Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 31 - Kota Wuzhen


__ADS_3

Pendekar perempuan itu memperkenalkan dirinya sebagai Yue Rou dan merupakan seorang pendekar perempuan sekaligus tangan kanan Kaisar Chu.


Selain memiliki kemampuan diatas Ling Zhen, Yue Rou telah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal bahkan beberapa langkah lagi dia akan menembus Pendekar Langit Tahap Menengah.


“Apa rubah itu selalu tidur dikepalamu? Ternyata kau cukup aneh.” Yue Rou berkomentar setelah melihat seekor rubah putih dikepala Ling Zhen.


“Diam dan makanlah dengan tenang, itu bukan urusanmu.” Ling Zhen menjawab dengan cukup dingin.


“Ratu akan senang jika bertemu dengan orang yang memiliki nyali sepertimu. Karena telah membuatkanku daging bakar, kau pantas mendapatkan terimakasih dariku.” Yue Rou memakan daging bakar terakhir setelah merasakan energinya pulih kembali.


“Apa seperti itu caramu mengucapkan terimakasih pada orang yang telah menolongmu?” Ling Zhen menatap Yue Rou dan menghela napas panjang.


“Bercanda. Terimakasih, Zhenzhen.” Yue Rou tersenyum tipis.


“Zhenzhen?” Ling Zhen tersedak mendengar ucapan Yue Rou.


“Aku ini lebih tua darimu sebelas tahun. Jadi kau harus lebih hormat padaku.” Yue Rou tersenyum bangga dan Ling Zhen terlihat tidak percaya.


“Sebelas tahun? Umurmu sekarang dua puluh delapan tahun...” Ling Zhen melihat jika wajah Yue Rou terlihat seperti gadis muda dan itu membuatnya sedikit tidak percaya.


“Hmmm, Senior Yue... Tentang ratu yang kau maksud? Bukankah kau bilang jika dirimu ini merupakan tangan kanan Kaisar Chu? Lalu kenapa Kaisar Chu kau panggil ratu?” Ling Zhen bertanya karena sedikit penasaran dengan identitas Kaisar Chu.


“Karena Kaisar Chu adalah seorang perempuan.” Yue Rou menjawab singkat sebelum duduk didekat Ling Zhen dan memegang pergelangan tangan pemuda itu.


“Apa yang kau-”


“Kejadian ini tidak biasa. Kau mencapai Pendekar Bumi Tahap Puncak dengan kemampuan yang penuh kecacatan.” Yue Rou menggelengkan kepalanya dan mendesah pelan, “Zhenzhen, dirimu ini bagaikan berlian mentah yang perlu diasah. Apa kau tertarik dengan penawaranku untuk pergi Kekaisaran Chu?”


Ling Zhen menelan ludah melihat wajah Yue Rou yang terlalu dekat dengan wajahnya, “Wajahmu terlalu dekat, Senior Yue...”


“Heh, apa kau menyukai perempuan yang lebih tua darimu? Hanya karena melihat wajahku dari dekat, aku bisa merasakan debaran jantungmu. Dasar anak muda sekarang, lemah syahwat dan nafsuan.” Yue Rou terkekeh dan berdiri menjauh dari Ling Zhen.


“Hah? Jangan seenaknya bicara! Jantungku berdetak kencang karena racun dan bukan dirimu, Senior Yue!” Ling Zhen merapatkan giginya dan mengalihkan pandangannya tidak menatap Yue Rou.

__ADS_1


“Tentang racun itu, aku memiliki penawarnya...” Yue Rou menoleh ke belakang menatap Ling Zhen yang kembali menatapnya.


“Aku akan mencari penawar racun itu sendiri, aku tidak butuh bantuanmu.”


Mendengar ucapan Ling Zhen membuat Yue Rou menaikkan alisnya.


“Kupuji keberanianmu itu, bantuanku memang tidak penting. Tetapi dengan kemampuanmu yang sekarang, kau tidak akan dapat membunuh salah satu perwakilan Sekte Pemuja Iblis bahkan para pendekar aliran hitam di Kekaisaran Qing yang memiliki tingkatan sama sepertimu.” Yue Rou duduk didekat perapian sebelum duduk bersila dan memejamkan matanya.


Ling Zhen tidak menyangkal jika dirinya masih lemah sehingga dia tidak menjawab perkataan Yue Rou. Dia lebih memilih untuk tidur dan mengistirahatkan tubuhnya.


Saat matahari terbit, Ling Zhen dan Yue Rou sarapan pagi bersama sebelum keduanya memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama menuju Kota Wuzhen.


Dalam perjalanan, Yue Rou menjelaskan jika banyak sekte aliran putih dan netral yang gagal dia tolong. Pembantaian sepihak yang dilakukan Sekte Pemuja Iblis dengan mengendalikan sekte aliran hitam di Kekaisaran Qing membuat dunia persilatan Kekacauan Qing menjadi kacau.


Bukan hanya Kekaisaran Qing dan Kekaisaran Jia saja yang terkena imbasnya, tetapi cepat atau lambat Benua Lima Warna akan terkena imbasnya.


Yue Rou pergi berkelana atas perintah Kaisar Chu untuk membunuh salah satu perwakilan Sekte Pemuja Iblis dan mencari kunci Makam Ratu Kuno.


“Ratu adalah orang yang hebat, saat malam hari dia dapat melihat segalanya. Dia mendapatkan julukan sebagai Dewi Malam.” Yue Rou terlihat bangga saat menceritakan sosok Kaisar Chu.


“Kenapa berhenti?” Yue Rou bertanya.


“Senior Yue, katakan padaku apakah Kaisar Chu mempunyai penawar dari Tidur Abadi? Kau tadi mengatakan dia mendapatkan julukan Dewi Malam, bukan?” Ling Zhen balik bertanya penuh antusias.


Yue Rou menaikkan alisnya sebelum tersenyum tipis, “Aku tidak bisa mengatakannya. Kau belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaanku walaupun aku sedikit tertarik padamu. Tetapi jika kau sangat penasaran dan ingin mengetahuinya, datanglah ke Kekaisaran Chu bersamaku.”


Ling Zhen menemukan secercah harapan, “Baiklah, setelah kita melakukan perjalanan bersama mencari penawar Racun Darah Buas. Aku akan pergi ke Kekaisaran Chu bersamamu, Senior Yue.”


Yue Rou memberi tanda pada Ling Zhen untuk segera melanjutkan perjalanan. Keduanya terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kota Wuzhen.


Ling Zhen kagum melihat Yue Rou terbang dan berlari diudara dengan cepat. Bahkan dirinya tidak dapat mengejarnya.


“Sudah kuduga kau menyukaiku. Daritadi kau melihatku penuh nafsu. Dasar anak muda sekarang.” Yue Rou berkata dengan santainya sambil menoleh ke belakang.

__ADS_1


Ling Zhen menajamkan matanya, “Apa mataku ini menatapmu penuh nafsu?”


“Menurutmu?” Yue Rou mengangkat kedua bahunya dan memiringkan kepalanya.


Ling Zhen mendecakkan lidahnya dan memilih untuk tidak meladeni perkataan Yue Rou.


Keduanya terus terbang menuju Kota Wuzhen, dan tak terasa mereka berdua sampai di sebuah lahan pertanian yang luas. Sementara dari kejauhan terlihat siluet sebuah kota.


“Seharusnya itu Kota Wuzhen, kota perbatasan yang makmur. Tetapi aku mendengar kabar burung yang sedikit tidak enak...” Yue Rou menunjuk siluet kota, “Aku tidak bisa ikut campur jika tidak berhubungan dengan Sekte Pemuja Iblis.”


Yue Rou menambahkan jika beberapa tahun terakhir Kota Wuzhen mengalami perkembangan pesat dalam bidang pertanian sehingga masyarakat hidup dengan makmur.


Tetapi perkembangan pesat itu membuat beberapa kaum bangsawan tidak senang, sehingga salah satu keluarga bangsawan di Kekaisaran Qing bertindak.


Kota perbatasan yang jauh dari Ibukota sering kali dilupakan, sehingga masalah Kota Wuzhen tidak terlalu terurus oleh pemerintahan.


“Sangat berbeda dengan ratu, dia dapat membuat seluruh rakyatnya hidup dengan tenang dan damai. Ratu memang orang yang dapat diandalkan.” Yue Rou mendarat dijalan besar begitu juga dengan Ling Zhen.


Puluhan pendekar yang memiliki kemampuan Pendekar Raja Tahap Puncak menjaga gerbang Kota Wuzhen.


Ling Zhen merasakan sesuatu yang tidak wajar karena bagaimanapun puluhan pendekar yang berjaga digerbang terlihat seperti pembunuh.


‘Mulai dari sini aku tidak akan ikut campur dan melihat tindakan yang diambil, Zhenzhen.’ Yue Rou membatin dan memejamkan matanya.


Ling Zhen berjalan mendekati gerbang dan diikuti Yue Rou dari belakang. Namun sebelum dirinya masuk kedalam kota, para pendekar yang berjaga menodongkan pedang pada Ling Zhen.


“Untuk masuk kedalam Kota Wuzhen kau perlu membayar seratus ribu keping emas, jika kau tidak sanggup membayarnya kau boleh menjual perempuan ini pada kami.” Salah satu pendekar yang berjaga dengan arogan mendekati Ling Zhen, namun tatapannya tajam menatap Yue Rou penuh nafsu.


Ling Zhen tersenyum tipis dan mengambil seratus keping emas dari Ruang Dewa dan memberikannya pada pendekar yang arogan terhadapnya.


Para pendekar yang berjaga membuka mulutnya lebar tidak percaya bahkan tidak melihat Ling Zhen yang telah berjalan memasuki kota.


Sementara Yue Rou tidak percaya melihat Ling Zhen menggunakan Ruang Dewa.

__ADS_1


‘Kemampuan ini sama dengan ratu. Aku tidak salah melihat, tetapi ini sungguh tidak terduga.’ Yue Rou tersenyum tipis dan mengikuti Ling Zhen dari belakang.


Keduanya kini memasuki kota dan mencari sebuah penginapan untuk mereka bermalam.


__ADS_2