Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 14 - Kota Limeng


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama tiga hari akhirnya Ling Zhen dan Jia Ruan sampai di Kota Limeng.


Sesampainya di Kota Limeng, Ling Zhen menyuruh Jia Ruan menyembunyikan identitasnya dan menutupi wajah serta mengganti gaun yang dikenakan gadis itu.


“Penampilan sangat mencolok. Selain itu, kita tidak tahu apakah Kota Limeng telah disusupi pendekar dari Rumah Gaya Bulan atau belum.” Ling Zhen memperhatikan suasana Kota Limeng pada malam hari dengan seksama.


“Kota yang ramai dan damai. Penduduk disini juga sejahtera..." Ling Zhen berharap tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi saat dirinya memilih untuk mengantarkan Jia Ruan ke Ibukota Jiayang.


“Kota Limeng merupakan wilayah Bangsawan Li. Aku mendengar cerita dari ayahku, jika setiap kota dan wilayah provinsi yang dikuasai Bangsawan Li sangat makmur dan sejahtera.” Jia Ruan menjelaskan dan Ling Zhen mendengarkan.


Saat keduanya asyik menyusuri Kota Limeng, Ling Zhen dan Jia Ruan tiba di sebuah penginapan yang terlihat begitu nyaman dipandang bangunannya.


“Sebaiknya kita menginap disini.” Ling Zhen berkata sambil berharap jika masih ada kamar yang kosong, setidaknya dua kamar.


“Berdua?” Jia Ruan bertanya.


“Tidak, aku tidak ingin sekamar dengan tunangan orang lain.” Ling Zhen terlihat cuek, dan Jia Ruan mencubit lengannya cukup keras hingga membuat Ling Zhen meringis kesakitan.


“Sakit.” Ling Zhen berkata pelan, sementara Jia Ruan mengembangkan pipinya.


“Jangan bohong!” Jia Ruan tahu jika Ling Zhen sengaja mengeledeknya.


Tanpa membuang waktu, Ling Zhen memesan dua kamar di penginapan. Namun hanya menyisakan satu kamar yang kosong.


“Aku tidak percaya Tuan Putri Kekaisaran Jia sama sekali tidak membawa uang dalam perjalanannya.” Ling Zhen tidak percaya penginapan ini hanya menyisakan satu kamar.


“Itu bukan urusanmu.” Jia Ruan merasa malu, terlebih dirinya akan tidur sekamar dengan Ling Zhen. Namun semua itu tidak terjadi, karena Ling Zhen tidak masuk ke dalam kamar penginapan dan hanya berdiri diluar pintu.


“Kenapa tidak masuk?” Jia Ruan bertanya.


“Aku bisa tidur diluar. Bukankah kau tidak ingin tidur sekamar dengan lelaki lain? Jadi berhenti menggodaku, hubungan kita hanya sebatas teman seperjalanan.” Ling Zhen secara tidak sadar mengatakan hal yang membuat hati Jia Ruan merasa sakit.


“Hmmm, aku mengerti.” Jia Ruan memilih tidak berbicara lagi dan menutup pintu kamar sambil meratapi perasaannya.

__ADS_1


‘Aku akan tidur didalam.’ Rubah Putih menyelonong masuk kedalam kamar penginapan Jia Ruan.


Ling Zhen menatap Rubah Putih yang masuk ke dalam kolong ranjang, “Terserah.”


Sementara diluar Ling Zhen memesan makan malam dan menyantap hidangan makan malam sendirian. Kemudian mengantarkan makan malam pada Jia Ruan yang mengurung didalam kamar penginapan.


“Aku tinggalkan makan malam disini. Tetap berada didalam karena aku akan memeriksa keadaan sekitar.” Ling Zhen segera pergi setelah mengantarkan makan malam didepan pintu kamar penginapan Jia Ruan.


“Dasar bodoh.” Jia Ruan memeluk tubuh sendiri dan berbaring diatas ranjang.


Sementara itu Ling Zhen kembali menyusuri Kota Limeng dan menuju sebuah rumah makan yang ramai. Memang setelah sekian lama tidak merasakan makanan lezat yang layak, Ling Zhen memesan makanan dan menguping pembicaraan.


‘Tempat yang bagus untuk mencari informasi.’ Ling Zhen mendengarkan pembicaraan para pengunjung, dan menurut perkataan seorang pengunjung Jia Ruan telah dikabarkan mati karena serangan Rumah Gaya Bulan.


“Apakah pernikahan Tuan Putri dan pewaris Keluarga Zhong berakhir?” Salah satu seorang pengunjung angkat bicara.


“Tidak tahu, tetapi aku rasa pewaris Keluarga Zhong hanya mengincar tahta kekaisaran.” Pengunjung yang lain menanggapi.


Ling Zhen hanya diam dan mendengarkan obrolan para pengunjung. Berbagai macam informasi dia dapatkan dari yang tidak berguna sampai yang berguna.


Saat dirinya hendak menghabiskan satu potongan sayur terakhir, Ling Zhen mendengar pembicaraan para pengunjung jika putri kepala keluarga Bangsawan Li diculik oleh pendekar Rumah Gaya Bulan.


“Akhir-akhir ini Rumah Gaya Bulan bertindak seenaknya! Aku tidak percaya jika mereka mengincar kekayaan Keluarga Li!”


“Ya, tanpa Keluarga Li kita tidak akan bisa hidup makmur dan sejahtera.”


“Aku harap Nona muda Li baik-baik saja.”


Mendengar pembicaraan para pengunjung, Ling Zhen terkejut karena bagaimanapun melihat kemakmuran dan kesejahteraan penduduk Kota Limeng membuatnya penasaran dengan asal-asul sumber kekayaan Keluarga Li.


Setelah mendapatkan informasi yang dia inginkan, Ling Zhen segera membayar pesanannya dan kembali berjalan menikmati malam di Kota Limeng sendirian.


“Menurut orang-orang dirumah makan, kediaman Keluarga Li ada disana bukan?” Ling Zhen menatap sebuah bukit luas yang dipenuhi bangunan megah.

__ADS_1


Tidak pernah Ling Zhen sangka kediaman Keluarga Li terlihat begitu indah dan megah, terlebih luas.


‘Seharusnya Tuan Putri Jia sudah tidur, sebaiknya aku melihat dari dekat bentuk kediaman Keluarga Li ini.’ Ling Zhen mulai melangkah kakinya dengan niat hendak melihat kediaman Keluarga Li dari dekat, tetapi dirinya dikejutkan dengan para penjaga yang tewas didepan kediaman.


Terlihat disana puluhan pendekar berjubah kuning mengintimidasi orang-orang dari Keluarga Li.


“Jika kalian tidak menyerahkan segala kekuasaan dan kekayaan Keluarga Li pada Rumah Gaya Bulan, maka sesuai perjanjian, besok kami akan membunuh Nona Muda Li Hua!” Salah satu seorang pendekar berjubah kuning mengancam.


“Apakah anakku baik-baik saja?!” Terlihat seorang pria paruh bertanya dengan penuh rasa khawatir.


“Entahlah, semua itu tergantung dari jawabanmu.” Pendekar pria berjubah kuning menyeringai.


Pria paruh baya itu bersujud dan memohon, “Aku mohon jangan lukai anakku! Aku akan menyerahkan semuanya kepada kalian besok hari!”


Saat pria paruh baya itu berkata demikian, terlihat banyak orang-orang dari Keluarga Li tidak setuju tetapi bagaimanapun nyawa mereka lebih penting daripada sebuah harta.


Saat puluhan pria berjubah kuning hendak meninggalkan kediaman Keluarga Li, mereka berhadapan dengan Ling Zhen yang sedang berdiri melihat kejadian barusan tanpa rasa bersalah diekspresi wajahnya.


“Sayang sekali sepertinya nyawamu akan berakhir karena menguping pembicaraan kami!” Saat seorang pendekar berjubah kuning hendak menebaskan pedangnya pada leher Ling Zhen, justru tangannya terputus.


“Saat kau berani mengayunkan pedangmu itu pada orang lain berarti kau siap untuk mati, bukan?” Ling Zhen menarik Pedang Sembilan Naga begitu cepat dan tidak terlihat.


Seketika puluhan pendekar pria berjubah kuning memasang ekspresi wajah pucat. Tidak sampai lima menit, puluhan pendekar pria berjubah kuning menyerang Ling Zhen secara bersamaan namun tidak ada yang berhasil melarikan diri. Semuanya berakhir mengenaskan.


“Sepertinya aku berlebihan.” Ling Zhen menatap orang-orang dari Keluarga Li yang mematung melihat dirinya, kemudian dia menyarungkan Pedang Sembilan Naga sebelum pedang itu menghilang sepenuhnya.


‘Kenapa berakhir seperti ini? Apa karena mereka semua pendekar dari Rumah Gaya Bulan?’ Ling Zhen segera kembali ke penginapan dan menatap orang-orang dari Keluarga Li yang mematung ketakutan.


Saat Ling Zhen hendak mengucapkan sesuatu, dia mendengar suara langkah kaki dari para penduduk yang berbondong-bondong ke tempatnya. Matanya beralih menatap sebuah kertas ditangan pendekar yang dia bunuh.


“Ini?” Ling Zhen mengambil kertas itu secepatnya dan pergi dengan kecepatan tinggi tanpa disadari penduduk desa.


____

__ADS_1


__ADS_2