Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 69 - Klan Tengkorak Jalanan II


__ADS_3

“Apa saja yang telah kau lakukan padanya! Aku tidak akan memaafkanmu!” Permainan golok Sima Tong seketika menjadi brutal.


Ling Zhen menambah pola serangannya dan memperhatikan arah serangan yang dilepaskan Sima Tong.


Senyuman tipis terpahat diwajah Ling Zhen seolah-olah dia sengaja menyindir lawannya, “Kau pasti mengetahuinya bukan jika perempuan hamil karena telah melakukan itu dengan lawan jenisnya!”


“Bedebah!” Sima Tong semakin agresif menyerang Ling Zhen.


Dari belakang terlihat Tetua Kong mengayunkan dua pedangnya mengincar kepala Ling Zhen.


“Wakil pemimpin, aku mendapatkan kepalanya!” Namun saat jarak sepasang pedangnya hampir menyentuh leher Ling Zhen, justru berbenturan dengan sepasang golok Sima Tong.


Ling Zhen menunduk sebelum menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya, “Seni Napas Phoenix...”


Ayunan tebasan Pedang Sembilan Naga mengincar leher Tetua Kong, begitu cepat dan terarah namun Tetua Kong menghindarinya dengan menjadikan salah satu anggota Klan Tengkorak Jalanan sebagai tameng hidup.


“Cih, menjijikkan sekali caramu bertarung!” menatap dingin Tetua Kong sebelum memainkan pedangnya lebih lincah dari sebelumnya.


Merasa Ling Zhen lebih fokus terhadap Tetua Kong membuat Sima Tong memanfaatkan kesempatan untuk menyerang Ling Zhen dari belakang.


Terlintas ide licik Sima Tong, dia menatap anggota Klan Tengkorak Jalanan lalu matanya mendelik menatap rendah penduduk yang terkepung dari segala sisi.


“Kalian semua! Siapa yang paling banyak membunuh penduduk ini, maka aku akan merekomendasikan kalian menjadi Tetua Klan Tengkorak Jalanan!” Mendengar ucapan Sima Tong, seketika para pendekar Klan Tengkorak Jalanan berteriak.


“Aku yang akan membunuh para pecundang ini!” Salah satu Tetua Klan Tengkorak Jalanan yakni Tetua She datang bersama anggotanya.


Tetua She berjalan dengan arogan sambil menarik pedangnya, namun saat matanya mendapatkan Ling Zhen yang bertarung melawan Tetua Kong, seketika nyali Tetua She menciut.


“Apa yang kau lakukan disini?!” Tetua She berkeringat dingin mengingat sosok Ling Zhen yang menjatuhkan dirinya dengan mudah.


Walau telah memberitahu pemimpin Klan Tengkorak Jalanan, namun Tetua She tetap merasakan trauma saat melihat Ling Zhen.


“Oi, kau yang disitu!” Ling Zhen menjatuhkan Tetua Kong lalu menunjuk Tetua She.

__ADS_1


“Jadi kau salah satu dari mereka, ini tidak terduga.” Ling Zhen tersenyum sebelum api Phoenix membakar tubuhnya.


Terlihat sepasang sayap api dipunggungnya, Ling Zhen terbang keatas sambil menyarungkan Pedang Sembilan Naga.


“Rantai Raja Neraka!” Ling Zhen mengambil Rantai Raja Neraka dari dalam Ruang Raja sebelum menggerakkannya untuk membunuh pendekar Klan Tengkorak Jalanan yang membabi-buta hendak menyerang penduduk.


“Apa-apaan dia itu?!” Tetua Kong tidak menyangka Ling Zhen mampu menghadang seluruh anggota Klan Tengkorak Jalanan sendirian.


“Phoenix? Baru pertama kali aku melihatnya! Ini gila!” Tetua She terkagum-kagum melihat Ling Zhen, sedangkan Sima Tong merapatkan giginya kesal.


“Ini bukan waktunya kagum, bodoh!” Sima Tong menendang punggung Tetua She hingga Tetua She tersungkur ke tanah.


Ling Zhen menatap seluruh anggota Klan Tengkorak Jalanan sebelum melepaskan serangan dari udara.


“Ledakan Sembilan Phoenix!”


Dalam sekejap Ling Zhen sudah membunuh sekitar sepuluh pendekar Klan Tengkorak Jalanan.


“Tarian Api Phoenix!” Ling Zhen menyerang ketiga pendekar yang mengejarnya, sedangkan Rantai Raja Neraka bergerak dengan sendirinya menyerang pendekar Klan Tengkorak Jalanan dibawah sana.


Serangan gabungan dari Sima Tong, Tetua She dan Tetua Kong dapat ditahan dengan baik oleh Ling Zhen. Bahkan dengan menggunakan kemampuan Phoenix, Ling Zhen unggul dalam pertarungan diudara.


“Ledakan Sembilan Phoenix!” Ling Zhen sengaja melepaskan serangan ledakan dari cakaran kakinya sebelum memusatkan tenaga dalam pada telapak tangannya.


“Petir Ilahi : Tombak Penghakiman!”


Petir berbentuk tombak berwarna ungu menembus jantung Tetua She yang terlambat menghindari, sementara itu Sima Tong dan Tetua Kong bergerak menjauh.


“Petir Ilahi : Kilat Petir!”


Sima Tong dan Tetua Kong dibuat terkejut dengan kilatan petir berwarna ungu, Ling Zhen kembali memusatkan tenaga dalam pada kedua kakinya.


“Cakar Raja Phoenix!” Dengan kecepatan tinggi dia menyerang Tetua Kong yang berusaha menahan serangannya.

__ADS_1


“Tidak buruk juga, tetapi pertahananmu lemah!” Cakar kaki Ling Zhen yang berapi-api menembus perut Tetua Kong.


“Kau...” Mata Tetua Kong mendelik menatap Ling Zhen penuh kebencian. Terlihat Tetua Kong hendak mengatakan sesuatu, namun nyawanya terhempas bersamaan dengan tubuhnya yang jatuh kebawah.


Sima Tong tersentak kaget saat menyadari Tetua She dan Tetua Kong mati, terlebih seluruh anggotanya dibawah sana tidak berdaya menghadapi Rantai Raja Neraka.


“Bagaimana mungkin?!” Sima Tong tanpa sadar melepaskan seluruh tenaga dalamnya sebelum menebaskan sepasang goloknya yang memancarkan cahaya berwarna merah ke arah Ling Zhen.


“Golok Tengkorak Menggapai Langit!”


Sima Tong tersenyum menyeringai dan terlihat sangat percaya diri dengan serangannya, sedangkan Ling Zhen terlihat terbang dengan kecepatan tinggi sambil mengalirkan tenaga dalam pada kedua tangannya.


Senyuman dibibir Sima Tong menghilang saat melihat Ling Zhen dapat menghalau tebasannya dan kini sudah berada dalam jarak singkat dihadapannya.


“Tiga Cakar Api Surgawi!”


Jari jempol, telunjuk dan tengah Ling Zhen membentuk cakar yang diselimuti api. Cakar ini menembus jantung Sima Tong dalam sekejap.


“Aku tidak mungkin mati-” Napas Sima Tong terputus bersamaan dengan jumlah darah yang banyak keluar dari mulutnya.


“Jatuhlah!” Ling Zhen mendorong kedua tangannya dan menatap tubuh Sima Tong yang terjatuh ke tanah.


Melihat wakil pemimpin Klan Tengkorak Jalanan mati ditangan Ling Zhen, seketika semangat bertarung anggota Klan Tengkorak Jalanan menghilang terlebih mereka tidak dapat berkutik dihadapan Rantai Raja Neraka.


Saat Ling Zhen menghabisi seluruh anggota Klan Tengkorak Jalanan, pemimpin Klan Tengkorak Jalanan datang bersama salah satu tetua yang tersisa.


“Kenapa jadi seperti ini? Bukankah mereka semua yang jadi tumbalnya? Lantas mengapa seluruh anggotaku mati bahkan Sima Tong juga ikut menjadi tumbal!” Pemimpin Klan Tengkorak Jalanan melepaskan aura pembunuh berjumlah besar dan menatap sekelilingnya.


Saat tatapan matanya tertuju pada Ling Zhen yang bersimbah darah, saat itu dia menyadari jika Ling Zhen yang membunuh seluruh anggotanya.


“Apakah kau pemimpin kelompok ini?” Ling Zhen melemparkan senyuman tipis dan bertanya.


“Baru saja aku tinggal makan tapi keadaan menjadi kacau balau seperti ini! Kau harus membayarnya, sialan!” Pemimpin Klan Tengkorak Jalanan melepaskan jubahnya dan menghilang dari pandangan Ling Zhen.

__ADS_1


__ADS_2