Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 74 - Ibukota Chudong


__ADS_3

Ibukota Chudong nampak damai dan tenang. Terlihat banyak penduduk kota yang menyambut kedatangan Yue Rou.


Melihat perempuan yang berjalan bersamanya disambut dengan begitu meriah, Ling Zhen hanya tersenyum tipis saat melihat Yue Rou melambaikan tangannya membalas sapaan para penduduk.


“Zhenzhen, kenapa kau diam saja? Apa tidak ada yang ingin kau katakan?” Yue Rou bertanya sambil memperhatikan raut wajah Ling Zhen yang tenang.


Tentu Yue Rou penasaran dengan tanggapan Ling Zhen saat dirinya disambut penduduk Ibukota Chudong.


“Aku hanya tidak menyangka kau terbiasa dengan situasi ramai dan panas ini?” Ling Zhen menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.


Yue Rou mengembungkan pipinya dan mencubit pipi Ling Zhen sambil menariknya, “Kau benar-benar membuatku kesal!”


“Lepaskan! Ini sangat memalukan!” Ling Zhen dengan kesal mengikuti Yue Rou sampai didepan Istana Chu.


Sesampainya di Istana Chu, Yue Rou mengeluarkan Rubah Putih yang tidur dibelahan dadanya dan tersenyum cerah.


“Lihat, rubah imut! Ini adalah Istana Chu, mulai hari ini kau adalah peliharaanku!” Yue Rou berkata dengan antusias tanpa mempedulikan Ling Zhen yang tidak setuju dengan ucapannya itu.


“Selamat datang, Nona Yue.” Para pelayan menyambut Yue Rou yang sibuk dengan Rubah Putih.


Yue Rou melirik para pelayan yang membungkuk padanya, “Kalian, siapkan kamar untuk pria disampingku ini. Kamar yang dekat dengan ruanganku.”


Yue Rou memberikan perintah, dari nada bicara dan sikapnya terlihat Yue Rou seperti sosok tuan putri. Ling Zhen yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


“Baik, Nona Yue.” Para pelayan menjawab dan segera melaksanakan perintah Yue Rou.


Lalu Yue Rou menatap Ling Zhen yang sedang menatap dirinya, “Sabar. Aku masih butuh waktu untuk memikirkan pernikahan.”


Ling Zhen tersedak mendengarnya, “Hah? Kau selalu saja seenaknya berbicara, Senior Yue!”


“Bukankah tatapanmu itu terlihat seperti orang yang sudah begitu bernafsu.” Yue Rou kembali berbicara dan Ling Zhen menanggapinya kesal.


“Lagipula kau belum hamil! Kenapa aku harus terjebak dalam situasi yang aneh ini?!” Ling Zhen memalingkan wajahnya dan tidak ingin Yue Rou melihat ekspresinya yang kesal.


“Mari masuk, Zhenzhen. Kita akan membicarakan pernikahan kita dengan Ratu.” Yue Rou menggandeng tangan Ling Zhen dan menariknya memasuki Istana Chu.

__ADS_1


“Tunggu-” Ling Zhen tidak sempat memberontak saat melihat senyuman Yue Rou.


‘Sebenarnya Senior Yue sangat manis saat tersenyum seperti ini...’ Ling Zhen menggenggam tangan Yue Rou dan membuat perempuan kaget.


“Kau terlalu agresif, Zhenzhen!” Yue Rou melepaskan tangannya dan menatap Ling Zhen waspada.


“Apakah ini sikap yang pantas ditunjukkan pada calon suamimu? Aku hanya menggenggam tanganmu, bukankah kau yang terlebih dahulu memegang tanganku?” Ling Zhen tidak percaya dengan sikap Yue Rou.


“Tetapi...” Yue Rou mengalihkan pandangannya saat tatapan mata tajam Ling Zhen bertemu dengan matanya.


“Tetapi?” Ling Zhen mendekati Yue Rou dan tersenyum tipis karena dia tidak menyangka Yue Rou terlihat begitu manis saat malu-malu seperti ini.


“Aku malu dilihat banyak orang...” Yue Rou berkata cukup pelan dan hanya didengar Ling Zhen.


“Eh?” Ling Zhen terkejut karena tidak sadar banyak pelayan yang melihat dirinya menggenggam tangan Yue Rou dan mengatakan dirinya sebagai calon suami perempuan itu.


‘Sial!’ Ling Zhen memerah wajahnya dan rasanya dia ingin segera masuk kedalam kamar yang telah disiapkan untuknya.


“Nona Yue, kamar untuk calon suami anda sudah siap.” Salah satu pelayan membungkuk kemudian tersenyum tipis kearah Yue Rou yang malu-malu.


“Nona Yue, Ratu memanggil anda.” Sekarang pelayan yang lain memberitahu Ratu Chu yang memanggil Yue Rou dan menyuruhnya untuk datang ke jamuan makan.


“Mari, Zhenzhen.” Yue Rou berjalan menuju ruang makan milik Ratu Chu disusul Ling Zhen dari belakang.


Sesampainya didepan pintu yang terbuat dari emas, Yue Rou membukanya dan diruangan itu terlihat sosok perempuan cantik yang duduk dengan manis menanti kedatangan Yue Rou dan Ling Zhen.


“Selamat datang di Ibukota Chudong, Ling Zhen.” Ratu Chu menyapa Ling Zhen dan melipatkan salah satu kakinya.


“Senang-” Ling Zhen hendak menjawab, tetapi kepalanya dipegang Yue Rou kebawah sehingga Ling Zhen terlihat membungkuk.


“Dimana sopan santunmu?” Yue Rou menatap tajam Ling Zhen.


“Yue Rou, tidak usah formal. Lagipula Ling Zhen adalah calon suamimu...” Ratu Chu tertawa pelan sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangannya, “Duduk sini, ada yang ingin kubicarakan dengan kalian berdua tentang pernikahan kalian.”


Ling Zhen dan Yue Rou duduk sambil mendengarkan ucapan Ratu Chu tentang pernikahan yang akan digelar besok hari.

__ADS_1


“Besok?” Ling Zhen dan Yue Rou sama-sama terkejut.


“Kenapa terkejut? Kalian berdua terlihat sangat serasi.” Ratu Chu justru tertawa cekikikan dan terlihat wajahnya begitu antusias membahas pernikahan antara Yue Rou dan Ling Zhen.


“Yue Rou, aku harap kau bisa menjadi istri yang baik untuk Ling Zhen.” Ratu Chu menatap Yue Rou sambil tersenyum sebelum mengalihkan pandangannya menatap Ling Zhen.


“Dan Ling Zhen, kau akan menjadi suami Yue Rou. Aku harap kau bisa membahagiakan Yue Rou dan benih anakmu itu. Aku tidak akan memaafkanmu jika menyakiti Yue Rou.” Ratu Chu menambahkan.


“Ratu...” Yue Rou tersipu malu sementara Ling Zhen mendecakkan lidahnya.


“Benih? Kapan aku melakukannya?” Ling Zhen sendiri merasa belum melakukan hubungan badan dengan Yue Rou.


“Ratu, maaf atas ketidaksopananku ini. Kedatangan ke Kekaisaran Chu adalah untuk menikahi Senior Yue dan anda.” Ling Zhen menatap Ratu Chu tajam. Dia secara blak-blakan mengatakan dirinya berjanji akan menikahi Yue Rou dan Ratu Chu kepada istrinya, Ji Yanran.


“Aku merasa terjebak. Tetapi sebagai lelaki, aku ingin mengungkapkan perasaanku ini pada kalian.” Ling Zhen menambahkan sambil menarik napas panjang mengatur napasnya, “Apakah kalian berdua bersedia menjadi istriku?”


Yue Rou dan Ratu Chu sama-sama terkejut. Belum pernah ada lelaki seagresif Ling Zhen yang melamar langsung Ratu Chu dan Yue Rou.


‘Menikah? Aku yang membohongi Yue Rou dengan cerita itu. Itulah kenapa terjadi hal ini. Tetapi Ling Zhen, kau memiliki tubuh yang istimewa, kau sama sepertiku. Sehingga aku berani melepaskan ciuman pertamaku padamu...’ Ratu Chu terdiam sambil memperhatikan wajah Ling Zhen dan Yue Rou yang duduk bersebelahan.


“Jadi kapan pernikahan kita betiga digelar?” Ratu Chu tersenyum.


“Ratu, apakah anda serius dengan ini?” Yue Rou seakan tidak percaya dengan ucapan Ratu Chu.


Ratu Chu menganggukkan kepalanya, “Aku serius. Apakah kita tidak boleh mencintai lelaki yang sama, Yue Rou.”


“Aku tidak mencintainya, tetapi aku tidak membencinya.” Yue Rou menanggapi ucapan Ratu Chu.


“Oh, seperti itu...” Ratu Chu tersenyum dan menatap Ling Zhen yang terlihat tetap tenang, “Sebelum membahas rencana pernikahan kita, lebih baik kita makan. Sangat disayangkan jika makanan didepan kalian basi.”


Ratu Chu mengajak Ling Zhen dan Yue Rou untuk menikmati hidangan. Akhirnya mereka betiga makan bersama sambil berbincang, Ling Zhen hanya mendengarkan Yue Rou dan Ratu Chu yang berbincang singkat.


“Ratu, ada yang ingin kubicarakan dengan anda.” Yue Rou memasang ekspresi serius.


“Ada apa, Yue Rou? Aku izinkan kau untuk berbicara.” Ratu Chu mengelap bibir tipisnya yang merekah dengan kain tipis sebelum tersenyum manis.

__ADS_1


__ADS_2