Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 59 - Pembalasan Ling Zhen


__ADS_3

Setelah meninggalkan pelabuhan, Hei Long menunjukkan lokasi setiap bangunan yang menjadi tempat para budak ditahan. Setiap Ling Zhen dan Hei Long membebaskan para budak, banyak penduduk kota yang gembira karena melihat kerabat mereka kembali dengan keadaan selamat.


Tetapi kebanyakan dari mereka ketakutan, Ling Zhen menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang melihat kondisi Kekaisaran Qing yang sangat memprihatikan.


Setelah membebaskan para budak yang ditahan dirumah makan, Ling Zhen dan Hei Long membunuh semua pendekar Lentera Kerakusan yang menjaga setiap rumah tahanan para budak.


“Ling Zhen, setelah ini kita hanya perlu mengakhiri semuanya dengan melenyapkan para bedebah itu.” Hei Long berkata serius, namun tatapannya keheranan pada Rubah Putih yang tidur dengan pulas diatas kepala Ling Zhen.


”Sebenarnya aku penasaran daritadi, kenapa rubah berwarna putih ini menempel dikepalamu? Padahal kau sangat menakutkan saat bertarung, tetapi melihat penampilanmu seperti ini kesan menakutkannya menghilang...” Hei Long berkomentar dan tertawa.


Ling Zhen ikut tertawa dan menyentuh bulu-bulu halus Rubah Putih yang g tertidur diatas kepalanya.


“Hei Long, rubah ini adalah penyelamatku. Terkadang dia menyebalkan, tetapi tanpanya aku tidak dapat seperti sekarang ini.” Ling Zhen tersenyum saat mengatakan itu.


Hei Long bisa melihat jika Rubah Putih sangat berarti bagi Ling Zhen. Keduanya terus berbincang dalam perjalanan membicarakan orang-orang yang ada di keluarga Hei.


Menurut Hei Long, dua eksekutif Lentera Kerakusan merupakan orang terkuat yang menjadi tombak sekaligus tameng keluarga Hei, tetapi kedua orang itu telah mati mengenaskan ditangan Ling Zhen.


Hei Long menunjuk bangunan termegah di Kota Heidong dan menjelaskan jika disana terdapat sekitar lima ratus penjaga dan merupakan pendekar aliran hitam dari berbagai yang sekte yang bergabung menjadi bagian Lentera Kerakusan.


“Target utama kita adalah kepala keluarga Hei, Hei Wu dan Hei Feng. Mereka berdua adalah iblis dibalik semua ini. Dan kedua orang itu terlibat langsung dalam pembantaian keluargamu.” Hei Long menjelaskan kepada Ling Zhen.


“Ya, aku mengerti, Hei Long. Tidak ada gunanya menahan diri. Bahkan mereka tidak sadar jika hari ini adalah hari dimana mereka mendapatkan pembalasan.” Ling Zhen terlihat dingin saat mengatakan itu, tatapan mengarah tajam pada ratusan penjaga yang sedang meminum arak dan berpesta.


Melihat kedatangan Ling Zhen dan Hei Long yang menaiki tangga, seketika puluhan penjaga mengarahkan senjatanya pada Ling Zhen maupun Hei Long.

__ADS_1


“Hei Long, kau tidak perlu ikut campur. Mulai dari sini, aku yang akan bertindak!” Ling Zhen menarik napas panjang dan mengolah pernapasan halus.


“Bukankah ini Tuan Muda Hei Long, anak dari wanita yang dulu dipecundangi kita-” Kepala penjaga itu terpotong Pedang Sembilan Naga sebelum menyelesaikan perkataannya.


Melihat kepala rekan mereka menggelinding, seketika ratusan penjaga melepaskan aura pembunuh dan menjaga jarak dari Ling Zhen.


Hei Long terlihat tidak bisa mengontrol emosinya saat mendengar ucapan penjaga yang mati.


Ling Zhen melirik tajam Hei Long yang melepaskan aura pembunuh, “Hei Long, kau cukup diam! Ini perintah!”


Hei Long berkeringat dingin mendengar ucapan Ling Zhen dan menekan aura pembunuh miliknya, lalu menarik napas panjang menenangkan dirinya.


“Aku akan berjaga disini, Ling Zhen. Sepertinya tindakan kita memancing penduduk kota...” Hei Long menoleh ke belakang melihat ratusan penduduk kota yang memegang senjata dan menyuarakan tekad mereka untuk menggulingkan keluarga Hei yang menguasai Heidong.


Setelah berkata demikian Ling Zhen melesat cepat menyerang penjaga didalam kediaman keluarga Hei. Ling Zhen mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar dan menebaskan pedangnya tanpa menahan diri.


Walau memiliki jumlah yang banyak, para penjaga yang menjadi kekuatan utama keluarga Hei merupakan pendekar raja dan pendekar kaisar, tentu Ling Zhen tidak kesulitan menghabisi mereka.


Sementara Ling Zhen memainkan pedangnya dengan lincah dan agresif, Hei Long membukakan jalan untuk Ling Zhen masuk kedalam rumah termegah di Heidong.


Ling Zhen tersenyum dan memasuki kediaman keluarga Hei, disana hanya ada pria hidung belang yang bermarga Hei dan sedang menghisap wangi perempuan.


Kedatangan Ling Zhen yang berlumuran darah membuat para anggota keluarga Hei kalang kabut, bahkan dari mereka ada yang Ling Zhen bunuh karena hampir menodai seorang gadis.


“Cih, bisa-bisanya binatang seperti mereka berkuasa selama puluhan tahun!” Ling Zhen menghabisi setiap pria bermarga Hei yang dia temui dan tidak memberi kesempatan bicara pada setiap pria yang dia bunuh.

__ADS_1


Dari semua orang bermarga Hei, tidak ada yang perempuan. Ling Zhen mengingat ucapan Ji Yanran yang mengatakan keluarga Hei hanya memiliki laki-laki sebagai anggota keluarganya.


Dan semua itu benar apa adanya. Mengetahui dan melihat semua ini dengan mata kepala sendiri membuat darah Ling Zhen mendidih.


Hingga sepanjang ruangan tergeletak pria tak bernyawa, Ling Zhen masuk ke ruangan terbesar dibangunan dimana disana terlihat dua pria bermarga Hei sedang minum arak bersama dua pendekar bumi yang memancarkan aura pembunuh menyengat.


Ling Zhen menendang pintu itu dan menatap tajam keempat pria yang terkejut melihat kedatangannya.


“Apa yang terjadi? Siapa dirimu yang dengan lancang mengganggu pertemuan kami!” Kepala keluarga Hei yang bernama Hei Wu memukul meja dan menatap rendah Ling Zhen.


“Ayah, lebih baik serahkan saja pada Senior Feng dan Senior Huo.” Pria bernama Hei Feng berdiri dan menyeringai menatap Ling Zhen.


”Tuan Muda Hei Feng, dimana Setan Rakus dan Taring Kerakusan? Seharusnya mereka berdua dapat mengatasi seekor lalat seperti ini!” Pria bernama Feng Lintian berdiri dan menarik pedangnya, disusul pria bernama Huo Weng.


“Mereka berdua telah kubunuh. Apakah kalian tidak sadar dengan situasi ini? Ini pembantaian!” Ling Zhen menatap dingin keempat pria yang mematung mendengar ucapannya.


Namun Feng Lintian dan Huo Weng tersenyum, tak lama Feng Lintian menjentikkan jarinya hingga bayangan tubuhnya membesar dan keluar tujuh orang dari bayangannya.


“Mereka semua adalah tujuh petinggi Lentera Kerakusan. Masih terlalu dini untukmu melawan kami berdua, anak muda.” Dengan sombongnya Feng Lintian berkata demikian.


“Serang bocah ini dan bunuh dia dengan cara yang paling mengenaskan!” Teriak Feng Lintian pada ketujuh petinggi Lentera Kerakusan.


“Baik, pemimpin keempat!” Ketujuh petinggi Lentera Kerakusan membentuk formasi dan menyerang Ling Zhen secara bersamaan.


“Majulah, aku akan mengakhiri nyawa mereka dalam tujuh kali tarikan napasku!” Ling Zhen mengolah Seni Napas Naga sebelum memainkan Pedang Sembilan Naga menyambut serangan dari ketujuh petinggi Lentera Kerakusan.

__ADS_1


__ADS_2