
Suasana duka memenuhi halaman Keluarga Li. Pembantaian sepihak yang dilakukan Rumah Gaya Bulan sudah melebihi batas wajar karena dilakukan secara terang-terangan.
Keluarga Li hendak menyewa pendekar aliran putih dan netral di Kekaisaran Jia namun akses keluar masuk Kota Limeng dikuasai Rumah Gaya Bulan. Terlebih anggota Rumah Gaya Bulan hanya mengincar semua orang yang berhubungan dengan Keluarga Li diluar kota.
Beberapa jam setelah kepala keluarga sekaligus Walikota Kota Limeng menguburkan para jenazah dibantu para warga kota, sesuatu yang menghebohkan terjadi karena Ling Zhen datang dari arah langit dengan menggendong tubuh Li Hua.
Ketika pertama kali melihat kemunculan Ling Zhen, semua orang mengambil sikap waspada bahkan ada beberapa warga kota yang berkeringat dingin mengingat pendekar yang bisa terbang hanyalah pendekar suci ke atas.
“Semuanya, tenanglah. Kedatanganku kesini hanya ingin mengantarkan Nona Muda Li yang diculik Rumah Gaya Bulan. Turunkan senjata kalian itu!” Ling Zhen menatap para warga kota yang mengacungkan senjata kearahnya.
“Ikuti apa kata pendekar ini!” Walikota Kota Limeng yang bernama Li Jingshan dan merupakan ayah dari Li Hua, bersama istrinya yang bernama Li Rong yang langsung menghampiri Ling Zhen.
Saat Ling Zhen menyerahkan Li Hua, para warga kota merasa lega karena pendekar misterius seperti Ling Zhen tidak dipihak Rumah Gaya Bulan.
Tangis haru Keluarga Li memenuhi halaman depan saat mengetahui Li Hua baik-baik saja. Bukan ingin memecahkan suasana haru itu, Ling Zhen tanpa basa-basi langsung memberi penawaran pada Li Jingshan.
“Maaf mengganggu kegembiraan kalian, tetapi izinkan aku berbicara berdua dengan ayah dari Nona Muda Li ini.” Ling Zhen berkata dengan sopan sambil membungkukkan badannya. Kemudian Li Jingshan mengangkat tangannya dan memberitahu jika dirinya adalah ayah dari Li Hua.
“Kita bisa bicara didalam, tuan pendekar. Aku ingin mengucapkan terima kasih secara langsung padamu dan memberi imbalan karena telah menolong anakku.” Li Jingshan tidak menaruh curiga terhadap Ling Zhen, dan merasa pemuda yang menyelamatkan anak perempuannya tidak memiliki niat jahat pada keluarganya.
Ling Zhen dan Li Jingshan masuk kedalam kediaman Keluarga Li disusul oleh para anggota Keluarga Li yang lain.
Didalam ruang tamu yang luas, Ling Zhen menunjukkan berkas catatan yang dia dapatkan dari Rumah Gaya Bulan kepada Li Jingshan. Keduanya bercerita dan saling memperkenalkan diri sebelum meminum teh hangat memulai obrolan serius mereka.
“Paman Li, bacalah berkas ini. Setelah membaca ini, aku ingin mendengar secara langsung padamu mengenai tawaran yang kuberikan.” Ling Zhen menggaruk pipinya karena bagaimanapun ini pertama kalinya mencoba melakukan negoisasi.
”Kau bilang namamu Ling Zhen, bukan? Mantan bangsawan di Kekaisaran Qing. Mencoba menghentikan pernikahan Tuan Putri Jia dan pewaris Keluarga Zhong. Apa ada maksud tersembunyi dengan tindakanmu ini.” Li Jingshan tersenyum dan menatap Ling Zhen penasaran.
__ADS_1
Ling Zhen tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya, “Paman Li, aku sudah terlibat dengan semua ini setelah membaca berkas ini. Dan aku hanya ingin tidak ingin perempuan yang kukenal menangis dan sakit hati karena sandiwara bodoh ini...”
‘Alasannya sangat jujur, apa dia bertemu dengan Tuan Putri Jia dan jatuh cinta? Apapun itu, aku hanya ingin menjodohkannya dengan anakku...’ Li Jingshan tersenyum tipis sebelum memberitahu dirinya akan membantu Ling Zhen, karena bagaimanapun ini menyangkut masa depan Kekaisaran Jia dan keutuhan Keluarga Li serta keluarga bangsawan lainnya.
“Aku akan membantumu, Pendekar Ling. Tetapi dengan satu syarat...” Li Jingshan berkata dan tersenyum penuh muslihat. Melihat itu, Ling Zhen tertawa pelan.
“Apakah aku dalam kondisi harus memenuhi syarat itu? Aku berasal dari Kekaisaran Qing, tergantung syarat itu aku akan diam dan melihat pertumpahan darah yang akan terjadi.” Balasan Ling Zhen membuat Li Jingshan berkeringat dingin dan tersedak, Ling Zhen yang melihat itu merasa dirinya membalas berlebihan, “Maaf Paman Li, aku hanya bercanda. Katakan syaratnya padaku.”
“Aku-” Li Jingshan mengatur napasnya karena suaranya tertelan tenggorokannya, “Pendekar Ling, aku ada satu permintaan untukmu. Maukah kau bertunangan dengan anakku yang bernama Li Hua? Jika bisa, kita bisa lakukan pernikahan secepatnya.”
Ling Zhen yang sedang meminum teh hangat sambil mendengarkan perkataan Li Jingshan, hampir memuntahkan air teh yang masih hangat ke wajah Li Jingshan.
Tanpa Li Jingshan ketahui, ada empat sorot mata menguping pembicaraannya. Ling Zhen sendiri merasa ada dua orang yang sedang menguping tetapi dua orang itu bukanlah orang mencurigakan karena mereka Li Rong dan Li Jingshan.
“Paman Li, anggap saja ini karena kepercayaanku padamu. Aku akan menceritakan ini...” Ling Zhen menceritakan dirinya yang telah mempunyai dua calon istri dan kedua gadis yang secara tidak terduga terikat takdir dengannya juga sedang menanti kepulangannya.
Li Jingshan naik turun alisnya tidak percaya mendengar cerita Ling Zhen. Namun tak lama senyuman lebar tergambar jelas diwajahnya.
“Dengar, Paman Li. Aku dan Nona Muda Li tidak saling mengenal. Aku sudah menceritakan diriku yang seorang mantan bangsawan. Karena alasan itu, aku akan terus melangkah dan mengotori tanganku ini. Pembunuh sepertiku ini tidak pantas untuk perempuan sebaik Nona Muda Li...” Ling Zhen menatap telapak tangannya, bayangan darah memenuhi matanya.
Li Jingshan terbuka mulutnya namun tidak ada kata-kata satupun yang terucap. Yang ada hanyalah dirinya terkejut dengan ucapan Ling Zhen, terlebih wajah pemuda itu menunjukkan kesedihan mendalam.
Li Jingshan mengulurkan tangannya, Ling Zhen membalasnya dan menatap Li Jingshan penuh keheranan.
“Baiklah, kita akan bekerjasama. Dengan ini, aku resmi menjodohkanmu dengan Hua‘er.” Li Jingshan tertawa pelan. Pria paruh baya ini sungguh membuat Ling Zhen tidak berkutik. Memutuskan sesuatu tanpa persetujuan Ling Zhen.
“Paman Li, apakah kau tidak mendengar ucapanku?” Ling Zhen merasa ada yang salah dengan otak Li Jingshan.
__ADS_1
“Aku dengar, aku dengar. Maka dari itu aku semakin yakin jika kau akan membahagiakan Hua‘er, apapun yang terjadi.” Li Jingshan berdiri dan menepuk pundak Ling Zhen pelan, “Malam ini cobalah untuk berkenalan lebih dekat dengan anakku. Aku sebagai ayahnya akan mengizinkannya.”
Ling Zhen dengan ekspresi datar menghela napas panjang, “Paman Li, aku kembali ke penginapan. Besok aku akan datang kembali kesini.”
Selepas berkata demikian, Ling Zhen meninggalkan kediaman Keluarga Li dan kembali ke penginapan.
Sesampainya di penginapan, Ling Zhen mengetuk kamar Jia Ruan. Gadis itu terlihat belum tertidur, bahkan saat Ling Zhen mengetuk dengan cepat Jia Ruan membuka kamar penginapan.
“Kau kemana saja? Kupikir kau meninggalkanku hanya karena aku adalah tunangan orang lain.” Terlihat Jia Ruan masih kesal dengan ucapan Ling Zhen.
“Untuk masalah itu, Tuan Putri. Aku ingin kau membatalkan pernikahanmu dengan lelaki itu.” Ling Zhen menatap Jia Ruan lurus dan mengatakannya tanpa berpikir panjang.
Jia Ruan terkejut mendengarnya, jantungnya berdetak kencang.
“Untuk apa aku melakukan itu? Apa kau menyukaiku?” Jia Ruan membalas tatapan Ling Zhen dalam.
“Karena tunanganmu adalah seorang bedebah yang akan membawamu dalam kehancuran. Kau tidak perlu mengetahui perasaanku, cukup batalkan pernikahanmu itu.” Jawaban Ling Zhen justru membuat Jia Ruan menampar pipinya dengan sangat keras.
“Cukup! Jika tidak peduli padaku, jangan coba-coba mengatakan hal bodoh yang sudah pasti jawabannya! Aku tidak akan membatalkan pernikahanku dengan Feng’gege, dibandingkan dengan dirimu dia lebih perhatian!” Jia Ruan melepaskan emosinya dan keluar kamar penginapan, menabrak Ling Zhen yang mematung dengan wajah membisu.
“Aku salah menilaimu!”
Melihat kepergian Jia Ruan, senyum tipis terpancar diwajah Ling Zhen.
‘Justru aku peduli padamu, tuan putri bodoh. Aku hanya tidak pandai mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata, tetapi setelah semua ini sepertinya kau tidak akan mempercayaiku lagi.’ Ling Zhen masuk ke dalam kamar penginapan dan melihat Rubah Putih yang baru terbangun.
“Sepertinya aku memang tidak menyukai orang yang bertunangan dengan orang lain...”
__ADS_1
‘Apa-apaan wajahmu itu? Kau terlihat menyedihkan. Apa yang terjadi?’ Rubah Putih bertanya sebelum melompat ke atas kepala Ling Zhen.
“Tidak ada apa-apa, mari kita pergi...” Ling Zhen pergi meninggalkan penginapan bersama Rubah Putih. Keduanya menuju suatu tempat di Kota Limeng.