Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 12 - Rumah Gaya Bulan


__ADS_3

Ling Zhen menyadari bahwa kondisi tubuhnya tidak terlalu baik, bahkan pergerakannya terbatas karena efek Racun Darah Buas masih sangat terasa.


Setelah meninggalkan Lembah Dewa, Ling Zhen mendatangi Sekte Lembah Perawan sebelum menuruni Pegunungan Longxue mencari petunjuk menuju Kekaisaran Qing.


“Menemukan seorang penghulu bukanlah hal yang sulit, tetapi saat ini aku membutuhkan informasi sebanyak mungkin tentang dunia persilatan.” Ling Zhen memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, menurutnya saat ini dia membutuhkan informasi tentang keberadaan Ramuan Dewi Malam dan segala hal yang berhubungan dengan Sekte Pemuja Iblis.


‘Menurut calon istrimu itu, di pegunungan ini terdapat tempat persembunyian sekte yang lain. Apakah kau tidak tertarik berkunjung kesana?’ Rubah Putih memberi saran, namun Ling Zhen terlihat tidak terlalu tertarik sehingga dia menolaknya dengan tegas.


“Lebih baik aku segera bergegas menuju kota terdekat dan mencari informasi tentang hal yang ingin kuketahui.” Memang mudah mengatakan itu, tetapi Ling Zhen sendiri tidak tahu lokasinya secara pasti dan tempat yang akan dia tuju.


Dengan menuruni Pegunungan Longxue, Ling Zhen tiba disebuah hutan. Dibawah Pegunungan Longxue terdapat sebuah hutan yang penuh akan Hewan Buas Iblis. Disana Ling Zhen menemukan berbagai jenis binatang yang menghalangi perjalanannya.


“Pantas saja Pegunungan Longxue menjadi tempat persembunyian sebuah sekte. Hutan dan pegunungan yang menjadi sarang Hewan Buas Iblis adalah tempat yang strategis...” Mengingat Lembah Dewa yang dihuni Hewan Buas Iblis, tentu saja Ling Zhen mengerti bagaimana strategisnya tempat seperti Pegunungan Longxue.


Tetapi membuat tempat persembunyian di Pegunungan Longxue bagaikan pedang bermata dua. Setelah tempat persembunyian seperti Sekte Lembah Perawan diketahui, maka mudah saja bagi sekte aliram hitam untuk bertindak.


‘Kau memikirkan terlalu banyak hal, bocah manusia.’ Rubah Putih menguap dan menggelengkan kepalanya.


“Aku hanya berpikir seandainya keluar dari Lembah Dewa lebih cepat, kemungkinan aku bisa menyelamatkan Sekte Lembah Perawan...” Ling Zhen tersenyum kecut, sementara Rubah Putih yang hampir tertidur justru tertawa mendengarnya.


‘Bocah manuisa, kau boleh berencana. Tetapi mengetahui dan tidak mengetahui adalah hal yang sangat berbeda. Bahkan, sedetik dari sekarang pun baik aku ataupun dirimu tidak ada yang bisa tahu apa yang akan terjadi...’ Sangat jarang Rubah Putih memberi nasihat, hingga membuat Ling Zhen tertawa.


“Rubah tua yang bijak...” Ling Zhen kembali melangkahkan kakinya dan terus menyusuri tempat keberadaannya ini.


Ling Zhen terus menyusuri hutan yang mengelilingi Pegunungan Longxue. Tidak ada satupun manusia yang dia tanyai arah, hanya Hewan Buas Iblis yang mencegat dan mengamuk menghalangi langkahnya.

__ADS_1


‘Apa aku tersesat? Hutan ini sangat luas, sebaiknya aku beristirahat dan memulihkan kondisi tubuhku ini...’


Mengingat dirinya hanya berjalan tanpa arah, akhirnya Ling Zhen beristirahat didekat sungai. Disana dia membuat api unggun dan bermeditasi diatas batu.


“Racun Darah Buas ini masih terasa...” Ling Zhen merapatkan giginya saat pembuluh darahnya terasa ingin meledak.


‘Olah pernapasan Seni Napas Naga dan Seni Napas Phoenix. Tekan racun itu dan jika kau mampu, buat racun itu menjadi bagian dari tubuhmu sendiri.’


Ling Zhen menganggukkan kepalanya pelan dan mulai bermeditasi. Selama tiga hari, dia selalu berjalan tanpa arah dan berakhir ditempat ini.


Saat Ling Zhen sedang membakar daging Hewan Buas Iblis yang dia simpan di Ruang Dewa, hentakan langkah kaki dan aura membunuh dia dengar dan rasakan secara bersamaan.


‘Hewan Buas Iblis atau manusia?’ Ling Zhen menyantap daging Sapi Api Bertanduk Merah dengan lahap. Namun disaat dirinya sedang larut dalam dunianya sendiri, aura membunuh yang dia rasakan semakin mencekam.


“Tolong!”


Saat jarak Ling Zhen semakin dekat dengan aura pembunuh, dia dikejutkan dengan puluhan mayat yang tergeletak. Terlebih dirinya telah melihat jalan besar.


Matanya menatap seorang gadis yang dikejar puluhan pria berjubah kuning. Sementara lima prajurit yang menjaga gadis itu terdesak, bahkan empat dari mereka terbunuh dalam sekejap.


“Seni Napas Naga!”


Ling Zhen bergerak cepat melindungi gadis dan prajurit, kemudian dia mengamati situasi dengan seksama.


“Apa kau cari mati? Menghalangi rencana kami, sama saja kau bermusuhan dengan kami!” Salah seorang pria berjubah kuning menyerang Ling Zhen dengan goloknya. Sementara yang lain membentuk formasi dan mengepungnya, bahkan sebagian sudah ada yang menuju tempat gadis dan prajurit yang terluka.

__ADS_1


“Larilah Tuan Putri, aku akan melindungi-” Belum sempat menyelesaikan perkataannya, prajurit itu terbunuh.


“Jangan bunuh gadis itu, dia akan menjadi sandera yang istimewa. Selain itu, kita harus mencicipinya, bukan?” Pria berjubah kuning yang menghadang Ling Zhen menyeringai.


“Baik, Senior Hei!” Serentak puluhan pria berjubah kuning menjawab.


“Dilihat dari tampangmu, sepertinya kau tidak mengenaliku? Baiklah, aku memberitahu namaku...” Dengan sombong pria berjubah kuning yang menghadang Ling Zhen berbicara. Dia menyebut dirinya sebagai Hei Rui dan merupakan petinggi organisasi pembunuh bernama Rumah Gaya Bulan.


Selain menjadi seorang petinggi, Hei Rui juga telah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah. Dalam segi jumlah aura pembunuh, tentu Hei Rui lebih besar dan itu yang membuat Ling Zhen tidak gegabah dalam bertindak.


Dalam waktu singkat, Hei Rui sudah memainkan goloknya secara agresif. Serangannya yang tajam dan gerakannya yang lincah menjadi keunggulannya.


Tetapi melawan Ling Zhen adalah mimpi buruk bagi Hei Rui karena berbicara tentang kelincahan tentu saja Ling Zhen tidak bisa dianggap remeh.


Pertukaran serangan hebat terjadi selama beberapa detik, karena menyadari nyawa gadis yang dia coba selamatkan dalam bahaya, terpaksa Ling Zhen menggunakan jurus pedang Aliran Sembilan Naga.


Melihat kemampuan Ling Zhen yang ada diatas dirinya, seketika raut wajah Hei Rui memburuk. Hanya dalam satu kali tebasan yang tajam, Ling Zhen memotong kepala Hei Rui yang memandang remeh dirinya.


Melihat Hei Rui mati dengab mudah ditangan Ling Zhen, pria berjubah kuning yang tersisa berniat melarikan diri.


“Kalian berpikir bisa pergi dari sini?” Api berwarna merah menyelimuti tubuh Ling Zhen, sebuah Api Phoenix yang membara itu berterbangan diudara dan membakar tubuh pria berjubah kuning yang tersisa.


“Api Pelahap!” Ling Zhen menatap dingin para pendekar berjubah kuning yang terbakar, kemudian dia membunuh semuanya dengan satu kali tebasan.


“Hei, Rubah Putih. Bisa-bisanya kau tidur dibahuku dan mengabaikan semua ini?” Ling Zhen tidak percaya Rubah Putih bisa tertidur dengan tenang saat dirinya terlibat dalam pertarungan.

__ADS_1


Kemudian pandangan Ling Zhen terarah pada gadis yang diselamatkannya, “Apakah kau baik-baik saja?”


Terlihat gadis itu merinding ketakutan, bahkan setelah melihat tubuh pendekar berjubah kuning yang tewas, gadis itu muntah dan ekspresi mual terpancar jelas diwajah cantiknya.


__ADS_2