Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 44 - Ibukota Qinghong


__ADS_3

Satu minggu setelah melakukan rapat bersama para petinggi Lembah Hujan, Ling Zhen sekarang berada di Ibukota Qinghong.


Ling Zhen tidak langsung kembali ke Kota Jihao setelah mendatangi Lembah Hujan, namun dia memutuskan untuk pergi ke Ibukota Qinghong bersama para pendekar dari Lembah Hujan.


Kekaisaran Qing yang dia ingat terlihat berbeda sekarang, melihat semua ini Ling Zhen memutuskan untuk membangkitkan kembali dunia persilatan Kekaisaran Qing.


Ling Zhen menyadari latihannya selama ini ada yang kurang atau dia lewati, dan Yue Rou menyadari hal tersebut hingga membuat perempuan itu tertarik untuk mengajarinya.


Setelah menerima syarat untuk menemui Kaisar Chu dan berlatih dibawah arahan Yue Rou, Ling Zhen dapat meninggalkan Ji Yanran karena ada Yue Rou yang melindungi istrinya itu.


Kota dan pedesaan di Kekaisaran Qing berubah, tidak sama seperti dahulu saat dirinya masih kecil. Mengingat semua itu, Ling Zhen menutup matanya dan membulatkan tekadnya.


‘Aku akan mengambil hak yang seharusnya menjadi milikku!’ Tekad Ling Zhen dalam hati.


Sesampainya di Ibukota Qinghong, Ling Zhen dibuat terkejut karena kota ini merupakan kota termegah yang pernah dia kunjungi, bahkan melebihi Ibukota Jiayang.

__ADS_1


“Kau tidak perlu merasa gugup Junior Ling, Festival Naga tahun ini hanya sedikit pesertanya. Terlebih acara ini bagiku tidak terlalu meriah seperti dahulu.” Bing Huo menepuk pundak Ling Zhen karena mengira pemuda itu terlalu gugup.


Ling Zhen menghela napas panjang, “Aku tidak gugup Senior Bing, aku hanya ingin memastikan apakah ada pengkhianat diantara kita...”


Bing Huo mengangkat alisnya, “Maksudmu?”


Ling Zhen mengangkat bahunya dan menggelengkan kepalanya, “Bukan apa-apa, abaikan saja perkataanku barusan, Senior Bing.”


Bing Huo mendengus, “Jangan bercanda dengan orang yang lebih tua darimu, Junior Ling!”


Ling Zhen terkekeh melihat Bing Huo marah, sebelum menjelaskan dirinya yang menyiksa Wang Huang. Dalam cerita yang dia dengar dari Wang Huang, penjaga gerbang kota merupakan pendekar dari Benteng Serakah, tetapi setelah melihat langsung penjaga gerbang kota, Ling Zhen tidak melihat tanda-tanda mencurigakan dari penjaga gerbang kota.


“Mudah, aku bisa mengetahuinya melalui aroma yang tercium lewat hidungku ini...” Jawaban Ling Zhen membuat Bing Huo tertawa.


“Kau pemuda yang menarik, mungkin cucu dari saudaraku akan tertarik padamu.” Bing Huo pergi meninggalkan Ling Zhen dan berjalan menuju penginapan bersama pendekar dari Lembah Hujan, disusul Mu Huang dan Yan Xie, sementara Liang Feng pergi menuju Istana Qing bersama Lin Dong dan Feng Shin.

__ADS_1


Ling Zhen menggaruk kepalanya, “Aku pikir dapat bertemu langsung Kaisar Qing...” Setelah berkata demikian, Ling Zhen segera menyusul Bing Huo dan bermalam di penginapan.


___


Saat hari mulai gelap, Ling Zhen memutuskan untuk berjalan keliling Ibukota Qinghong. Suasana malam yang tenang dengan lampion yang berterbangan membuat Ling Zhen tersenyum penuh makna menikmati malam.


Tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari beberapa tempat yang dia kunjungi, tentu semua ini menimbulkan pertanyaan besar dibenaknya.


Ling Zhen memang menceritakan tentang Ibukota Qinghong yang disusupi pendekar dari Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan, namun sejauh ini dia berjalan tidak ada tanda-tanda gerak-gerik mencurigakan dari setiap orang yang dia temui.


Terlebih tempat penginapan yang menjadi persembunyian pendekar Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan sepi pengunjung.


‘Pecundang itu tidak akan berbohong...’ Ling Zhen masih mengingat Wang Huang yang memberitahu beberapa lokasi penginapan yang disusupi, tetapi setelah dia kunjungi, beberapa penginapan terlihat sepi.


Saat Ling Zhen membayangkan salah satu tetua Lembah Hujan merupakan mata-mata, dia justru tersenyum tipis.

__ADS_1


‘Mereka berlima, itu tidak mungkin...’ Ling Zhen menggelengkan kepalanya dan kembali ke penginapan untuk mengistirahatkan tubuhnya.


___


__ADS_2