Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 118 - Hadiah Ulang Tahun I


__ADS_3

‘Gege!’ Xue Lianhua memukul dada Ling Zhen saat dirinya hampir kehabisan nafas. Ling Zhen tersenyum dan mengalihkan perhatiannya pada leher jenjang Xue Lianhua.


Xue Lianhua benar-benar dibuat tidak berdaya dengan setiap gigitan mulut Ling Zhen, terlebih telapak tangan pemuda itu sudah menyentuh perutnya dan mulai melanjutkan aksinya keatas dan kebawah.


“Gege... Aahhh!”


Xue Lianhua mendesah saat Ling Zhen memberikan gigitan dileher jenjangnya, bahkan telapak tangan kanannya sudah masuk kedalam gaunnya dan meraba salah satu benda kenyal yang membusung indah.


Sementara telapak tangan kiri Ling Zhen semakin kebawah dan bermain-main disana. Xue Lianhua merasakan sensasi nikmat dan geli yang bercampur menjadi satu.


Mendengar suara desahan Xue Lianhua membuat Ling Zhen semakin bersemangat untuk terus membuat istri keempatnya ini melayang. Saat Xue Lianhua memekik, Ling Zhen mengecup bibirnya dan memperdalam ciumannya untuk meredam suara pekikan wanita itu.


“Mmmhhh!” Xue Lianhua memukul dada Ling Zhen bersamaan dengan tubuhnya yang gemetar hebat.


Ling Zhen menatap seluruh ekspresi Xue Lianhua dengan seksama membiarkan wanitanya menikmati sensasi pelepasannya.


Saat Xue Lianhua sedang mengatur nafasnya, Ling Zhen membuka seluruh pakaiannya. Kemudian dia kembali duduk sambil menatap wajah Xue Lianhua yang malu-malu itu.


“Lian‘er.” Ling Zhen menyebut mesra Xue Lianhua. Segera wanitanya itu duduk dan membuka pakaian Ling Zhen.


Ling Zhen berdiri dan tersenyum saat Xue Lianhua melepaskan kain terakhir yang menutupi tubuhnya. Ekspresi wajah Xue Lianhua dan tatapan matanya membuat Ling Zhen kembali tersenyum.


Dengan penuh kelembutan Ling Zhen mengelus kepala Xue Lianhua.


“Ada apa Lian‘er?”


Xue Lianhua gemetaran melihat bagian pribadi Ling Zhen yang berdiri tepat didepan wajahnya. Ini sangat berbeda dari yang terakhir kali dia lihat. Xue Lianhua menelan ludah berulang kali.


“Ini...” Reaksi spontan Xue Lianhua membuat Ling Zhen tersenyum.


Pada akhirnya Xue Lianhua melakukan hal yang belum dia lakukan sebelumnya. Ling Zhen benar-benar menikmati setiap sensasi yang diberikan Xue Lianhua.

__ADS_1


Seperti mulut yang menelan sesuatu lebih besar, Xue Lianhua tersedak. Ling Zhen mengelus rambut hitam Xue Lianhua dan berulang kali mendesis hebat.


“Cukup Lian‘er.” Ling Zhen menindih tubuh Xue Lianhua dan mulai memposisikan miliknya.


Ragu Xue Lianhua saat melihat milik Ling Zhen berada di atas perutnya. Sedangkan Ling Zhen sudah dalam kondisi terbaik untuk menuntaskan hasratnya.


“Tunggu, tunggu sebentar, Gege!” Xue Lianhua mengubah posisinya senyaman mungkin. Kedua pahanya dia buka lebar dan kepalanya tidak berhenti fokus kebawah.


Ling Zhen melihat kedua kaki jenjang Xue Lianhua gemetaran, “Aku akan memulainya, Lian‘er.” Ling Zhen sendiri mengetahui mengapa Xue Lianhua menjadi ragu, padahal keduanya sudah sering melakukan kegiatan ini berulang kali.


Tetapi milik Ling Zhen mampu membuat kedua bola mata Xue Lianhua terbuka lebar tidak percaya. Bahkan wanita itu sudah merasakannya sendiri, kini terlihat Ling Zhen sudah mulai melakukan penyatuan dengan penuh kelembutan.


“Tahan sebentar, Lian‘er. Aku akan pelan-pelan, ini bukan pertama kalinya untukmu. Tetapi ini begitu sempit.” Ling Zhen meringis untuk sesaat sambil menenangkan Xue Lianhua.


Wajah Xue Lianhua mengernyit saat ada benda tumpul yang panjang dan besar memasuki tubuhnya. Milik Ling Zhen tidak menyatu sepenuhnya, tetapi sudah membuat Xue Lianhua memekik dan merintih.


“Gege, pelan... Aku tidak kuat...” Xue Lianhua memberi isyarat karena jujur dirinya masih membiasakan diri dengan milik Ling Zhen yang telah berbeda dari sebelumnya.


Ling Zhen tidak menyangka dengan sesuatu yang mencengkeram miliknya begitu kuat, dia sudah sering menyapa milik Xue Lianhua tetapi sensasi malam ini sangat berbeda dengan dua bulan yang lalu. Ling Zhen semakin terbuai saat melihat Xue Lianhua mulai menikmati permainannya.


“Lian‘er, ini sangat sempit!” Ling Zhen terus memacu tubuhnya dan menggelengkan kepalanya untuk sesaat.


“Akh! Gege!” Xue Lianhua merasakan sensasi hebat yang akan meledak dalam tubuhnya saat Ling Zhen menggerakkan tubuhnya begitu cepat.


Ranjang tempat keduanya berhubungan bergoyang dan berderit. Ling Zhen menghentakkan tubuhnya dengan kuat dan membiarkan Xue Lianhua menikmati pelepasannya kembali.


Nafas Xue Lianhua terengah-engah, sementara Ling Zhen masih mendiamkan miliknya disana dan memangku tubuh Xue Lianhua diatasnya.


“Gege?” Xue Lianhua terkejut karena Ling Zhen yang sekarang benar-benar perkasa.


“Lian‘er...” Ling Zhen mulai menggerakkan tubuh Xue Lianhua dengan lembut.

__ADS_1


Berawal dari gerakan naik turun yang lembut, tubuh Xue Lianhua kembali menegang dan miliknya semakin kuat menjepit milik Ling Zhen.


“Aaahhh!”


Seluruh tubuh Xue Lianhua lemas saat tempo teratur gerakan Ling Zhen membuat tubuhnya menggelinjang. Keringat keduanya menyatu, Xue Lianhua mengalungkan kedua tangannya keleher Ling Zhen dan membenamkan wajah suami tampannya ke dua benda kenyal berharga miliknya.


Ling Zhen menghentakkan tubuhnya keatas dengan kuat dan menindih tubuh Xue Lianhua membuat wanita itu memekik, sedangkan Ling Zhen mendesis dan melepaskan hasratnya.


Ling Zhen kembali memacu tubuhnya, Xue Lianhua pasrah dan spontan melingkarkan kedua kakinya pada tubuh Ling Zhen sambil memeluk erat-erat suaminya itu.


Ling Zhen menghentakkan tubuhnya dengan keras berulang kali membuat Xue Lianhua berteriak. Hingga akhirnya Xue Lianhua merasakan kehangatan cinta Ling Zhen masuk kedalam tubuhnya.


Melihat Xue Lianhua kelelahan, akhirnya Ling Zhen mengakhiri kegiatannya. Sebenarnya dia masih ingin, tetapi ekspresi wajah Xue Lianhua yang pasrah dan lelah membuatnya menahan diri.


“Terimakasih, Lian‘er... Aku ingin kamu menerimanya...” Ling Zhen mengecup kening Xue Lianhua, kecupan itu turun ke mata, pipi dan berhenti dibibir tipis yang merekah indah.


“Gege..." Xue Lianhua mengecup bibir Ling Zhen singkat dan tersenyum saat merasakan milik Ling Zhen semakin membesar mendiami miliknya.


Ling Zhen memiringkan tubuhnya dan tidak melepaskan penyatuan. Ling Zhen terus mengelus perut Xue Lianhua dan menggerayangi tubuh wanita itu hingga akhirnya Xue Lianhua tertidur lemas.


Setelah Xue Lianhua tertidur, Ling Zhen melepaskan penyatuan dan berdiri. Dia langsung berjalan menuju luar pintu kamar dimana terlihat siluet seorang wanita paruh baya.


“Bibi Qian, jangan bersembunyi. Lian‘er sudah memberikan hadiah untukku. Apa kau tidak ingin memberikan apapun untukku?” Ling Zhen berjalan cepat mendekati bayangan Qian Yu, tetapi sesampainya di luar kamar dirinya tidak menemukan siapapun.


“Bibi Qian, aku tahu kau melihat semuanya.” Ling Zhen sengaja tidak menutup pintu kamar karena semua ini. Pemuda itu memakai pakaiannya dan merasakan hawa keberadaan Qian Yu yang berada didekat Kolam Lima Warna.


Ling Zhen dengan penuh kehati-hatian berdiri dibelakang Kolam Lima Warna membuat Qian Yu tersentak kaget.


“Gege!” Ekspresi wajah Qian Yu memerah bahkan nafasnya tidak beraturan. Ling Zhen tersenyum dan menatap wajah Qian Yu yang berpaling darinya.


“Bibi Qian...” Ling Zhen berdiri dan memandang tubuh wanita paruh baya yang memakai gaun kuning keemasan.

__ADS_1


__ADS_2