Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 39 - Malam Pertama Yang Mendebarkan


__ADS_3

Kabar pernikahan Ling Zhen dan Ji Yanran membuat gempar seisi Kota Jihao. Karena pernikahan Ji Yanran dan Wang Tao sendiri akan dilaksanakan dua hari dari sekarang.


Desas-desus pernikahan Ji Yanran menyebar dengan cepat, para penduduk kota membicarakan sosok Ji Yanran yang melakukan pernikahan tidak terduga.


“Aku pikir Nona Ji akan menikah dengan Tuan Wang. Tetapi aku tidak menyangka Nona Ji menikah dengan pemuda yang tidak jelas asal-usulnya...”


“Aku dengar pemuda itu memiliki paras rupawan. Aku tidak pernah melihat pria setampan pemuda itu!”


“Mungkinkah Nona Ji memang telah memiliki hubungan asmara dengan pemuda itu?”


“Dari tampangnya, seingatku pemuda itu lebih muda dari Nona Ji...”


Para penduduk heboh membicarakan sosok Ling Zhen yang menikahi Ji Yanran secara mendadak. Saat para penduduk hadir dalam pesta pernikahan tersebut, semuanya terpana melihat Ling Zhen dan Ji Yanran yang duduk bersebelahan setelah kedua mengucapkan janji suci mereka.


Hampir seluruh warga dari Kota Jihao hadir dipernikahan Ling Zhen dan Ji Yanran. Para tamu undangan memberikan ucapan selamat sekaligus hadiah berupa uang maupun sumber daya.


Ling Zhen memberikan hadiah dari para tamu undangan untuk anak yatim-piatu, dan Ji Yanran juga menyetujui pemikiran Ling Zhen.


Para tamu undangan menikmati hidangan yang disajikan di halaman depan Paviliun Bulan Biru sebelum pulang ke tempat masing-masing.

__ADS_1


Pasangan beda usia tersenyum bahagia setelah prosesi pernikahan berjalan lancar. Bagi Ling Zhen semua ini tidak pernah dia sangka, karena Ji Yanran akan menjadi istrinya.


Sosok yang dulu dia anggap sebagai kakak perempuan kini telah resmi menjadi istrinya. Begitu juga dengan Ji Yanran yang menganggap Ling Ling sebagai adik kecilnya, sekarang telah sah menjadi suaminya.


___


“Rubah imut, lihat majikanmu itu! Dia datang ke kamarku dan membangunkanku hanya untuk melihat semua ini!” Yue Rou menggerutu mengingat Ling Zhen dan Ji Yanran yang telah menikah.


“Entah mengapa aku merasa kesal sendiri!” Yue Rou memilih kembali ke penginapan setelah menikmati hidangan dipernikahan Ling Zhen dan Ji Yanran.


Bersamaan dengan Yue Rou yang kembali ke penginapan, Ling Zhen sekarang berada dikamar milik Ji Yanran.


“Kakak Ji...” Saat Ji Yanran duduk dipangkuannya, tangan Ling Zhen memegang pinggang ramping Ji Yanran dengan gemetar.


“Bukankah kita telah menikah? Kita telah menjadi suami-istri! Kenapa kau masih memanggilku Kakak Ji?!” Ji Yanran menggigit bibir tipisnya dan memukul dada Ling Zhen pelan.


Ling Zhen tertawa renyah dan memegang hidung Ji Yanran dengan gemas, “Ran‘er, aku tidak menyangka kau akan menjadi istriku. Aku merasa bahagia. Apa kau merasakan hal yang sama denganku?”


Ji Yanran memerah wajahnya mendengar ucapan Ling Zhen. Tangannya menyentuh bibir Ling Zhen dan tersenyum semanis mungkin.

__ADS_1


Ling Zhen menikmati senyuman itu dan tersenyum tipis, sementara Ji Yanran duduk manis dipangkuannya lebih dalam.


“Adik kecilku yang manis, tentunya aku merasa bahagia karena setelah lama kita tidak berjumpa. Aku tidak menyangka akan jatuh cinta pandangan pertama denganmu. Padahal kau adalah Adik Zhen yang cengeng dan selalu berlarian mengikuti dari belakang...” Bisikan suara Ji Yanran terdengar menggoda membuat Ling Zhen menelan ludah bahkan menahan napasnya selama beberapa detik.


“Adik Zhen, kau sudah tumbuh besar.” Ji Yanran menambahkan sambil menggoyangkan badannya pelan.


“Ran‘er, sebut namaku...” Ling Zhen memegang kedua bahu Ji Yanran lalu merebahkan tubuh perempuan itu dengan lembut diranjang yang empuk.


“Apakah kita akan melakukannya sekarang?” Ji Yanran menatap lekat Ling Zhen yang berada diatasnya.


Tangan Ling Zhen yang memegang punggung Ji Yanran turun kebawah dan meremas gemas sambil tersenyum tipis.


“Apa aku masih seperti adik kecilmu yang cengeng?” Ling Zhen menatap tajam Ji Yanran membuat perempuan itu tersipu malu.


Ji Yanran menggelengkan kepalanya dan memejamkan matanya saat melihat wajah Ling Zhen mendekat.


‘Apa aku harus kehilangan ciuman pertamaku sekarang?’ Batin Ji Yanran bergejolak karena bagaimanapun lelaki dihadapannya lebih muda dua belas tahun darinya.


Namun saat Ji Yanran menanti ciuman dibibirnya, Ling Zhen justru mengecup keningnya dan mengelus rambutnya penuh kasih sayang.

__ADS_1


“Kita akan melakukannya setelah aku membunuh Wang Tao. Dan para bedebah sialan itu!” Ling Zhen membaringkan tubuhnya disamping Ji Yanran yang terdiam seribu bahas menahan rasa malu.


__ADS_2