Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Di Apartemen


__ADS_3

Happy Reading.


***


Akhirnya mereka sepakat memilih apartemen milik El buat menginap malam ini. Mereka masuk kedalam apartemen. Apartemen yang begitu luas.


Yasmine kagum dengan apartemen yang sangat mewah ini. Ia segera berjalan ke balkon melihat kota New York dari ketinggian.


Saga masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti baju santai, karena ia sudah gerah memakai jas dari tadi.


Tamara membantu El menyiapkan cemilan dan minuman. "Kamu beruntung El mempunyai apartemen semegah ini, di kota ini!",kagum Tamara.


El tersenyum mendengar kekaguman Tamara pada dirinya, tapi kalau seandainya Tamara tahu siapa pemilik apartemen ini pasti dia akan kagum sama orangnya yaitu bosnya sendiri.


"El, kamu taruh handukku dimana?",tanya Sam tiba-tiba.


Tamara yang mendengar pertanyaan soal handuk langsung mengenyitkan dahinya tidak paham.


"Bukankah dikamar kamu sendiri!. Aku tidak masuk ke kamar kamu loh!",jawab El sambil meracik minuman. Ia tidak sadar kalau disampingnya ada Tamara.


"Ya sudah kalau gitu!". Sam segera masuk kedalam kamar tamu.


"Kamu sama Pak Bos satu atap?",tanya Tamara tidak percaya.


Oops...Bodoh... bodoh...kenapa aku tidak sadar kalau di sampingku ada Mbak Tamara! batin El meruntuki dirinya sendiri.


"El... Jadi benar kalau kamu satu atap sama Pak Bos!. Sebenarnya hubungan kalian seperti apa sih?. Kok sampai-sampai kamu mau satu atap sama laki-laki yang bukan saudara kamu?",tanya Tamara penuh selidik.


"Hm...ceritanya panjang Mbak. Kapan-kapan aku akan cerita sama Mbak. Tapi, bukan malam ini. Aku dan Sam memang satu atap. Tapi, kita tidak melakukan apapun kecuali dalam hal kerjaan. Jadi, Mbak Tamara jangan berpikir yang bukan-bukan ya?",kata El.


"Ok. Aku tunggu cerita kamu!",jawab Tamara.


Raina baru saja datang menghampiri mereka berdua. "Tidak usah repot-repot, El".


"Tidak kok Teh. Ini juga sudah jadi. Ya sudah, kita keruang tengah yuk?",ajak El sambil membawa napan minuman sedangkan Raina dan Tamara membawa cemilan.


***


Disisi lain Sam dan Dony sedang ada di balkon setelah Yasmine masuk kedalam.


"Aku senang Sam, bisa berjumpa lagi dengan kamu sebelum aku pulang ke Bandung",kata Dony membuka percakapan.


"Sama Don. Sudah lama kita tidak saling menyapa dan bertemu. Bagaimana kabar di Bandung?",tanya Sam.


"Kamu sudah ingat aku?",tanya Dony belum yakin.


"Sudah. Kemarin El cerita banyak soal kamu",jawab Sam mencari alasan supaya Dony tidak curiga.


"Alhamdulillah semua baik. Oh ya, di mobil sudah aku siapkan satu set baju buat kamu, buat groomsman di acara pernikahanku. Aku mohon kamu datang ya?",kata Dony.


"Maaf sebelumnya Don, bukannya aku tidak mau. Tapi, aku belum yakin bisa datang atau tidak. Soalnya di perusahaan sedang kacau balau. Kak Edwan sedang membuat masalah dikantor. Maka aku harus menyelesaikan masalahku dulu!",jelas Sam tidak enak.


"Tidak apa-apa Sam. Aku tidak memaksa kamu. Yang penting aku berharap kamu bisa datang!",jawab Dony. "Dan aku bahagia kamu akhirnya bisa bersatu dengan El. Walaupun belum resmi menikah, tapi paling tidak kalian berjuang bersama-sama ".


"Doakan saja, Don. Semoga kita segera menyusul kalian. Aku harus meyakinkan Mama dulu, supaya aku dan El mendapatkan restu dari beliau. Mama masih melarang ku berhubungan dengan El, tapi aku tidak akan menyerah untuk itu!",kata Sam bijak.


Dony memegang bahu Sam memberikan sebuah kekuatan supaya Sam berusaha lebih keras lagi.


"Apakah Saga juga diundang dalam acara pernikahan kamu?",tanya Sam was-was.


"Iya. Dia salah satu temanku pada saat aku di bimbingan belajar. Aku juga tidak menyangka kalau dia ada disini!",kata Dony.


"Iya. Dunia ternyata terlalu sempit!",sahut Sam.


Mereka memandang El, Tamara, Yasmine, Raina dan Saga sedang bercengkrama diruang tengah.


"Aku juga tidak menyangka bahwa perjalananku bersama El sampai sejauh ini. Dulu aku sempat menjauhinya sampai aku tidak lagi mau melihatnya didepan mataku. Tapi, sekarang aku sudah tergila-gila padanya. Kenapa Tuhan selalu memutarkan balikan perasaan seseorang!".

__ADS_1


"Karena Tuhan sedang membolak-balikkan hati manusia. Dulu, aku merasa sangat bersalah karena aku tidak jujur sama kamu. Bahkan baru kali ini, aku mau mencari kalian. Maafkan aku, Sam?. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaan kamu pada saat itu?",ungkap Dony.


Sam menepuk pundak Dony. "Sudahlah Don, itu masa lalu. Dulu secara tidak sengaja aku bersaing sama kamu. Tapi, sekarang sainganku lebih berat lagi yaitu Saga!",kata Sam yang sedang memandang El bercanda dengan Saga.


"Percayalah, El pasti setia kok sama kamu. Buktinya, dia dari dulu tidak pacaran dengan Kak Saga. Padahal Kak Saga selalu ada untuk El daripada kamu!",kata Dony jujur.


"Kok kamu tahu?",tanya Sam mengernyitkan dahi.


"Karena Sella memberitahuku!".


"Wanita bar-bar itu?".


Dony tersenyum geli. "Dia bukan wanita bar-bar, Sam!. Dia sahabat kita. Kalau dia ada disini, mungkin kamu sudah babak belur sama dia!",ucap Dony.


El tiba-tiba berjalan menghampiri Sam dan Dony. "Kalian sedang apa sih?. Berduaan aja, ketiganya setan loh!",ucap El.


"Kita sedang pacaran!",goda Dony yang merangkul Sam manja.


"Idih...geli banget deh!",teriak El tidak mau melihat kelakuan mereka berdua.


"Kenapa?. Kamu cemburu?",goda Sam.


"Mana mungkin aku cemburu sama Dony. Eh...kalian itu cowok sama cowok, masa aku cemburu!",sahut El mencari kebenaran.


"Kalau aku sama cewek lain?",goda Sam dengan mata yang berbinar-binar.


Dony langsung angkat tangan. "Aku tidak ikutan ya!",lalu langsung meninggalkan mereka berdua.


"Kamu mau sama cewek lain?. Silahkan!",jawab El tersenyum sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


Sam tersenyum manja. Ia tahu kalau ia tidak bisa hidup tanpa El. Lalu ia menarik El kedalam pelukannya. "Aku tidak akan bisa, Ellena. Karena hatiku sudah jatuh sejatuh-jatuhnya ke kamu!",peluk Sam dengan erat.


El tersenyum bahagia. Hatinya menghangat untuk kesekian kalinya. Lalu ia melepaskan pelukan Sam. "Terimakasih, Sam!".


Sam langsung mengacak-acak rambut El gemas. "Aku mau tanya sesuatu sama kamu?".


"Kenapa Tamara bisa ikut kedalam acara makan malam?",tanya Sam penasaran.


El mengenyitkan dahinya bingung. Sejak kapan Sam peduli dengan Tamara. Padahal selama Sam hilang ingatan, mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi kenapa Sam menanyakan Mbak Tamara?.


"Kok malah bengong sih?",tanya Sam membuyarkan lamunan El.


"Kamu sudah mengingat semuanya?",tanya El penuh selidik.


"Belum. Memang kenapa?".


El menatap dengan tatapan tajam. "Dari acara konferensi pers tadi sampai kamu melempar berkas-berkas ke Kak Edwan,sikap kamu sudah berbeda Sam. Aku yakin dan sangat yakin kalau kamu sudah mengingat semuanya. Karena perasaanku tak akan pernah bohong!",tegas El yakin.


Sam dilema. Ia sebenarnya ingin merahasiakan kesembuhanya, tapi ia juga tidak ingin membohongi El untuk kesekian kalinya.


"Why?".


"Ok. Maafkan aku kalau sudah berbohong sama kamu, aku tidak sengaja El. Sungguh!",jawab Sam takut bila El marah.


"Kapan Sam?",tanya El sedikit kecewa.


"Aku juga tidak tahu bila aku sempat kehilangan ingatanku. Ingatanku kembali pada saat aku terbangun dari kamar apartemen kamu, setelah pelipis ku terluka. Entah jatuh dari mana aku tidak mengingatnya!",jawab Sam sambil memegang tangan El.


El menundukkan kepalanya terisak. Ia sangat bersyukur bila ingatan Sam kembali pulih.


Sam memegang dagu El supaya El mendongakkan wajahnya. "Kenapa kamu menangis?. Aku tidak apa-apa!".


"Aku minta sama Tuhan supaya ingatan kamu cepat pulih. Dan Tuhan mengabulkan permintaanku!",jawab El terisak.


Sam memeluk El dengan bahagia. Ia benar-benar takut kehilangan orang yang ia cintai. "Aku mohon, jangan beritahu siapapun tentang ini. Aku tidak mau kalau aku harus mengungkit masa lalu!",mohon Sam.


El melepaskan pelukannya. "Kenapa?. Bukankah ini berita bagus buat kita semua?".

__ADS_1


"Tidak El. Aku ingin menjebak Kak Edwan, supaya dia jera melakukan hal yang tidak bagus!".


"Dan kamu ingin memasukkan Kak Edwan kekantor polisi. Buat apa?. Walaupun kelakuannya seperti itu, dia tetap Kakak kandung kamu, Sam. Kamu mau Kakak kandung kamu menderita?",kata El memperingatkan.


"Tapi dia tidak memikirkan aku, El!. Kamu lihat, tadi dia meminta aku buat tanda tangan berkas itu. Dia ingin memiliki perusahaan yang aku bangun dari nol, itu tidak mudah loh El!. Dan kenapa Tamara bisa makan malam bareng kita?".


"Karena Tamara dikeluarkan dari perusahaan bareng sama aku!",sahut El polos.


"Terbuktikan!".


"Tapi, itu bukan permintaan Kak Edwan, Sam!. Tapi mama kamu. Mama kamu yang memecat Mbak Tamara pada saat nanti aku selesai KKN dikantor kamu. Dan akan di gantikan oleh Laura!",jelas El.


"Dan Tamara setuju?",tanya Sam.


"Setuju atau tidak, itu sudah keputusan ketua. Walaupun Mbak Tamara tidak mau, tapi Laura tetap akan menggantikannya!".


"Aku juga tidak tahu. Kenapa Mama bersikukuh untuk menjodohkan aku dengan Laura. Padahal aku sudah melihat kelakuannya di kantor saja sudah enek, apa lagi sampai jadi istriku!",kesal Sam.


"Woy....yang ada di balkon, kalian sedang apa!",teriak Dony.


Semua orang yang ada diruang tengah langsung mengalihkan perhatiannya kepada El dan Sam.


Saga yang melihat mereka berdua sedang bercengkrama berbicara, hatinya panas seakan-akan tidak rela kalau El bersama Sam.


"Iya Don. Sebentar!",sahut El.


"Ayo...kita ke sana!. Ikut gabung?",ajak Sam yang memegang tangan El.


El menariknya ada hal penting yang ia ingin sampaikan.


"Ada apa El?",tanya Sam bingung.


"Tapi kamu harus janji. Jangan buat gaduh sama Kak Saga?. Aku tidak mau kalau kalian bertengkar lagi?",mohon El memelas.


Sam menghela nafasnya kasar. "Kalau aku buat gaduh sama dia, sama saja aku bunuh diri!",kata Sam memperingatkan El. "Sudahlah, jangan berfikir negatif dulu!. Aku akan baik-baik sama Saga, itu cuma demi kamu!",lanjut Sam terpaksa berbicara seperti itu supaya El percaya.


Hati El luluh seketika. Ia sangat senang kalau Sam membuka maaf buat Saga.


Akhirnya mereka berkumpul bersama-sama dan tertawa bersama. Hari ini adalah hari yang sangat menggembirakan buat mereka. Mereka menurunkan ego hanya demi seseorang yang mereka cintai.


***


Pagi Hari.


Seperti biasanya El bangun di pagi hari. Ia segera melaksanakan ibadah di pagi hari. Setelah itu ia segera memasak buat sarapan pagi. Ia melihat Yasmine yang sudah berkutat di perdapuran. "Pagi Yasmine!",sapa El.


"Pagi juga Kak. Kakak mau sesuatu?",tanya Yasmine.


"Tidak Yasmine. Maaf ya, aku terlambat bangun. Soalnya lelah banget badan ini!",keluh El sambil melemaskan otot-otot.


"Tidak apa-apa Kak. Biasa kalau di Bandung Yasmine sering masak. Jadi kebiasaan habis shalat subuh langsung ke dapur",jelas Yasmine. "Oh ya Kak, tadi ponsel Kakak berdering terus".


"Serius?. Lalu mana ponselku?",tanya El bingung. "Kayaknya dikamar tidak ada".


"Diruang tengah Kak. Sepertinya tadi malam ketinggalan di sana!",jawab Yasmine.


El segera berjalan keruang tengah. Ia melihat Saga sedang terlelap di kursi sofa. "Ya ampun, Kak Saga tidur di sofa!",lirih El kasihan melihat Saga. Ia seger mengambil ponselnya. Dan...


El tercengang melihat layar ponsel. 56 panggilan tak terjawab.


"Mampus aku!",ucap El lemas.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2