
Setelah merengkuh kenikmatan bersama Xue Lianhua, akhirnya Ling Zhen bergantian melakukan kewajibannya sebagai seorang suami untuk Ji Yanran, Yue Rou dan Chu Xiulan.
Ibu Ling Zhen menatap anak semata wayangnya tidak percaya. Dimana pemuda itu terlihat memiliki kharisma yang membuat para wanita terpikat padanya.
“Zhen‘er, Ibu ingin membicarakan ini denganmu.” Ibu Ling Zhen mengatakan jika dirinya akan mengikuti ajakan Chu Xiulan untuk tinggal di Kekaisaran Chu bersama Ji Yanran.
“Ran‘er, bagaimana dengan Kota Jihao?” Ling Zhen bertanya.
“Aku sudah membicarakan ini dengan Bibi Qian, dia bilang suaminya yang akan mengurus urusan pemerintahan.” Mendengar jawaban Ji Yanran membuat Ling Zhen sedikit tenang.
Tentu membiarkan Ji Yanran tinggal bersama Chu Xiulan merupakan hal teraman saat dirinya fokus menempa kembali kemampuannya.
“Zhen‘gege, Mizuhara juga akan ikut ke Istana Chu. Dan aku meninggalkan Yue Rou disini selama beberapa minggu.” Chu Xiulan sudah membicarakan ini dengan Yue Rou.
“Apa kau tidak keberatan, Rou‘er?” Ling Zhen bertanya kepada Yue Rou. Dia tidak ingin istri keduanya itu terpaksa mengikuti perintah Chu Xiulan.
“Aku tidak keberatan. Tetapi aku disini hanya untuk berlatih selama beberapa minggu. Setelah itu aku akan kembali ke Kekaisaran Chu.” Yue Rou menjelaskan.
“Baiklah.” Lalu Ling Zhen menatap Xue Lianhua yang berdiri disampingnya, “Lian‘er, apa kau tidak ikut bersama mereka?”
“Tidak, aku akan menemanimu selama dua tahun disini.” Jawaban Xue Lianhua membuat Ling Zhen bahagia.
“Mi‘er akan membantu latihanmu dengan semua sumber daya yang ada disini. Aku tidak menyangka kau tidak mengetahui betapa khasiatnya tanaman-tanaman yang ada disini.” Xue Lianhua menghela nafas panjang saat mengetahui Ling Zhen tidak mempedulikan tanaman yang ada di Lembah Dewa dan hanya fokus membunuh Hewan Buas Iblis.
__ADS_1
“Dasar laki-laki, taunya hanya bertarung.” Xue Lianhua menambahkan.
“Dengar itu, Zhen‘gege.” Ji Yanran mengeledek Ling Zhen.
Ling Zhen sendiri sama sekali tidak memiliki bekal pengetahuan tentang dunia persilatan. Yang dia pikirkan hanyalah tumbuh dengan kuat dan membalas dendam, hingga pada akhirnya semua tujuannya itu menjauh menjadi perasaan sepi yang menggerogoti jiwanya.
Mungkin dengan memiliki wanita-wanita yang telah menjadi istrinya ini membuat Ling Zhen menghapuskan kesepian dan trauma kesendiriannya. Tetapi berkat semua itu, akhirnya Ling Zhen bisa melihat luas tentang keputusannya.
Saat tengah malam tiba, Ling Zhen berendam di Danau Pengobatan. Sementara Ibunya dan keenam istrinya telah tertidur sebelum dirinya pergi meninggalkan rumah.
Namun saat Ling Zhen sedang menikmati setiap sensasi hangat berendam di Danau Pengobatan, sebuah langkah kaki terdengar dan Ling Zhen sangat mengenal pemilik langkah itu dengan merasakan aura tubuhnya.
“Zhen‘gege, apa aku mengganggu?” Chu Xiulan datang dengan menggunakan kain tipis berwarna putih yang melilit setengah bagian tubuhnya.
Ling Zhen menoleh melihat Chu Xiulan, “Ada apa, Xiu‘er?”
Ling Zhen tersedak mendengarnya. Malam ini Chu Xiulan terlihat sangat agresif. Dan tentu tubuh istimewa Chu Xiulan bisa menerima ingatannya. Namun untuk melakukan semua itu keduanya harus melakukan hubungan sepasang suami-istri.
“Aku memiliki gambaran tentang Jelmaan Dewi Malam dalam ingatan Roh Dewa. Tetapi untuk melakukan itu kita harus...” Suara Ling Zhen putus seolah-olah tertelan bumi.
Chu Xiulan melepaskan kain putih yang melilit tubuhnya lalu memeluk tubuh Ling Zhen dari depan.
“Zhen‘gege, aku adalah istrimu. Jadi lakukanlah jangan ragu. Apa kau sudah bosan denganku?” Wajah Chu Xiulan menatap lurus wajah tampan Ling Zhen.
__ADS_1
“Bosan? Apa yang kau katakan, Xiu‘er? Kau adalah istriku, aku tidak akan pernah membeda-bedakan kalian.” Ling Zhen mengecup bibir Chu Xiulan dan mendekap tubuh istri ketiganya itu.
“Apa kau siap melakukannya?” Ling Zhen bertanya setelah melepaskan ciumannya.
Chu Xiulan tersenyum menggoda, “Kapanpun itu aku siap.”
“Disini atau...” Chu Xiulan menaruh jari telunjuknya dibibir Ling Zhen saat pemuda itu berbicara.
“Disini, Zhen‘gege...” Chu Xiulan bertindak agresif dan mengecup bibir Ling Zhen.
Malam itu keduanya melakukan pergumulan hebat di pinggir Danau Pengobatan. Ling Zhen dan Chu Xiulan merengkuh kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Hingga akhirnya tubuh Chu Xiulan ambruk kedepan dan terkulai lemas, sementara Ling Zhen hampir menindihnya dari belakang.
Ling Zhen menarik pinggang Chu Xiulan dan membantu istri ketiganya itu berdiri. Terlihat Ling Zhen belum sepenuhnya puas akan kegiatan ini.
Ling Zhen kembali melanjutkan perjalanannya menuju pagi bersama Chu Xiulan. Suara teriakan dan desahan menggelora sesekali terdengar dari mulut Chu Xiulan.
“Zhen‘gege, sudah hampir pagi... Ssshhh...” Chu Xiulan mengingatkan karena mereka masih berada dipinggir Danau Pengobatan. Tubuhnya duduk diatas pangkuan Ling Zhen yang masih sibuk dengan tugasnya.
Ling Zhen menghentikan gerakannya dan mengangkat tubuh Chu Xiulan lalu membawanya ke rumah sederhana yang berada didekat Kolam Lima Warna.
Keduanya kembali bergumul hingga pagi, dimana akhirnya Chu Xiulan tertidur pulas karena melayani Ling Zhen semalaman.
__ADS_1
Ling Zhen mengecup kening Chu Xiulan, lalu mendekap tubuh wanita itu. Kedua senyum dari kedua insan manusia yang saling berbagi ingatan itu dipenuhi dengan kehangatan.
Ling Zhen mengetahui apa saja kekurangannya dalam berlatih, sementara Chu Xiulan mengetahui cara untuk mengendalikan kemampuan Tubuh Jelmaan Dewi Malam.