
Setelah kembali dari kamar mandi, Mizuhara hendak masuk kembali kedalam kamar yang digunakan Que Mi untuk tidur bersama dirinya. Tetapi gadis muda itu menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara desahan dari dalam kamar.
Mata Mizuhara melebar saat melihat Que Mi duduk diatas pangkuan Ling Zhen. Terlihat pemuda yang merupakan suaminya itu sedang menggerayangi tubuh Que Mi dengan gerakan yang teratur.
“Ssshhh...” Que Mi memberontak, namun tak lama Ling Zhen mengecup bibirnya dan kedua telapak tangannya meremas gundukan kenyal milik Que Mi.
“Mi‘er...” Ling Zhen tidak memungkiri dirinya masih bergairah untuk melanjutkan malam pertamanya, tetapi Que Mi merasa dirinya belum cukup umur untuk melepaskan kesuciannya.
“Gege, bukankah kau akan berlatih selama dua tahun? Kita akan melakukannya setelah diriku berumur delapan belas tahun. Saat ini aku belum siap.” Que Mi menatap Ling Zhen penuh harap.
“Aku pegang perkataammu, Mi‘er. Jaga kehormatanmu untukku.” Ling Zhen mengecup kening Que Mi lalu membaringkan tubuh gadis yang setahun lebih muda darinya.
Ling Zhen menindih tubuh Que Mi dengan lembut dan telapak tangannya mulai menggerayangi bagian-bagian sensitif tubuh gadis itu.
Que Mi mendesah dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Ling Zhen, namun sayang saat pemuda itu memberi gigitan kecil ditelinganya bahkan memberi bekas merah dileher jenjang mulusnya, suara desisan terdengar dari dalam kamar.
__ADS_1
Ling Zhen menghentikan aksinya setelah melihat Que Mi melepaskan sesuatu yang ditahan gadis itu. Ling Zhen kembali memakai pakaiannya dan membuat Que Mi secara refleks memalingkan wajahnya karena malu.
“Zhen‘gege, cepat keluar. Aku takut Mizuhara kembali.” Que Mi panik, sedangkan Ling Zhen dengan santainya berjalan keluar pintu dan tersenyum tipis melihat wajah Que Mi yang bersemu merah.
Sesampainya diruang tengah, Ling Zhen melihat Mizuhara yang mengintip kejadian didalam kamar. Segera Ling Zhen menghampiri Mizuhara dan bertanya.
“Apa kamu melihatnya?” Ling Zhen tersenyum tipis saat melihat Mizuhara terdiam dan kebingungan hingga membuat gadis muda itu memainkan jarinya.
“Mizuhara...” Ling Zhen menarik tubuh Mizuhara lalu mendekapnya erat. Kemudian telapak tangannya membelai lembut perut Mizuhara dan turun kebawah.
“Ling Zhen... Jangan... Ada Que Mi didalam-” Suara Mizuhara terputus saat telapak tangan Ling Zhen yang lainnya mencubit keras salah satu gundukan kenyal miliknya.
Ling Zhen tetap melanjutkan aksinya hingga membuat Mizuhara mengeluarkan erangan yang memenuhi ruangan. Lalu telapak tangan Ling Zhen menuntun telapak tangan Mizuhara menuju tempat yang seharusnya.
Wajah Mizuhara merah merona, tanpa sadar telapak tangannya bergerak sesuai arahan Ling Zhen yang berbisik mesra ditelinganya.
__ADS_1
“Mizuhara...” Ling Zhen mengerang membuat mata Mizuhara melebar.
“Ling Zhen, cukup. Aku belum siap. Bisa kita melakukannya dua tahun lagi?” Mizuhara membersihkan cairan yang membasahi perutnya sambil berjalan mundur.
“Dua tahun? Apa kalian berdua melakukan perjanjian dibelakangku?” Ling Zhen langsung melirik kearah pintu kamar dimana Que Mi berdiri mematung dengan wajah merah merona.
“Que... Que Mi!” Mizuhara gelagapan, gadis muda itu panik dan merasa malu karena kejadian intim barusan dilihat oleh Que Mi.
“Baiklah, aku akan menunggu selama dua tahun. Tetapi malam ini, aku ingin menuntaskan sesuatu yang belum kuselesaikan. Kalian berdua bisa membantunya kan?” Ling Zhen tersenyum sambil menarik tangan Mizuhara menuju kamar.
Que Mi dan Mizuhara terdiam saat melihat Ling Zhen melepaskan seluruh pakaiannya.
“Tunggu dulu, Gege! Aku malu!” Que Mi menutupi kedua matanya dengan telapak tangan.
Sementara itu Mizuhara menelan ludah dan bergidik ngeri melihat tubuh Ling Zhen.
__ADS_1
Ling Zhen berjalan mendekati keduanya lalu memeluk tubuh kedua gadis itu kedalam dekapannya.