Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 117 - Sama-Sama Malu


__ADS_3

Sesampainya di Lembah Dewa, Ling Zhen mempersiapkan kegiatan berlatihnya. Dia ingin segera menembus Pendekar Dewa Tahap Awal. Tak terasa dirinya akan menginjak usia delapan belas tahun.


Ling Zhen membiarkan Xue Lianhua dan Qian Yu menata barang-barang dirumah, sementara dirinya langsung melatih fisiknya dan meningkatkan lingkaran tenaga dalam.


‘Sesuatu yang terjadi di Ezzo harus segera kuakhiri dan aku akan memastikan kematian seluruh anggota Sekte Pemuja Iblis...’ Ling Zhen memejamkan matanya dan mulai berlatih.


Pemuda itu mengabaikan malam pertamanya dengan Qian Yu. Jujur dia merasa gugup karena Qian Yu merupakan perempuan berusia empat puluh tahun, sementara dirinya berumur tujuh belas tahun.


Ling Zhen lebih pantas menjadi anak dari Qian Yu dibandingkan suaminya. Berulang kali wajah Ling Zhen mengkerut dan tidak bisa fokus bermeditasi.


‘Sial!’ Dalam hatinya, Ling Zhen mengumpat kesal, ‘Aku malu untuk bertemu dengannya!’


Sekitar dua bulan Ling Zhen terus berlatih namun tidak menembus Pendekar Dewa Tahap Awal. Ketika hari menjelang sore, Ling Zhen tersenyum menatap langit karena besok adalah hari yang paling berharga dalam hidupnya dimana dirinya akan bertambah umur.


“Gege, bukankah kau terlalu cuek kepada Bibi Qian? Kenapa tidak bisa bersikap seperti biasanya?” Xue Lianhua merasa kasihan pada Qian Yu karena Ling Zhen terlihat lebih fokus terhadap latihannya, dibandingkan wanita paruh baya itu.


“Kenapa diam! Gege, sebagai sesama perempuan aku marah padamu! Kau tidak menghargai perasaan Bibi Qian!” Melihat Xue Lianhua marah membuat Ling Zhen mengusap wajahnya secara kasar.


“Lian‘er, aku mengerti. Dengan kondisi tubuhku yang sekarang, kau saja tidak mampu bertahan.” Ling Zhen berkata cukup tenang membuat Xue Lianhua memegang dagunya berpikir.


“Apa maksudmu, Gege?” Xue Lianhua bertanya, sedangkan Ling Zhen mendekat dan membisikkan sesuatu yang membuat wajah Xue Lianhua merah padam.


“Jadi ini alasannya kau tidak meminta itu padaku seperti biasanya.” Xue Lianhua memalingkan wajahnya dan menjadi malu sendiri.


Ling Zhen tertawa pelan, “Nanti malam adalah malam yang spesial untukku. Apa kalian berdua tidak ingin memberikan sesuatu padaku, Yu‘er?”


Ling Zhen menoleh ke belakang menatap pohon tempat dimana Qian Yu bersembunyi, “Berhenti bersembunyi, Yu‘er. Aku bisa melihat wajahmu.”


“Bibi Qian?” Xue Lianhua ikut menoleh. Tak lama Qian Yu keluar dengan wajah malu-malu.


Saat Qian Yu semakin mendekat, Ling Zhen memeluknya begitu juga dengan Xue Lianhua.

__ADS_1


“Ah!” Qian Yu sontak memberontak, “Lepaskan!”


“Gege!” Xue Lianhua menatap Ling Zhen tajam dan tidak percaya.


Ling Zhen justru mempererat pelukannya, “Yu‘er, maaf karena aku bersikap seenaknya. Dan malam ini aku ingin memintanya pada kalian berdua...”


Qian Yu memalingkan wajahnya yang memerah. Wanita paruh baya itu masih mencoba melepaskan diri dari pelukan Ling Zhen.


Sementara Xue Lianhua sudah pasrah saat telapak tangan Ling Zhen mengelus perutnya.


Ling Zhen tersenyum dalam hatinya melihat ekspresi Qian Yu dan Xue Lianhua. Setelah itu dia melepaskan pelukannya sambil memperhatikan raut wajah Qian Yu.


“Nanti malam aku akan menunggu di rumah biasanya, Lian‘er.” Ling Zhen tersenyum kearah Xue Lianhua kemudian mengalihkan pandangannya kearah Qian Yu dan menambahkan, “Dan kau juga harus datang Yu‘er.”


“Tunggu-” Belum Xue Lianhua menjawab, Ling Zhen sudah pergi. Sedangkan Qian Yu masih tidak percaya akan merasakan kembali jatuh cinta mengingat usianya tidak lagi muda.


“Bibi Qian, sebaiknya kita bersiap-siap.” Xue Lianhua mengajak Qian Yu kembali ke rumah yang biasa digunakan Ibu Ling Zhen.


“Tetapi, Lian‘er...” Nampak Qian Yu ragu. Xue Lianhua mengerti dan memegang tangan wanita paruh baya itu.


“Nanti malam adalah malam pertama kalian, aku tidak akan mengganggu.” Xue Lianhua mengedipkan matanya pada Qian Yu.


Setelah itu keduanya pergi bersiap-siap untuk menerima ajakan Ling Zhen nanti malam.


____


Ling Zhen duduk dengan tenang ditepi ranjang sambil menunggu kedatangan Qian Yu dan Xue Lianhua. Kedua istrinya belum memperlihatkan batang hidungnya setelah malam tiba.


“Kenapa mereka malu? Padahal Rou‘er dan Xiu‘er paling menyukai kegiatan ini...” Sambil bergumam Ling Zhen merebahkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan matanya.


Sementara itu diluar terlihat Xue Lianhua dan Qian Yu berbicara. Qian Yu ragu untuk menerima ajakan Ling Zhen dan menyuruh Xue Lianhua yang melakukan tugasnya sebagai seorang istri.

__ADS_1


“Bibi Qian, aku juga malu tetapi apa kau tidak ingin membuat Gege senang? Tepat pergantian hari nanti saat tengah malam tiba, dia akan berumur delapan belas tahun. Setidaknya kita turuti saja hasrat anehnya itu.” Enteng Xue Lianhua menerima ajakan Ling Zhen berbeda dengan Qian Yu yang begitu ragu.


‘Membuat Zhen‘er senang? Kenapa dia bisa begitu tergila-gila pada Zhen‘er?’ Batin Qian Yu berkecamuk.


“Aku akan menunggu dirumah sana!” Qian Yu mendorong Xue Lianhua masuk kedalam rumah sebelum membalikkan badannya.


“Bibi Qian!” Xue Lianhua ingin mengajak Qian Yu kembali, namun pintu rumah ditutup dari luar.


“Lian‘er, tolong mengertilah. Aku berbeda denganmu yang masih muda. Aku sudah tua. Aku lebih pantas menjadi Ibunya, dibandingkan istrinya.” Suara Qian Yu terdengar bergetar. Xue Lianhua menghela nafas panjang dan menghembuskan nafas secara halus.


“Aku mengerti, Bibi Qian. Maaf..." Setelah mengatakan itu, Xue Lianhua dengan langkah yang berbunga-bunga mendekati ruangan kamar yang digunakan Ling Zhen dan dirinya melepas kerinduan.


Xue Lianhua mengetuk pintu untuk memastikan, “Gege, ini aku.” Ucap Xue Lianhua malu-malu.


Dari dalam kamar terdengar jawaban pria, “Masuklah.” Segera Xue Lianhua membuka pintu dan melihat Ling Zhen yang sedang berbaring di ranjang.


Ling Zhen berdiri dan memperhatikan Xue Lianhua, “Sendirian?” Ling Zhen mengerti Qian Yu masih malu bahkan dirinya juga merasa malu melakukannya dengan Qian Yu. Ling Zhen takut Qian Yu merasa dirinya tidak pantas untuknya.


Xue Lianhua menganggukkan kepalanya pelan, “Iya, Gege. Aku sendirian.” Jantung Xue Lianhua berdebar kencang melihat Ling Zhen semakin mendekat padanya.


Saat Xue Lianhua hendak menutup pintu, Ling Zhen menahannya dan tersenyum kearah Xue Lianhua.


“Gege?” Xue Lianhua terlihat kebingungan dengan tindakan Ling Zhen.


“Sudah dua bulan lebih bukan?" Ling Zhen langsung memeluk tubuh Xue Lianhua dari belakang, “Bagaimana, Lian‘er?”


Ling Zhen mengelus perut Xue Lianhua dan menggigit lembut daun telinga istri keempatnya itu.


Xue Lianhua menggeliat pelan, “Gege, aku sedang dalam masa subur...” Wajah yang memerah itu membuat Ling Zhen mengecup bibirnya.


“Mmmmhhhh...” Xue Lianhua terkejut melihat Ling Zhen sudah membopong tubuhnya keranjang dan membaringkannya penuh perhatian. Pemuda itu melakukan semuanya tanpa melepaskan ciumannya.

__ADS_1


__ADS_2