
Kembalinya dari Kekaisaran Chu, Ling Zhen bersama Que Mi dan Mizuhara membereskan rumah yang ada di Lembah Dewa. Ketiganya terlihat saling bahu-membahu dalam mengerjakan tugas.
“Gege, apa sudah kemajuan?” Que Mi menyinggung soal perkembangan latihan Ling Zhen.
“Sejauh ini kemampuanku meningkat pesat. Hanya saja aku belum menembus Pendekar Dewa. Sepertinya ini akan sulit.” Ling Zhen menjawab sambil membaringkan tubuhnya diteras.
Que Mi duduk disebelahnya dan menanggapi, “Jadi apa kau ingin berhenti?”
Ling Zhen tertawa pelan mendengar ucapan Que Mi barusan, “Berhenti? Tentu saja tidak, bagaimanapun juga aku ingin menjadi orang yang dapat diandalkan kalian.”
Ling Zhen menoleh kearah Que Mi yang tersenyum padanya. Tak lama Mizuhara datang membawakan cemilan dan ketiganya memulai obrolan santai diteras rumah.
Umur ketiganya tidak terpaut jauh sehingga mereka bertiga terlihat begitu alami saat bercanda dan mengobrol. Ling Zhen menikmati waktunya bersama kedua istrinya karena dia akui dirinya jarang melakukan hal ini dengan Que Mi dan Mizuhara.
Hingga akhirnya Ling Zhen kembali berlatih di Lembah Dewa bersama Que Mi. Selain mencari tahu kondisi tubuhnya yang tidak dapat menembus Pendekar Dewa Tahap Awal, Ling Zhen juga mengajari Que Mi untuk meningkatkan kemampuan bela dirinya.
Bahkan Mizuhara juga ikut berlatih. Sebenarnya Ling Zhen menolaknya, tetapi Mizuhara tetap bersikeras hingga akhirnya Ling Zhen mengajari kedua istrinya dengan penuh kesabaran.
Berbeda dengan Que Mi yang memiliki bekal bertarung, Mizuhara sama sekali tidak mempunyainya sehingga Ling Zhen mengajarinya secara bertahap.
Dengan kehadiran Que Mi dan Mizuhara d Lembah Dewa membuat hari-hari Ling Zhen berwarna. Pemuda itu tidak pernah bosan saat kembali ke rumah selesai berlatih.
Mengingat dirinya sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Puncak, Ling Zhen menempa dirinya untuk membuat teknik dan jurus sendiri. Ling Zhen melakukannya tanpa penglihatan misterius Roh Dewa, dia ingin menciptakan jurus dari pikirannya sendiri.
__ADS_1
Salah satu jurus yang ingin Ling Zhen ciptakan adalah teleportasi. Dalam kurun waktu tujuh bulan Ling Zhen menggunakan waktunya untuk menyempurnakan jurus teleportasi dan beberapa jurus lainnya.
Kelemahan jurus teleportasi yang diciptakan Ling Zhen adalah menggunakan tenaga dalam terlalu besar. Ling Zhen sendiri mengetahui cara menggunakan teleportasi paling praktis adalah menggunakan qi hanya saja dirinya belum menemukan cara mengubah tenaga dalam menjadi qi.
“Sepertinya ini akan memakan waktu yang lama...” Ling Zhen menghela nafas panjang dan mencoba membuat tanda teleportasi di Lembah Dewa.
Pertama kali melakukannya butuh waktu selama seharian penuh membuat tanda segel teleportasi. Setelah itu Ling Zhen memberitahu pada Que Mi dan Mizuhara untuk meninggalkan Lembah Dewa.
Mengingat tujuh bulan telah berlalu, Ling Zhen ingin menjenguk dan menemani proses persalinan Xue Lianhua dan Qian Yu.
Ling Zhen tidak langsung menggunakan teleportasi karena belum menandai Istana Chu menggunakan tanda segel teleportasi miliknya, sehingga dia menggunakan Elang Halilintar sama seperti diawal.
Dalam perjalanan Que Mi dan Mizuhara nampak banyak mengobrol, sementara Ling Zhen menjadi pendengar yang baik dan terkadang membicarakan hal konyol hanya untuk membuat kedua istrinya itu tertawa.
Proses persalinan kali ini bisa dibilang berjalan lancar, bahkan untuk Qian Yu sendiri berjalan tanpa halangan sama halnya dengan Xue Lianhua.
Dari Xue Lianhua dan Qian Yu, Ling Zhen mempunyai dua bayi mungil berjenis kelamin laki-laki. Keduanya memiliki tubuh istimewa sama halnya dengan anaknya yang lain.
Ibu Ling Zhen sendiri tidak menyangka akan melihat temannya itu melahirkan seorang anak dari anaknya.
“Apa kau sudah memikirkan nama untuknya?” Ibu Ling Zhen bertanya pada Qian Yu.
Qian Yu tersenyum dan mengelus kepala malaikat kecilnya, “Aku sudah mempunyai nama untuknya.”
__ADS_1
Ibu Ling Zhen tersenyum, dia merasa bahagia karena melihat Qian Yu mewujudkan keinginannya untuk memiliki seorang anak.
“Lian‘er, apa kau juga sudah memiliki nama untuknya?” Kini Ibu Ling Zhen bertanya pada Xue Lianhua yang sedang mengelus malaikat kecilnya yang digendong Ling Zhen.
Xue Lianhua tersenyum kearah Ibu Ling Zhen dan menjawab, “Aku sudah memikirkan nama untuknya, Bunda.”
“Ibu memiliki lima cucu dari kalian. Mereka anak-anak yang menggemaskan.” Ibu Ling Zhen memperhatikan Ji Yanran, Yue Rou dan Chu Xiulan yang sedang menggendong anak mereka.
Sementara Ling Zhen tersenyum penuh makna melihat kelima istrinya telah memiliki seorang anak.
Xue Lianhua menatap Ling Zhen lama begitu juga dengan Qian Yu. Lalu keduanya mengangguk pelan.
“Aku memberinya nama Ling Tian...” Xue Lianhua memberikan nama pada malaikat kecilnya, “Aku sudah membicarakannya dengan Gege, Tian‘er memiliki kondisi Tubuh Dewa Langit. Semoga kelak dia dapat seperti Ayahnya.”
Xue Lianhua mengecup kening bayi mungilnya, melihat dan mendengar ekspresi serta suara Xue Lianhua membuat Ling Zhen tersenyum.
Setelah itu Qian Yu memberikan nama pada malaikat kecilnya.
“Aku bersyukur bisa memberikanmu seorang anak Gege. Kamu telah membuatku menjadi seorang Ibu dari anak-anakmu, aku berjanji akan terus mengabdikan diriku padamu...” Qian Yu tak henti-hentinya meneteskan air mata kebahagiaan.
Ling Zhen mengelus kepala Qian Yu dan mengecup ujung kepalanya, ‘Bibi Qian, terimakasih karena telah mengandung anakku.’
“Aku memberinya nama Ling Shui...”
__ADS_1
Ibu Ling Zhen memeluk Xue Lianhua dan Qian Yu. Kelahiran Ling Tian dan Ling Shui semakin menambah kebahagiaan di keluarga Ling Zhen.