Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 29 - Pemuda Aneh


__ADS_3

Ling Zhen mengayunkan pedangnya dengan begitu lincah, begitu juga dengan pemimpin Sekte Kalajengking Hitam yang berhasil menepis setiap tebasan pedangnya.


“Kau begitu mahir menggunakan pedang, tetapi jika kemampuanmu seperti ini. Kau tidak akan bisa mengalahkanku!” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam melepaskan aura pembunuh lebih besar dari sebelumnya.


Tenaga dalam mulai mengalir dikedua tangannya, sebelum tubuh pemimpin Sekte Kalajengking Hitam mengeras.


Pedang Ling Zhen ditahan dengan mudah, bahkan tanpa menggunakan pisau kecil sekalipun.


‘Dia mengeraskan kedua tangannya?’ Ling Zhen mengamb gerakan memutar, namun sekali lagi pemimpin Sekte Kalajengking Hitam dapat mengantisipasinya.


“Sejak pertama melihatmu, aku merasa kau memiliki kemampuan diatasku. Tetapi pergerakanmu itu terkesan dipaksakan!” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam melancarkan sejumlah pukulan, lalu mengalirkan tenaga dalam lebih besar dari telapak tangannya.


Ling Zhen tersenyum sinis, “Bahkan dengan tubuhku yang terkena racun, aku dapat menghancurkan Sekte Kalajengking Hitam.”


“Kau memang berhasil membunuh mereka, tetapi tindakanmu ini sama saja dengan mencari musuh dialiran hitam!” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam menyeringai lebar.


Alasan sampai saat ini belum ada yang mengusik Sekte Kalajengking Hitam karena kelompok perampok ini mendapatkan pengakuan dari Aliansi Bulan Darah.


Ling Zhen yang mendengar itu justru tetap terlihat tenang, bahkan terus melepaskan serangan bertubi-tubi pada pemimpin Sekte Kalajengking Hitam.


Saat mengetahui pedangnya tidak dapat melukai pemimpin Sekte Kalajengking Hitam, Ling Zhen mulai mengalirkan tenaga dalam pada bilah Pedang Sembilan Naga.


Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam membuka telapak tangannya, terlihat kedua telapak tangannya membentuk cakaran.


Api berwarna merah membentuk kalajengking muncul dari tapak tangannya.

__ADS_1


“Rasakan ini!” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam melepaskan serangan kepada Ling Zhen.


Melihat aura berbentuk kalajengking, Ling Zhen menghilang dari pandangan dan sudah berada didepan pemimpin Sekte Kalajengking Hitam dengan pedang tajam yang dilapisi petir.


”Aliran Sembilan Naga Pertama ~ Satu Auman Halilintar!”


“Tapak Kalajengking Hitam!”


Dua benturan serangan ini membuat ledakan besar diudara, tubuh pemimpin Sekte Kalajengking Hitam terpental kebelakang. Sementara Ling Zhen tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.


“Serangan ini!” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam muntah darah. Sadar akan tubuhnya mulai merasakan efek samping dari kemampuannya, membuat wajah pemimpin Sekte Kalajengking Hitam berkeringat dingin.


Walau telah mencapai Pendekar Bumi Tahap Puncak, tetapi kemampuan yang didapat pemimpin Sekte Kalajengking Hitam bukan kemampuan sejatinya, melainkan kemampuan karena meminum darah dari salah perwakilan Sekte Pemuja Iblis.


Ling Zhen mengamati raut wajah pemimpin Sekte Kalajengking Hitam, lalu melepaskan satu tebasan tajam yang mengincar leher.


“Sepertinya kondisi kita sama?” Ling Zhen mengangkat bahunya sebelum melepaskan energi pedang berjumlah besar.


“Tunggu-”


“Kau akan mati disini, dan aku tidak ingin mendengar ucapanmu!” Ling Zhen melepaskan tebasan yang dipenuhi energi pedang dan memotong kepala pemimpin Sekte Kalajengking Hitam.


“Ada yang aneh...” Ling Zhen bergumam pelan sambil mengibaskan pedangnya. Matanya menatap kepala dan tubuh pemimpin Sekte Kalajengking Hitam yang terhempas cepat kebawah.


Dibawah terlihat banyak penduduk kota yang menyelamatkan istri dan anak gadisnya. Mereka semua menatap keatas dan itu membuat Ling Zhen bergerak cepat menuju tempat Paviliun Bulan Biru.

__ADS_1


Tidak ingin terlibat urusan yang lebih merepotkan, namun sebelum sampai ke tempat Paviliun Bulan Biru, dia bertemu dengan sejumlah pendekar yang menjadi penjaga Manager Kong.


“Tuan, sepertinya anda berhasil membunuh pemimpin dan seluruh anggota Sekte Kalajengking Hitam.” Salah satu pendekar menyapa Ling Zhen, lalu mengantarnya menuju tempat keberadaan Manager Kong.


Sesampainya di bangunan sederhana yang menjual arak, Ling Zhen disambut dengan ramah oleh Manager Kong.


“Kakek Kong, aku akan pergi meninggalkan Kota Qifei sekarang. Apakah kau mempunyai peta menuju Kekaisaran Qing?” Ling Zhen berkata tanpa basa-basi.


“Pendekar muda, alangkah lebih baiknya kau berisitirahat disini.” Manager Kong berniat menarik Ling Zhen ke dalam Paviliun Bulan Biru.


Ling Zhen menjelaskan jika para penduduk kota sudah melihat wajahnya. Tindakannya ini tentu akan membuat seisi kota dalam kegaduhan.


“Mereka semua akan mencarimu dan mengucapkan terimakasih. Dan beberapa hari lagi kepala Keluarga Li akan datang ke Kota Qifei. Apa anda yakin akan pergi begitu saja?” Manager Kong berusaha membujuk Ling Zhen, tetapi pada akhirnya pemuda itu tetap mengabaikan bujukannya.


“Kakek Kong, jika Paviliun Bulan Biru berhasil menghabisi Sekte Kalajengking Hitam. Bukankah itu akan memudahkan pergerakan kalian di Kekaisaran Jia?” Ling Zhen justru memberi saran pada Manager Kong agar membuat dirinya menjadi bagian Paviliun Bulan Biru.


Manager Kong tidak dapat mengatakan apapun. Sambil menghela napas panjang, Manager Kong memerintahkan pendekar Paviliun Bulan Biru untuk mengambil peta Benua Lima Warna dan sebuah lencana miliknya.


Manager Kong menjelaskan kepada Ling Zhen jika lencana ini adalah miliknya. Sebuah lencana yang menandakan bahwa dia merupakan orang berkedudukan tinggi di Paviliun Bulan Biru.


Sebenarnya Paviliun Bulan Biru mengirimkan sejumlah pendekar berkemampuan tinggi ke Kota Qifei, tetapi mereka semua terbunuh.


Saat Ling Zhen melihat peta Benua Lima Warna dan menerima lencana Manager Kong, para penduduk kota berbondong-bondong ingin mengucapkan terimakasih secara langsung dan mendatanginya.


Ling Zhen mendecakkan lidahnya, “Kakek Kong, sampai jumpa. Semoga kita bertemu kembali di kemudian hari.”

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Ling Zhen menghilang. Para penduduk kota beramai-ramai mendatangi Paviliun Bulan Biru.


“Pemuda aneh...” Manager Kong mengelus jenggotnya dan tersenyum.


__ADS_2