
Happy Reading.
***
Saga sedang tanya jawab dengan Tamara yang akan menjadi calon kadidat sekertarisnya. "Berapa lama kamu kerja di perusahaan XXX?",tanya Saga santai.
"Saya kerja di perusahaan XXX sudah hampir delapan tahun Pak",jawab Tamara dengan bahasa formal.
"Lalu kenapa dengan mudahnya perusahaan XXX memecat kamu?. Bukankah kamu sudah ahli dalam bidangnya?",singgung Saga bingung.
"Saya berkata jujur bolehkan Pak?",tanya Tamara bingung bagaimana mau menjelaskan kepada Saga.
"Jangan panggil saya Pak. Kita sedang ada diluar tanpa tugas dari kantor. Kamu bisa panggil saya nama saja. Sepertinya kita seumuran. Itu lebih enak!",saran Saga.
"Sepertinya kurang sopan kalau saya panggil nama. Hm... bagaimana kalau Kakak saja?",saran Tamara.
"Terserah kamu!".
"Baik Pak. Hm...maksudnya baik Kak!",ucap Tamara canggung. "Saya dipecat karena saya sudah terlalu dekat dengan Pak Samuel. Maka dari itu setelah perusahaan diambil ahli sama Pak Edwan, maka Ibu Violla sudah tidak percaya lagi sama saya. Lalu saya akan digantikan dengan calon tunangannya Pak Samuel yang tadi dia juga ada disini!",jelas Tamara.
"Disini. Buat apa?",tanya Saga bingung.
"Loh Kak Saga tidak diundang?",tanya Tamara balik.
"Tidak. Memangnya ada acara apa?".
"Pertunangan Pak Samuel dengan Ibu Laura",jawab Tamara singkat.
"Lalu El dimana?. Sama siapa?",tanya Saga panik.
"Dia diajak masuk kedalam sama Pak Samuel!",jelas Tamara tanpa mengerti maksud dari Saga.
"Gawat!",lirih Saga yang bergegas mencari El kedalam gedung.
Tamara yang melihat Saga berlari bingung. "Ada apa sih?. Bukankah Pak Saga mau menemuiku?",kata Tamara pada dirinya sendiri.
***
Dimeja konferensi pers. Sam dan El duduk dengan tenang. Mereka tidak lupa menebarkan senyuman yang manis.
"Saya tegaskan sekali lagi. Saya sudah menemukan calon istri saya. Dan kurang beberapa bulan, kami akan menikah!",ucap Sam tegas.
El yang duduk disamping Sam merasa tidak percaya bahwa Sam akan berkata seperti itu.
"Rencana bulan apa ya, Pak?",tanya salah satu wartawan.
"Kalian tunggu saja undangannya. Saya dan calon istri saya akan mengundang para wartawan untuk merayakan hari kebahagiaan kami!",jawab Sam tersenyum.
Keluarga Laura dan Dirga melihat konferensi pers hanya tercengang tidak percaya.
Sam benar-benar membuatku malu!. Aku tidak akan tinggal diam! batin Laura marah. Ia segera merangkul Mamanya untuk pergi dari acara ini.
"Lalu bagaimana Mbak Laura Pak?. Apakah sudah tahu bahwa Bapak sudah punya calon istri?",tanya salah satu wartawan lagi.
"Dia sebenarnya sudah tahu dari awal. Tetapi, dia selalu memaksa keluarga saya untuk mempercepat pertunangan kami. Tapi, kalian sudah melihatnya sendiri kan, bahwa saya sudah memiliki calon istri!",jawab Sam dengan bijak.
Violla hanya bisa menahan amarah tentang kelakuan anak bungsunya itu.
"Mama lihat sendiri kan. Bahwa Sam masih mencintai El. Kenapa Mama bersikukuh untuk menjodohkan dengan Laura?",ucap Dirga santai.
"Tapi wanita itu pembawa sial Pa!",tegas Violla tidak terima.
"Pembawa sial yang mana Ma?. Dari dulu kita mengenal keluarga Wibowo itu baik-baik semua loh Ma. Sampai-sampai anak kita saja berteman. Apakah Mama belum yakin sama El?",kata Dirga.
"Mama tahu Pa, bagaimana Sam dulu terjatuh disaat El lebih mencintai Dony. Mama seakan-akan belum percaya cintanya El kepada Sam. Mama ingin yang terbaik buat Sam. Mama takut kalau Sam akan bernasib sama seperti kakaknya!. Mencintai wanita yang tidak jelas asal usulnya. Dulu Mama berharap Edwan melamar El adalah terbaik buat anak kita. Tapi ternyata malah sebaliknya",jelas Violla merasa takut.
"Maut, jodoh dan rezeki itu rencana dari Allah, Ma. Kita tidak bisa menuntut atas itu. Jodoh itu cerminan Ma. Kalau dia baik, insya Allah akan mendapatkan yang terbaik sedangkan yang buruk sebaliknya. Apa lagi El anak yang baik, hormat kepada kedua orangtuanya. Kurang apa lagi sih, Ma?",tanya Dirga.
Violla hanya diam tidak menanggapi pertanyaan dari suaminya. Ia memandang anaknya yang sedang sibuk dengan para wartawan.
__ADS_1
Sam pamit kepada para wartawan. Ia merasa senang telah bertemu wartawan kali ini.
Saga yang sedari tadi hanya di belakang Violla dan Dirga hanya memandang dengan perasaan yang campur aduk. Konferensi pers yang di selenggarakan Sam kali ini mengenai hubungan mereka berdua.
Sam dan El pergi dari meja konferensi pers. Ia berjalan keluar dan tidak lupa menghormati kedua orangtuanya.
"Jangan pergi!",kata Violla melarang.
Sam yang memegang lengan El, El langsung diam ditempat begitu dengan reaksi Sam.
"Maaf Tante. Saya tidak bermaksud untuk melakukan ini. Ini semua Samuel yang melakukannya!",jelas El tidak enak.
"Ma, Pa, ini pilihan Sam. Sam mohon dengan sangat restu dari kalian!. Karena Sam tidak bisa jauh dengan El!",kata Sam.
"Lebih baik kamu istirahat dulu, Sam. Kamu masih sakit!",tegas Violla.
"Tidak Ma. Sam baik-baik saja. Kalau Mama masih ingin Sam bertunangan dengan pilihan Mama. Sam akan keluar dari keluarga Dirga!",ancam Sam serius.
"Sam, ini semua butuh proses yang panjang. Papa tidak mau, mencoreng keluarga Wibowo. Karena Papa sudah berteman dengan beliau lama",saran Dirga.
"Sam tidak akan mencoreng keluarga Wibowo maupun keluarga Dirga. Sam sudah memutuskan matang-matang!",tegas Sam.
"Tante, Om, maaf...maaf sudah membuat keributan seperti ini!",ucap El berkali-kali.
"Saya tidak butuh maaf dari kamu. Kamu selalu mengacaukan apa yang saya inginkan!",kata Violla dengan nada yang tinggi.
"Maafkan saya Tante!",mohon El berkaca-kaca.
Tiba-tiba Edwan datang dengan Chika yang berjalan disamping Edwan. Edwan bertepuk tangan puas. "Inikan yang Mama dan Papa banggakan setiap hari!",ejek Edwan.
"Jaga ucapan kamu Edwan!",bentak Dirga memberi peringatan.
"Edwan akan tutup mulut kalau ....?",kata Edwan terputus. Ia menyerahkan berkas-berkas kepada Sam. "Kalau Sam mau menanda tangani berkas-berkas ini!",tegas Edwan licik.
Sam membolak-balik berkas-berkas itu dengan cepat. Ia membaca sekilas apa isi berkas itu. Ha...penyerahan perusahaan dan jabatan!. Apa maksud dari Kakak! kata Sam dalam hati. Ia menatap kakaknya dengan rahang yang mengeras.
"Sampai kapanpun perusahaan yang aku dirikan sendiri tidak akan aku serahkan kepada siapapun, termasuk Kakak!",kata Sam marah. Ia melemparkan berkas-berkas itu tepat kewajah Edwan.
Edwan tercengang melihat reaksi dari Sam. Dari mana adiknya tahu kalau itu perusahaannya? pikir Edwan terkejut.
"Ayo sayang, kita pergi dari sini!",ajak Sam yang sudah muak dengan pola pikir Edwan. Ia masih memegang erat lengan El. Dan pergi meninggalkan kedua orangtuanya dan juga Kakaknya.
Setelah keluar dari lift mereka bertemu Saga yang sudah menunggu di pintu lift.
"Kakak saga!",panggil El tidak enak, karena telah meninggalkan dia bersama Tamara.
Saga!. Ngapain dia ada disini? tanya Sam dalam hati.
"Halo El... Halo Sam!",sapa Saga mencoba untuk ikhlas menerima keputusan El.
"Maaf ya Kak, Kakak pasti sudah nunggu lama ya?. Aku benar-benar menyesal?",kata El memohon.
"Tidak masalah El!",jawab Saga dengan penuh senyuman. "Jadikan makan malamnya?",tanya Saga sambil melihat ekspresi Sam.
Sam memutar bola matanya jengah.
"Sam, kita makan bersama-sama ya?. Aku mohon. Tadi aku juga mengundang Dony, Yasmine dan Teh Raina. Mereka mau pulang ke Indonesia besok malam. Sekalian perpisahan kecil-kecilan. Please!",mohon El sambil mengatupkan kedua tangan ke dada.
Sam dengan lembut menyentuh kepala El gemas. "Iya!",jawab Sam singkat.
"Terimakasih ya!",ucap El bahagia. "Bentar-bentar, kenapa kamu tidak marah?. Biasanya kalau aku dekat dengan lelaki pasti kamu sudah emosi?. Sam ....?",tanya El penuh selidik.
Ops...mati aku!. Pasti El akan curiga kalau aku sudah sembuh dari hilang ingatan itu! pikir Sam. "Hm...Hm... Hm...!".
"Mungkin Sam tahu El, kalau kita adalah sahabatnya bukan musuhnya!",sahut Saga mencari alasan.
Sialan nih cowok brengsek!. Kenapa dia juga diundang sih! kesal Sam dalam hati. "Iya El. Mungkin seperti itu!",jawab Sam membenarkan perkataan Saga. Awas saja kau!. Kalau aku tidak berbohong demi semuanya, mungkin aku sudah menghajar nih cowok brengsek kedalam ring untuk beradu jotos! kesal Sam yang tidak henti-hentinya menyalahkan keadaan.
Lalu mereka bertiga berjalan ketempat duduk yang Saga pesan tadi. Saga berjalan dibelakang El dan Sam. Ia tidak mau mengganggu keromantisan mereka. Hatiku seperti terpotek melihat keromantisan mereka berdua!.
__ADS_1
Dony, Yasmine dan Raina baru sampai memasuki restoran.
El segera menghampiri mereka bertiga. Ia menyuruh mereka untuk berkumpul satu meja karena Saga memesan meja yang lumayan besar.
"Hai Sam, bagaimana kondisi kamu sekarang?. Senang bisa bertemu lagi dengan kamu?",tanya Dony senang.
"Lumayan. Maaf untuk soal yang kemarin!",ucap Sam merasa bersalah.
"Tidak masalah. Mungkin emosi kamu sedang tidak baik!",jawab Dony.
Tamara berbisik ditelinga El. "Kenapa Pak bos bisa ada disini?. Bukankah sekarang beliau melangsungkan pertunangannya?",tanya Tamara.
"Nanti aku ceritakan Mbak",jawab El berbisik.
Para pelayan menyiapkan makan malam dengan berbagai olahan. Mereka menyantap sambil berbincang-bincang.
"Aku mohon untuk kali ini, kita jangan ungkit masa lalu ya!. Aku mau kita semua berdamai dengan masalah yang dulu belum terselesaikan. Dan untuk kamu, Sam dan Kak Saga, aku mohon kalian berbaikkan?. Kita semakin lama semakin dewasa, tidak mungkin kita akan terus bertengkar dan berkelahi!",mohon El bijak.
Mana mungkin aku akan memaafkan si keparat ini!. Tidak semudah itu El! batin Sam memandang Saga dengan sinis.
"Kalian mau kan?",tanya El yang memandang bergantian antara Sam dan Saga.
Mereka hanya diam, memikirkan pikiran masing-masing.
"Iya Sam. Kita sudah makin tua loh?. Masa tidak ada perubahan?",goda Dony.
"Aku tahu ini sangat berat buat kalian. Tapi, paling tidak kita menurunkan ego kita masing-masing?. Apa tidak bisa?",ucap El.
"Untuk malam ini jangan bahas masalah ini ya, El. Sam masih sakit, mungkin dia tidak ingat!. Jadi, kita bahas yang lain saja. Aku tidak mau Sam mengingatku dengan ingatan yang buruk tentangku!",saran Saga.
"Maaf kalau boleh ikut bicara, kalau menurut Yasmine mungkin ada benarnya juga kata Kak Saga. Kak Sam sedang sakit, maka masalah yang dulu kita tunda saja!",saran Yasmine. "Soalnya kasihan Kak Sam harus memaksanya mengingatnya semua!",lanjutnya.
"Tapi, bukankah kita berusaha menyatukan mereka berdua?. Kita menciptakan kenangan indah tersendiri maka dengan itu, Sam akan mengingat semua kebaikan Kak Saga atau malah sebaliknya, Kak Saga mengingat kebaikan Sam!", pendapat El.
Kenapa sih El lebih membela cowok brengsek ini!. Kalau tidak gara-gara El mengajak aku makan malam bareng Dony, aku tidak mau makan satu meja sama dia! batin Sam yang sudah menahan emosinya. "Kalian sebenarnya membahas masalah apa sih?",tanya Sam bingung.
El tidak percaya reaksi Sam seperti itu. Tadi didalam acara dia marah-marah sama Kak Edwan gara-gara masalah perusahaan!. Tapi, sekarang didepan Kak Saga, ia seolah-olah tidak tahu. Apa maksudnya coba? pikir El dalam hati.
"Sudahlah El, jangan dilanjutkan!. Kita ciptakan kenangan indah bersama bagaimana?",ide Dony.
"Boleh. Bagaimana kalau kita liburan bareng?",saran Raina.
"Boleh Teh. Tapi, apakah kita bisa mengejar waktunya?",tanya Yasmine.
"Bisa dong, Dik. Kan pesawat kita terbangnya malam",jawab Dony.
Yasmine senang karena jadwal penerbangan malam.
"Bagaimana kalau kita malam ini tinggal bareng?",ide Sam penuh kegembiraan.
"Tidak... Tidak... Tidak... Jangan...!",tolak El mentah-mentah. Ia trauma akan kejadian yang tiba-tiba di ruangan tadi bersama Sam.
Semua orang langsung mengalihkan perhatiannya kepada El meminta penjelasannya.
"Kenapa tidak?",tanya Dony.
El memijat kedua pelipisnya, bimbang. "Oke... Oke... kita akan tinggal bersama malam ini!",ucap El tiba-tiba.
Semua orang bersorak gembira karena akan menikmati akhir pekan bersama-sama.
"Aku boleh ikut tidak?",tanya Tamara polos.
"Boleh kok Mbak. Lebih ramai lebih baik!",ucap El senang karena Tamara ikut partisipasi dalam acara ini. Hari dimana kita akan menciptakan kebahagiaan bersama sang sahabat.
***
Jangan lupa untuk komen, like dan vote.
Terimakasih.
__ADS_1