
“Jadi kalian adalah sisa-sisa pendekar yang tersisa? Apa tujuan kalian berdua datang menemuiku?” Ling Zhen bertanya sambil memperhatikan raut wajah Lin Hao dan Mu Yan.
“Kami berdua datang menemuimu karena ingin mengajakmu bergabung dengan sekte yang akan kami buat. Kami akan mendirikan sekte yang berisikan pendekar aliran putih dan netral tersisa. Jumlahnya kurang lebih mencapai lima ratus orang. Apa kau menerima tawaran kami?” Lin Hao maju kedepan sambil melepaskan aura tubuhnya mengintimidasi Ling Zhen.
Sambil tertawa pelan Ling Zhen menjawab, “Aku tidak akan bergabung, aku tidak ingin dikendalikan oleh seseorang. Bagaimana jika kita bertarung, jika aku kalah maka aku akan bergabung dengan sektemu tetapi sebaliknya jika kalian berdua kalah maka kalian akan bergabung dengan kelompok yang telah kubuat.”
Lin Hao dan Mu Yan tidak menyangka mendengar jawaban Ling Zhen. Pemuda dihadapan mereka sama sekali tidak menunjukkan ekspresi tertarik bergabung dengan ajakan mereka justru lebih memilih bertarung.
Lin Hao tersenyum lebar menanggapi tawaran Ling Zhen barusan, “Baiklah, tawaranmu itu sangat menarik. Bagaimana Yan?”
Lin Hao melirik Mu Yan yang hanya diam, tak lama pria itu menjawab pertanyaan singkat Lin Hao padanya.
“Hao, dia bukanlah orang yang suka diperintah. Jika kau kalah, ini akan sulit.” Mu Yan memberi peringatan pada Lin Hao
“Kau tidak perlu khawatir Yan.” Lin Hao berada dihadapan Ling Zhen dengan senyuman lebar diwajahnya.
“Baiklah, apa kita bisa memulainya?” Seketika api menyebar ditubuh Lin Hao dan menyelimuti badannya.
Ling Zhen mengangkat kedua bahunya dan memperhatikan sekitarnya, “Sebaiknya kita melakukannya ditempat lain.”
Ling Zhen berjalan menuju luar kota sambil menatap Lin Hao dan Mu Yan. Sesampainya diluar kota, Ling Zhen dan Lin Hao sudah berdiri berhadapan satu sama lain.
“Baiklah. Yan, kau bisa menjadi wasit pertarungan ini.” Lin Hao menunjuk Mu Yan, kemudian Mu Yan berdiri diantara Ling Zhen dan Lin Hao.
“Saat batu ini menyentuh tanah, maka saat itu juga tanda pertarungan dimulai.” Mu Yan menjelaskan sambil menatap Ling Zhen dan Lin Hao secara bergantian.
“Terserah.” Ling Zhen menanggapi, sementara Lin Hao melepaskan aura tubuhnya dan memanipulasi api.
Saat Mu Yan melempar sebuah batu ke atas, Ling Zhen dan Lin Hao memandang batu yang melayang diudara selama beberapa detik sebelum terjatuh menyentuh tanah.
__ADS_1
Bertepatan dengan batu yang menyentuh tanah, Lin Hao bergerak cepat melepaskan sebuah pukulan yang dilapisi api disekitar tangannya pada Ling Zhen.
Sambil memperhatikan pergerakan Lin Hao yang lincah, Ling Zhen menghindari pukulan tangan Lin Hao. Kemudian dia melepaskan tenaga dalam berjumlah besar dan mengarahkan sebuah tendangan kearah wajah Lin Hao.
Lin Hao menghindari tendangan itu kemudian menarik sebuah pedang yang memiliki bilah berwarna merah, lalu melepaskan sebuah tebasan menyilang kearah Ling Zhen.
“Ini akan sulit..." Lin Hao mengakui kemampuan Ling Zhen.
Melihat bagaimana Lin Hao mulai menggunakan pedang, Ling Zhen juga melakukan hal yang sama. Tidak butuh waktu lama bagi keduanya untuk bertukar tebasan pedang dan melepaskan satu demi satu jurus mereka.
Mu Yan mengamati pertarungan dengan seksama, namun dia mengetahui kemampuan Ling Zhen yang berada diatas Lin Hao saat melihat pergerakan pemuda itu yang terkesan santai menghadapi serangan demi serangan yang dilepaskan Lin Hao.
“Dasar rubah licik.” Mu Yan menyeringai melihat Ling Zhen.
“Kalian yang menerima tawaranku bukan?” Ling Zhen tersenyum lebar saat menahan tebasan demi tebasan yang dilepaskan Lin Hao.
Lin Hao mengerutkan keningnya, “Apa maksudmu, Yan?” Saat Lin Hao kebingungan, Ling Zhen melepaskan satu tebasan bertenaga yang ditahan langsung oleh Lin Hao menggunakan pedangnya.
Sebelum Lin Hao menyadari pergerakan itu, pedangnya terjatuh ketanah bersamaan dengan pedang Ling Zhen yang bersentuhan langsung dengan lehernya.
“Berakhir.” Ling Zhen menatap Lin Hao yang tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.
Kedua tangan Lin Hao terangkat, “Kau menang, aku kalah.”
Ling Zhen menarik pedangnya lalu menyarungkannya. Kemudian dia menatap Lin Hao dan Mu Yan secara bergantian.
“Bagaimana denganmu?” Ling Zhen menantang Mu Yan untuk bertarung namun pria itu menolaknya.
“Lin Hao mewakili diriku. Jika dia kalah maka aku akan bergabung denganmu, begitu sebaliknya.” Mu Yan membalas sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
“Mu Yan, jauh lebih kuat dariku saat dia berada dalam kondisi tidak waras. Sebaiknya kau berhati-hati dengannya.” Ucap Lin Hao memperingati Ling Zhen yang berniat merekrut dirinya dan Mu Yan.
“Kurasa kalian berdua tidak keberatan jika aku menunjuk kalian sebagai pemimpin pasukan dikelompokku.” Ling Zhen tersenyum tipis sambil berjalan mendekati Lin Hao beserta Mu Yan.
“Lin Hao, kau kutunjuk sebagai Kapten Divisi Ketiga Pedang Raja dan kau Mu Yan, kau kutunjuk sebagai Kapten Divisi Keempat Pedang Raja.” Ucap Ling Zhen membuat Lin Hao terkejut, sedangkan Mu Yan menggaruk kepalanya lalu mengangkat tangan kanannya.
“Bisakah aku menolaknya?” Ucap Mu Yan yang merasa keberatan.
“Hah? Kau tidak memiliki alasan untuk menolak Mu Yan!” Ling Zhen terlihat tidak terima.
“Bukan begitu, aku akan bergabung denganmu tetapi aku tidak ingin menerima jabatan seperti yang kau ucapkan. Jika bisa memilih, aku lebih ingin bekerja bersama Hao.” Mu Yan mengeluarkan pendapatnya, Ling Zhen menghela nafas panjang karena mengira Mu Yan menolak usulannya.
“Kau mendapatkannya, Mu Yan. Kau menjabat sebagai Wakil Kapten Divisi Ketiga Pedang Raja. Berkontribusilah padaku, Mu Yan.” Ujar Ling Zhen sambil tersenyum tipis.
“Apa kau keberatan dengan ini, Hao?” Ling Zhen bertanya.
“Tidak, aku akan menerima tanggung jawab ini.” Lin Hao menjawab sambil tersenyum lebar.
“Baiklah, mulai sekarang kalian berdua adalah bagian dari Pedang Raja.” Ling Zhen mengajak Lin Hao dan Mu Yan kembali memasuki kota.
Dalam perjalanan Lin Hao berkata jika seluruh pendekar yang telah dia kumpulkan akan bergabung dengan Pedang Raja.
“Apa kau keberatan, Zhen?” Lin Hao bertanya karena dia mengira Ling Zhen hanya akan mengajak orang yang membuatnya tertarik kedalam Pedang Raja.
“Aku tidak keberatan. Mereka semua akan masuk kedalam bagian divisimu.” Ling Zhen menjawab, kemudian menambahkan, “Tetapi sebelum itu aku ingin memperkenalkan kalian pada Kapten Divisi Pertama dan Kapten Divisi Kedua Pedang Raja.”
Lin Hao dan Mu Yan mengerutkan keningnya, bersamaan dengan mereka bertiga yang sampai digerbang kota, disana terlihat empat orang berdiri menghadang, dua diantaranya adalah orang yang hendak Ling Zhen kenalkan pada Lin Hao dan Mu Yan.
“Long, Hayabusa, bagaimana kabar kalian?”
__ADS_1
Ling Zhen menyapa kedua orang yang menghadangnya, mereka berdua adalah Hei Long dan Hayabusa.