
Ling Zhen dan Yue Rou mengikuti Rubah Putih yang menuntun mereka. Gua yang disetiap sudutnya terdapat obor menuntun mereka berdua ke sebuah reruntuhan luas yang berada dibawah tanah.
Sesuai namanya, Reruntuhan Kuno Dewi Malam hanya terbuka ketika malam hari. Pintu menuju Reruntuhan Kuno Dewi Malam akan tertutup dengan sendirinya setelah pagi datang.
Ling Zhen tidak menurunkan kewaspadaannya, begitu juga dengan Yue Rou. Setelah menuruni anak tangga yang membawa Ling Zhen dan Yue Rou ke sebuah reruntuhan, Rubah Putih langsung melompat ke kepala Ling Zhen.
Tercium aroma amis darah segar bekas pertempuran, terasa aura pembunuh yang besar menandakan sedang terjadi pertempuran di Reruntuhan Kuno Dewi Malam.
“Zhenzhen- Hmm, Zhen‘gege.” Yue Rou memiringkan kepalanya saat memanggil nama Ling Zhen.
“Hah? Ada apa, Rou‘er?” Ling Zhen membuka pintu yang terbuat dari batu. Disana terlihat Pasukan Awan Merah bertempur dengan hebat melawan kelompok pendekar berjumlah ratusan orang.
“Aku hanya ingin terbiasa memanggil namamu...” Yue Rou berjalan didekat Ling Zhen, setelah pintu terbuka segera dia menarik kedua pedangnya.
“Dimana Ratu?” Yue Rou tidak menyangka situasi di Reruntuhan Kuno Dewi Malam telah menjadi pertempuran. Tidak ada yang menyadari kedatangan Ling Zhen dan Yue Rou yang memang keduanya membuka pintu Reruntuhan Kuno Dewi Malam dengan pelan.
Saat Yue Rou melihat tubuh Chu Xiulan terbaring lemas diatas batu, sementara itu disana terlihat Penasehat Xiong sedang memegang kepala Chu Xiulan.
“Ratu!” Yue Rou berteriak. Seketika seluruh pendekar yang bertarung menatap kearahnya.
“Tangkap dia dan serahkan pada Tuan Lei Wei!”
“Sepertinya dia mengetahui keberadaan Tombak Langit, kita harus menangkapnya!”
Anggota Pasukan Awan Merah menatap kearah Yue Rou dengan tajam sebelum membentuk formasi yang mengelilingi perempuan tersebut.
“Zhen‘gege, aku akan melawan mereka, kau cukup bangunkan Ratu dan bawa dia pergi dari sini!” Yue Rou mengeluarkan aura pembunuh berjumlah besar setelah Ling Zhen melesat ketempat Penasehat Xiong.
“Kita berjumpa lagi, bocah sialan!” Jiu Hen hendak menghadang Ling Zhen, namun saat punggung Ling Zhen mengeluarkan api yang membentuk sayap, cambuk milik Jiu Hen dapat dihindari Ling Zhen dengan mudah.
“Ledakan Sembilan Phoenix!” Ling Zhen menyerang Jiu Hen sebelum melepaskan satu cakaran mematikan pada Penasehat Xiong.
“Cakar Raja Phoenix!” Namun serangan Ling Zhen ditahan tapak api yang membara, ledakan terjadi sedetik kemudian.
__ADS_1
Ling Zhen menggunakan kesempatan itu untuk merebut tubuh Chu Xiulan dari Penasehat Xiong.
“Xiu‘er, apa kau sungguh tidak mempercayaiku?” Ling Zhen menatap wajah Chu Xiulan yang menyimpan sejuta kesedihan.
Melihat bagaimana Chu Xiulan dan Yue Rou yang lebih kuat dari dirinya membuat Ling Zhen memutuskan untuk menempa kembali kemampuannya.
‘Mungkin aku terlalu terburu-buru memutuskan untuk keluar dari Lembah Dewa, tetapi aku tidak menyesalinya karena dengan semua keputusanku itu aku bertemu dengan kalian...’ Ling Zhen membawa tubuh Chu Xiulan ketempat Yue Rou.
“Zhen‘gege, kita terkepung!” Yue Rou mengumpat karena didalam Pasukan Awan Merah terdapat petinggi Klan Dewi Malam.
“Nona Yue, dimana Tuan Lei Wei, apa dia sudah merenggut kesucianmu?” Salah satu petinggi Pasukan Awan Merah bernama Gao Yang menatap Yue Rou rendah.
“Jaga bicaramu, sampah!” Ling Zhen menatap Gao Yang tajam dan berteriak lantang.
“Siapa kau?! Beraninya kau berteriak padaku?!” Gao Yang membalas sengit.
Tak lama terdengar suara tepuk tangan dari Penasehat Xiong. Terlihat semuanya berjalan sesuai rencana pria tersebut.
“Yue Rou, aku tidak menyangka kau datang membawa pemuda itu. Aku pikir pemuda itu telah mati ditangan Ratu Chu. Tetapi sepertinya, Ratu Chu benar-benar mencintainya. Sebenarnya apa yang istimewa dari pemuda yang lemah itu?” Penasehat Xiong mengejek Ling Zhen yang menggendong tubuh Chu Xiulan.
“Apa maksudmu?!" Yue Rou menatap Penasehat Xiong penuh amarah.
“Rou‘er jangan dengarkan.” Ling Zhen dengan tenang menegur Yue Rou sambil mengalirkan tenaga dalamnya pada seluruh tubuh Chu Xiulan.
“Setelah Xiu‘er bangun, pergilah ke kota dan lindungi para penduduk. Sepertinya orang bernama Xiong itu telah membunuh seluruh keluarga bangsawan yang mengisi kursi pemerintahan Kekaisaran Chu.” Ling Zhen mengingat cerita Rubah Putih tentang rencana Penasehat Xiong.
“Bagaimana denganmu?” Yue Rou tetap mengkhawatirkan Ling Zhen, walau pemuda itu mengatakan ingin melindungi dirinya, tetapi hatinya tetap tidak bisa menepis rasa penuh kekhawatiran.
“Aku akan mengukur waktu.” Ling Zhen tersenyum kearah Yue Rou. Terlihat disana wajah penuh kekhawatiran pada dirinya, “Tenang saja, aku tidak akan mati. Karena aku berjanji akan membangunkan Ibuku.”
Chu Xiulan membuka matanya dan mendapati dirinya yang berada dipelukan seorang pemuda, “Ling Zhen...”
“Rou‘er, aku serahkan padamu...” Ling Zhen langsung menurunkan tubuh Chu Xiulan dan melepaskan Aura Raja Neraka dengan jumlah yang besar.
__ADS_1
“Tetapi-”
“Cepat pergi!” Ling Zhen berteriak saat Yue Rou terlihat ragu padanya. Yue Rou menarik tangan Chu Xiulan dan membawa lari ke arah kota saat Ling Zhen membuka jalan.
Butuh tenaga dalam berjumlah besar serta aura tubuh, tetapi Ling Zhen berhasil menghadang seluruh anggota Klan Dewi Malam yang menyamar sebagai Pasukan Awan Merah serta dia berhasil menahan seluruh anggota Bendera Iblis Hitam.
“Dinding Api Neraka!” Ling Zhen menyeringai bersamaan dengan tertancapnya Pedang Sembilan Naga ketanah setelah dia ambil dari Ruang Raja.
Terlihat dinding api yang mengelilingi Reruntuhan Kuno Dewi Malam menjulang tinggi ke langit.
“Oi, apa dia berpikir bisa menghentikan kita semua?!” Gao Yang tertawa terbahak-bahak melihat aksi Ling Zhen yang melindungi Yue Rou dan Chu Xiulan.
Penasehat Xiong menggelengkan kepalanya, “Bagaimanapun semua sudah terlambat. Aku sudah bertemu dengan Lin Zi dan Shi Mubai dari Sekte Pemuja Iblis. Sekarang aku yakin mereka berdua sedang membantai penduduk tak berdosa setelah menghabisi seluruh anggota bangsawan.”
Mendengar itu raut wajah Ling Zhen memburuk. Situasi di Ibukota Chudong benar-benar diluar kemampuannya. Dia bisa saja melampaui batas kemampuannya, tetapi semua itu akan membuatnya lumpuh seumur hidup dan tidak bisa lagi menjadi seorang pendekar.
Ling Zhen sudah memutuskannya, walau lumpuh sekalipun, dia akan tetap bertarung untuk mendapatkan kepercayaan Chu Xiulan dan Yue Rou.
Tetapi mendengar nama Sekte Pemuja Iblis yang merupakan dalang dibalik semua ini membuat Ling Zhen putus asa.
‘Bocah manusia, aku sudah menduga akan menjadi seperti ini. Bisa kau bertahan selama dua jam?’ Rubah Putih berbicara sambil memperhatikan orang-orang disekitar Ling Zhen.
“Apa yang ka rencana, Rubah Putih?” Ling Zhen bertanya, dalam hatinya dia merasa Rubah Putih merencanakan sesuatu yang sudah lama dia pikirkan setelah Rubah Putih selalu mengingatkan jika dirinya tidak akan selamanya menemani dirinya.
‘Aku akan membantumu. Wujudku ini akan lenyap sepenuhnya, tetapi sebagian roh-ku akan menjadi sebuah pedang dan dalam pedang itu terdapat Kutukan Roh Dewa Kematian.’ Rubah Putih menatap mata Ling Zhen yang berkaca-kaca.
‘Apa kau sanggup bertahan selama dua jam, bocah manusia?’ Rubah Putih bisa mengetahui saat ini perasaan Ling Zhen goyah, tetapi bagaimanapun dia telah memilih menolong manusia ini dan mempercayakan masa depan dipundaknya yang lemah.
Tidak ada yang menyadari betapa rapuh dan lemahnya Ling Zhen. Dan yang menyadari itu hanyalah Rubah Putih.
“Aku sanggup.” Ling Zhen menundukkan kepalanya sambil tersenyum menyembunyikan perasaannya.
‘Bagus. Itu jawaban yang ingin kudengar dari muridku.’ Rubah Putih tersenyum sebelum kembali tertidur dikepala Ling Zhen.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, Jiu Hen dan Gao Yang menyerang Ling Zhen secara bersamaan, sementara itu pertempuran antara Klan Dewi Malam da Bendera Iblis Hitam kembali pecah.