
Sebenarnya Ling Zhen masih ingin menikmati masa-masa awal pernikahannya dengan Ji Yanran, namun bagaimanapun dia harus bergegas untuk menuntaskan tujuannya.
Selain telah menemukan sosok Ratu Chu yang misterius dan bisa menyembuhkan Ibunya, Ling Zhen juga sudah berhasil membunuh salah satu anggota Sekte Pemuja Iblis yang membantai keluarganya.
Sebelum pergi meninggalkan Kota Jihao, Ling Zhen mendengarkan pesan Ji Yanran padanya, selain itu Ji Yanran juga memberitahu segala hal tentang keluarga Hei dan keluarga Wang, termasuk hubungan kedua keluarga itu dengan Lentera Kerakusan.
“Ini adalah pembalasan. Aku sudah siap untuk ini. Dan aku tidak bisa kembali.” Ling Zhen menyadari konsekuensi dari balas dendam, tetapi dia tidak bisa menjadi manusia setengah-setengah yang tidak memiliki tekad.
Butuh waktu sekitar empat hari bagi Ling Zhen untuk sampai di Kota Heidong. Sebelum mendarat di Kota Heidong, Ling Zhen memilih untuk beristirahat dihutan dan melatih aura tubuhnya.
Dengan sumber daya yang dia dimiliki, Ling Zhen menyerap khasiat Permata Roh. Tak lupa juga dia memakan buah-buahan yang termasuk sumber daya berkhasiat tinggi.
‘Keluarga Hei, mereka benar-benar telah bertindak diluar batas...’ Ling Zhen menggelengkan kepalanya pelan mengingat perkataan Ji Yanran jika keluarga Hei memiliki lahan bisnis terbesar yakni perdagangan manusia.
Setelah merasa cukup beristirahat, Ling Zhen melanjutkan perjalanannya menuju Kota Heidong, kota yang berbatasan langsung dengan lautan yang merupakan perlintasan antar kekaisaran.
Ling Zhen menuju pelabuhan mengikuti arahan Ji Yanran untuk membebaskan pada budak yang diantar ke luar negeri.
Dua negeri yang menjadi sasaran penjualan budak keluarga Hei adalah Negeri Ezzo dan Negeri Fuyumi.
Ling Zhen sendiri penasaran dengan nama kedua negeri itu, menurut Ji Yanran, Negeri Ezzo dan Negeri Fuyumi merupakan negeri tertutup dan tidak menjalin kerjasama dengan tiga kekaisaran yang ada di Benua Lima Warna.
Yang menjadi ancaman utama sebenarnya adalah kekuatan dari luar benua ini. Bahkan ada rumor tentang Sekte Pemuja Iblis yang berasal dari luar Benua Lima Warna.
Ling Zhen ingin mencari kebenarannya dengan melihatnya sendiri. Bagaimanapun perjalanannya masih panjang dan dia telah membulatkan tekadnya untuk menghabisi seluruh anggota Sekte Pemuja Iblis dengan tangannya sendiri.
Saat Ling Zhen mendarat diatas benteng yang mengitari Kota Heidong, dia memperhatikan dengan seksama penjaga yang berjumlah sekitar lima puluh orang. Kemampuan para penjaga kurang lebih dibawah Pendekar Suci Tahap Awal.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama bagi Ling Zhen untuk mendarat didepan gerbang dan membuat para penjaga mengarahkan senjata padanya.
“Anak muda, apa tujuanmu datang ke Kota Heidong?” Salah satu penjaga yang memiliki kemampuan Pendekar Suci Tahap Menengah berjalan dengan angkuh mendekati Ling Zhen.
“Tujuanku? Aku hanya ingin menyapa anggota keluarga Hei.” Ling Zhen tersenyum tipis saat penjaga yang mendekatinya melepaskan aura pembunuh berjumlah besar.
“Kalian semua, tangkap bocah kurang ajar ini-” Penjaga itu melebar matanya saat Ling Zhen melepaskan aura pembunuh yang mematikan.
Tanpa basa-basi, Ling Zhen mengeluarkan Pedang Sembilan Naga dan mulai menghabisi satu demi satu penjaga.
Tidak ada perlawanan yang berarti dari para penjaga, keributan digerbang kota membuat para penduduk panik dan masuk kedalam rumah.
Ling Zhen berjalan dengan tenang melewati jalanan kota dan langsung menuju pelabuhan dengan ilmu meringankan tubuh.
“Seni Napas Phoenix!” Dalam satu tarikan napasnya, Ling Zhen bergerak cepat dan melepaskan tebasan yang membuat badai.
“Jangan berdiri disitu, anak muda! Apa kau mempunyai nyali yang besar menghalangi kami?!” Pria yang memiliki perawakan tinggi menatap rendah Ling Zhen.
“Seekor tikus jangan menghalangi jalan harimau!” Salah satu pendekar mengayunkan pedangnya pada leher Ling Zhen, namun justru leher pendekar itu yang tertusuk Pedang Sembilan Naga.
Seketika para pendekar Lentera Kerakusan menjaga jarak dari Ling Zhen, mereka semua merasakan aura pembunuh yang pekat dan menekan pergerakan mereka.
“Dia tidak bermaksud membunuhmu dan kau membunuhnya!”
“Benar! Apa tujuanmu sebenarnya?! Seharusnya tidak ada orang yang berani mengusik Kota Heidong, bahkan keluarga kekaisaran sekalipun!”
Mendengar perkataan para pendekar Lentera Kerakusan, Ling Zhen tertawa dan memegang kepalanya.
__ADS_1
“Dengar, bedebah ini mengayunkan pedangnya kearah leherku. Bukankah aku hanya membela diri? Jangan mengatakan hal seolah-olah kalian orang suci, bedebah sialan!” Ling Zhen menatap tajam para pendekar Lentera Kerakusan yang mematung ketakutan.
“Saat kau mengayunkan pedangmu pada orang lain, berarti kau siap untuk mati bukan?” Ling Zhen sudah berada dihadapan pendekar yang mematung dan melepaskan tebasan pedangnya.
Melihat kemampuan Ling Zhen jauh diatas mereka, para pendekar Lentera Kerakusan yang berjaga di pelabuhan beramai-ramai mengepung Ling Zhen.
“Seekor tikus? Mari kita buktikan disini siapa seekor tikus dan harimau yang sesungguhnya!” Ling Zhen tersenyum menyeringai melihat banyaknya pendekar yang mengepungnya.
“Seribu tikus sekalipun tidak akan bisa membunuh harimau yang marah!” Dengan satu kali tarikan napasnya Ling Zhen sudah membunuh sepuluh pendekar dalam satu kali tarikan napasnya.
Keributan yang dilakukan Ling Zhen memancing kedatangan salah satu anggota utama keluarga Hei yang bernama Hei Yang.
Hei Yang datang dengan dua orang eksekutif anggota Lentera Kerakusan, seketika raut wajah para pendekar yang mengepung Ling Zhen membaik.
Ling Zhen berhenti bergerak dan memperhatikan Hei Yang dengan tajam, pria itu terlihat arogan dan menyeringai tajam menatapnya.
“Pemuda, katakan padaku siapa namamu? Aku berniat menjadikanmu sebagai pengawalku, dan aku akan memaafkan kesalahanmu ini!” Hei Yang cukup angkuh mengatakan itu. Dia berpikir Ling Zhen akan menyanggupi permintaannya.
“Jangan bercanda! Memaafkanku? Aku datang kesini untuk membunuh dan seluruh keluargamu, Hei Yang!” Seketika api berwarna merah mengelilingi Ling Zhen dan seluruh orang yang mengepungnya.
Wajah Hei Yang memucat saat melihat tatapan tajam Ling Zhen. Menurutnya pemuda ini memiliki dendam mendalam padanya bahkan keluarga Hei.
Mengingat keluarga Hei telah melakukan tindakan diluar batas seperti perbudakan bahkan pembantaian, tentu banyak orang yang menaruh dendam pada keluarga Hei.
“Setan Rakus, Taring Kerakusan! Bunuh pemuda kurang ajar ini!” Hei Yang menunjuk Ling Zhen, seketika muncul dua pria berpenampilan kasar dan memiliki kemampuan Pendekar Bumi Tahap Menengah.
Ling Zhen menggelengkan kepalanya, “Kupikir siapa yang keluar, ternyata hanya dua pecundang yang berlagak sangar!” Mendengar provokasi Ling Zhen, seketika Setan Rakus dan Taring Kerakusan melepaskan aura pembunuh dan melesat bergerak kedepan melepaskan tebasan pedang dan golok mereka.
__ADS_1