Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 54 - Jatah Dari Ji Yanran


__ADS_3

Ling Zhen menjelaskan tanpa menyembunyikan sedikitpun pada Ji Yanran. Namun perempuan yang telah menjadi istrinya itu tetap tidak percaya.


“Aku tidak marah karena kau memiliki dua calon istri dan perempuan di Kekaisaran Jia. Tetapi aku sekarang sangat kesal setelah mengetahui aku bukan yang pertama untukmu, Adik Zhen!” Setelah mendengar cerita Ling Zhen, Ji Yanran justru berkata demikian. Tentu itu membuat Ling Zhen kebingungan harus menanggapinya seperti apa.


“Tidak, Kakak Ji. Kau adalah perempuan pertama yang melakukan itu denganku.” Ling Zhen ingin Ji Yanran mendengar yang sebenarnya, tetapi Ji Yanran terlihat tidak percaya.


“Lalu kenapa Nona Yue bisa hamil?” Ji Yanran mengangkat alisnya dan bertanya.


“Kami memang tidur seranjang, tetapi belum melakukannya. Justru aneh, kalau dia hamil.” Ling Zhen menjawab tegas. Tetapi Ji Yanran tidak mempercayainya.


“Adik Zhen, kemarin aku melihat sendiri Nona Yue muntah-muntah dan merasa mual seharian.” Ji Yanran menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang.


“Kakak Ji, percayalah padaku-”


“Aku tahu. Jadi kau sebagai laki-laki harus bertanggung jawab. Aku tidak keberatan, tetapi aku kecewa karena kau tidak mengakuinya. Jadi katakan sekarang padaku, Adik Zhen. Katakan yang sebenarnya.” Ji Yanran tersenyum dan memejamkan matanya.


Mata Ji Yanran terbuka pelan dan menatap pemuda yang duduk diseberang meja, “Aku akan memaafkanmu dan memberimu hadiah, jika kau mengatakan yang sejujurnya.”


Ling Zhen menarik napas panjang dan menggaruk kepalanya sebagai tanda dia tidak percaya dengan hal yang dia alami sekarang.

__ADS_1


“Aku telah meniduri Senior Yue. Sebagai lelaki, aku akan bertanggung jawab untuk menikahinya.” Tubuh Ling Zhen gemetar hebat setelah mengatakan hal itu.


Ji Yanran tersenyum manis, “Bagus, satu lagi, aku dengar kau sudah melakukan itu dengan Ratu Chu di Ibukota Qinghong.”


“Aku tidak melakukan-”


“Adik Zhen.” Ji Yanran memotong perkataan Ling Zhen dan kembali tersenyum tipis.


Ling Zhen menelan ludah tidak percaya, ‘Apa-apaan ini?’ Dengan satu tarikan napasnya, Ling Zhen sebisa mungkin menenangkan dirinya.


“Aku juga akan bertanggung jawab atas hidup Ratu Chu.” Ling Zhen merinding setelah berkata demikian.


“Iya, Kakak Ji.” Ling Zhen menjawab singkat dan terdiam.


‘Kenapa aku merasa seperti seorang anak yang dimarahi Ibunya?’ Ling Zhen menghela napas panjang.


Ji Yanran berdiri dan berjalan menuju kamar, “Apa tidak ada hal yang ingin kau lakukan malam ini?”


Ling Zhen menelan ludahnya mendengar ucapan Ji Yanran. Untuk menghilangkan stresnya, segera Ling Zhen berjalan mendekati Ji Yanran dan memeluknya.

__ADS_1


“Kakak Ji, aku ingin...” Bisikan lembut terdengar di telinga Ji Yanran.


Wajah Ji Yanran bersemu merah, “Kita sudah menikah dan melakukan itu, tetapi kita masih tetap memanggil sebutan yang kita ucapkan saat kecil.”


Ling Zhen tersenyum, “Aku justru senang kita tidak berubah sejak saat itu.” Sentuhan lembut bersarang diperut Ji Yanran dan membelai halus.


Ling Zhen dan Ji Yanran bergegas menuju kamar, keduanya sepakat untuk memanggil mesra satu sama lain saat dihadapan orang lain, sedangkan saat mereka berdua, keduanya akan memanggil dengan sebutan yang sering keduanya gunakan saat kecil.


Saat memasuki kamar, Ling Zhen dan Ji Yanran tidak melepaskan pelukan. Bahkan bibir keduanya menyatu dan beradu.


Keduanya larut dalam keheningan malam yang perlahan menyapa saat matahari terbenam sepenuhnya.


Suara rintihan dan desahan menggema seiring terlepasnya pakaian yang dikenakan Ling Zhen dan Ji Yanran.


Ji Yanran membuka kakinya cukup lebar dan tersenyum manja pada Ling Zhen, seolah-olah memberitahu jika ini adalah hadiah yang sangat ingin Ling Zhen lakukan setelah berkata jujur.


Walau Ling Zhen masih kesal mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, tetapi dihadapannya sekarang tergolek lemah tanpa perlawanan seorang perempuan dewasa berumur dua puluh sembilan tahun dan dua belas tahun lebih tua darinya.


Ling Zhen menikmati setiap sensasi yang mencengkeram erat tubuhnya. Malam yang panjang dilaluinya bersama Ji Yanran, diiringi suara desahan yang saling bersahutan dan deritan ranjang hingga keduanya terbang ke alam surgawi yang indah dan sangat terindah.

__ADS_1


__ADS_2