Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 86 - Akhir Pertempuran


__ADS_3

Ledakan keras menggema memenuhi langit, Ling Zhen kembali melepaskan tebasan pedangnya mengincar Tang Mu, namun permainan tombak Tang Mu diluar perkiraannya.


‘Setidaknya dua orang ini akan kubunuh!’ Sebisa mungkin Kutukan Roh Dewa Kematian tidak membebani tubuh Ling Zhen.


Dan selepas bertukar ratusan serangan dengan Tang Mu, akhirnya Ling Zhen melepaskan aura berwarna hitam pekat dan memanipulasinya.


“Serangan ini akan meninggalkan bekas luka padamu, manusia!” Saat Ling Zhen menyarungkan Pedang Pencabut Nyawa, muncul sejumlah pedang tak kasat mata yang berterbangan dilangit.


“Pedang Ilusi Pencabut Nyawa Pertama — Mengoyak Mangsa!”


Tang Mu terlambat menghindari sehingga dadanya terkena sayatan salah satu pedang tak kasat mata, sementara Lin Zi dan Shi Mubai dihadapkan dengan sejumlah pedang tak kasat mata yang dipenuhi aura hitam pekat.


Lin Zi menyatukan kedua tangannya dan melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar, “Jurus Iblis Hati - Amarah Jiwa!”


Sebuah aura yang Lin Zi manipulasi menjadi api yang membara membentuk mulut manusia itu membakar pedang tak kasat mata, tetapi Ling Zhen sudah mempersingkat jaraknya.


“Membelah Malam!” Saat itu Lin Zi menyadari jika Ling Zhen yang dihadapinya sekarang bukanlah manusia karena tatapan kedua mata yang menghitam itu.


Ling Zhen menyeringai lebar saat memotong kepala Lin Zi dengan tebasan yang memancarkan aura hitam pekat.


“Pemangsa Kehidupan!” Tangan kiri Ling Zhen memegang kepala Lin Zi yang hendak terpisah dari tubuhnya kemudian menyerap seluruh kekuatannya.

__ADS_1


Tang Mu dan Shi Mubai terbelalak matanya, bahkan seluruh pasang mata penduduk Ibukota Chudong merasa ngeri melihat kematian Lin Zi.


Saat Ling Zhen hendak mengejar Shi Mubai yang refleks menjauh darinya, dia merasakan seluruh tubuhnya terasa membeku.


‘Tubuh manusia ini telah mencapai batasnya! Sepertinya aku berlebihan!’ Kutukan Roh Dewa Kematian melepaskan aura tubuh yang mengerikan untuk mengintimidasi Tang Mu dan Shi Mubai.


Sambil mengalirkan aura berwarna hitam pekat, Kutukan Roh Dewa Kematian melepaskan tenaga dalam murni yang bernama qi.


Aliran Meridian tubuh Ling Zhen memancarkan aura yang berbeda dari sebelumnya. Tang Mu dan Shi Mubai yang merasa terintimidasi segera menjaga jarak, tetapi saat melihat Ling Zhen terbang dengan kecepatan tinggi kearahnya.


Segera Tang Mu mengisyaratkan pada Shi Mubai untuk melarikan diri, “Mubai! Kita pergi! Kematian Lin Zi tidak sia-sia karena kita menemukan orang yang memiliki kekuatan iblis! Suatu hari pasti, kita akan membunuh seluruh anggota Delapan Jari Kematian!”


“Sial! Lin Zi, maafkan aku!” Shi Mubai mendecakkan lidahnya sebelum mengikuti Tang Mu melarikan diri.


Ling Zhen yang sudah bersiap melepaskan tebasan pedangnya berharap bisa membunuh salah satu diantara Tang Mu dan Shi Mubai.


“Membelah Malam!”


Tebasannya membuat langit Ibukota Chudong dipenuhi aura berwarna hitam pekat yang memecah kegelapan.


Sesaat setelah menebaskan pedangnya, Ling Zhen menatap baik-baik siluet Tang Mu dan Shi Mubai yang menjauh.

__ADS_1


“Manusia, kau telah berjuang keras. Aku mengagumi jalan hidupmu yang dipenuhi tangisan dan kelemahan...” Kutukan Roh Dewa Kematian yang mengendalikan tubuh Ling Zhen tersenyum sembari mendekati mayat Lin Zi untuk mengambil Pedang Petir Ilahi dan Cincin Ruang milik pria tersebut.


Ling Zhen menaruhnya kedalam Ruang Dewa. Saat matahari kembali terlihat di Ibukota Chudong, tubuh Ling Zhen masih tetap berdiri dalam keadaan pingsan.


Kutukan Roh Dewa Kematian tersenyum sebelum kembali memasuki alam bawah sadar Ling Zhen, sedangkan Ling Zhen sendiri sudah tidak sadarkan diri.


Chu Xiulan dan Yue Rou menghampiri Ling Zhen yang pingsan dalam keadaan berdiri.


“Yue Rou, apa kau pernah mendengar kisah pendekar sejati?” Chu Xiulan bertanya kepada Yue Rou sambil memegang punggung Ling Zhen.


Yue Rou menggelengkan kepalanya dan dia terlihat sangat bahagia melihat keseriusan Ling Zhen yang melindungi seluruh penduduk Ibukota Chudong.


“Aku belum pernah mendengarnya, Ratu...” Yue Rou menjawab sambil memandang wajah Ling Zhen yang tersenyum.


“Zhen‘gege adalah pendekar sejati yang selalu aku dengar kisahnya dari Ibunda. Tidak kusangka, aku akan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri...” Chu Xiulan masih memegang punggung Ling Zhen sambil membungkus tubuh Ling Zhen dengan aura tubuhnya.


Seluruh penduduk Ibukota Chudong berbondong-bondong melihat sosok Ling Zhen yang telah bertarung habis-habisan melawan Sekte Pemuja Iblis dan menghentikan kudeta yang direncanakan Pasukan Awan Merah dan Bendera Iblis Hitam.


Pergejolakan di Ibukota Chudong telah berakhir tetapi masih belum menandakan jika dimasa depan tidak akan terjadi pergejolakan seperti hari ini.


Kisah pertarungan Ling Zhen membekas dihati para penduduk dan membuat mereka mengagumi sosok pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2