
Melihat apa yang terjadi di Ibukota Jiayang membuat seorang pria paruh baya dan gadis muda tersentak kaget. Namun pandangan keduanya yang semula terkejut melihat pertarungan itu, sekarang beralih pada sosok dua orang yang meninggalkan Ibukota Jiayang dengan kecepatan tinggi.
“Bukankah itu Hei Yuan dan Jian Gu, kita harus menghabisi kelompok ini sebelum menimbulkan kekacauan seperti ini dimasa depan.” Pria paruh baya itu mengelus jenggotnya, dan bergerak mengikuti Hei Yuan serta Jian Gu.
“Kakek, laki-laki itu...” Gadis itu justru penasaran dengan kondisi Ling Zhen, tetapi saat ini prioritas utama mereka adalah Hei Yuan dan Lin Zi.
Sementara seorang pria paruh baya dan gadis pergi mengikuti dua anggota Rumah Gaya Bulan yang tersisa, Ling Zhen dalam kondisi kritis diselamatkan perempuan misterius yang berhasil menahan serangan Lin Zi.
”Anak muda, siapa namamu?” Perempuan misterius itu bertanya.
Ling Zhen tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat, tetapi saat ini dia melihat jelas bagaimana kekurangannya.
“Apa perlu aku memberitahu namaku pada orang yang tidak kukenal? Namaku, bukanlah urusanmu!” Ling Zhen memegang kepalanya dan sedikit meringis saat merasakan sakit diseluruh tubuhnya.
Perkataan Ling Zhen cukup membuat kesabaran perempuan misterius habis, “Kupuji keberanianmu itu, namamu memang tidak penting. Tetapi kemampuanmu itu penting untuk membunuh salah satu dari mereka.”
Ling Zhen mengangkat alisnya, “Apa maksudmu?”
Perempuan misterius menyeringai dari balik penutup wajahnya, “Apa aku harus menjelaskannya padamu? Sayang sekali, aku tidak mempunyai hak untuk itu!”
Mendengar ucapan perempuan misterius itu, Ling Zhen menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
“Seperti yang kau tahu, aku hanya ingin membalaskan kematian keluargaku...” Ling Zhen melihat kedua bola mata yang berwarna merah menyala itu, “Terimakasih telah menyelamatkanku...”
“Alasan itu sudah cukup. Tindakan Sekte Pemuja Iblis sangatlah berbahaya, selain itu mereka menyebabkan kekacauan diseluruh Benua Lima Warna.” Perempuan misterius itu mengamati wajah Ling Zhen sebelum menatap langit malam.
“Jika kau ingin mengetahui tentang Sekte Pemuja Iblis lebih jauh, pergilah ke Kekaisaran Chu. Siapa tahu disana kau menemukan petunjuk tentang kelompok ini.” Perempuan misterius itu menghilang dari pandangan Ling Zhen setelah berkata demikian.
“Kekaisaran Chu?” Ling Zhen menggelengkan kepalanya pelan sebelum membaringkan tubuhnya.
“Benar-benar melelahkan. Setidaknya sekarang aku masih hidup...” Ling Zhen tersenyum sambil memejamkan matanya.
____
Kebanyakan prajurit istana yang menyamar telah dijatuhi hukuman mati. Bahkan Zhong Feng juga akan bernasib sama.
Sesudah menjatuhkan sosok Zhong Feng yang penuh tipu muslihat, Ling Zhen mendapatkan pujian dan penghargaan dari Kaisar Jia. Tetapi Ling Zhen tidak pernah menunjukkan keberadaannya semenjak pertempuran di Ibukota Jiayang.
Hingga tak terasa satu minggu telah berlalu semenjak peristiwa itu. Hukuman untuk Zhong Feng akan segera dilaksanakan dan itu membuat para anggota keluarga bangsawan Jia dan Li terkejut saat mengetahui kisah masa lalu Zhong Feng.
Zhong Feng adalah anak dari seorang selir kepala keluarga Zhong. Ibunya mati karena dibunuh oleh ayahnya sendiri lantaran ketahuan berselingkuh dengan salah satu anggota Keluarga Zhong.
Walau kejadian yang sebenarnya bukan demikian, melainkan Ibu Zhong Feng menjadi korban pelecehan seksual dari para anggota Keluarga Zhong.
__ADS_1
Setelah mengetahui kebenaran itu, Zhong Feng berambisi membunuh seluruh Keluarga Zhong sampai menyisakan dirinya. Bahkan kebenciannya terhadap keluarga bangsawan membuatnya ikut membantu rencana pembunuhan kakek dan nenek Jia Ruan.
Motif Zhong Feng hanyalah dendam, tetapi perasaan itu dimanfaatkan oleh Lin Zi dan perwakilan Sekte Pemuja Iblis yang lain untuk mengambil Pusaka Dewa yang disimpan Keluarga Jia.
Saat Zhong Feng mati, situasi di Ibukota Jiayang kembali tenang. Bahkan kejadian ini membuat Kekaisaran Jia semakin dirugikan. Terlebih perang dingin antara Kekaisaran Jia dan Kekaisaran Qing dan Kekaisaran Zhou semakin dekat.
____
“Tuan Ling, apa kau tidak berniat berpamitan dengan ayahku?” Li Hua bertanya kepada Ling Zhen yang sedang memakai jubah barunya berwarna hitam.
“Tidak, sampaikan saja salamku pada ayahmu, Nona Li.” Ling Zhen tersenyum menatap Li Hua yang selama seminggu menemaninya di penginapan.
“Aku akan pergi. Aku janji akan menemuimu kembali. Saat itu tiba, aku akan...” Ling Zhen tidak melanjutkan perkataannya lantaran merasa malu, begitu juga ekspresi Li Hua yang merah merona.
“Berjanjilah...” Li Hua mengulurkan jari kelingkingnya pada Ling Zhen.
Melihat itu, Ling Zhen tersenyum tipis dan mengaitkan jari kelingkingnya dijari kelingking Li Hua. Kemudian dia mengecup lembut kening Li Hua.
“Aku pergi...” Wajah Li Hua merah padam.
“Jaga dirimu baik-baik...” Li Hua merasakan debaran jantungnya berdetak kencang saat melihat punggung Ling Zhen menjauh darinya.
__ADS_1