
“Kenapa kalian berdua tidak menolak permintaan terakhir Tetua Agung tujuh hari yang lalu?” Ling Zhen bertanya pada Xue Lianhua dan Que Mi. Ketiganya sedang menatap pemakaman para pendekar Sekte Lembah Perawan yang telah mereka kuburkan.
“Pertanyaanmu itu...” Xue Lianhua menyipitkan matanya dan mendesah pelan, “Aku hanya ingin memenuhi keinginan Tetua Agung, mungkin ini adalah caraku untuk menebus kesalahanku sebagai pemimpin sekte.”
“Aku juga sama...” Que Mi menjawab pelan.
Ling Zhen sendiri tidak akan menolak saat diberi permintaan untuk menjaga Xue Lianhua dan Que Mi. Tetapi bagaimanapun semua ini diluar rencananya bahkan dia tersenyum tipis mengingat jalan cerita kehidupannya yang tidak terduga ini.
Setelah tujuh hari memulihkan kondisinya di Sekte Lembah Perawan, Ling Zhen mengetahui jika Xue Lianhua berumur dua puluh lima tahun, sedangkan Que Mi lebih muda setahun darinya yakni enam belas tahun.
Keduanya memiliki kecantikan tersendiri, terlebih sosok Xue Lianhua yang dikenal sebagai Matriark termuda dalam sejarah dunia persilatan Kekaisaran Jia.
Pusaka yang dimaksud oleh Tetua Agung Sekte Lembah Perawan adalah seorang gadis yang menerima Aura Salju Kekal. Dan kebetulan orang itu adalah Xue Lianhua yang menjadi Matriark Sekte Lembah Perawan terakhir.
“Setelah ini apa yang akan kau lakukan?” Xue Lianhua bertanya pada Ling Zhen.
“Menikah?” Ling Zhen menjawab pelan dan hampir tidak terdengar suaranya, namun Xue Lianhua dan Que Mi mendengarnya.
Ling Zhen menggaruk kepalanya, “Ah, lupakan. Sekarang aku ingin melanjutkan perjalananku untuk mencari Ramuan Dewi Malam.”
__ADS_1
Ling Zhen menjelaskan tujuannya, tetapi Xue Lianhua dan Que Mi justru memerah wajahnya karena mendengar ucapan Ling Zhen yang pertama.
“Aku sendiri tidak begitu yakin dengan semua ini, dan semoga saja kau adalah orang sesuai dengan penilaian Tetua Agung. Jadi kapan?” Menghiraukan tujuan Ling Zhen, Xue Lianhua justru ingin memastikan apakah Ling Zhen akan menikahi dirinya dan Que Mi dalam waktu dekat.
Ling Zhen memerah wajahnya, baginya ini suatu keputusan yang sulit. Tetapi mengingat janjinya kepada Tetua Agung Sekte Lembah Perawan, tidak ada pilihan lain selain mencari penghulu dan menikahi kedua gadis dari Sekte Lembah Perawan ini.
“Aku ingin memperkenalkan kalian berdua pada Ibuku, tetapi untuk melakukan itu aku harus menyelesaikan sesuatu yang menjadi tanggung jawabku. Sampai saat itu tiba, aku ingin kalian menungguku.” Ling Zhen berkata pada Xue Lianhua dan Que Mi yang terlihat penasaran dengan hal yang akan dilakukan olehnya.
“Jadi apa yang akan kalian berdua lakukan sekarang?” Kini Ling Zhen yang bertanya.
“Kami ingin menjaga tempat ini dan berkelana, mungkin...” Xue Lianhua tertawa renyah, karena jujur saja dia tidak mengetahui tujuannya selain menjaga warisan Sekte Lembah Perawan dari para pendahulunya.
“Panggil aku dengan nama biasa, Mi‘er...” Xue Lianhua menegur Que Mi yang hendak mengutamakan pendapatnya, “Aku bukan lagi seorang pemimpin Sekte Lembah Perawan. Aku hanyalah Xue Lianhua.”
“Senior Xue, bagaimana jika kita berdua ikut Saudara Ling untuk mencari Ramuan Dewi Malam?” Que Mi mengutarakan pendapatnya, karena gadis muda ini ingin mengenal Ling Zhen lebih dalam agar tidak menyesali keputusannya karena menerima permintaan terakhir Tetua Agung Sekte Lembah Perawan dikemudian hari.
Tampak Xue Lianhua sependapat dengan Que Mi, dan keduanya memutuskannya tanpa persetujuan Ling Zhen.
‘Merepotkan...’ Ling Zhen menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, ‘Bukankah sekarang aku berada di Kekaisaran Jia? Sepertinya aku bisa meminta bantuan mereka untuk menunjukkan rute perjalanan menuju Kekaisaran Qing...’
__ADS_1
“Saudara Ling, apakah kau tidak keberatan jika aku dan Senior Xue ikut denganmu?” Que Mi memberanikan diri untuk bertanya. Ling Zhen menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
“Aku tidak keberatan, tetapi perjalananku ini tidak pasti karena aku sendiri tidak tahu tempat keberadaan Ramuan Dewi Malam. Selain itu, aku berasal dari Kekaisaran Qing, jadi aku ingin secepatnya bisa kesana untuk mencari petunjuk...” Ling Zhen berharap jika salah satu dari kedua gadis dihadapannya mengerti situasi yang dialaminya.
“Kekaisaran Qing, aku sama sekali belum pernah berkunjung kesana...” Que Mi terlihat sedang memikirkan sesuatu, tangannya menyentuh dagu sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Sementara Xue Lianhua terlihat memiliki rencana sendiri. Tak lama gadis berbaju hitam keperakan ini menatap Ling Zhen lurus.
“Saudara Ling, kau pernah mengatakan datang dari puncak Pegunungan Longxue. Bisakah kau antarkan kami kesana?” Xue Lianhua penasaran dengan identitas Ling Zhen yang sebenarnya, karena menurut dirinya sosok Ling Zhen terlalu misterius.
“Baiklah, kita akan kesana. Kurasa aku akan menceritakan sedikit masa laluku pada kalian berdua...” Ling Zhen tersenyum kecut, lalu mengajak Xue Lianhua dan Que Mi pergi meninggalkan Sekte Lembah Perawan.
Mereka bertiga mendaki puncak Pegunungan Longxue yang dihuni bermacam-macam Hewan Buas Iblis.
Fenomena alam saat Ling Zhen menuntun Xue Lianhua dan Que Mi menuju puncak Pegunungan Longxue, membuat kedua gadis itu takjub akan keindahan alam es yang membentang luas.
Sebuah segel kuno yang dapat ditembus Rubah Putih menjadi alasan mengapa puncak Pegunungan Longxue tidak pernah ditemukan. Segel yang mempunyai kemiripan dengan dinding pembatas di Lembah Dewa.
Hari itu juga, mata Xue Lianhua dan Que Mi terbuka lebar pada Ling Zhen. Keduanya benar-benar merasa bersyukur karena diberi kesempatan untuk hidup dan menanggung keinginan para saudari-saudari mereka yang telah meninggal terlebih dahulu.
__ADS_1
“Hari ini mataku terbuka lebar. Diatas langit, masih ada langit. Kau sungguh luar biasa, Saudara Ling...” Xue Lianhua tersenyum cerah menatap pemandangan dari atas puncak Pegunungan Longxue.