
Hujan deras tidak membuat Ling Zhen dan Yue Rou menghentikan langkahnya menuju Kota Jihao. Keduanya terbang dengan kecepatan tinggi melewati satu desa ke desa lainnya.
“Apa sebegitu nafsunya dirimu sampai melihat tubuhku yang basah kuyup ini?” Yue Rou terlihat kesal karena cuaca hari ini tidak mendukung, terlebih tidak ada desa yang menyediakan penginapan.
“Kenapa kita tidak beristirahat didesa itu?” Sekali lagi Yue Rou menggerutu.
Ling Zhen mendecakkan lidahnya kesal, “Aku tidak ingin merepotkan orang lain! Lagipula Senior Yue lebih kuat dariku, jadi berhenti mengeluh!” Tidak pernah Ling Zhen sangka orang yang mampu menghentikan amukan Sekte Pemuja Iblis adalah perempuan yang terus-menerus mengeluh padanya.
Yue Rou menatap datar Ling Zhen yang terlihat kesal, “Aku tahu dirimu ini memuji diriku, tetapi perlakuan aku dengan layak dan bukan seperti ini!”
“Hah? Aku bukan suamimu!” Ling Zhen membentak.
“Jika kau menjadi suamiku, aku sudah tidak tahan dengan sikapmu ini!” Yue Rou memandang rendah Ling Zhen hingga keduanya saling menatap dingin.
Ling Zhen tidak menggubris perkataan Yue Rou dan terbang lebih cepat dari sebelumnya untuk meredakan kekesalannya.
“Zhenzhen, apa kau marah?” Yue Rou mengangkat alisnya melihat Ling Zhen terbang menjauh dan mengejarnya dengan cepat, “Walau kau lelaki yang tangguh, tetapi kau tetaplah bocah.”
__ADS_1
“Diam dan jangan banyak bicara!” Ling Zhen menoleh ke belakang dan berkata dengan dingin.
Sebuah tendangan melesat ke punggungnya hingga membuat Ling Zhen terjatuh ke tanah.
“Apa itu sikapmu kepadaku?!” Yue Rou menginjak perut Ling Zhen dan menatapnya dingin.
Ling Zhen menatap Yue Rou dan menarik napas panjang. Saat dirinya hendak berdiri, Yue Rou menginjak perutnya kembali.
Tak lama Rubah Putih keluar dari belahan dada Yue Rou, dan itu membuat Ling Zhen maupun Yue Rou terdiam seribu bahasa. Keduanya tersipu malu melihat Rubah Putih yang menguap.
‘Yang benar saja! Orang tuaku bahkan tidak pernah memperlakukanku seperti ini!’ Ling Zhen tidak menyangka dirinya tidak berdaya dihadapan Yue Rou.
____
Setelah kembali melanjutkan perjalanan, Ling Zhen dan Yue Rou tidak berbicara dalam perjalanan. Keduanya terlihat canggung untuk membicarakan sesuatu.
‘Kota Jihao seharusnya sudah dekat...’ Setelah terbang selama tiga hari penuh, Ling Zhen akhirnya bisa melihat sebuah kota dari kejauhan.
__ADS_1
“Akhirnya-”
“Pemuda lemah syahwat, setelah sampai di kota itu, berikan aku penginapan yang bagus dan makanan yang layak.” Yue Rou tersenyum cerah dan membuat Ling Zhen menghela napas panjang.
“Baiklah, Senior Yue.” Ling Zhen tidak ingin berdebat dan memilih menyanggupi permintaan Yue Rou.
Saat jarak antara dirinya dengan Kota Jihao semakin dekat, Ling Zhen mempercepat langkahnya menapaki udara disusul Yue Rou dari belakang.
“Langkahmu lambat.” Yue Rou menyusul Ling Zhen dengan kecepatan tinggi dan mendarat tepat didepan gerbang kota.
Ling Zhen menggelengkan kepalanya dan mendarat disamping Yue Rou. Lalu keduanya masuk kedalam kota setelah membayar pajak biaya masuk.
Kota Jihao terlihat begitu ramai, terlebih bangunan megah yang ada didalamnya membuat Ling Zhen takjub karena menurutnya Kota Jihao sudah berbeda dari yang dia ingat saat berumur lima tahun.
“Zhenzhen, lebih kita menginap keburu hujan.” Yue Rou menatap langit dan menarik tangan Ling Zhen menuju penginapan.
Ling Zhen mengikuti Yue Rou dan berlari menuju penginapan terdekat, sebelum memesan dua kamar untuk dirinya dan Yue Rou.
__ADS_1