tanya Raina.


Sella tercengang mendengar pertanyaan dari Raina. Ia lebih memilih diam daripada menjelaskan apa-apa.


Deg. El terdiam sesaat. Ia tidak mau semua orang tahu bahwa hubungannya dengan Sam berakhir dengan tidak baik. "Kenapa teteh malah bertanya sama aku. Bukankah terbalik, aku yang seharusnya bertanya sama teteh. Kapan teteh menyusul?",goda El diiringi dengan tersenyum supaya Raina tidak tersinggung.


"Teteh mah gampang. Calonnya aja belum ada",jawab Raina polos.


"Bukankah teteh ada hubungan spesial sama Abang Satria?",goda Sella.


"Apaan sih Sel. Teteh sama Abangnya El itu cuma teman dan tetangga. Mana mungkin teteh suka sama playboy cap kampus kayak dia!",kesal Raina yang ternyata pipinya bersemu merah.


"Sella gak percaya kalau teteh hanya teman dan tetangga. Buktinya aja Om Wibowo memberikan proyek besar sama teteh dan Abang Satria, itu tandanya Om Wibowo memberikan kesempatan kepada teteh dan Abang Satria untuk mengenal satu sama lainnya lebih dalam!",ungkap Sella karena ia tahu proyek yang dikerjakan oleh mereka berdua.


"Ih...sok tahu kamu, Sel. Memang Om Wibowo memberikan proyek kepada teteh dan Satria. Tapi, bukan berarti teteh jatuh hati kepadanya!",sangkal Raina.


Disisi lain Satria sedang ada di balik pintu. Ia mendengarkan percakapan diantara mereka.


El yang mendengarkan Sella dan Raina berdebat, tertawa sendiri. Bisa-bisanya mereka menyempatkan membahas hal yang tidak penting di acara pernikahan adiknya teh Raina. "Ya sudah, aku mau telepon bunda dulu ya!. Kalian lanjutkan perdebatnya. Assalamualaikum!",pamit El yang langsung mematikan ponselnya.


Seseorang sedang berjalan mencari kamar calon mempelai laki-laki. "Mas mau tanya, kamar calon mempelai laki-laki dimana ya?",tanya Saga kepada seorang pelayan.


"Dari keluarga Bapak Dony ya mas?".


"Iya mas".


"Di kamar 145 mas. Mas sebagai groomsman?".

__ADS_1


"Iya mas. Terimakasih mas!",ucap Saga sebelum pergi ke kamar hotel 145. Ia berjalan menyusuri kamar-kamar hotel. Dan ia melihat Sella sedang duduk bersama Alan di depan kamar hotel.


Sella dan Alan tercengang melihat kehadiran Saga yang ada diacara ini. Saga berhenti melihat Sella dan Alan yang terkejut. Saga sambil memegang satu set jas yang ia bawa sebagai dress code sebagai groomsman.


"Dia kok bisa ada di sini?",bisik Alan kepada Sella.


"Bentar ya, yang",pamit Sella yang menghampiri Saga. "Kak Saga".


"Hm...kamar calon mempelai laki-laki dimana Sel?",tanya Saga.


Sella menunjuk dengan jari telunjuknya kearah kamar 145.


"Terimakasih Sel!",ucap Saga sambil memegang handel pintu.


"Kak bentar!",cegah Sella yang membuat Saga terkejut.


"Ada apa?",tanya Saga bingung dengan tingkah laku Sella yang terlihat aneh.


"Hmmm... Hmmm.... Hmmm...",guman Sella merasa bodoh bagaimana menjelaskannya.


"Sam ada didalam!",sahut Alan dengan nada tinggi supaya Saga bisa mendengarkan.


Saga mengalihkan perhatiannya terhadap Alan. Sama dengan Alan, dia memandang Saga dengan tatapan tajam. "Ok. Aku tidak akan mengganggu mereka. Aku akan menjaga jarak sama dia. Tapi, aku harus menemui Dony!",jelas Saga.


"Lebih baik, kamu diluar dulu. Karena aku takut kalian didalam akan membuat suasana menjadi gaduh. Soalnya ini acara pentingnya Dony",saran Alan yang sudah berdiri dismaping Sella.


"Aku bukan anak kecil lagi, Lan. Yang bisa membuat emosi meledak-ledak seperti dulu. Aku sekarang bisa lebih dewasa dalam mengontrol emosi",cicit Saga.


"Terserah kamu Ga. Kita hanya tidak mau ada kekacauan diacaranya Dony yang seumur hidup sekali ini!".


Saga menepuk bahu Alan. Ia sadar Alan hanya memberikan saran dan memberitahu bahwa ini adalah acara terpenting dalam hidup Dony. "Ok Lan. Aku paham itu".


"Tapi, aku ikut ya?",ide Sella yang ingin ikut masuk kedalam kamar mempelai laki-laki.


"Tapi sayang, ini semua laki-laki loh!",cegah Alan.


"Kalau aku tidak ikut masuk, berarti Kak Saga juga tidak akan masuk kedalam. Karena ini adalah permintaan El!",kata Sella yang mencari alasan supaya ia bisa ikut masuk bersama mereka. Dan El adalah kunci yang paling ampuh untuk membohongi mereka.


"Ok Sel. Tapi, nanti kalau terjadi apa-apa kita tidak akan tanggung jawab ya?",goda Saga.


Alan langsung melotot tajam kearah Saga. "Mau mampus kamu!",seru Alan.


Sella yang merasa menjadi rebutan menang banyak. Ia langsung merangkul mesra sang pacar.


Mereka bertiga masuk. Saga dan Sam saling pandang satu sama lainnya.


Dony yang melihat Saga sudah datang langsung menyambutnya dengan bahagia. "Terimakasih Kak, sudah datang keacara aku ini!",ucap Dony sambil memeluk Saga sebagai tanda persahabatan.


"Sama-sama Don. Bagaimana perasaan kamu sebentar lagi akan melangsungkan ijab qobul ini?".


"Yang pastinya tidak seperti biasanya Kak. Rasanya campur aduk menjadi satu!",jawab Dony dengan kacau.


Sam yang melihat keakraban Dony dan Saga merasa risih.


"Apa kabar Sam?. Aku senang melihat kamu masih hidup?",ucap Sella sinis.


"Aku sedang tidak mau berdebat sama kamu, Sel",kesal Sam. Lalu Sam berjalan menuju pintu keluar, tetapi sebelum ia melangkahkan kakinya, Dony dengan sigap menarik lengan Sam supaya tidak meninggalkan kamar ini.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2