Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 76 - Ungkapan Perasaan Ling Zhen Dan Chu Xiulan


__ADS_3

Ling Zhen berjalan mengelilingi Istana Chu dan melihat sesosok perempuan berparas cantik sedang duduk di taman sendirian.


“Selamat malam, Ratu Chu...” Ling Zhen duduk disamping Ratu Chu dan menatapnya dalam.


Ratu Chu menoleh dan membalas dengan senyuman, “Selamat malam, Ling Zhen...”


Ling Zhen memperhatikan Ratu Chu yang terlihat sedang menatap bunga-bunga, tak lama perempuan disampingnya itu menghela nafas ringan.


“Ling Zhen, mulai sekarang panggil aku Chu Xiulan, itu adalah namaku.” Ratu Chu tersenyum manis kepada Ling Zhen.


‘Tunggu, kenapa dia berbeda?’ Ling Zhen merasa Ratu Chu sedang menyembunyikan sesuatu. Senyuman perempuan itu terlihat sedih.


“Chu Xiulan. Nama yang bagus.” Ling Zhen tersenyum dan memegang tangan Chu Xiulan.


Merasakan sentuhan tangan pemuda disampingnya, Chu Xiulan terperanjat kaget. Matanya menatap Ling Zhen yang juga menatap dirinya penuh makna.


Chu Xiulan memajukan kepalanya kedepan dan memejamkan matanya, bibir tipisnya terbuka merekah indah dengan sempurna.


Ling Zhen menyipitkan matanya dan memajukan kepalanya, namun dia mengecup kening Chu Xiulan penuh kelembutan.

__ADS_1


“Xiu‘er, bagaimanapun kau belum sah menjadi istriku. Jadi jaga kehormatanmu untukku sampai kita telah menikah.” Ling Zhen tersenyum saat mengatakan itu, jantungnya berdebar kencang.


Chu Xiulan memerah wajahnya, dia tidak menyangka Ling Zhen akan melihat sisi dirinya yang begitu manja.


“Bisa kau ceritakan padaku masalahmu? Kau terlihat menyembunyikan semua.” Ling Zhen melirik Chu Xiulan yang memalingkan wajahnya karena malu.


“Ini masalah pribadiku. Aku tidak ingin melibatkanmu.” Chu Xiulan menjawab dengan cepat sambil memegang rambutnya.


“Kau akan menjadi istriku, setidaknya aku ingin kau menceritakan padaku tentang masalahmu itu. Melihatmu, seperti melihat diriku yang berusaha kuat dan tetap bertahan hidup.” Ling Zhen menatap bunga-bunga di taman dan menceritakan jika dirinya pernah berpikiran untuk bunuh diri, tetapi saat dia melihat wajah ibunya yang tertidur, Ling Zhen menguatkan hatinya.


Sulit berdamai dengan masa lalu. Tetapi Ling Zhen sadar dirinya tidak akan terus-menerus terjebak dimasa lalu. Terlebih dia melampiaskan seluruh perasaannya dengan rasa ingin mendapatkan kasih sayang, sehingga Ling Zhen menerima tawaran Ji Yanran untuk menikah.


“Aku juga tertarik padamu saat mengetahui dirimu memiliki kondisi yang sama sepertiku. Tetapi saat diriku kecil aku selalu bermimpi jika kelak dewasa nanti, suamiku adalah pria rupawan yang melamarku dengan kuda putihnya.” Chu Xiulan tersenyum dan menatap Ling Zhen dalam, “Tetapi aku tidak menyangka pria yang aku cintai justru telah memiliki istri, terlebih kau melamarku dan Yue Rou secara bersamaan. Bukankah kau sadar jika dirimu ini terlalu rakus?”


Chu Xiulan tertawa cekikikan sambil mencubit pipi Ling Zhen gemas, “Tetapi aku benar-benar belum bisa menceritakan masalahku padamu. Aku memang tertarik padamu, tetapi kau lebih lemah dariku.”


Ling Zhen berdiri dan menarik tangan Chu Xiulan membuat perempuan itu jatuh ke pelukannya.


“Aku menyadari kelemahanku karena terburu-buru meninggalkan Lembah Dewa. Tetapi setelah melakukan perjalanan, aku menyadari masih banyak kekuranganku. Dan sebagai lelaki aku memiliki harga diri. Tidak peduli seberapa kuat dirimu, aku akan melindungimu.” Ling Zhen menatap dalam kedua bola mata Chu Xiulan.

__ADS_1


Chu Xiulan berjinjit dan memegang leher Ling Zhen lalu memberikan kecupan dipipi pemuda itu.


“Terimakasih. Aku menanti dirimu yang lebih hebat dariku.” Chu Xiulan terkekeh dan berjalan meninggalkan Istana Chu.


Ling Zhen mengikuti Chu Xiulan dari belakang, keduanya berjalan menuju sebuah sungai besar yang ada di Ibukota Chudong.


Chu Xiulan memberikan minuman kepada Ling Zhen, “Minumlah.” Chu Xiulan meminum teh hangat begitu juga dengan Ling Zhen.


Ling Zhen meminum teh hangat buatan Chu Xiulan. Kemudian dia menatap perempuan disampingnya yang sedang menatap rembulan.


“Ling Zhen.” Chu Xiulan menoleh kearah Ling Zhen.


“Ada apa?” Ling Zhen menjawab sambil menatap Chu Xiulan, namun sedetik kemudian pandangannya buram.


“Maafkan aku...” Chu Xiulan menusuk perut Ling Zhen dengan pisau sambil mencium bibir pemuda itu.


Ling Zhen bisa melihat air mata yang membasahi wajah Chu Xiulan bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh ke sungai.


“Jangan pernah kembali lagi.” Chu Xiulan menatap tubuh Ling Zhen yang hanyut terseret arus sungai.

__ADS_1


__ADS_2