Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 71 - Perasaan Yue Rou


__ADS_3

Setelah melihat Ling Zhen menguburkan anggota Klan Tengkorak Jalanan, para penduduk ikut membantunya bahkan menawarkan tempat tinggal padanya untuk bermalam.


Walikota Kota Luohan menjelaskan kepada Ling Zhen jika akhir-akhir ini banyak pendekar aliran hitam yang mencoba membangkitkan sekte mereka dengan melakukan pembantaian kepada penduduk.


Walikota Kota Luohan yang bernama Luo Peng ini mengatakan dengan membunuh nyawa tidak bersalah maka para pendekar aliran hitam akan mendapatkan kekuatan sebagai gantinya.


“Nyawa manusia terlihat sangat tidak penting. Jika semua ini berhubungan dengan Sekte Pemuja Iblis, aku tidak bisa membiarkannya...” Ling Zhen memejamkan matanya mengingat akan ketidakmampuannya dimasa lalu saat seluruh keluarganya dibantai.


“Mereka mengambil nyawa anak-anak dan membunuhnya seperti serangga, memperkosa wanita dan memenggal kepala pria. Aku tidak hanya melihatnya, tetapi aku juga merasakannya. Merasakan rasa sakit karena tidak mampu berbuat apa-apa.” Ling Zhen tersenyum getir dan menatao wajah Luo Peng serta para penduduk yang selamat.


“Tuan pendekar, apakah anda pernah menjadi korban kekejaman kelompok itu?” Luo Peng bertanya.


“Bisa dibilang kesalahan mereka adalah membiarkanku hidup. Selama aku ada, aku pastikan akan memburu orang seperti mereka.” Ling Zhen tidak menjawab, melainkan mengatakan hal yang membuat Luo Peng memilih diam karena tidak ingin menyinggung perasaan Ling Zhen.


“Bagaimana, tuan pendekar? Aku sangat berterimakasih jika anda mau menginap dirumahku.” Luo Peng mengajak Ling Zhen untuk bermalam dikediamannya, namun Ling Zhen dengan tegas menolaknya.


“Maaf, aku telah memesan penginapan. Terimakasih karena telah memberiku informasi tentang kelompok yang melakukan tindakan sama seperti kelompok ini.” Ling Zhen berpamitan dengan Luo Peng dan segera menuju penginapan yang dekat dengan gerbang kota.


Saat didepan penginapan tersebut, Ling Zhen menatap kelangit karena merasa ada orang yang mengawasinya.


‘Manusia perempuan itu mengawasimu sejak awal pertarungan melawan Klan Tengkorak Jalanan. Apa kau tidak menyadarinya?’ Rubah Putih menguap dan menatap langit.


“Kenapa tidak mengatakannya dari awal?” Ling Zhen memegang badan Rubah Putih dan mengelusnya lembut, “Senior Yue, dia memang perempuan yang menarik.”


Tak lama terlihat bayangan perempuan yang bergerak dengan kecepatan tinggi kearahnya. Ling Zhen menatap perempuan yang memakai pakaian berwarna merah dengan dua pedang dipinggangnya.


“Zhenzhen, lama tidak berjumpa?” Yue Rou menyapa dan tersenyum kepadanya.

__ADS_1


Ling Zhen menghela napas pelan dan membalas senyuman itu, “Lama tidak berjumpa, Senior Yue. Apa yang kau lakukan di Kota Luohan? Kau tidak hanya ingin menguntitku bukan?”


Yue Rou tersenyum usil sambil merebut Rubah Putih yang ada kepala Ling Zhen kedalam pelukannya, “Aku hanya ingin memberi pelajaran pada Klan Tengkorak Jalanan, tetapi aku tidak menyangka kau akan berurusan dengan mereka. Terlebih kau menghabisi seluruh anggotanya.”


“Aku sendiri tidak menyangka akan terlibat masalah merepotkan. Tetapi kedatanganku kemari untuk penawar Tidur Abadi dan...” Suara Ling Zhen terputus saat melihat tatapan mata Yue Rou.


“Dan?” Bibir Yue Rou tersenyum menggoda.


“Nah, katakan padaku alasanmu datang ke Kekaisaran Chu?” Yue Rou merengek saat Ling Zhen mendecakkan lidahnya dan masuk kedalam penginapan.


Terlihat seorang wanita paruh baya memandang Ling Zhen yang memasuki penginapan. Wanita paruh baya itu mengetahui sosok Ling Zhen karena pemuda itu melakukan aksi heroik melawan Klan Tengkorak Jalanan.


“Apakah ada yang bisa saya bantu, tuan pendekar?” Wanita paruh baya itu menyapa. Kemudian tatapannya beralih menatap perempuan yang menempel disamping Ling Zhen.


“Aku ingin beristirahat. Apa aku bisa menyewa satu kamar untuk bermalam?” Ling Zhen mengeluarkan sejumlah uang sebelum menambahkan jika dirinya memesan makanan hangat untuk dimakan dikamar.


“Ini kunci kamar anda, tuan pendekar.” Wanita paruh baya itu memberikan kunci kamar kepada Ling Zhen yang terlihat dengan perempuan yang menempel disampingnya, “Saya kebawah dulu untuk memasak, tuan pendekar. Pesanan akan datang beberapa menit lagi.”


Setelah wanita paruh baya itu turun kebawah, Ling Zhen membuka pintu kamar dan langsung membersihkan diri dikamar mandi mengabaikan Yue Rou yang seenaknya masuk kedalam kamarnya.


Selesai membersihkan diri, Ling Zhen duduk ditepi ranjang mengamati Yue Rou yang bermain dengan Rubah Putih.


“Senior Yue, kau tahu kedatanganku kemari karena itu bukan?” Ling Zhen menatap Yue Rou yang berhenti menggelitik badan Rubah Putih dan membalas tatapannya.


“Apa kau sungguh akan menikahiku?” Yue Rou dengan tatapan polos membuat Ling Zhen menggaruk kepalanya.


“Sebenarnya apa yang Ratu Chu bicarakan padamu? Seingatku aku belum menyentuhmu. Tetapi karena sudah sejauh ini, aku akan sepenuhnya bertanggung jawab. Lagipula, aku tidak keberatan.” Ling Zhen tersenyum dan membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


“Ratu mengatakan jika kau akan menikahiku. Aku sendiri tidak ingin anakku tidak memiliki seorang ayah, tetapi aku tidak menyangka kau menjadi suamiku, Zhenzhen.” Yue Rou menanggapi setengah antusias.


“Jadi apakah kita bisa membuktikannya disini?” Ling Zhen sedikit memancing Yue Rou yang terlihat menggoda.


“Membuktikan?” Yue Rou mengerutkan keningnya.


“Kau tahu Senior Yue, jika kau sungguhan hamil itu artinya kita berdua telah melakukan hubungan intim. Kau mengatakan aku telah menidurimu didepan istriku, aku ingin membuktikannya apakah kau masih perawan atau tidak?” Ling Zhen secara blak-blakan mengutarakan apa yang menjadi kekesalannya.


Yue Rou tersenyum menggoda, “Kita bisa melakukan itu setelah menikah. Tetapi Zhenzhen, kriteria suamiku adalah orang yang mampu mengalahkanku bertarung. Jadi jika kau bisa mengalahkanku dalam duel, maka kita akan melakukan itu.”


Ling Zhen menelan ludah, “Baiklah. Sebelum itu, bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu, Senior Yue?”


“Boleh.” Yue Rou berdiri dan duduk diranjang.


“Apakah kau menyukaiku?” Ling Zhen ingin memastikan. Jujur dirinya menyukai Yue Rou, walau perempuan itu terkadang menyebalkan, tetapi tindakan alami Yue Rou membuat hari-harinya cerah dan menyenangkan.


“Entahlah, tetapi aku tidak membencimu. Bagiku yang hidup bersama Ratu dari kecil tentu mengenal pria sepertimu membuatku merasa tenang saat berada didekatmu. Dimataku, kau terlihat gagah saat mencoba bertambah kuat bahkan dengan bodohnya melawan orang yang lebih kuat darimu.” Jawaban Yue Rou membuat Ling Zhen tersenyum dan mendekati perempuan itu.


Saat Ling Zhen hendak memegang tangan Yue Rou, ketukan pintu kamar membuyarkan lamunan Ling Zhen.


“Tuan pendekar, pesanan anda sudah siap.” Segera Ling Zhen beranjak membuka pintu dan mengambil sup hangat yang telah disiapkan penginapan.


“Mari makan, Senior Yue.” Sekarang Ling Zhen terlihat tidak keberatan tidur sekamar dengan Yue Rou.


Yue Rou berjalan kearah Ling Zhen sebelum makan bersama dengan pemuda itu.


‘Bocah manusia, jika kau ingin melakukan kegiatan malam dengan manusia perempuan itu, jangan lakukan dihadapanku.’ Rubah Putih memprotes tindakan Ling Zhen yang hendak memeluk tubuh Yue Rou jika wanita paruh baya tidak mengetuk pintu membawa makanan.

__ADS_1


Ling Zhen tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebelum menikmati sup hangat sambil memandang wajah Yue Rou hangat.


__ADS_2