
Setelah sampai di Istana Chu, Ling Zhen memperkenalkan Qian Yu kepada Ibunya dan kelima istrinya. Tanggapan kelima istri Ling Zhen terkejut setelah Ji Yanran menceritakan tentang Qian Yu beberapa bulan yang lalu.
“Zhen‘er, Ibu tifak tahu harus berbicara pada padamu!” Ibu Ling Zhen terhuyung dan hampir jatuh namun Que menahannya.
“Kau menikahi teman Ibumu ini, Nak.” Ibu Ling Zhen sendiri bisa menerima cerita Ling Zhen tentang kondisi Qian Yu, tetapi tetap saja melihat temannya menjadi istri anaknya membuatnya syok.
“Dan sekarang dia hamil anakmu. Aku tidak harus berkata apa, tetapi apa kau benar-benar mencintai anakku, Qian Yu?” Ibu Ling Zhen mendekati Qian Yu lalu keduanya mengobrol didalam Istana Chu.
Ling Zhen menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, tidak kata yang keluar dari pemuda itu. Bahkan kelima istrinya yang lain menatapnya aneh.
‘Pengasuhku menjadi istri suamiku?’ Tanggapan Ji Yanran yang sedang menggendong Ling Feng penuh kebingungan. Disatu sisi dia merasa bersalah karena membuat Qian Yu menderita, disatu sisi dia tidak menyangka Ling Zhen akan menikahi seorang janda.
‘Suamiku memang lemah syahwat, bahkan dia menikahi seorang janda yang kami temui di Kota Wuzhen. Apa dia tidak sadar jika didalam perutku ini terdapat bayinya...’ Yue Rou membatin sambil menghela nafas panjang.
Hanya Chu Xiulan yang mendekati Ling Zhen dan berbisik pelan, “Bagaimana rasanya seorang janda, Zhen‘gege?” Istri ketiganya itu memasang wajah usil.
Ling Zhen mengelus rambut Chu Xiulan dan berkata lirih, “Dirimu mulai nakal, Xiu‘er. Jangan menggodaku.” Ling Zhen menatap perut buncit Chu Xiulan.
Que Mi dan Mizuhara tidak percaya jika Ling Zhen menikahi seorang janda. Bahkan saat melihat perut Xue Lianhua dan Qian Yu saja Que Mi sudah mengetahuinya. Kedua perempuan itu sedang mengandung benih cinta Ling Zhen.
Akhirnya setelah saling berkenalan, Ling Zhen bersyukur karena keenam istrinya menerima Qian Yu. Namun jika dilihat-lihat, Qian Yu lebih akrab dengan Ibunya.
Ling Zhen sendiri tidak memungkiri Qian Yu memiliki kecantikan yang tidak kalah dengan enam istri mudanya. Dan Ling Zhen tidak akan membanding-bandingkan para istrinya, karena mereka semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Ling Zhen menerima itu dan menikmati semuanya. Dia menghabiskan waktu di Istana Chu dengan melepaskan kerinduannya pada Ji Yanran dan tak lupa dengan Yue Rou dan Chu Xiulan.
__ADS_1
Ling Zhen melakukan tugasnya sebagai seorang suami dengan baik. Para istrinya merasa puas, tetapi Que Mi dan Mizuhara belum Ling Zhen sentuh. Kedua istri yang umurnya sebaya dengannya itu akan menggantikan peran Xue Lianhua dan Qian Yu.
Ling Zhen sendiri tidak sabar menantikan malam pertama dengan Que Mi dan Mizuhara. Berada di Istana Chu justru membuat Ling Zhen kewalahan karena Yue Rou, Chu Xiulan, Xue Lianhua dan Qian Yu sedang hamil, bahkan tak jarang Ji Yanran menyinggung tentang Ling Feng yang membuat Ling Zhen tak sampai hati jika harus menunda kegiatan suami-istri dengan Ji Yanran.
Dan tak terasa beberapa hari Ling Zhen berada di Istana Chu. Akhirnya hari persalinan Yue Rou dan Chu Xiulan tiba. Kedua wanita itu kini terlentang dengan suara erangan dan mengejan.
Sama halnya dengan proses persalinan Ji Yanran, proses persalinan kali ini membuat Ling Zhen cemas namun pemuda itu tidak menunjukkan kecemasannya, dia memendamnya karena tidak ingin Yue Rou dan Chu Xiulan khawatir.
Terlihat Yue Rou berulang kali berteriak bahkan terkadang wanita lemas tidak bertenaga. Kondisi ini berbeda dengan Chu Xiulan yang nampak lancar-lancar saja.
Proses persalinan ini dilihat langsung oleh Xue Lianhua dan Qian Yu yang sedang hamil muda. Qian Yu sendiri baru kali ini melihat langsung proses persalinan.
Mengingat umur Yue Rou dan Chu Xiulan lebih muda darinya membuat Qian Yu minder. Tetapi wanita paruh baya itu tidak ingin mengecewakan Ling Zhen yang telah memperjuangkan perasaannya.
Pemuda itu benar-benar membuatnya merasa tersentuh. Qian Yu bertekad akan melahirkan anak untuk Ling Zhen yang telah membuatnya hamil dan membuatnya merasakan menjadi wanita yang sesungguhnya.
Ling Zhen sendiri selalu memberikan kata-kata penyemangat untuk Yue Rou dan Chu Xiulan yang sedang berjuang melahirkan buah hatinya.
Bukan hanya keluarga Ling Zhen saja yang menantikan kelahiran bayi dari Chu Xiulan, seluruh rakyat Kekaisaran Chu berharap proses persalinan Chu Xiulan berjalan lancar.
Mengingat bayi Chu Xiulan kelak akan menjadi pewaris tahta Kekaisaran Chu tentu membuat seluruh rakyat didalamnya menjadi cemas dan berharap Chu Xiulan serta baginya selamat menjalani proses persalinan.
Sesuai arahan Que Mi dan tabib istana, Yue Rou terus mengejan begitu juga dengan Chu Xiulan. Kedua wanita itu berjuang melahirkan sang buah hati dengan seluruh tenaga dan kehidupannya.
Ditengah kecemasan itu akhirnya Yue Rou dan Chu Xiulan melahirkan dua bayi mungil yang menggemaskan secara bersamaan. Que Mi segera membopongnya sebelum membersihkan tubuh kedua bayi mungil itu.
__ADS_1
“Zhen‘gege..." Yue Rou dengan tatapan sayu tersenyum kearah Ling Zhen yang menatapnya cemas, “Anak kita lahir...”
Tatapan Ling Zhen tidak kalah cemas pada Chu Xiulan yang meneteskan air matanya.
“Rou‘er, Xiu‘er, terimakasih. Terimakasih karena telah melahirkan mereka berdua untukku." Ling Zhen mengecup kening Yue Rou dan Chu Xiulan secara bergantian.
“Apa kau sudah mempunyai nama untuk anak kita, Zhen‘gege?" Chu Xiulan bertanya sambil menatap lemas Ling Zhen.
“Aku setuju dengan nama pemberian kalian berdua." Ling Zhen tersenyum hangat pada Chu Xiulan dan Yue Rou. Memang mereka bertiga telah membicarakan ini setelah melepaskan kerinduan dan Ling Zhen menerimanya.
“Mereka berdua sangat menggemaskan. Mereka perempuan, Kakak Rourou, Kakak Xiuxiu.” Que Mi datang dan memberikan kedua bayi mungil yang dia gendong pada Ling Zhen.
Ibu Ling Zhen mendekat bersama dengan Xue Lianhua, Qian Yu dan Ji Yanran.
“Lihat, Feng‘er. Mereka berdua adalah adikmu.” Ji Yanran menggoyangkan tangan mungil Ling Feng kearah bayi Chu Xiulan dan Yue Rou.
Ibu Ling Zhen tersenyum, “Mereka sangat mirip dengan Ibunya dan beberapa bagian terlihat condong ke Ayahnya.”
“Ibu, lagipula mereka berdua anakku. Jika tidak mirip denganku, itu akan aneh dan menimbulkan kecurigaan.” Ling Zhen menanggapinya dengan candaan.
“Tenang saja, Zhen‘er. Semua istrimu ini tidak akan berselingkuh. Ibu yakin, karena mereka telah memberikan cucu untuk Ibu.” Jawaban enteng Ibu Ling Zhen membuat pipi ketujuh istri Ling Zhen bersemu merah.
Dimata ketujuh istrinya, Ling Zhen benar-benar membuat mereka bahagia. Pemuda itu menyatukan mereka semua dan membuat mereka tidak akan pernah berpikir untuk mengkhianati perasaan Ling Zhen.
“Jadi siapa nama adik Feng‘er ini?” Ibu Ling Zhen tersenyum kearah Yue Rou dan Chu Xiulan.
__ADS_1
“Nama mereka berdua adalah...” Ling Zhen bergumam pelan sebelum membiarkan Yue Rou dan Chu Xiulan mengecup kening bayi mungil mereka masing-masing.